
Di sebrang sana. Andre duduk termenung di depan pantai menikmati hembusan angin yang menerpa raganya. Meski perasaan tubuhnya tenang dan damai, tidak untuk hatinya.
Andre merasa takdir percintaannya bagai labirin tersesat di dalamnya. Di saat sudah di cintai Andre tidak mau berjuang lagi membalasnya. Dan di saat dia pergi hati ini merasa hampa. Rindu akan dirinya.
Seperti kata bang haji Roma , Ketika sudah tiada baru terasa. Ungkapan itulah sangat cocok untuk diri Andre sekarang ini. Disaat Mayra begitu mengharapkan nya, Andre terus mengejar Nayla yang jelas-jelas terus menolaknya. Tapi Disaat Mayra sudah mendapatkan cinta yang lainnya dengan tiba-tiba perasaan Andre ingin memiliki Mayra kembali. Ya ...Andre sudah jatuh cinta pada Mayra saat ini. Bahkan cinta untuk kedua kakak beradik itu setara tidak ada kadar yang kurang sedikitpun,hatinya terbagi untuk Mayra dan Nayla,nama mereka sudah menembus pertahanan Andre sekarang. Apa kata dunia jika Andre memiliki keduanya,sungguh Andre tamak pada keduanya. Ingin memiliki kedua-duanya,sungguh gila rasanya.
''Andai putaran waktu dapat ku ulang kembali. Aku pasti akan terlebih dulu mencintaimu Mayra. Aku pasti akan membalas setiap perhatianmu padaku saat itu Mayra . Aku pasti bahagia memiliki wanita sebaik dirimu Mayra. Tapi sekarang semuanya sirna ditelan rasa menyesal yang sangat mendalam. Kini cintamu sudah beralih pada pria lain, pria yang juga mencintaimu. Pria yang terus berjuang untuk memilikimu seutuhnya. Maafkan aku yang pernah mengecewakan mu. Sungguh aku pria bodoh yang terus saja menyia-nyiakan cinta tulusmu.'' Lirih Andre menatap lurus kearah lautan luas, sembari bersandar di pintu mobil berdiri dengan tangan bersedekap di dada.
''Untuk mu Nayla, sampai kapanpun aku juga tidak mampu membuang mu dari hati ini bahkan sampai saat ini relung hati ini selalu bergetar saat bersama mu dan sayangnya kamu selalu menolak ku . Padahal aku juga ingin memiliki mu,tapi Tuhan berkata lain. Jika takdirku untuk terus mengejarmu sampai di sini, apa kamu akan membenciku. Aku tidak tega membiarkan orang tuaku terus bersedih akan tingkah bodoh ini yang mengejar sesuatu tapi tidak pernah kudapatkan. Maaf Nayla di saat titik lelahku mengejarmu tiba. Maka saat itulah aku akan menghilang dari diri kalian. Kini saatnya aku membahagiakan mereka. Meskipun harus menikahi wanita yang sama sekali tidak ku kenali,wanita yang menjadi takdirku ,wanita yang akan menemani hidupku. Semoga kamu mengerti suatu hari nanti Nayla Bramantyo,wanita tercintaku. ''
Lama larut dalam lamunan antara dua wanita yang terus menyiksa hatinya. Andre kembali di kejutkan oleh getaran ponselnya dalam saku celana. Dengan segera Andre menerima panggilan tersebut dengan wajah tersenyum, setelah mengetahui nama di layar smartphone nya.
''Ya mami....'' Sapa Andre.
''(.....''-''....)"
"Andre akan segera pulang ,jika pekerjaan disini selesai semua. "
''(...''-''...)''
''Iya, mami. Andre ingat janji Andre,sudah mami jangan sekhawatir itu.Andre akan menjalankan amanah kakek. Lagian tidak ada yang dapat Andre harapkan pada kedua wanita itu. Mereka sudah lebih memilih orang lain selain diriku mami.''
''(...''-''...)''
''Oke mami, Andre selalu mengingat nasihat mami. Pokoknya mami jangan lupa istirahat. ''
__ADS_1
''(...''-''...)''
''Baik mami,Andre akan mempersingkat waktu di kota ini,setelah selesai keluarga kita akan melamarnya. Tidak akan Andre ingkari ''
''(...''-''...)''.
''Waalaikum Salam mami. ''
Setelah puas berbicara dengan maminya ,Andre kembali memasukkan smartphone nya ke saku celana kembali. Lalu ia langsung melanjutkan pekerjaannya di kantor cabangnya di kota tersebut. Hingga melewatkan indahnya sunset yang sedari tadi di tunggunya. Namun Andre seolah lupa dengan panorama romantis tersebut.
***
''Ambillah ini, kakak sengaja jauh-jauh kemari ingin menyampaikan ini.'' ucap Farel menyerahkan selembar surat pada Mayra.
''Kenapa ?'' Mayra menggeleng lalu mengambil surat tersebut dengan hati sedikit pilu. Maura tahu surat apa itu, bahkan Mayra sendiri yang mendaftarkan dirinya sebelum wisudanya waktu lalu.
''Kamu sendiri yang menginginkannya bukan. Sekarang cita-cita kamu hampir tergapai. Apa masih berat meninggalkan perasaan mu disini ? '' Mayra kembali menatap Farel sendu namun langsung di ubah menjadi senyuman.
''Ternyata kak Farel tidak berubah, selalu menebak dengan tepat.'' ucap Mayra terkekeh sembari membuka lembaran surat tersebut.
''Bukan kakak yang menebaknya benar. Tapi kamu yang tidak terlalu pintar menyembunyikan raut sedih mu dengan benar. Mungkin kakak tidak bisa membantumu menghilangkan beban perasaan tersebut. Tapi setidaknya jangan hancurkan dirimu , hiburlah hatimu dengan sesuatu hal yang berguna. Kakak tidak akan bertanya permasalah mu. Kakak harap kedatangan kakak kesini membawa kedamaian kembali pada hatimu. ingat jangan mencoba merusak diri.u dengan air mata kesedihan,kamu gadis paling ceria ,gadis pengobat untuk ku dan Nayla tentunya. Namun jika kamu bersedih tentu saja kami akan merasakannya juga. '' ujar Farel mengelus kepala Mayra dengan sayang.
''Sayangnya aku sudah duluan hancur. Aku sakit kakak memberi ku embel gadis, yang nyatanya aku tidak memilikinya lagi. Semua sudah hilang, hilang di telan kebencian seorang pria yang masih saja melekat dalam hatiku . Dan kak Nayla juga merasakan hal yang sama denganku. Tapi biarlah aku menyimpannya sendiri. ''
Mayra membatin, matanya terus menatap Farel dengan tatapan yang kosong.
__ADS_1
Farel sangat mengerti dengan arti tatapan tersebut. Telah terjadi sesuatu pada adik kecilnya ini,apapun itu Farel akan terus berusaha mengangkat sang adik dari lubang penderitaan yang entah apa itu, Farel harus pelan-pelan memasukinya, Ia tahu Mayra adalah sesosok wanita yang sulit di tebak. Wanita yang mampu tersenyum di dalam penderitaan dan kepedihan.
Bukan setahun dua tahun ia mengenal adiknya ini, mereka bertiga dewasa bersama .Hanya dalam beberapa tahun ini mereka terpisahkan karena Farel yang sedang mengejar cita-cita nya ke luar negri untuk menjadi chef terkenal. Dan beruntungnya Mayra mengikuti jejaknya berbeda dengan Nayla terlebih di kuasai Bram sang paman untuk menjadi penerusnya dalam berbisnis. Meskipun Nayla bukan darah dagingnya yang baru dia ketahui dari Fina beberapa waktu yang lalu, saat keluarga Bram memberi selamat pada Farel lewat smartphone karena keberadaannya di luar negeri saat meraih kemenangan tingkat internasional.
''Bagaimana ? '' Farel memecahkan lamunan sang adik yang sedari tadi menatapnya kosong..
Mayra menarik nafasnya lalu membuangnya serta diikuti dengan anggukan.
''Aku menerimanya,sudah saatnya aku meraih semua yang ku impikan sejak dulu. Terimakasih sudah ada buat Mayra kembali. Kapan kita berangkatnya ? '' Tanya Mayra berusaha tersenyum kembali.
''Sekarang .''
Mayra terhenyak mendengarnya.
''Secepat itu, bukannya perlombaannya masih sebulan lagi ? kenapa harus secepat ini ? '' Mayra yang kebingungan beruntun bertanya.
''Ck, tentu sekarang. Kalau bulan depan kamu berangkatnya,kapan belajarnya ? '' Farel kesal sambil berdecak lidah.
''He...he...,maaf kakak tampanku,jangan kesal gitu dong. Nanti gantengnya luntur '' ucap Mayra terkekeh.
''Yasudah,apa kamu siap ? '' Mayra mengangguk pasti.
''Setidaknya aku telah menghilang darinya. Maafkan Nayla kak, Mayra terpaksa. Jika tidak Ansel terus menyangkal perbuatannya. Maaf Mayra harus dengan ini mengorbankan semua,semoga kakak tidak bersedih lagi,sakit sekali rasanya melihat air mata kakak. Semoga setelah ini kakak akan bahagia. ''
🥺 To be Continue...
__ADS_1