Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Dibawa pergi Farel


__ADS_3

''Lho...lho.. kenapa kita langsung ke bandara? , Mayra harus pamit dulu sama orang rumah. Lagian kak Nayla lagi nungguin Mayra kak !! '' ucap Mayra kebingungan.


''Sudah tidak ada waktunya lagi, lagi pula keselamatanmu lebih penting daripada pamit. Kamu tidak lihat apa ? banyak pengintai sedang mengawasi mu. ''Seloroh Farel sembari menyeret adik sepupunya menuju Jetpri Farel.


Sebenarnya keluarga Farel cukup berada di bagian negara lainnya. Akan tetapi kesuksesannya itu semua bermula dari hobinya, Farel semakin tertarik dengan dunia kuliner sehingga dalam waktu singkat Farel mampu membuktikan pada dunia jika dirinya sanggup menyatukan antara hobi serta bisnisnya yang kini sudah melambung.


Meskipun terkadang banyak panggilan serta undangan dari berbagai negara menunjuknya ssbagai tamu sekaligus juri dari kompetisi memasak diberbagai negara,tapi tetap konsentrasi dan tanggung jawab yang telah di bebankan oleh almarhum ayahnya sebelum beliau Kembali ke pangkuan Ilahi dijalankan dengan semestinya.


Tidak hanya sampai disitu. Farel terus memantau sang adik agar menjadi penerusnya, kelak nanti. Tidak hanya terkenal saja, tapi berharap dapat menjadikan kepiawaian masak memasak Mayra untuk kehidupan orang lain,seperti yang di lakukan Farel saat ini.


Berkat kerja keras dan kompetensi nya . Farel berhasil mendirikan beberapa restoran ternama di bagian negara tertentu. Tak terkecuali di negara kelahirannya sendiri ''INDONESIA''. Dan restoran tersebut sedang di kelola oleh teman seperjuangannya yang tidak sesukses dirinya.


Tak hanya ahli dalam bergelut dengan World of food , Farel juga mampu mengasah otaknya dalam setiap pengembangan perusahaan,hasil kerja keras ayahnya terdahulu. Sungguh pria idaman, mampu dalam segala hal.


Semua tahu jika Farel Daniel Ducan adalah pemilik perusahaan tersohor yang merangkap sebagai pewaris putra tunggal, tidak jauh berbeda dengan Ansel. Namun Ansel masih beberapa langkah lebih kaya dari yang lain, apalagi Ansel terkenal dengan singa bisnis, pandai dalam menarik perhatian kliennya serta cepat dalam menganalisa suatu kesalahan ataupun penipuan, Ansel adalah sosok paling cermat meneliti semua perusahaannya yaitu perusahaan dalam negeri maupun perusahaan di luar negeri.


''Alah itu cuma alibi kak Farel doang. Mayra gak mau pergi dulu,sebelum adanya izin. Setidaknya izin dulu sama papa-- ''


''Kecuali Nayla ! ''Tegas Farel.


Farel tau jika Nayla tahu Mayra pergi,dialah orang pertama yang menghadang niat Farel untuk menyembunyikan Mayra sementara waktu. Awalnya Farel hanya menunggu keputusan terbaik Mayra saja,namun setelah memergoki beberapa orang yang terus mengintainya, Farel merubah rencananya dalam sekejap.


Ya disinilah mereka saat ini tepat di depan Jetpri nya untuk membawa sertakan Mayra pergi untuk sementara waktu dengan tujuan menyelamatkan sang adik.


Ia melambaikan tangannya pada seseorang. Seakan mengerti, dua orang yang bertubuh besar itu langsung menghampiri mendekat ke arah mereka.


''Ada yang bisa saya bantu tuan ? '' Ucap salah satu orang yang dipanggil Farel baru di saja.


''Bawa masuk adikku kedalam pesawat. Jaga dia ,jangan sampai keluar lagi dari pesawat '' Titah Farel menatap Mayra .


''Baik tuan Ducan '' Jawab mereka serempak.


''Kak Farel mah,gak lucu ...Mayra harus ngomong dulu sama papa,juga kak Nayla ... '' Rengek Mayra serta terus memohon pada kakak sepupu nya itu.

__ADS_1


Mayra yang terus di paksa masuk kedalam pesawat , akhirnya pasrah. Farel bukanlah pria yang mudah dibujuk serta sangat susah untuk di ajak berdebat.


Setelah memastikan suara sang adik tak terdengar lagi, Farel segera menghubungi Bram memberitahukan di mana Mayra sebenarnya. Dan tentunya dalam mode rahasia.


Entah perasaan apa yang terlintas dalam naluri Farel,ketika segerombolan orang berjas terlihat seperti sedang menguntit mereka dengan intensnya.


''Siapa sebenarnya mereka ?masalah apa yang sedang melanda adikku. Sungguh aku sudah lalai menjaga kalian. Maafkan kakak Mayra,dan maafkan kakak juga Nayla karena harus memisahkan kalian untuk sementara demi keselamatan Mayra adik kita. Dan setelah semuanya berlalu maka hidupmu akan kembali lagi seperti dahulu Mayra,menjadi gadis paling ceria dalam hubungan kita bertiga . Aku harus segera menyelidiki penyebab Mayra rapuh dan seperih itu ''.


Di dalam sana, Mayra terus merasa gelisah. Andaikan dia tahu jika Farel akan bertindak seperti ini, sudah pasti Mayra akan memilih melepaskan kesempatan emasnya.


Lamunan Mayra buyar saat sapuan bahunya terasa. Entah kapan kakak sepupunya ini berada di sampingnya.


Secepat mungkin Mayra langsung memasang wajah kesalnya. Farel hanya dapat membuang nafasnya.


''Masih kesal? '' tanya Farel .


''Menurut kakak ? haruskah aku bahagia pergi tanpa pamit dengan yang lain?,''


''Teysp saja belum lengkap ? memangnya kenapa kak Nayla tidak boleh tau ? dia juga berhak karena dia kakakku juga '' protes Mayra.


''Nayla akan terus mengekor dan percuma kakak capek-capek membawamu sampai kesini kalau akhirnya kamu balik lagi. Kamu tahu kan,kalau kakak tidak sanggup menolak permintaan kakak mu itu? '' Jelas Farel agar Mayra segera tenang.


''Aku tidak ingin pergi seperti ini. Lagian aku tidak akan fokus ikut perlombaan tersebut tanpa dukungan penuh dari keluarga. Aku akan baik-baik saja disini, apa yang harus di risau kan. Mungkin saja mereka hanya kebetulan lewat saja. Ataupun mereka sedang menikmati danau tersebut. '' sahut Mayra menampik kecurigaan kakak sepupunya.


''Dasar polos !, tentu saja aku lebih jeli darimu. Kamu itu terlalu cuek orangnya. Jika ada ular yang ingin mematuk mu, apa kamu akan terlihat biasa-biasa saja menghadapinya ? dasar bodoh. '' Kesal Farel pada adiknya yang terus menyepelekan setiap masalah.


''Aku tidak sebodoh itu kak. Jangankan mau di patuk , melihat dari kejauhan saja ,Mayra udah merinding duluan. Jujur ular adalah makhluk Tuhan yang paling mengerikan '' Cerocos Mayra belum mengerti maksud Farel yang sedang berumpama.


''Dasar Lola. Siapa yang bilang kamu mau di patuk ular ? '' ujar Farel dibuat kesal oleh adik cerewetnya.


''Tadi...kakak sendiri yang mengatakan .''


''Kebiasaan, Sudah tidurlah perjalanan kita masih lama . ''

__ADS_1


Farel menyudahi obrolan non faedahnya dengan sang adik,sudah pasti ujung-ujungnya farel di buat kesal mati-matian oleh Mayra yang begitu banyak bahan untuk melawannya.


Melihat tidak ada respon sama sekali dari Farel yang sudah memejamkan matanya, Mayra kembali bersedih lagi. Ia segera memejamkan matanya sama sekali tidak mengantuk. Wajah Ansel kian bermain dalam pikiran Mayra ,bayangan Ansel terus berputar-putar dalam otak Mayra . Bahkan semua kenang-kenangan manis bersamanya ikut hadir di sana, Sampai pada titik di mana kenangan manis tersebut di telan oleh hal yang menyakitkan.


Air mata Mayra langsung mengalir seiring dengan kisah pilunya beberapa hari ini. Tiba-tiba Mayra segera membuka matanya saat sebuah earphone di masukkan ke dalam telinga Mayra. Mayra menoleh melihat siapa gerangan.


''Kak Farel ? '' Panggil Mayra, membiarkan air matanya di seka oleh Farel dengan lembut.


''Tinggalkan kenangan pahit mu. Aku ada disini ,bukan untuk melihatmu bersedih !! '' Ujar Farel lembut .


''Aku baik-baik saja kak '' bohong Mayra.


''Ya, aku harap ucapan mu sesuai dengan perasaan mu '' Sahut Farel .


Farel sangat mengenal sosok Mayra yang pandai menyembunyikan masalahnya.


'' Istirahatlah , aku harus mengurus sesuatu disana '' ucap Farel menunjuk kearah beberapa bodyguard yang menyeretnya tadi.


''Ini masih dalam pesawat loh kak, kenapa masih juga kerja ?''


''Mulai kepo nya '' ejek Farel memecahkan keheningan diantara mereka.


''Cih, siapa yang kepo. Kakak aja yang kepedean. Sudah sana aku akan berdiam diri di sini . '' Ucap Mayra bernada kesal.


Farel langsung terkekeh dengan raut wajah Mayra yang bisa di rubah dalam sekejap.


''Kakak lebih suka melihat mu kesal daripada mewek seperti tadi '' ungkap Farel benda adanya.


Mayra mengerucutkan bibirnya sela beberapa detik langsung tertawa terbahak-bahak. Mayra tidak bisa menahan lebih lama lagi godaan kakak sepupunya.


Setelah memastikan Mayra telah nyaman, Farel melanjutkan niatnya untuk menghampiri dua bodyguard tersebut.


😘 Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2