Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Ciuman Pertama


__ADS_3

''Mas Ansel ? ''Kaget Mayra mencoba menahan tubuh besar Ansel yang sedang memeluknya.


''Mayra aku sangat merindukanmu '' Ucap Ansel bergetar menahan perasaan.


Hening ,tak ada yang saling membuka suara ,Mayra hanya bisa mematung ,gelanyar cintanya kembali bangkit menggenggam rasa itu lagi ,niat ingin melupakan namun pria ini malah membuat Mayra semakin tenggelam ke dalam aliran cintanya , munafik jika Mayra tidak merindukan pria yang memeluknya saat ini , Nalurinya juga sedang merindukan Ansel , pelukan erat yang dirasanya saat ini membuktikan jika pria ini tidak akan melepaskannya lagi .


Sadar dengan kenyataannya akhirnya Mayra kembali pada nasibnya sekarang ini , seketika Mayra melepaskan diri dengan paksa dikarenakan Ansel semakin memeluknya erat sangat susah untuk Mayra melepas diri.


''Mas lepaskan aku ,ini tidak benar ''Ronta Mayra berusaha melepaskan diri.


''Tolong jangan banyak gerak sayang ,sebentar saja aku tidak akan punya kesempatan setelah ini '' Mohon Ansel semakin erat memeluk Mayra.


''Tapi ini salah mas ,tolong jangan memberiku beban kembali '' .


Ansel tidak menjawabnya saat ini dia hanya ingin menikmati posisi seperti ini.


''Mas , tolong cepatlah pergi dari sini ,nanti Keysha datang dan melihat kita seperti ini ,aku harus menjelaskan apa padanya '' Ucap Mayra terus menerus menggeliat meminta agar dilepaskan.


Terasa pelukan Ansel mengendur Mayra langsung menarik tangan Ansel agar terlepas namun sayang tubuh Mayra malah dibalik menghadap pria itu.


Ansel menunduk mendekati wajah Mayra yang terlihat terkejut dengan kelakuannya .


Pandangan mereka saling beradu ,netra Mayra langsung tenggelam pada tatapan Ansel yang penuh kerinduan.


''Jelaskan pada sahabatmu jika aku adalah belahan jiwa mu '' Jawab Ansel menatap Mayra penuh cinta.

__ADS_1


''Kenapa denganku Tuhan ,entah kenapa aku belum rela jika pria ini harus berpisah denganku ,ya Robbi aku tidak bisa mengingkari jika aku juga sangat mencintainya bahkan diri ini belum siap untuk berpisah dengannya '' Jerit Mayra dalam hati hingga tetesan air mata kembali hadir dalam peraduan mereka.


''Bukti cinta untukku sudah kau tujukan Mayra ,kenapa kamu terus menjadi batu karang yang selalu berlebur dengan air mata , jangan menyakiti dirimu jika tidak sanggup '' Ucap Ansel sendu .


''Mas ,takdirmu bukanlah aku tapi Nayla kakakku '' Ucap Mayra dengan suara cekatan menahan air mata yang lain agar tidak mengkhianatinya di depan pria yang dicintainya.


''Apa kau Tuhan ? yang menulis takdir ku ? ''Tanya Ansel mengusap bibir Mayra dengan ibu jarinya .


Mayra kelimpungan dengan pertanyaan Ansel di tambah lagi perlakuan Ansel saat ini membangunkan energi yang lainnya dan terus di tahannya , Mayra tidak ingin perlakuan Ansel padanya meruntuhkan segalanya.


''Mas , tolong jangan seperti ini ,jangan melukai dirimu lagi dengan mendekatiku kembali ,bukankah kamu sudah mengakui kak Nayla sebagai calon istrimu ,jagalah ucapan itu mas '' Peringat Mayra sadar akan posisinya saat ini dalam kehidupan Ansel.


''Kau cemburu sayang ? ''Ucap Ansel menyunggingkan senyum manisnya terlihat raut bahagia menghiasi wajah tampannya.


''Tidak ,aku tidak mungkin cemburu ,kak Nayla kakak ku ,dia akan bahagia menikah denganmu '' Dengan berat hati Mayra mengucapkan kata seperti itu meskipun rasa cemburu itu kian memburu.


Ansel menarik pinggang Mayra hingga menempel padanya, bukannya terlepas saat Mayra kembali meronta-ronta justru mempertemukan dua bibir hingga sempurna menempel, kini bibir Ansel ******* lembut bibir Mayra dengan penuh kerinduan Ansel tidak sedikitpun melepaskan pangutan tersebut ,Mata Mayra membulat seketika saat ciuman itu semakin lama semakin dalam ,merasa Mayra pasif Ansel menggigit pelan bibir bawah Mayra karena terasa sakit dari gigitan Ansel bibir itu terbuka dengan cepat Ansel menyelusup kan lidahnya mengakses seluruh dinding mulut Mayra yang terasa manis dan terus membelit lidah Mayra tanpa ada balasan sama sekali .


Sementara Mayra benar-benar kelimpungan dengan kelakuan spontanitas Ansel,bahkan dirinya tidak di biarkan bernafas sedikit pun ,Ansel terus saja ******* bibir kecil Mayra hingga rasa bibir Mayra terasa asin ,Ansel membuka matanya terlihatlah gadis yang sedang dilumatnya sedang menangis terisak ,Ansel dengan cepat melepaskan penyatuan bibir mereka.


Mayra terus menangis , dia tidak menyangka jika Ansel berani menciumnya bahkan sama sekali tidak membiarkannya menghirup udara ,andai tidak menangis mungkin saja Ansel akan melakukannya lebih.


''Maaf sayang ,aku sudah kelewat batas hingga melakukan hal yang tidak pantas padamu,aku terlalu merindukanmu ,jangan membuat jarak lagi antara kita ,aku tidak akan bahagia hidup dengan wanita selain dirimu sayang ''Ucap Ansel merasa bersalah.


''Kamu melukai ku Ansel , kamu kembali kemari dan merebut ciuman pertama ku tanpa sengaja telah membuat batasan antara kita ,tolong jangan meruntuhkan tekad ku untuk berpisah denganmu '' Tangis Mayra tertahan tangannya terus memukul dada bidang Ansel yang masih memeluk pinggangnya.

__ADS_1


''Justru dengan menjauhiku rasa benciku pada kakakmu semakin mendalam sayang ''.Tegas Ansel tidak suka dengan ucapan mayra ingin berpisah darinya .Mayra tersentak dengan ucapan Ansel .


''Benci ? ''Tanya Mayra masih terisak.


''Kamu pikir dengan mengorbankan ku pada Nayla ,aku akan membahagiakannya itu tidak akan pernah terjadi Mayra,harusnya dari awal kamu menyadari kesalahan mu yang terus menerus memaksakan kehendak Nayla dan terus memaksaku menikahinya ,menurutmu apa makna perasaan itu Mayra ,harusnya kamu tahu segalanya,dan belajarlah dari pengalamanmu '' Jelas Ansel membuat Mayra mencerna setiap kata-kata Ansel.


''Nayla hanya akan mendapatkan ragaku saja bukan cintaku , pemikiran mu itu salah besar Mayra,aku kamu adalah wanita yang selalu aku cintai sampai kapanpun, Nayla tetap ku anggap benalu selamanya dalam kisah cintaku ,kau ingin aku bahagiakan dia? ,apakah Andre pernah melakukan itu disaat rasanya begitu besar untuk Nayla? '' Tanya Ansel kembali tepat sasaran menyadarkan segalanya pada Mayra.


''Jangan samakan kisahku dengan kak Nayla mas ,ceritaku berbeda dengan kak Nayla !!!,kak Andre tidak bisa menerimaku karena dia sangatlah mencintai kak Nayla ''Ujar Mayra berbelit.


Bahkan Ansel langsung tertawa mendengar penjelasan Mayra.


''Lalu bedanya dimana Mayra !! posisiku sama seperti Andre saat itu ,Nayla terobsesi padaku dan kamu juga melakukan hal yang sama dengan Nayla ,kisahmu dan Nayla masih sama hanya sedikit bedanya Nayla tidak mencintai Andre sedangkan kita saling mencintai bukan,intinya kalian sama-sama terobsesi dengan pria yang tidak mencintai kalian ,kau egois Mayra menjerumuskan Nayla dalam balas dendam mu '' Ucap Ansel getir menyenggol kesalahan Mayra di masa lalu.


''Kamu menuduhku mas ? sama sekali tidak terbesit dalam pikiran ku untuk balas dendam pada kak Nayla ''Dengus Mayra mencekram kemeja Ansel di bagian dada tidak terima dengan tudingan Ansel .


''Aku tidak menuduh mu sayang ,semuanya fakta terjadi sesuai jalannya ,sekarang renungkan lah jika masih ada rasa perduli pada Nayla , menikahlah denganku '' Ucap Ansel tepat pada tujuannya.


''Kamu jangan gila mas , kak Nayla lah yang harus menjadi pengantin mu '' Sanggah Mayra gugup dengan permintaan Ansel.


''Itu menurutmu tidak denganku , kamulah pengantinku yang sebenarnya ,bukan Nayla '' Ansel terlihat santai mengungkapkannya.


.


.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2