
'' Eric, senang bertemu denganmu kembali '' Ucap sang tamu sambil berjalan kearah Ansel yang tercengang terdiam tidak bergerak sama sekali.
'' Cindy '' lirih Ansel pelan. Degup jantungnya langsung terpompa, kenangan manis bersama terngiang-ngiang dalam ingatannya saat ini. Kaki Ansel seketika melemah hingga pria tampan itu hampir saja terjatuh jika tidak cepat memegang pinggir meja kerjanya.
Wanita bernama Cindy tersebut terus tersenyum dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Max di buat heran oleh kedua manusia berlainan jenis di depannya. Ia tahu jika tatapan Ansel dan wanita itu memiliki makna tersendiri.
Kini tubuh Ansel dan Cindy sudah berhadapan, hanya meja kerja Ansel pemisah antara mereka berdua.
'' Maaf Nona, Silahkan duduk terlebih dahulu. '' Persilahkan Max pada tamu tersebut.
Cindy langsung menurut , ia berbalik arah ke sofa . Dengan sopan ia duduk di sofa hitam panjang. Ia menahan air matanya agar tak menetes. Bahagia hanya itu yang dirasakannya saat ini.
Mata Ansel sama sekali tidak lepas dari wanita cantik tersebut. Max mengerti , ia langsung mendekati Bos-nya.
'' Tuan,Sebentar lagi meeting reservasi tiga cabang Julian corp akan berlangsung.
Ucapan Ansel menyandarkan kewarasannya kembali. Tatapan Ansel kembali seperti semula, dingin tak tertebak. Ia kembali berdiri tegak , menghirup udara guna menetralkan jantungnya yang tadinya tidak baik-baik saja. Ia sadar jika wanita itu pernah mengisi hatinya di masa lalu.
Dengan langkah gontai , Ansel mendekati sofa. Lalu duduk berhadapan di depan Cindy dengan tatapan dinginnya.
Sikap dingin Ansel tidak mempan sama sekali untuk Cindy, ia malah meresponnya dengan penuh pancaran cinta . Hingga Ansel kalah dengan sikap dinginnya.
'' Niat apa anda mendatangi kantor saya ? '' Ucap Ansel mencoba formal pada wanita di depannya.
'' Kamu telah berubah , Eric . Harusnya aku menuntut tanggung jawabmu lebih rinci '' balas Cindy dengan senyum tak pernah lepas dari wajah cantiknya. Ansel ingat sekali jika wanita ini pergi darinya dulu , hingga ia hampir di buat gila oleh Cindy, tepatnya saat masih menjadi siswa SMA.
Ansel terus berusaha formal agar hatinya tak terkecoh, entah kenapa getaran masa lalu kembali tiba-tiba. Bahkan ia lupa jika di hidupnya sekarang telah memiliki istri dan seorang putri.
'' Tentu saja saya akan bertanggung jawab. Itu sudah pasti kami lakukan, bahkan semua korban sudah mendapat kompensasi yang besar dari perusahaan kami, serta santunan beberapa hari yang lalu. Tapi ternyata anda menolaknya, dan saya tidak tahu rencana apa yang sedang anda rencanakan, sampai harus bertemu seperti ini. '' Ujar Ansel dengan formal.
'' Saya punya alasan mengapa menolak kompensasi dari perusahaan anda, karena itu tidak setimpal dengan perjuangan saya selama ini , Tuan Eric . '' Timpal Cindy dengan lembut namun ada ketegasan dari nada suaranya.
__ADS_1
Ansel serta asistennya yang sedari tadi diam itu mengerutkan dahinya bingung dengan maksud dari ucapan Cindy.
'' Apa maksud anda Nona. Mereka semua tidak ada yang protes mengapa anda mempermasalahkan hal yang sudah lolos dari hukum. '' Kali ini Max menimpali ucapan Cindy.
Cindy beralih menatap Max , masih dengan senyumannya ia langsung berucap , '' Alasan yang akan saya jelaskan akan merubah semua pandangan anda terhadap saya, justru itulah saya memilih untuk bertemu secara langsung daripada harus menggunakan perantara. ''
'' Sudah cukup Cindy , jangan berbasa-basi lagi. Langsung keintinya langsung. '' Ucap Ansel semakin penasaran, hingga sikapnya berubah tidak formal lagi.
'' Waktu yang telah kalian sia-siakan , aku ingin memintanya kembali '' ujar Cindy.
'' Apa hubungannya ? Waktu yang mana ? Lalu apa hubungannya dengan kecelakaan itu apa ? '' tanya Ansel bingung.
'' Tidak ada hubungannya sama sekali. Namun masa lalu kita yang harus di perhitungkan mulai saat ini. ''
'' Aku sudah menutup masa lalu , Cindy. Bagiku aku bukan lagi Eric yang dulu, Eric yang masih bodoh '' Balas Ansel , ia takut hatinya akan menghancurkan segala-galanya.
'' Baiklah, mungkin jika aku belum menjelaskan titik terangnya, maka semua kesalahan dimasa lalu , kamu limpahkan semuanya padaku. Padahal Mommy kamu lah dalang semua ini. '' Jelas Cindy sendu. Senyuman yang terulang tadi telah berganti dengan wajah menyedihkan.
Mengerti titik terang asal muasal siapa wanita tersebut, Max mengundurkan diri . Tidak mau ikut serta dalam nostalgia keduanya.
'' Tuan, saya ingin melanjutkan pekerjaan kembali. Saya keluar dulu. '' Pamit Max, Ansel langsung mengangguk mengerti jika Max sedang memberikan waktu luang agar Cindy bebas bercerita, dan Ansel pun dapat segera menyelesaikan masalah masa lalunya.
Tubuh Cindy bergetar, Ansel tahu jika wanita itu sedang menahan tangisan yang akan pecah. Entah bisikan dari mana ia langsung bangkit dari depan Cindy , kemudian duduk di samping Cindy .
'' Cindy !? ''
Cindy pun yang di panggil langsung memutar tubuhnya berhadapan dengan Ansel yang tengah duduk dekat dengannya.
Cindy langsung menatap lekat wajah pria yang masih bersarang di hatinya itu. Bahkan pria ini dulunya begitu mencintai dirinya juga.
'' Eric, selama ini aku begitu menderita tanpa mu. '' lirih Cindy lalu menunduk menangis .
__ADS_1
Namun respon Ansel masih diam , menatap Cindy lekat.
'' Aku sakit saat Mommy-mu menyiksa ibuku '' ucap Cindy pelan tertelan dengan tangisan.
Ansel tersentak karena dengan pengakuan Cindy. Ia ingin sekali marah saat wanita di sampingnya mengaku jika Mommy-nya telah menyiksa ibunya Cindy. Namun ia harus menahannya terlebih dahulu agar Cindy
mengatakan semuanya.
Kedua jari Cindy saling meremas, menahan gejolak pilu hatinya tidak berkobar, hingga membuat pria dingin di samping menjauhinya.
'' Aku di paksa untuk meninggalkanmu dulu, aku menolak tapi , Mommy kamu menggunakan berbagai cara hingga ibuku berujung masuk rumah sakit jiwa. '' Lanjut Cindy.
Akhirnya tangisan Cindy pecah, namun Ansel masih enggan meresponnya. Ia masih terdiam menyimak pengakuan Cindy tentang kejahatan ibunya di masa lalu, dan alasan kenapa ia dulunya menghilang sampai Ansel hampir gila di buatnya.
'' Akhirnya aku menyerah untuk bertahan, jujur aku tidak berniat meninggalkanmu, Eric . '' ucap Cindy , dengan berderai air mata ia menatap Ansel .
Yang di tatap pun, merasa kasian pada wanita tersebut. Ansel mulai merasakan kesedihan wanita masa lalunya. Namun ia tak sanggup lagi melihat tangisan wanita itu, dengan cepat ia bangkit lalu berjalan , berdiri di depan jendela kaca yang menembus pemandangan kota. Ansel berdiri di sana mencerna cerita Cindy dengan hati pilu, masih belum percaya dengan kelakuan ibu kandungnya dulu hingga ibu Cindy berimbas.
Cindy pun bangkit mengikuti raga Ansel , dengan langkah pelan ia mendekati Ansel kembali yang masih bergeming berdiam diri di situ.
'' Kamu pasti akan membela ibu kandung mu, jelas aku juga akan berbuat seperti itu jika posisiku sepertimu, hiks...hiks...tapi akibat tekanan tersebut akhirnya ibuku pergi meninggalkanku. ''
Ansel kaget, refleks ia membalikkan tubuhnya hingga tubuh keduanya berhadapan.
'' Secara tidak langsung Mommy-mu telah membunuh ibuku. Saat itu aku hancur Eric, aku sebatang kara tanpa kasih sayang lagi. Demi mempertahankan cinta kita, aku harus kehilangan orang tuaku satu-satunya. Tapi lihatlah hidup dan masa depanmu sangat bertolak belakang denganku, aku jatuh tanpa penopang sama sekali, kamu mengatakan bahwa cinta kita akan selalu abadi . Tapi lihatlah aku terpuruk tanpa dirimu di sampingku. Sampai sekarang aku tidak bisa membuangmu dalam hidupku, aku masih mencintaimu Eric. Tanggung jawab itu yang kubutuhkan sampai sekarang, meskipun aku telah menikah hingga suamiku pergi juga , hati ini tetap milikmu '' Ungkap Cindy membuat Ansel terenyuh bila mengingat bagaimana cintanya dulu pada wanita ini.
'' Maafkan Mommy-ku Cindy. Aku sadar maafku ini tidak bisa membuat ibumu kembali padamu lagi . Jujur aku tidak tahu jika selama ini kamu menderita demi sebuah cinta. Aku menyesali perilaku Mommy-ku saat itu , tapi aku sama sekali tidak mengetahui nya. Bahkan ku kira kamulah yang telah tega meninggalkanku, maafkan aku '' Ucap Ansel merasa bersalah. Namun hatinya itu tidak bisa terulang seperti dulu, karena hatinya tersebut milik istrinya seorang.
'' Tapi aku tidak akan sebodoh dulu , Eric. Aku ingin kita seperti dulu lagi. Mari kita rajut kembali kisah cinta itu '' Ujar Cindy .
__ADS_1
SELAMAT MENIKMATI, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TEMAN-TEMAN.