
Bunyi Deru mesin mobil terdengar memasuki kediaman Bramantyo menandakan pemilik istana itu sudah kembali dari perjamuan di mansion calon besan kelurga Bramantyo.
Mayra yang tau itu mobil papanya langsung turun ke bawah berniat membuka pintu namun dia kalah cepat dengan Maid yang setia menunggu tuannya pulang,belum semua tangga di turunin Mayra tiga raga tersebut sudah masuk dan berlalu kekamar masing-masing,Mayra terus menatap heran Nayla dengan wajah yang di tekuk seperti menyembunyikan kesedihan.
Langkah Nayla menaiki tangga tidak membuatnya untuk berhenti sejenak guna menyapa sang adik dengan tatapan mengikuti jalannya Nayla,raut wajah sedih Nayla kian terlihat saat raga tersebut berlalu menaiki tangga melewati dirinya,daripada dibuat penasaran Mayra berniat mengikuti kakaknya ke kamar,masih banyak teka teki yang belum terpecahkan.
Saat ini Mayra sudah berada di kamar Nayla ,ingin sekali dia tau penyebab kesedihannya ,Mayra terus mengusap air mata Nayla yang sudah membanjiri wajah cantiknya,bahkan polesan make up tadinya bagai Cinderella kini sudah hancur berantakan bahkan eye shadow,maskara,dan yang lainnya sudah luntur di wajah cantik Nayla tertutupi oleh riasan yang sudah porak-poranda.
''Kok malah nangis sih ?,bukannya tadi Dewi sakura begitu riang dan bahagia sebelum berangkat,sekarang kok malah mewek gak jelas ''.Ucap Mayra tersenyum kecil.
''Hiks...Gimana kakak gak sedih Eric sangat dingin terhadap kakak hiks ..hiks..''.Tangis Nayla.
''Loh bukannya sifat dingin,dan tak tersentuh sama sekali itu memang idaman kak Nayla ? ''.Tanya Mayra menggoda kakaknya.
''Itu kan kemarin,sebelum dilamar hiks ..hiks ...sekarang kakak dengannya sudah memiliki hubungan bahkan dia menolak tidak mau menikah dulu,padahal dia sendiri hiks ..yang begitu dadakan melamar kakak hiks...huhuhuhu ''.Tutur Nayla sesegukan.
''Alasannya kenapa ?''.
''Hiks...Hiks...Katanya.. hiks...Eric butuh waktu untuk mengenal kakak lebih dalam lagi ''.Jawab Mayra entengnya.
''Tapi kakak gak setuju dek...hiks ...secara Eric itu tampan nyaris sempurna kalau tidak di ikat langsung nanti banyak wanita yang mendekatinya,kamu tahu bukan bagaimana perasaan kakak nantinya,pasti hancur hiks ...hiks...''.Tutur Nayla kembali masih setia dalam tangisnya.
''Memangnya setampan apa sih Kak orang yang bernama Eric itu sampai-sampai kakak ku galaunya minta ampun ''.Timpal Mayra memastikan rasa curiga yang menghampirinya sejak tadi,berharap pria yang dicintai Nayla bukanlah pria yang dicintainya.
''Tapi kamu janji jangan tertarik padanya jika aku perkenalkan mu melalui fotonya ''.Ucap Nayla berusaha mengingatkan Mayra.
''Ya ampun kak,aku itu sudah punya dambaan hati sendiri,kenapa harus merebut sih ''.Ucap Kesal Mayra.
Nayla bangkit masuk ke kamar mandi mencuci wajah sembabnya,setelah selesai dia keluar kembali mendekati Mayra,sebelum Nayla duduk Ia mengambil sesuatu di bawah bantal,seketika jantung Mayra berdebar tubuh Mayra bergetar kala Mayra mengambil selembar foto yang sudah diketahuinya tadi,namun Mayra masih berusaha menahannya .
__ADS_1
Foto yang membuat Mayra menangis ,kecewa bahkan merasa bersalah,kini foto tersebut sudah berada di tangan Nayla yang hendak menyerahkan kepadanya,Air mata Mayra ingin keluar dari tempatnya tapi sekuat tenaga Mayra menahan gejolak getaran hatinya,benarkah ini nyata ?,tapi dalam hatinya Mayra selalu berharap jika ini adalah kembaran pria pujaan hatinya.
''Ini fotonya dek,sekarang kakak sudah tau nama panjangnya ''.Ucap Nayla menyerahkan foto tersebut ke tangan Mayra namun Mayra masih mematung matanya terus menatap Nayla,bahkan belum menatap foto pemuda yang begitu dicintainya.
''Kamu tidak mau melihatnya ?''.Tanya Nayla.
Agar tidak menyinggung perasaan kakaknya,Mayra mengambil alih foto tersebut.
''Namanya siapa kak ?''.Tanya Mayra sudah merubah raut wajahnya.
''Ansel Eric Julian ''.Jawaban Nayla langsung terhunus tepat ke jantungnya.
Deg...
Ansel ?Ya Tuhan ternyata kami mencintai pria yang sama ,bagaimana ini aku tidak mungkin merebutnya dari kakakku sendiri yang begitu ku sayangi.
Mayra terus membatin dengan tatapan penuh perasaan pada foto Ansel.
Mayra mengangguk dengan senyuman palsunya,kemudian mengembalikan foto Ansel kembali pada kakaknya,Nayla menerima tanpa curiga dengan perubahan suasana hati adiknya.
''Yaudah kakak istirahat ya !!!,jangan banyak pikiran kalau memang dia butuh pengenalan dengan kakak ya kalian harus terus bersama , insyaAllah pelan namun pasti dia juga akan mengenal lebih dari kakak sendiri ''.mengelus lengan Nayla penuh kelembutan.
Nayla mengangguk tersenyum, tangisannya sudah mereda hanya sisa sesegukan sedikit.
''Sudah malam May tidur dulu,kakak juga langsung tidur ya,May pamit ke kamar ''.Nayla mengangguk sementara Mayra segera berlalu keluar dari kamar Nayla berlari dan memasuki kamarnya.
Mayra mengunci kamarnya setelahnya dia langsung menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur telungkup dan menangis sejadi-jadinya dengan mengatupkan mulutnya agar tangisannya tidak sampai keluar,dalam tangisan pilunya Mayra terus terusan melawan hatinya juga menyadarkan dirinya bahwa Ansel sekarang milik kakaknya,walau dia sudah menduga dari sikap Ansel yang dingin pada saat pertemuan terbukti bahwa Ansel salah melamar, siapa yang bersalah dalam hal ini dia?,Ansel? atau kembali nasibnya kah yang tidak pernah membiarkan dirinya bahagia ?.
Lama Mayra menumpahkan tangisan yang memilukan ,sakit ? sudah pasti rasa itu kian mengiringi hatinya, tapi Mayra juga merasa kakaknya lah korban dari keegoisannya,pertama andai Mayra tidak egois mengambil nama Nayla tanpa izinnya,selanjutnya merebut cinta Nayla pada pria pujaannya,beranikah dia melewati segala salah paham ini,menurutnya Nayla lah orang yang paling tersakiti disini .
__ADS_1
Mayra meringkuk di tempat tidurnya menahan sesenggukan sisa dari tangisannya yang tidak terasa hampir dua jam Ia menangis.
''Maafkan aku kak Nayla,aku yakin sekali Ansel melamar ku bukan kak Nayla,maaf aku membalas kebaikan hati kakak dengan membuat kakak menangis seperti tadi,aku akan berusaha menyatukan kalian walau sulit rasanya,meskipun hati perih namun tidak seperti dirimu kak,aku harus bertemu Ansel untuk memperbaiki kesalah pahaman ini ,aku akan mengembalikan Ansel kembali untukmu Kak Nayla,tolong jangan menangis lagi seperti tadi ''. Lirih Mayra air matanya terus mengalir membasahi bantal tidurnya.
Terlalu lelah dalam menangis malam ini,Mayra akhirnya menjemput mimpinya masih dengan air mata,entahlah mungkin tangisannya akan berlanjut ke alam mimpi ,bisa di katakan ''Selamat datang mimpi buruk ''.
✨✨✨✨✨
Di kamar Bram dan Fina.
''Fin kenapa kamu terus menyalahkan Mayra dalam hal ini,kamu ini bagaimana sih dia tidak tau apapun tentang Ansel ''.Kesal Bram .
Dua pasutri tersebut sudah bersiap untuk tidur namun hati Bram kembali kesal di buat Istrinya yang selalu menyalahkan anak Angkatnya dengan perubahan Ansel terhadap Nayla saat pertemuan tadi ya Fina mengetahui hubungan antara Ansel dan Mayra karena saat Mayra terakhir diantar oleh Ansel Fina menyaksikan sendiri wajah Ansel saat membuka helm dari balkon kamarnya,kebetulan kamarnya di lantai bawah begitu leluasa mengenal sosok yang telah mengantarkan Mayra pada saat itu,bukan itu saja Fina juga sudah mengetahui jika Nayla sudah lama menyukai putra dari keluarga Julian Freddy teman akrab mereka sejak lama.
''Mas aku hanya tidak ingin kebahagiaan putriku direnggut kembali oleh putri angkat kesayanganmu itu ''.Ketus Fina yang tidur membelakangi suaminya.
''Terserah kamu lah Fin berpendapat seperti apa,aku sudah muak menelaah sifat buruk mu itu,aku mengantuk sudah cukup aku tidak mau lagi berdebat ''.Pungkas Bram menutup matanya segera tidur menghadap punggung Fina,wanita paling di cintanya .
Bram mengerti masa lalu yang di alami putri kandungnya sangatlah tragis ,demi menolong putri angkatnya Nayla harus berjuang hidup dan mati karena tragedi penabrakan yang terjadi saat mereka masih menduduki jenjang pendidikan Dasar,Nayla dinyatakan koma satu bulan karena benturan kepalanya saat kecelakaan itu begitu keras hingga dia koma dan sampai sekarang ingatan masa kecil Nayla hilang setelah kecelakaan tersebut,untungnya saraf kerja otak Nayla tidak terganggu sama sekali,atau mungkin saja seluruh organ tubuh Nayla masih dalam masa pertumbuhan,hingga memudahkan proses pemulihannya.
Saat itulah Fina berubah kejam terhadap Mayra yang dulunya sangat disayanginya,karena fakta sebenarnya Fina adalah sosok wanita lembut dan penyayang hingga terjadilah kecelakaan dimana Mayra membantah Fina dan Bram untuk membeli eskrim Favoritnya,saat Mayra menyebrang sebuah mobil pickup ugal-ugalan tanpa kendali akan menabrak siapa saja yang ada di depannya hingga sedikit lagi Mayra hampir terserempet mobil tersebut hingga tiba-tiba tubuh Mayra terdorong kedepan dan terganti dengan Nayla yang sudah tergeletak penuh dengan darah di jalanan tersebut,Fina langsung histeris menyaksikan putri kandungnya terkapar di jalanan demi menyelamatkan Mayra yang keras kepala,hingga kebencian itu muncul seketika,tanpa di undang terlebih dahulu.
Hingga saat ini kata maaf dari Mayra tidak pernah di gubris Fina, hanya kebencian yang sudah mendarah daginglah yang terlihat dari sorotan matanya,hingga sampai sekarang Fina membenci Mayra di tambah lagi Nayla sampai sekarang masih susah mengingat masa kecilnya akibat kecelakaan dulu.
Ayo dukung karya receh Author dengan like , Comment,dan Votenya.
.
.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹