Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Sikap Yang Berubah


__ADS_3

Mayra adik mu sendiri sayang ''.


Jedarrrr......


Nayla terperanjat dengan ucapan Tante Raisa ,benarkah sang adik yang selama ini dipercayakan untuk mendekatkan dirinya dengan pria yang sangat Nayla cintai tega membodohinya.


Nayla termenung mencerna segala kenyataan yang terjadi . Masih terkias dalam ingatan nya kala Mayra begitu teguh menjanjikan jika Ansel dan dirinya akan segera bersatu ,tapi kenyataan yang di ucapkan Tante Raisa yaitu ibu dari Ansel sungguh diluar dugaan.


Seketika rasa sakit begitu nyata menyeruak langsung menghantam kalbunya , masih belum percaya dengan kebenarannya. Masi belum yakin dengan faktanya ,Nayla masih belum percaya jika adiknya Setega itu !


Kenyataan pahit disaat seorang adik yang begitu di sayanginya telah membodohinya selama ini ,bahkan lebih menyakitkan lagi kelibat bayangan saat kebersamaan mereka bertiga yang sedang berbaur bersama, nyatanya Nayla bodoh malah tidak tau apa-apa dengan kepura-puraan mereka ,sungguh ironis .


Apakah Mayra melakukannya karena kasihan ?...


Atau karena rasa bersalahnya yang mendominasi Mayra akan penyakitnya ?...


Selemah itukah seorang Nayla?


Sebodoh itukah seorang Nayla?


Sangat menyedihkan....


''Tante...apa kebenaran itu hanya Tante yang tahu ? '' Rasanya suara Nayla tercekat di kerongkongan menahan gejolak sakit hatinya dengan kebohongan orang yang penting dalam hidupnya.


''Tidak ,kami semua tahu termasuk papa dan mamamu sayang . Jangan salahkan mereka ,semua kesalahan itu bermula dari wanita itu ,andai dia tidak terlalu dekat dengan putra ku ,sudah pasti rasa itu tidak akan tumbuh dalam hati Eric ''


Tante Raisa semakin menjerat kesalahan Mayra ,hingga Nayla langsung berasumsi buruk terhadap adiknya yang kenyataannya berbanding balik dari penjelasan Tante Raisa.

__ADS_1


Ingin sekali Nayla berpikir kembali ,menimbang kesalahan yang tertuju pada adiknya tapi hatinya sudah terlalu sakit ,apalagi sedari tadi Tante Raisa semakin memojokkan Mayra atas semua yang terjadi...


Raisa juga membalikkan fakta bahwa Mayra lah yang terus mengejar Ansel , memberi pernyataan setengah-setengah tanpa tau kebenarannya.


Tidak tahan lagi dengan rasa sakitnya ,Nayla menumpahkan segalanya di bahu Tante Raisa tidak perduli dengan pengunjung lainnya yang sedari tadi menonton reaksi Nayla yang diluar kesadarannya.


''Sudah sayang jangan ditangisi,asalkan kamu tahu, semuanya cukup. Sekarang kamu sudah tahu bukan dibalik kebaikan Mayra yang disuguhkan pada mu itu hanyalah kebohongan belaka ? ''. Hasut Raisa agar Nayla tidak menimbang perasaannya lagi pada adiknya.


''Sulit Tante ,aku tidak percaya jika sumber kesedihanku dan kesakitan ku adalah adikku sendiri, Ternyata Dialah orang yang menghalangiku untuk mencapai cinta pada mas Eric,wanita itu adalah adik tersayang ku ,sungguh ini diluar dugaan Tante ''.


Nayla menutup wajahnya seketika meredam segala rasa sakitnya dengan menumpahkan segala sesak dihatinya.


''Bahkan semua orang ikut terlibat dalam kebohongan ini ,jujur aku menyesal Tante terus bercerita tentang mas Eric padanya ,aku seperti orang bodoh Tante , menceritakan perasaanku pada gadis yang sudah menghiasi hati mas Eric , kenapa harus Mayra sainganku...aku tidak menyangka Tante '' Tangis Nayla langsung di peluk Raisa agar tenang.


''Sudah jangan menangis lagi ,hari ini Tante sudah merasa lega jika kamu sudah tau siapa lawanmu untuk memperebutkan hati Eric ,Tante yakin gadis licik itu terus berpura-pura di depanmu ,tapi di belakangmu mereka lebih dari itu ,Tante melihatnya sendiri kala itu di kantor Eric ,mereka saling berpelukan . Berhijab tapi tidak beradab sungguh hina sekali '' Hardik Raisa begitu muak dengan anak kandungnya Bram yang asli.


''Tante bagaimana aku menghadapinya , rasanya aku tidak tega menguak kebenaran ini padanya . Aku takut dia akan berburuk sangka padaku '' Ucap Nayla sesegukan masih menyisakan air matanya.


Nayla tidak menggubris juga tidak menyela ucapan Raisa ,saat ini Ia hanya ingin memenangkan hati dan pikirannya . Apa yang di ketahui hari ini begitu mengejutkan ,batinnya terus berperang melawan kenyataan yang ada.


''Tante terimakasih atas semuanya, Nayla balik ke kantor dulu. Tante langsung balik aja ya '' Ujar Nayla terus menguatkan dirinya.


''Yakin ,kamu gak kenapa-napa ? ''.


''Nay baik-baik saja ,hanya sedikit syok saja dengan semua kenyataan yang ada '' Jelas Nayla tersenyum getir menahan perih di hatinya.


''Ingatlah jangan banyak pikiran , tujuan kamu hanya satu ,yaitu Eric '' Nayla mengangguk kecil berusaha tenang agar wanita paruh baya di depannya tidak khawatir dengan keadaan yang sebenarnya sudah tidak baik .

__ADS_1


Nayla ingin segera pulang kerumahnya tapi rasanya kepalanya sepertinya sudah tidak bisa tertahan lagi. Beruntung Raisa cepat pergi dari sana dan Nayla langsung memanggil taksinya dan meninggalkan mobilnya di area parkir cafe karena tidak sanggup menyetir lagi ,tujuannya adalah rumah .


Nayla langsung masuk ketika sudah sampai rumah . Badannya terhuyung menahan beban berat seakan menusuk-nusuk otaknya ,pikiran juga hatinya yang sedang kacau menjadi penyebab rasa sakitnya yang begitu menyakitkan.


Tubuh lemahnya dengan pelan menaiki tangga ,dengan susah payah Nayla membawa tubuh lemahnya sekuat tenaga menaiki tangga satu persatu hingga raganya sampai kelantai dua.


Tujuannya Nayla adalah kamarnya ,rasanya kepalanya akan meledak jika dia tidak segera masuk untuk menghilangkan rasa sakit yang terus menyerang otak nya. Meskipun rasa sakit dalam jiwa nya tidak sebanding dengan raganya.


Terlihat dengan nyata jika dulunya Nayla menahan rasa sakit hanya dengan meringis namun berbeda dengan kali ini , Nayla meringis sambil menangis ,tentu saja menangisi nasibnya yang berkali-kali menahan pil pahit dengan kenyataan yang datang secara bersamaan.


Beberapa waktu lalu Nayla harus rela menerima takdir jika dirinya bukanlah darah daging dari seorang ayah yang sangat di sayanginya. Kemudian kenyataan pahit lagi datang menubruk relung hatinya saat kenyataan sang adik yang sangat di sayanginya telah menorehkan luka terdalam dengan sebuah kebohongan berkedok pengorbanan seorang adik pada kakaknya.


Dengan perlahan Nayla melangkah mendekati kamarnya ,akhirnya Nayla berhasil meraih handle pintu kamarnya meskipun butuh perjuangan menggapainya ,Nayla mendorong pintu tersebut namun saat suara seseorang yang menjadi Penyebab dirinya drop memanggilnya serta mendekat ke arahnya.


''Kak Nayla ,baru pulang ya...? '' Ucap Mayra tersenyum manis .


Nayla hanya menoleh tanpa membalas , senyuman yang ditampilkan itu dulunya adalah pemenangnya namun setelah semua kenyataan kebenaran terungkap rasa nyaman itu sirna seketika . Senyuman itu menyakitkan ,Nayla merasa senyuman Mayra seperti hinaan ataupun ejekan padanya .


Ingin sekali dia membalas senyum palsu adiknya dengan ikhlas namun rasa sakitnya seakan membekas hingga rasa muak itu menguasai perasaannya ,tanpa menjawab hingga wajah bencinya langsung nyata diperlihatkan pada Mayra seakan itulah jawaban atas pertanyaan Mayra.


Senyuman Mayra surut mendapati raut wajah kakaknya lain berubah seketika .


''Kakak kenapa ? ada masalah di kantor ,ya ampun wajah kakak ternyata sangat pucat. Kakak sakit lagi , ayo kita ke rumah sakit . Aku panggil mama dulu ya '' Ucap Mayra khawatir bercampur rasa panik ,Mayra bergegas melangkah turun kebawah untuk mencari Fina.


''Aku tidak butuh perhatian konyol mu Mayra '' Cetus Nayla tiba-tiba.


Deg...

__ADS_1


Langkah Mayra terhenti seketika. Mayra bingung dengan perubahan sikap kakaknya yang sama sekali tidak pernah secetus itu dalam berucap.


''Pergilah dari hadapanku . Urus urusan mu sendiri jangan pernah sok perduli padaku ,aku tidak butuh...jika memang kau haus perhatian bukan di sini tempatnya,aku sangat muak dengan manusia munafik macam dirimu. '' ketus Nayla menatap Mayra sinis.


__ADS_2