
''Mayra menikahlah denganku , aku tidak bisa menikah dengan Nayla karena cinta dan amanah Daddy ku tidak bisa ku berikan pada Nayla yang faktanya bukan darah daging dari papamu Bramantyo '' Ucap Ansel dengan tangan menggenggam tangan Mayra juga.
Sementara Bram hanya bisa diam membiarkan Ansel selaku anak dari sahabatnya menyatakan dan membantunya menyampaikan siapa Nayla sebenarnya.
''Ma-maksud ka-kamu apa mas ? '' Tanya Mayra tergagap akibat sedikit syok dengan pernyataan Ansel.
Mayra menantikan jawabannya pada sosok pria matang yang duduk di sampingnya,Mayra langsung tercengang saat Bram menanggapi pertanyaan Mayra dengan sebuah anggukan membenarkan ucapan Ansel.
''Ya Mayra ,Nayla bukan darah daging papamu dan aku tidak akan menikahinya karena amanah Daddy ku saat terakhirnya mengatakan untuk menikahi putrinya Om Bram,dan kemarin itu aku terpaksa menerima Nayla karena amanah Daddy dan hampir saja aku murka dengan amanah tersebut,lalu Tuhan mengirim Om Bram subuh tadi untuk membawakan kabar gembira ,wanita yang kuharap kan Ternyata adalah amanah terbaik dari Daddy pada ku ''Jelas Ansel panjang lebar.
Setiap ucapan Ansel terus dicerna oleh Mayra .
''Maafkan aku mas !!! ''.Ucap Mayra menunduk tidak berani menatap Ansel yang masih berjongkok di depannya.
''Kamu tidak salah sayang ,kenapa harus minta maaf. ''Sahut Ansel bingung dengan respon Mayra.
''Aku tidak bisa menikah dengan mu mas ,maaf
aku harus menolaknya kembali meski amanah sekalipun tetap saja aku menolaknya kembali , aku harap kamu mengerti. '' Tolak Mayra berusaha menarik tangannya kembali dari genggaman Ansel yang menatapnya intens.
''Aku tetap akan menikah denganmu ,pertama karena aku mencintaimu ,dan kedua karena amanah Daddy yang harus aku penuhi agar beliau tenang di alam sana '' Ucap Ansel terdengar dingin tidak menerima penolakan.
Awalnya Bram terkejut dengan penolakan putri kandungnya tapi Ansel tetap pada pendiriannya,Bram sungguh lega jika Mayra sangat di cintai oleh putra dari sahabatnya.
''Aku tetap tidak--
''Jangan membantahnya Mayra ,jika kenyataan takdir antara kita telah dipersatukan mohon terimalah ,jangan menambahkan luka mu dan luka yang lainnya. ''Seloroh Ansel langsung bangkit dan melangkah duduk kembali di sofa namun sekarang Ansel duduk di sofa panjang tepatnya di depan Mayra dan Bram .
''Mas kamu juga harus memikirkan kak Nayla !! aku tidak mau dia menyakiti dirinya sendiri. ''Bujuk Mayra membuat Bram akhirnya buka mulut.
''Mayra ?? ''Panggil Bram ,Mayra menoleh.
''Jangan memaksakan kehendaknya ,papa tau selama ini Nayla sosok kakak terbaik untukmu,jika niatmu membalas kebaikannya dengan memaksakan jodohmu untuk menikahi Nayla itu salah nak !! .Fikirkan juga perasaan orang lain ,jangan mengorbankan hatinya demi balas Budi mu sayang . '' Nasihat Bram pada putrinya.
__ADS_1
''Pah Mayra tidak melakukan itu karena balas Budi ,aku hanya takut kak Nayla kumat lagi penyakitnya '' Sanggah Mayra menekuk tidak berani menatap dua lelaki di dekatnya.
''Nayla akan mengerti posisimu saat ini,papa sangat mengenal kakakmu itu ,sungguh Nayla akan mengerti semuanya jika kalian saling terbuka ,jangan meragukan kedewasaan Nayla sayang , papa lebih mengenalnya Mayra ,sejak kecil papa terus memupuk kepribadian yang baik pada Nayla meski dia bukan darah daging papa sekalipun '' Imbuh Bram terus memberi pengertian pada putrinya.
Rasa sedih kian menyeruak di hati Mayra saat dimana sebuah keputusan yang begitu membuat Mayra menjadi beban harus segera diputuskan sekarang juga.
Dia tahu jika ucapan Ansel tidak bisa dianggap remeh,banyak cara yang akan dilalui nya demi tercapainya impian pria tersebut.
Memilih untuk melanjutkan hubungannya juga penuh dengan resiko tinggi berakibat fatal bagi yang merasakannya. Mayra terus berfikir titik tengah keputusannya agar tidak menyakiti satu sama lain.
Bukannya Mayra tidak percaya dengan semua ucapan Bram,dia lebih mengenal sodok Nayla yang setia pada satu perasaan,jika saat ini kakaknya sangat mencintai Ansel maka tidak ada lagi cinta yang lain termasuk Andre pria yang telah lama mengejar Nayla secara terang-terangan.
''Mayra putuskan pilihan mu , lihatlah masa depanmu hanya bersamaku Mayra,tolong jangan memungkiri kesucian hatimu Mayra . '' Terang Ansel mencoba menarik hati Mayra agar memilih terus bersamanya.
Satu tarikan nafas panjang nya Mayra setelah menentukan pilihannya,Mayra menatap Ansel dan Bram bergantian lalu tatapan itu kembali pada Ansel yang sedang menadahkan harapan penuh pada dirinya.
''Mas , jika aku memilih bersamamu maukah mas mengikuti syarat ku. '' Tawar Mayra serius pada pria yang sedang menatapnya.
''Aku memilih melanjutkan hubunganku dengan kamu mas ,tapi dengan beberapa syarat untuk saling menjaga dan juga demi kesehatan kak Nayla '' Imbuh Mayra menjelaskan sedetail mungkin.
Ansel tertarik dengan tawaran Mayra ,sungguh hatinya begitu bahagia dengan kenyataan saat ini,bahwa Mayra berniat melanjutkan hubungan mereka kembali , baginya meski bersyarat tidak masalah poin pentingnya sudah tercontreng satu langkah lebih maju.
''Apa syaratnya . '' Ucap Ansel sudah tidak sabar mendengarnya.
''Sembuhkan kak Nayla '' Ucap Mayra dengan cepat .
Ansel bingung dengan syarat yang di ajukan Mayra padanya.Seketika dahi Ansel mengernyitkan dahinya.
''Sayang !! aku bukan seorang dokter mana mungkin aku bisa menyembuhkan Nayla ,aku ini seorang bisnisman. Mana mungkin aku bisa mengobati sakit kakakmu '' Keluh Ansel bingung.
''Kamu salah mas jika berpikir bahwa kamu tidak bisa menyembuhkan kak Nayla , belum cukupkah bukti saat kak Nayla kritis bahkan dokter sendiripun menyatakan jika kak Nayla tidak bisa di selamatkan karena obat yang ditelannya .Tapi sungguh pertolongan begitu cepat datang dengan adanya kamu disampingnya mas ,jangan lupakan itu. ''Timpal Mayra menjelaskan.
''Mayra jika maksud dari syaratmu mengikatku kembali dengan Nayla ,jujur aku kecewa padamu. '' Dengus Ansel menatap tajam kearah Mayra.
__ADS_1
''Bukan itu tujuanku mas !!! " Sela Mayra membela diri.
"Hanya berbeda bahasa Mayra tapi tujuan ucapan mu tidak meleset sama sekali. " Timpal Ansel semakin kesal.
"Mayra kenapa kamu mempersulit hubungan percintaan kalian nak !! "Urai Bram menjadi penengah.
"Pah Mayra ingin kak Nayla sembuh."Lanjut Mayra menoleh kearah Bram seraya meremas tangannya sendiri.
''Nak !!! jika Nayla di beritahukan insya Allah Nayla akan menerimanya. '' Sanggah Mayra menggeleng.
''Tapi papa hanya untuk kesembuhan kak Nayla saja ,setelah kondisi semua dari organ tubuh kak Nayla pulih aku janji akan menceritakan semuanya pada kak Nayla '' Ucap Mayra mengiba namun Ansel sudah kelewat kecewanya.
"Jadi maksud kamu Mayra ,antara kita bertiga saling memiliki hubungan ? "Tanya Ansel masih dengan rasa kesalnya memastikan hasil cerna dari pikirannya.
Mayra mengangguk mengiyakan.
"Gila kamu Mayra !! , kamu pikir aku ini pria bejat dengan suka cita mempermainkan wanita ,sungguh miris takdir cinta ku ini " Ucap Ansel tersenyum sinis mengejek dirinya sendiri.
Mayra langsung merasa bersalah dengan ungkapan Ansel yang begitu mengiris hati pria tersebut.
"Mayra kenapa kamu hanya memikirkan Nayla saja,tidakkah kamu juga memikirkan hatiku. Dengan yakinnya kamu katakan jika Nayla begitu setia dengan satu perasaan , bagaimana denganku May,aku juga seperti Nayla tidak bisa berpindah hati, sungguh egois pemikiran mu Mayra ,jika tujuan mu ingin menyatukan ku dengan Nayla aku rasa itu percuma, karena sampai kapanpun aku tidak bisa melakukan hal tersebut. " Pungkas Ansel bangkit dari duduknya dan langsung melenggang pergi dari kamar tersebut tanpa permisi pada Bram terlebih dahulu,sedangkan Bram tidak menaruhnya dalam hati ,dia tahu jika pria itu sedang merasa sangat kecewa sekali pada putrinya.
Dengan kepergian Ansel dalam keadaan marahnya,Mayra terus merutuki dirinya atas kebodohan yang telah dilontarkannya pada Ansel yang sudah marah padanya.
.
.
.
.
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1