
Ponsel Nayla terus berdering kala dirinya sedang berkutat dengan pekerjaannya . Karena suaranya sangat bising dengan malasnya Nayla akhirnya mengambil ponsel tersebut . Dirinya langsung terhenyak antara senang dan penasaran pada orang yang sedang menelfon dirinya.
Tak menunggu lama Nayla langsung mengangkat ,dia terus menanggapi isi dari pembicaraan lewat udara tersebut.
Beberapa saat kemudian Nayla dan si penelfon tersebut menyudahi obrolan nya ,Nayla langsung mengambil tas dan segera berlalu meninggalkan kantor ,tentunya setelah mendapatkan izin dari Bram selaku atasannya.
***
'' Tante ... maaf Nayla membuat Tante menunggu lama '' Ucap Nayla yang baru sampai tepatnya di sebuah cafe tidak jauh dari kantor Bramantyo group .
Nayla menyalim wanita paruh baya tersebut dengan khidmat siapa lagi kalau bukan Raisa ibundanya Ansel.
''Tidak masalah sayang , Tante juga baru sampai ,cuma selisih beberapa menit saja '' Ucap Raisa tersenyum .
Ya ,Raisalah yang menghubungi Nayla tadi ,karena rindu terdalam kepada putri sahabatnya , Raisa memaksa Nayla untuk menemuinya di cafe tersebut.
Dan kini mereka sedang mengobrol sekaligus melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu.
''Bagaimana kabar mama mu sayang ? ''
''Mama sehat Tante ,sekarang ini mama lagi sibuk mengurus butiknya yang sedang ramai-ramainya . Semenjak mama mempekerjakan putri dari temannya Tante Yuli , Alhamdulillah banyak yang suka dengan rancangan-rancangan keluaran dari butik mama. '' Ujar Nayla .
''Syukurlah , ternyata cita-cita Fina akhirnya tercapai juga . Oh ya Nayla bagaimana hubungan mu dengan putra Tante , sudah mulai serius kan ? ''
Mendengar pertanyaan Raisa ,Nayla langsung menunduk sedih , selama ini pendekatannya dengan Ansel tidak membuahkan hasil yang memuaskan .
Ansel masih dingin terhadapnya , kadang kala saat ada sedikit perubahan Ansel padanya dan langsung ditanggapi Nayla dengan gembira dan berharap waktu berhenti sejenak agar wajah sumringah pria yang di cintainya dapat di tatapnya lebih lama lagi ,namun sayang wajah tampan dengan pahatan sempurna dalam sekejap berubah kembali dari aslinya.
'' Kenapa wajahmu menekuk seperti itu sayang ? apa hubungan kalian baik-baik saja ''.
Raisa terus menangkap gelagat sedih dari wajah gadis yang sudah dianggap putrinya itu.
''Tante cinta mas Eric begitu besar pada gadis itu ,aku sudah lelah terus mengejarnya . Bahkan aku telah menjadi bebannya saat ini ketika penyakit ini membuatku terus bergantung padanya ,aku sadar tidak ada penolakan sama sekali dari dirinya ,namun wajah itu bagaikan jawaban untukku agar aku sadar letak posisiku seharusnya . ''
''Tante ada gadis lain yang telah menguasai hati mas Eric Tante ...pastinya bukan aku. ''. Lirih Nayla dengan raut wajah yang hampir menangis.
Raisa langsung bangkit dari duduknya . Di tariknya Kursi lainnya lalu Ia duduk di samping Nayla yang sedang menunduk .
''Nayla , jangan berhenti memperjuangkan Eric ,jika kamu rapuh seperti ini ! wanita itu akan lebih leluasa lagi merebut cintamu itu nak !! ,kamu harus selangkah lebih maju darinya ,saat ini kamu sudah menang satu kosong dari gadis itu ,kamu sudah mendapatkan dukungan Tante tinggal meraih hatinya agar nama gadis itu tergantikan oleh dirimu ,sayang ...Tante hanya ingin kamu yang menikah dengan Eric , bukan wanita lain selain dirimu. '' Petuah Raisa mengarahkan Nayla agar tidak berhenti sebelum berperang.
''Tante mas Eric berhak bahagia , aku akan belajar untuk menerima takdir ku Tante bahwa aku dan mas Eric tidak bisa di persatukan. '' Pasrah Nayla.
__ADS_1
''Nayla kata siapa ? sampai kapanpun Tante tidak akan merestui wanita manapun meskipun itu pilihan Eric sendiri '' Tegas Raisa .
''Meskipun harus melanggar amanah mendiang om Julian juga Tante ? '' Ucap Nayla tersenyum kecut membuang wajah untuk menutupi kesedihannya.
Raisa mengakui jika amanah suaminya wajib di penuhi ,namun kali ini dia tidak ikhlas jika kenyataanya fakta bukan seperti harapannya.
Awalnya Raisa begitu bahagia mengetahui jika calon besannya adalah Fina sahabat terbaiknya juga sama seperti Bram dan almarhum suaminya ,Tapi fakta kebenaran yang diakui Ansel waktu itu langsung menghancurkan semua harapan yang telah ia bangun dengan jangka waktu begitu lama.
Harapan ingin berbesanan dengan sahabatnya pupus seketika , harapannya hancur berantakan hingga bibit-bibit kebencian tumbuh pada gadis yang sangat dicintai Ansel sekaligus putri kandung Bram sebenarnya.
Tekad Raisa tidak dapat dirubah kembali , sampai kapanpun keinginannya harus dapat digapainya ,Raisa sosok wanita ambisius tidak dalam bentuk harta saja namun ia sangat tidak suka jika keinginannya yang sudah tersusun rapi hancur lebur seketika.
Raisa sengaja menghubungi Nayla untuk bertemu berdua ,untuk meluruskan masalah yang terjadi .Sejak kedatangan Ansel ke mansionnya pikiran Raisa kacau balau mengingat ucapan putranya yang memberitahukan semua kebenaran tentang anak kandung Bram ,hingga kenyataan yang ingin putranya harapkan selangkah lagi akan berhasil.
Seakan takdir cinta putranya sangat terdukung , Mayra sang kekasih putranya ternyata adalah gadis yang di wasiat kan mendiang suaminya untuk menemani hidup putranya sampai tua nanti.
Tapi Raisa tidak terima , Nayla tetap harus menjadi menantunya . Rasa sayang Raisa pada putri sahabatnya tidak dapat di jelaskan lagi ,Raisa tidak akan melepaskan putri baik hati seperti Nayla hanya demi Mayra gadis pembuat masalah .
Besarnya rasa sayang Raisa pada Nayla yang telah dianggap putrinya sendiri ,menutupi semua kenyataan yang ada ,meski harus melanggar wasiat orang yang telah tiada Raisa tidak perduli ,asalkan Nayla dan putranya harus selalu bersama tanpa ada orang ketiga.
Raisa mengangguk mengiyakan .
''Tante tidak peduli dengan wasiat itu lagi , asalkan kamu cinta pada Eric itu sudah cukup ! '' Tegas Raisa
Raisa mengangguk lagi namun kali ini Ia tidak menimpali.
''Aku senang ,ternyata aku tidak sendiri dalam berjuang Tante . Adanya Tante di pihak ku ,seakan kekuatan untuk meraihnya semakin dekat ''.Ucap Nayla bahagia tak terasa air mata nya luluh lerai di pipi.
''Sudah Tante tegaskan bukan ,sampai kapanpun Eric tidak akan Tante restui dengan wanita manapun . Dia harus membuka matanya ,jika ibunya memilih wanita yang begitu baik budinya dan baik hatinya ,jelas Tante terus mendukung kalian karena Tante tau bibit bobot seorang Nayla. '' Ujar Raisa .
Nayla langsung memeluk tubuh Raisa dari samping , rasa bahagianya menyeruak hingga siapa saja yang melihat senyuman Nayla sudah pasti mereka juga ikut merasakan . Raisa sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan membiarkan wanita manapun menguasai putranya ,meskipun wanita itu putri kandung dari sahabat mendiang suaminya. Raisa menyeringai tersenyum sinis kala mengingat betapa kekeuh putranya meminta restu untuk memperistri wanita lain selain Nayla gadis pilihannya.
Tiba-tiba sesuatu hal terlintas dalam pikiran Nayla ,mengingat pengakuan Ansel saat malam itu yang memperjelas posisi Nayla di hati Ansel.
Nayla melepaskan pelukannya ,menatap Raisa dengan wajah cemasnya ...
Raisa menangkap kegelisahan di wajah Nayla ,ada ketakutan di sana.
''Ada apa sayang ,kenapa wajah kamu berubah cemas begini ? '' Tanya Raisa menggenggam tangan Nayla.
''Tante aku tidak yakin kalau mas Eric akan menikah dengan ku '' Lirih Nayla saking cemasnya Nayla air mata Nayla kembali mengalir.
__ADS_1
''Kenapa kamu berkata seperti itu , ada Tante yang terus berada di dekatmu ,Eric tidak akan membantah perintah Tante ,Eric sangat mencintai dan menyayangi Tante Nak...dia tidak akan melukai Tante , Tante pastikan itu tidak akan terjadi. '' Seru Raisa meyakinkan.
''Bisakah cinta gadis itu di berikan padaku Tante ? ''.
''Nayla cinta bisa datang kapanpun juga , semakin terbiasa kalian bersama maka bibit perasaan cinta itu akan tumbuh seketika untuk mu dan menggeser kan posisi wanita itu dari tempat terdalamnya hati Eric , kamu hanya butuh sedikit perjuangan ''.
''Andai itu benar adanya Tante ,sepetinya kecantikan gadis itu mengalahkan semuanya tan...aku takut terus berharap jika cinta gadis itu melebihi segala-galanya'' Ucap Nayla sendu masih dengan air matanya.
Raisa semakin erat menggenggam tangan Nayla.
''Jika kamu ingin mengalahkannya rebut dia ,Tante yakin gadis itu tidak keberatan memberi peluang untukmu agar bersatu dengan putra Tante '' Ucap Raisa meyakinkan.
Nayla menatap Raisa dengan perasaan bingung.
''Apa mas Eric sudah lebih dulu mengenalkan kekasihnya pada Tante ? '' Tanya Nayla memastikan.
''Iya ,Tante sangat mengenal gadis itu . Sangat mudah untuk menaklukkan hatinya Eric !! karena gadis itu sangat dekat dengan mu sayang ''.
''Maksud Tante...gadis itu dekat denganku dan aku sama sekali tidak mengetahuinya ? ''
''Tepatnya mereka semua menyembunyikan kebenaran itu , karena penyakitmu nak,mereka sayang padamu ...Tante begitu muak pada gadis yang telah membuat mu menderita ''. Ucapan Raisa kali ini bagaikan teka-teki yang sedang menyerang rasa penasaran nya.
''Tante...''.Nayla menatap netra Raisa mencari kesungguhan dalam ucapan calon mertuanya sekaligus sahabat baik mamanya.
Raisa dengan senang hati menunjukkan kebenaran itu meskipun melalui tatapan matanya.
''Aku ingin tahu siapa gadis itu ,bolehkah ? ''.
''Tentu sayang ,semoga setelah kamu mengetahui dan mengenal gadis itu , Harapan menjadi menantu Tante semakin besar ''. Nayla mengangguk mengiyakan.
''Apa Nayla mengenalnya? ''
''Lebih dari itu sayang ''.
Hati Nayla begitu ngilu ,belum mengenalnya saja hati Nayla sekian detik terasa perih entah kenapa. Namun dia harus mengetahuinya meskipun berat ,apalagi begitu dekat menurut ucapan Tante Raisa.
''Siapa Tante ''.Lirih Nayla dengan suara tercekat.
''Mayra adik mu sendiri sayang ''.
Jedarrrr?.....
__ADS_1
...***...