
''Putriku ,maafkan papa yang selama ini tidak mengenalmu nak .Ternyata Tuhan telah mengabulkan doa papa agar di pertemukan kembali dengan mu sayang ,maafkan papa tidak mengenalmu nak '' Lirih Bram sedang duduk di bangku taman mansionnya dengan perasaan sedih , bertahun-tahun hidup dengan putri yang dipungutnya di jalanan ternyata kenyataannya begitu mengejutkan jika putri tirinyalah yang selama ini menikmati seluruh kekayaannya,sementara putri kandung nya hidup menderita di jalanan.
Digenggamnya ponsel dengan layar yang menampilkan foto Mayra yang sedang tersenyum manis . Bram terus mengusap layar ponselnya tidak terasa malam semakin larut namun tubuh Bram begitu berat beranjak dari sana .Apalagi saat ini Bram begitu muak pada istrinya Fina ,Bram tidak terima dan akan sulit memaafkan istrinya jika kesalahan Fina sebesar itu.
Bram mencoba menghubungi asistennya.
''Riko batalkan perjalananku ke Belanda,ada masalah yang harus aku selesaikan disini,untuk sementara tong handle semuanya dulu ,dan pastikan pihak dari Belanda tidak membatalkan kontraknya.
''Baik tuan '' Jawab Riko di seberang sana.
Bram memutus kan sambungan telepon nya. Setelah itu
Bram bangkit dari bangku taman mansionnya,kemudian dengan langkah pelan Bram masuk kedalam mansion ,segera di arahkan langkahnya menuju kamar tamu . Saat ini Bram begitu muak dengan sang istri .Dan memutuskan pisah ranjang untuk sementara,berada di dekat Fina membuat perasaan marahnya kian meradang kembali.
.......................
Mayra sudah begitu rapi dan bersiap untuk pergi dari rumah sakit,semalam tidur Mayra begitu lelapnya efek banyak menangis membuatnya lelah karena banyak menguras tenaga.
''Key bangun ...??? ''Panggil Mayra mencoba membangunkan sang putri tidur, bahkan subuh dilewati gadis yang masih nyaman berbaring di atas sofa.
''Keysya Fadilla bangun ??? ''Pekik Mayra ditelinga Keysha .
Seketika Keysha bangkit terduduk di sofa sembari mengusap telinganya yang berdengung akibat teriakan Mayra yang merusak gendang telinganya.
''Mayra ??? lama-kelamaan aku bisa tuli jika membangunkan ku dengan cara seperti ini ''Kesal Keysha masih belum beranjak.
''Mangkanya jadi cewek itu gak usah molor kelamaan,ntar yang ada jodohnya kepatok betina lainnya ''Kelakar Mayra sambil membersihkan sampah makanan Keysha semalam.
''Resek banget sih kamu Mayra ''Sungut Keysha turun dari sofa hendak membersihkan dirinya.
''Makanya kalau tidur itu jangan sampai kekenyangan sahabat ku ''Celetuk Mayra membuang sampah dalam tong sampah di kamar rawatnya.
''Ya Bu Mayra terhormat,udah tau kalau akunya gak bisa berpikir jika gak ada makanan '' Pungkas Keysha melenggang ke kamar mandi meninggalkan Mayra yang sedang asik membersihkan meja di sofa,padahal itu semua tugas petugas kebersihan.
15 menit kemudian Mayra dan Keysha langsung meninggalkan rumah sakit sesaat setelah Keysha sudah selesai membersihkan dirinya.
Barang-barang Mayra yang tidak seberapa di tenteng Keysha mengingat kondisi Mayra masih belum begitu fit ,walaupun harus pakai acara berdebat terdahulu dengan gadis keras kepala itu.
Sampai di teras rumah sakit Keysha menyuruh Mayra menunggunya sebentar, sementara dirinya hendak mengambil mobilnya di tempat parkiran.
''Bentar ya May ,aku ambil mobilku dulu .Jangan kemana-mana aku gak lama oke '' Ucap Keysha langsung berlalu dari hadapan Mayra.
Sementara menunggu Keysha .Mayra mengedarkan pandangannya menatap aktivitas para manusia lainnya yang sedang berlalu lalang di depan rumah sakit.
__ADS_1
Padahal masih sangat pagi tapi rumah sakit tersebut sudah ramai sekali.
Sebuah mobil sport keluaran baru berhenti di hadapannya Mayra tepat di dekatnya.
Mayra tahu jika mobil itu bukan milik Keysha sahabatnya. Seorang pria tampan dengan pakaian formalnya yang melekat dengan jas berwarna hitam keluar dari pintu belakang kemudi.Mayra terperanjat sesaat kala pria yang sangat di kenalnya sedang berjalan mendekati dirinya yang masih diam mematung menatap Ansel yang terlihat berbeda dari biasanya,Mayra sampai lupa jika Ansel bukan pria sembarangan .
''Ikut aku ,aku akan mengantarmu Mayra '' Tarik Ansel memaksa Mayra ikut naik mobilnya.
Dengan sekuat tenaga Mayra menghempaskan tangan Ansel yang sedang menariknya.
''Lepaskan aku mas , aku tidak mau pulang bersamamu ,ku mohon jangan paksakan kehendak mu mas !!! lagian aku akan di antar sahabatku''Tolak Mayra .
''Tidak ada penolakan Mayra '' Paksa Ansel ,kembali menarik tangan Mayra.
''Tidak mau ,kenapa aku harus mengikuti mu mas '' Tolak Mayra meronta meminta di kelas tangannya sedikit meringis menahan sakit akibat tarikan tangan kekar Ansel yang sedikit kasar.
Tin...Tin...Tin....
Sebuah mobil berhenti tiba-tiba dan terus membunyikan klakson mobilnya tepat di belakang mobil Ansel. Mereka berdua langsung menoleh ke arah mobil yang sangat ribut.
Terasa tangannya annsel sedikit merenggang ,Mayra secepat kilat melarikan diri dari pria pemaksa tersebut.
''Jika barang-barang berharga mu tidak ingin ku buang maka berhentilah Mayra ''Gertak Ansel dengan cepat.
''Kembalikan tas dan barang-barang ku mas !! ''Ucap Mayra masih terlihat sopan.
''Tergantung kepatuhan mu,jika kamu kembali nakal seperti barusan terpaksa barang-barang berharga mu akan segera menjadi barang rongsokan ''.
Tin....Tin...Tin...
Keysha membunyikan klakson kembali saat Mayra masih belum menghampirinya.
Mayra langsung meninggalkan Ansel yang masih berdiri tegak menatap dirinya melenggang menuju mobil Keysha.
Mayra mengetuk pintu kaca mobil Keysha .Dan langsung di buka kaca mobilnya oleh Keysha sembari bertanya dengan ujung dagunya pada Keysha.
''Hey cepat naiklah ,ngapain kamu masih di luar ,apa pria itu menahan mu '' Tanya Keysha mulai jengkel pada sahabatnya Mayra.
Mayra mengangguk membenarkan penglihatan Keysha.
''Hari ini aku pulang dengan Ansel saja ya May !! '' Pinta Mayra pada Keysha yang masih menatap kearahnya.
''May jangan gila kamu ,bukankah jika tuan muda Julian tersebut calon suami kakakmu kan !!! ''Tanya Mayra sekalian protes pada sahabatnya .
__ADS_1
''Andai tidak terdesak pasti aku akan memilihmu ,tolong maafkan aku Keysha,aku janji setelah semuanya selesai ,aku akan menyusul mu ke kampus untuk mempersiapkan segalanya mengenai wisuda kita. '' Jelas Mayra sembari memohon izin.
Keysha diam sama sekali tidak menyahut penjelasan mayra.matanya kembali menatap Ansel yang masih berdiri menatap mereka juga.
''Jangan ingkar janji Mayra ,aku akan menunggumu di tempat biasa ,kau tahu aku telah berdosa pada Om Bram jika bukan akulah yang mengantarkan mu pulang '' Ucap Keysha dengan memasang wajah kesalnya.
''Please jangan marah dong , hanya sebentar setelah itu aku akan menyusulmu ke kampus '' Iba Mayra dengan tangan memegang pinggiran kaca pintu mobil dengan tubuh berjongkok sedikit.
Keysha membuang nafas panjang lalu kembali menatap Ansel dan Mayra bergantian ,tidak lama kemudian Keysha mengangguk dan tersenyum paksa.
''Senyumnya yang ikhlas dong ,kalau mukanya kamu begitu ,aku tidak mungkin bisa menyelesaikan masalahku '' Ucap Mayra merungut.
''Ya..ya bawel ,sana gih temuin tuh babang gantengnya ,pokoknya kamu berhutang penjelasan pada ku May '' Pungkas Keysha langsung tersenyum lepas.
''Yasudah pergilah aku akan segera menceritakan semuanya sesampai di kampus nanti '' Ucap Keysha menghidupkan mobilnya kembali.
Mayra mundur saat kaca mobil Keysha kembali tertutup hingga mobil Keysha melaju meninggalkan rumah sakit.
Setelah memastikan jika mobil Keysha sudah hilang dari pandangannya Mayra menatap kembali Ansel yang sedang bersandar di depan mobil dengan tangan saling melipat di dada.
Tak dipungkiri jika Ansel pria tertampan yang pernah dekat dengannya.
Mayra melangkahkan dirinya melewati Ansel .
''Ayo kita pergi ,ku harap barang-barang ku masih utuh ''Ucap Mayra terasa dingin dan datarnya.
Ansel tidak perduli dengan perubahan Mayra,saat ini yang terpenting adalah Mayra mau di antar pulang oleh Ansel kembali.
Sungguh kebahagian meliputi hati Ansel yang langsung mengikuti Mayra masuk ke mobilnya tepatnya di bangku belakang kemudi.
''Jalan pak ,pulang ketempat ku '' Titah Ansel pada sang supir di depan bangkunya.
''Bukannya barangku ada di perusahaan mu mas ''Tanya Mayra mengernyitkan dahinya.
''Husttt ,diamlah dan gak usah sampai begitu paniknya ,aku tidak akan memakan mu sayang '' Ucap Ansel menyibukkan dirinya dengan memeriksa beberapa dokumen langsung dari notebook nya.
Sementara Mayra tidak berani menatap Ansel yang semakin lama semakin tampan dan dewasa.Takut ketahuan, Mayra terus menatap arah luar dengan pipinya yang masih memerah merona .
.
.
.
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ