
Seminggu kemudian , keadaan Ansel berangsur membaik. Apalagi baby Anzela yang sudah terlihat sehat berkat pengorbanan sang papa dan juga asupan yang cukup dari sang mama.
Keluarga kecil itu sudah bersiap-siap untuk kembali ke negara asalnya. Setelah berterimakasih kepada sang dokter dan perawat lainnya, Mayra segera menemui suaminya di dalam mobil. Karena sebentar lagi mereka akan lepas landas pulang ke Indonesia kembali, dengan membawa kebahagiaan yang sempurna.
Berbeda dengan kedatangan mereka dulunya kenegara ini dengan hati yang hampa dengan rasa sedih yang mendera. Negara Italia adalah saksi penyatuan cinta mereka kembali, di negara tersebutlah mereka berhasil merubah pilu menjadi rasa bahagia sejati.
Farel sudah beraktifitas kembali seperti biasanya, mengelilingi setiap negara jika saat itu panggilan untuk menjadi sang juri di butuhkan.
Masalah perusahaan , Farel tentu saja sudah menanganinya langsung tanpa beban sedikitpun.
Kepribadian Farel berbanding balik dengan Ansel. Kalau mau masak menu favorit, ya tinggal panggil sang istri sebuah chief yang tak kalah saing dengan Farel kakak sepupunya.
Sedangkan Bram, dan Fina sudah duluan tiba di Indonesia kemarin malam. Kalau Nayla dan Andre sejak seminggu lalu telah meninggalkan negara itu, dikarenakan Andre tidak bisa berlama-lama meninggalkan perusahaannya yang sedang maju pesat itu. Meskipun asisten Andre memiliki kinerja yang bagus ,bukan berarti semua hal yang menyangkut dengan perusahaan harus dilimpahkan pada asistennya itu, Jelas Andre pria profesional dalam pekerjaan.
***
Sesampainya di Indonesia, Ansel yang sudah terlihat sehat menuntun istrinya turun dari pesawat ,dilanjutkan kembali perjalanan mereka menuju rumah tempat dimana mereka akan memulai mengarungi bahtera rumah tangga yang sakinah , mawaddah dan warahmah.
Perasaan Mayra semakin tidak karuan. Dengan memangku baby Nama, Mayra terlihat semakin gelisah di samping suaminya itu.
Mendapati istrinya tegang, Ansel langsung bisa menebak isi dari pikiran yang sedang mengganggunya saat ini. Digenggamnya tangan istri yang telah berkeringat dingin, ia mendekati bibirnya di telinga sang istri yang ditutupi kerudung.
" Jangan takut, seiring waktu semua telah berubah " Ucap Ansel menenangkan Mayra.
Mayra menoleh dengan wajah sayunya.
" Mas, apa mommy akan menerima kehadiranku ? "
" Mengapa bertanya seperti itu, tentu saja Mommy sedang menunggu kedatangan kita di Mansionnya. " tukas Ansel.
Mayra kehabisan kata-kata, ingin percaya namun sulit. Apalagi waktu saat penghinaan itu terjadi masih berkelabat dalam ingatan Mayra, bagaimana ibu kandung Ansel menghardiknya habis-habisan.
" Aku tahu, Mommy memiliki kesalahan yang amat fatal padamu. Mewakili Mommy aku minta maaf ,istriku. " seru Ansel tulus .
__ADS_1
" Mas, aku sudah memaafkan ibu mu sejak lama . Tapientalku saja yang belum siap, maafkan aku membuat Mas khawatir. ''
Ansel tersenyum manis pada Mayra, tautan jemarinya semakin dieratkan genggamannya.
'' Terima kasih, telah berlapang dada memaafkan Mommy. Semoga setelah ini kita akan melewati fase-fase kehidupan dengan keberkahan sang illahi. "
" Amin, aku senang semua berubah, setelah kita telah bersatu kembali. '' ungkap Mayra bahagia.
Sedikit demi sedikit rasa sakit itu , kian terkikis dengan kebersamaannya bersama sang suami dan putri cantiknya.
Saat diperjalanan, mobil mereka tidak sengaja melaju melewati letak restoran Mayra yang memang berada diujung kota. Mayra menangkap tempat tersebut dengan rasa rindu yang luar biasa.
Ansel mengikuti pandangan istrinya yang mengarah ke restoran mewah yang sedang di padati pengunjung.
" Kamu merindukan tempat itu ? "
'' Ia mas, setahun lebih aku meninggalkannya begitu saja. Ah bukan itu saja malahan aku meninggalkan semua yang berhubungan dengan kehidupanku. "
" Maafkan aku mas, saat itu pikiranku buntu. Harusnya aku mencari tau dulu kebenarannya, bukannya lari dan menghilang begitu saja . " Sesal Mayra merebahkan kepalanya di bahu kekar Ansel.
'' Tapi syukurnyaasa lalu kita tidak seindah masa depan kita sekarang sayang. Mari jadikan kesalahan maasa lalu sebagai cambuk untuk masa depan , agar selalu hati-hati dalam melangkah dan bertindak. " terang Ansel bijak.
Mayra mengangguk , membenarkan. Setelah itu bayangan seseorang lewat bagaikan kilat dalam pikirannya.
''Keysha '' Lirih Mayra ,langsung bangkit dari bagi sang suami .
'' Ada apa , sayang ? Sesuatu mengganggu pikiranmu ? ''
'' Mas, entah kenapa aku rindu dengan Keysha. Dulu aku juga pergi tanpa pamit padanya. Mungkinkah dia akan bersikap seperti mu, tidak mengubah apapun ? ''
Ansel menghela nafas berat nya , kembali Mayra mengorek masa lalu. Meskipun hanya selingan saat mengingat sahabatnya dulu.
" Saat kamu pergi dulu, Keysha terus mencari mu. Bahkan ia memberanikan diri menemuiku di ruang rapat saat itu aku sedang bekerja,namun Keysha terus mendesak ku menanyakan dirimu yang tidak pernah menemui nya lagi. '' Jelas Ansel menguak kenyataan sebenarnya.
__ADS_1
'' Aku ingin sekali bertemu dengannya, mas ''. Ucap ku sendu.
" Sayang, ada yang harus kamu ketahui tentang Keysha. Hari itu, papa Bram minta tolong pada Keysha untuk membantunya menjalankan restoran mu. Akhirnya Keysha menerimanya tentu karena kamu dan papa Bram, Berbulan-bulan Keysha mengelola restoran kamu hingga maju pesat kurang dari enam bulan. Keysha sukses memajukan restoran mu dengan menu yang sangat memanjakan lidah. ''
'' Aku tidak pernah absen mengunjungi restoran mu yang sudah terkenal memanjakan lidah pengunjung, berkat kerja keras Keysha dan chef pilihanmu dulu. Bahkan mereka masih di sana mengelola restoran mu, tapi Keysha sudah tidak lagi bekerja di sana setelah orang tua laki-laki nya meninggal karena kecelakaan. "
Mayra shock mendengarnya, mulutnya langsung di bekapnya menutupi mulut yang sedang melongo.
'' Papi Keysha meninggal ? Lalu dimana mereka sekarang '' Tanya Mayra tentang keluarga Keysha.
'' Setelah mengembalikan kunci kantor restoran tersebut pada papamu, Keysha langsung menghilang. Bahkan perusahaannya nyaris bangkrut karena kehabisan dana untuk pengobatan ibunya yang sakit. ''
Sungguh Mayra tidak tau mau berkata apalagi. Tenggorokan nya seakan tercekat dengan kenyataan kehidupan sahabat yang sangat penting bagi nya.
'' Lalu, bagaimana keadaan perusahaannya itu mas ? '' tanya Mayra lesu berbalut dengan rasa sedih menggelora.
'' Perusahaannya sekarang berada di tanganku, Keysha sendiri yang menjualnya demi membayar semua gaji karyawan yang sudah bersusah payah membangun perusahaan Adipura Group . Aku berniat mengambilnya , siapa tahu ia kembali bangkit dan mulai stabil kondisinya aku akan mengembalikan haknya.''
Tak terasa dari ujung mata aku tersenyum menyedihkan, mengetahui keadaan sahabat baikku pergi entah kemana membawa rasa pilu yang mendalam. Berangsur kehancuran Keysha terjadi, dari kematian papinya, kesakitan maminya hingga kebangkrutan perusahaan nya.
Mayra takut Keysha tidak sanggup hidup biasa, toh selama dia baik-baik saja dulu , Keysha bawaannya boros serta dengan mudah mengeluarkan helaian uang untuk orang yang disenanginya. Termasuk Mayra tentunya, Keysha tipe wanita penyayang. ''
''Mas, kumohon kerahkan orang-orang mu untuk mencari sahabatku. '' Pinta Mayra , sudah tak dapat menahan sesak di dada.
''Jangan bersedih, aku akan menyuruh mereka menelusuri kesetiap penjuru kota ini.'
'' Terimakasih ,mas. ''
''Sama-sama sayang ''
***
Mobil Ansel yang dikemudikan oleh salah satu supir utusan mansion utama telah memasuki gerbang raksasa mansion tersebut. Perasaan Mayra mulai terkecoh lagi, Rasa gugup pertemuan dengan mertuanya seakan terus menyerang perasaan Mayra, baru kali ini ia mendatangi mansion mewah tersebut, dengan statusnya sebagai istri sah dari pewaris tunggal keluarga Julian tersebut.
__ADS_1