
''Apa-apaan ini ....''
Tiba-tiba suara teriakan !! seorang wanita mengejutkan dua sejoli yang sedang berpelukan di depan jendela kaca,hingga dengan cepat tubuh mereka saling melepas dan segera menoleh ke asal suara .
DEG...
Dua raga wanita berdiri di ambang pintu dengan wajah yang sudah memerah,bahkan terlihat menyala-nyala menahan amarah yang telah berkobar.
Getaran tubuh Mayra langsung bereaksi saat matanya beradu dengan mata nyalang bak singa yang ingin menelannya habis-habisan , wanita itu terus melangkah masuk mendekati Ansel dan Mayra yang baru saja ketahuan sedang berpelukan.
Berbeda dengan Mayra ,Ansel terlihat menantang melihat wanita yang baru saja meneriakinya hingga kekasihnya langsung bergetar di tambah lagi ketakutan Mayra semakin menjadi saat wanita satunya menatapnya penuh kebencian ,Ansel segera meraih tangan Mayra menggenggam nya dan terus menyalurkan ketenangan terus memberi isyarat memejamkan mata disertai anggukan saat Mayra menoleh sekilas kearahnya , isyarat memberitahukan semuanya akan baik-baik saja.
Dua wanita yang sedang mengintimidasi Ansel dan Mayra tak lain tak bukan adalah Raisa dan Fina yang berniat menemui Ansel untuk mengajaknya ke rumah sakit karena Nayla baru saja masuk ke rumah sakit di sebabkan kondisinya semakin parah selepas kepergian Mayra pagi tadi.
Fina terus mendekati Mayra yang terus menunduk menutupi rasa takut dan rasa bersalahnya dia masih tidak menyadari jika tangannya masih digenggam Ansel yang membalas tatapan Fina dengan tidak sukanya.
Fina beralih menatap Mayra dengan tidak percayanya jika Mayra lah yang menjadi noda tersebut.
''Tega kamu Mayra pada putriku , ternyata selama ini kaulah iblis yang menjelma sebagai malaikat ,karena ulah mu kau tau dimana Nayla sekarang ?,''berang Fina menatap Mayra dengan aura permusuhan, tidak berbeda jauh dengan Raisa diapun ikut geram dengan perangai anak angkat Fina yang baru tahu saat di perjalanan menuju kantor Ansel .
Mayra tersentak saat nama Nayla di pertanyakan di mananya.Dia mengangkat kepalanya memberanikan dirinya untuk menatap Fina yang sudah berada di depannya.
''Apa terjadi sesuatu dengan kak Nayla mah ? ,katakan yang jelas di mana kak Nayla mah ? '' Seketika Mayra terlihat panik bahkan rasa takutnya tadi entah pergi kemana.
Fina langsung tersenyum sinis dengan perubahan Mayra yang terlihat seperti drama di matanya.
''Untuk apa kamu mengetahuinya gadis sialan ,bukankah itu yang kamu inginkan ,bukankah itu tujuanmu merebut pria yang dicintainya dan dengan keadaannya yang sedang terpuruk kau malah berpelukan dan bermesraan di tempat dimana itu hak dari putriku '' Cela Fina langsung menyentil hati Mayra diikuti rasa bersalahnya .
''Jaga nada bicara anda jika sedang berbicara dengan Mayra ,saya tidak suka jika ada orang yang mencelanya apa lagi itu di depan saya, '' Sentak Ansel tak terima dan semakin menarik Mayra dibelakangnya setengah tubuh Mayra tertutup tubuh Ansel.
''Diam kamu Eric !!! ,ini bukan urusanmu ,gadis itu memang pantas di beri pelajaran mengingat perangainya yang begitu jahat yang tega menusuk kakaknya dari belakang, '' Sosor Raisa dengan suara sangar membenarkan pembuatan Fina.
__ADS_1
''Mulai saat ini urusan Mayra juga urusan Eric mom ,tidak ada yang boleh membentaknya termasuk orang ini , '' dengan beraninya Ansel menantang Fina yang sudah siap menerkam Mayra .
Fina berdecak sinis melihat tangan Mayra belum terlepas dari tangan Ansel dan itupun masih diluar kesadaran Mayra.
''Hari ini kau telah menunjukkan sisi aslimu Mayra,akan kuingatkan sekali lagi padamu ,bagaimana putriku Nayla menolong mu hingga saat itu dia diambang Kematian ,seharusnya sebelum membuatnya semalam hampir mengalami hal yang sama lagi kau mengingatnya kembali, bukan semakin menjadi-jadi ,bahkan saya tidak percaya dengan semua ini kau tega menusuknya dari belakang ,memang kau aktris yang begitu sempurna melakoni semua begitu rapi ,semalam kau telah menjanjikan cintanya kembali tapi lihatlah semua ini ,kau telah melukainya Mayra dan lebih parahnya kau telah menghancurkan kehidupannya dengan sangat sempurna, '' Cibir Fina penuh penekanan hingga Mayra menangis di belakang Ansel ,tangan Mayra semakin digenggamnya.
Benar apa yang dikatakan Fina tidak meleset sama sekali , ucapan Fina bukan membuat Mayra sedih tapi lebih kerasa bersalahnya,sadar tangannya dalam genggaman Ansel yang tidak luput dari tatapan Fina Mayra memaksa lepas dan berhasil ,dengan cepat Mayra bersimpuh di hadapan Fina meskipun Ansel terus memaksanya berdiri Mayra tetap Keukeuh bersimpuh ,Fina semakin geram dengan aksi anak yang dibencinya ,baginya dia kembali berakting didepan sahabat dan anaknya .
''Dasar bermuka dua " batin Fina menatap nyalang kearah Mayra yang sedang menangis .
''Mah maafkan Mayra,katakan apa yang terjadi dengan kak Nayla,katakan di mana kakak mah, '' Tangis Mayra memegang lutut Fina namun dengan kasarnya Fina mendorong Mayra dengan kakinya berhasil membuat Ansel menggeram.
Ansel menarik kasar Mayra yang sedang terjatuh akibat dorongan Fina.Raisa juga tidak menyangka sahabatnya itu sampai berlaku kejam seperti itu akan tetapi Raisa tidak bisa berbuat apa meskipun dihatinya tidak membenarkan perlakuan Fina .
''Kenapa anda hanya menyalahkan Mayra,aku sendiri yang tidak mencintai Nayla ,kenapa tuduhan itu anda tumpahkan pada kekasihku ,seharusnya putri anda yang harus bisa menerima jika saya tidak bisa memaksa mencintainya, ''Bentak Fina .
''Kamu lihat Mayra ,demi kau dia menyalahkan Nayla yang faktanya tidak bersalah, Raisa tanyakan pada putramu dengan jelas jika dia hanya ingin memiliki perusak ini untuk apa kamu datang melamar putri ku dengan penuh janji-janji ''Fina tidak kalah berangnya membalas ucapan Ansel.
''Sudah saya katakan bukan, jika akulah yang bersalah ,aku tidak melamar putri anda Nayla tapi saya melamar Mayra saat itu, ''Ucap Ansel tak kalah kerasnya menahan tangan Mayra yang terus meronta sambil menangis .
Raisa terkejut dengan kenyataan yang didengarnya barusan,apa ini alasan Ansel menolak menikahi Nayla,tapi kenapa harus seperti ini,kenapa dia tidak tau apa-apa,ya Raisa ingat dia menolak melihat foto dari gadis yang ingin dilamar Ansel waktu itu karena begitu antusias mendengar putri yang ternyata adalah anak kandung dari Bramantyo,tapi sejak kapan Mayra dan Ansel saling kenal ,berarti ini juga kesalahannya.
''Apa maksud mu Eric,jika bukan Nayla putri Bramantyo , Nayla yang mana lagi ? '' Tanya Raisa semakin bingung.
''Saya puncak permasalahannya Tante,harusnya aku mengaku jika nama saya Mayra tapi saat itu aku memakai nama kak Nayla saat berkenalan,tapi aku tidak tahu jika putra Tante melamar saya secara diam-diam,dan lamaran itu salah sasaran akibat kesalahanku Tante '' Jelas Mayra sambil menangis di iringi isakan .
Raisa menutup mulutnya terkejut dengan kebenaran semuanya,dia beralih menatap Fina yang masih menahan amarahnya menatap nyalang kearah Mayra .
''Kau percaya dengan Penjelasannya Raisa,anak ini sangat cerdik bersandiwara '' Ucap Fina menghasut Raisa yang terlihat akan memihak musuhnya.
Mayra menggeleng .
__ADS_1
''Tidak mah apa yang Mayra katakan itulah kebenarannya,Mayra tidak merebut siapapun ''Sela Mayra membela diri.
''Diam kau gadis sialan '' Bentak Fina semakin menggeram.
''Jika terjadi sesuatu dengan putriku kau harus bertanggung jawab,kau tahu Mayra saat ini putriku masuk kerumah sakit akibat menelan pil tidur sampai over dosis ,kau tahu kenapa ? karena cinta gilanya pada pria yang sudah kau rebut '' Hardik Fina dan segera berlalu meninggalkan semuanya termasuk Raisa yang telah membuatnya kecewa karena diam saja tidak berpihak padanya sama sekali.
''Mah jangan pergi ,tolong katakan di mana kakak dirawat ...''Mayra mencoba mengejar Fina yang sudah hilang dari balik pintu karena tubuhnya di peluk dari belakang oleh Ansel ,sementara Raisa hanya menyaksikan Ansel dan Mayra.
''Lepaskan aku Ansel,aku harus menyusul mama ,aku harus tau dimana kak Nayla dirawat sekarang,kak Nayla pasti kesakitan sekarang karena aku '' Tangis Mayra yang terus meronta-ronta minta di lepas.
''Tenanglah sayang ,kita akan menemui Nayla ,tapi jika keadaan mu seperti ini yang ada Nayla semakin marah '' Bujuk Ansel tidak mau melepaskan Mayra sedikit pun.
''Marah kamu bilang,itu memang harus dilakukannya pada ku,sudah ku katakan bukan aku ingin kita mengakhiri semuanya ,tapi kamu terus membujukku ,maafkan aku Ansel aku sudah lelah selalu menyakitinya,terserah kamu setuju atau tidak ,mulai saat ini jangan pernah mendekatiku lagi,bersama denganmu hanya akan menyakiti kalian semua,jadi lupakan aku '' Ucap Mayra dengan sesaknya.
''Sudah kukatakan aku tidak mau,dan sampai kapanpun kaulah wanita yang akan mendampingi ku sayang !! ''Ucap Ansel.
''Maaf Ansel ini yang terbaik untuk kita, ''Balas Mayra menatap sendu kearah Ansel.
''Bukankah semua itu sudah kita bicarakan tadi--
''Aku sudah lelah Ansel, berbahagialah tanpa diriku , selamat tinggal ,maafkan aku '' Ucap Mayra.
Tubuh Ansel langsung melemah dan otomatis pegangan Ansel juga longgar Mayra mengambil kesempatannya agar terlepas dari pelukannya,dengan cepat Mayra lari dari Ansel yang sedang mematung sembari tidak lepas menatap Mayra sampai raga itu menghilang,entah kenapa berat langkahnya ingin mengejar pujaan hatinya,tinggallah Ansel dengan hati yang terluka,hingga sebuah tangan menyentuh bahunya Ansel menoleh dengan aura yang terlihat dingin namun menyedihkan,Raisa membawa putranya ke dalam pelukannya,dan Ansel membalasnya dan menangis dalam diamnya,Raisa merasa begitu sakit juga saat Ansel kembali dalam pelukannya yang kesekian kali setelah kepergian suami dan sosok ayah terbaik untuknya.
.
.
.
.🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1