
'' Maaf , membuat semuanya menunggu '' Ucapku yang baru kembali dari toilet.
Aku terus mengulas senyum termanis dengan dua lesung pipi kecil yang terbentuk di bawah bibir tepatnya di samping dagu .
Berharap wajah sembab ku tertutupi oleh senyum pura-pura ku.
'' Tidak apa-apa Nak ,maklum lah perempuan jangankan di toilet di manapun butuh waktu lama ,dan para pria lah yang harus mengalah '' Goda papa berbicara pada Ansel kemudian melirik menggoda mama yang langsung di balas mama dengan pukulan Lembut di lengan papa.
Ternyata kak Nayla sedari tadi menangkap gelagat ku yang ku sembunyikan.
Memang kenyataannya seperti itu ,meski tidak sedarah namun ikatan batin kami terikat dan saling menyatu.
Perasaanku mulai tak karuan ,apalagi tingkah Ansel sudah tidak seperti tadi lagi , terlihat dingin dengan wajah yang datar ,hanya saat berbicara dengan papa saja raut itu dirubah nya kembali, benar saja tadi Ansel menguji cintaku padanya .
Kak Nayla seakan mengerti jika Ansel telah kembali ke kepribadian aslinya.
Kini hidangan penutup sudah tersaji kembali ada luka di sana tapi tak berdarah ,tekad kak Nayla sudah bulat meskipun belum ada namanya di hati Ansel , tak patah arang kak Nayla terus akan berusaha menaklukkan hatinya Ansel seperti katanya semalam ,dan tidak tanggung-tanggung kak Nayla juga meminta bantuan ku agar aku menjauhkan Ansel dari gadis yang di cintainya . Permintaan konyol bukan ? karena aku gadis tersebut !! ,berarti aku harus menyingkirkan diriku sendiri ,itu kode besar tertuju padaku.
Setelah semuanya selesai kami melanjutkan obrolan kembali ,terkadang papa dan Ansel yang terus membicarakan bisnis mereka , justru itu membuat papa sangat antusias berucap di karenakan dengan investasi suntikan dana yang hampir 75% dari perusahaan induk Julian ,yang telah memperbaiki kehidupan kami sekeluarga ,hingga anak-anak papa mendapat gelar semua berkat kerja keras papa dan tentu bantuan dari Ansel yang notabenenya adalah pembisnis dunia ,dengan tangan dinginnya banyak perusahaan bangkit kembali dari gerbang kehancuran.
Sementara aku ,mama dan kak Nayla membicarakan pembahasan yang menyangkut dengan para wanita saja , tapi tepatnya hanya mama dan kak Nayla yang antusias terus membahas masalah yang tidak begitu tergila-gila dengan isi pembicaraan mereka , Namun tetap aku hanya berperan sebagai pendengar saja.
Sejak tadi Ansel terus mencuri-curi pandang kearah ku . Tampak olehku dari ujung mata ,kalau mata itu begitu serius menatapku tanpa di sembunyikan.
Takut dengan situasi yang mencengangkan karena di situ ada kakakku . Aku takut tatapan Ansel mengundang tanya yang sudah pasti aku belum memiliki jawaban yang tepat. Sungguh baru kali ini aku senam jantung ,aku *******-***** jari tanganku menahan resah yang melanda akibat sikap pria di depannya yang terus memperlihatkan perhatiannya padaku , aku terus berdoa jika papa secepatnya kembali ke kantor dengan Ansel agar bisa bernafas walaupun sebentar saja.
Jika mengingat kejadian memalukan yang terulang kembali ,aku sangat malu bercampur kesal dengan penghianatan tubuhku yang merespon kelakuan Ansel sesuka hatinya terhadapku .
Larut dalam lamunanku yang terjadi dalam toilet tersebut.
Ting...
✉️...
''Tatap aku ''---Ansel.
Dengan malasnya aku merogoh benda pintar itu dalam tas kecilku.
Aku langsung tersentak kaget akan reaksi Ansel yang tiba-tiba sangat menakutkan.
__ADS_1
Dengan terpaksa aku membalas tatapannya yang begitu teduh dan memanjakan ,namun dengan cepat aku mengedip- kedipan kelopak mataku menetralisir seluruh kegelisahan ku.
📩...
''Jangan macam-macam kamu mas !! . Di sini ada kak Nayla ,aku tidak mau nantinya dia curiga pada ku . ''----Mayra.
✉️...
''Tapi sayangnya aku sangat ingin...''---Ansel.
📩...
''Kalau berani ,jangan salahkan aku jika nanti aku mengingkari janji dan permintaan mu mas, Kamu mau aku menjauhimu mas ? ''----Mayra.
Seolah lupa aku sedang di mana,kini otakku beralih membalas semua pesan Ansel dengan senyuman kecil.
✉️
''Sudah mulai berani mengancam ya ? ''---Ansel.
📩...
Kini aku mulai berani menguras hatiku untuk mengucapkan segala yang sedang ku alami ,begitu juga dengan kejadian tadi .
✉️...
''Jangan menggoda ku sayang ? aku mengulang kembali di depan semua orang , dengan begitu besok malam juga kita akan menjalankan ritual malam pertama kita. '' ----Ansel.
Dia kembali menggodaku saat tanpa sadar aku mengerucutkan bibir ranum ku sambil mengetik untuk membalas pesan konyol pria datar di depannya,sangat aneh bukan meskipun sedang bercanda dengan ku ,Ansel masih setia dengan wajah es baloknya .
Pesan yang terkirim kesekian kalinya dari Ansel langsung membuatku kaget bukan main , Ansel sukses menggodaku dengan jurus mesum andalannya.
Baru ingin membalas pesan Ansel ,Keysha menghubungiku .
Mengingat kejadian tadi aku langsung minta izin sebentar untuk sekedar mengangkatnya.
'' Hallo Assalamualaikum Key...? '' Ucapku memulai obrolan.
''(.....)''.
__ADS_1
Keysha tidak menjawab salam ku ,hanya ada suara isakan yang terdengar dari seberang Keysha.
Sontak aku panik dan terus memanggil namanya tapi keysha masih enggan menjawab yang ada isakan telah berubah menjadi tangisan.
''Key !! ,ada apa ,jawab pertanyaan ku ,jangan diam saja ,bagaimana aku bisa mengetahuinya jika kamu terus saja menangis '' Lontar ku panik.
''May ...Aku harus bertemu denganmu ,kamu datang sekarang ya . Aku tunggu kamu di tempat biasa ''. Sahut keysha sedikit lega atas permintaan nya.
''Baiklah aku akan segera ke sana '' Ucapku kembali dan langsung menutup sambungan setelah mengucapkan salam .
Aku kembali ke dalam restoran.
''Aku minta maaf , sepertinya Mayra harus duluan pamit pah ,mah ...Mayra mau ketemuan dulu dengan Keysha ,gak kenapa -kenapa kan kalau Mayra harus undur diri duluan ? '' Pamit ku pada semua.
'' Temui dulu keysha nya ,nanti malam ada berkas-berkas penting kepemilikan restoran ini yang harus kamu tanda tangani. '' Ucap papa mengizinkan nya.
''Baiklah Tuan Bram sepertinya saya juga harus segera pamit , kebetulan waktu istirahat sudah hampir selesai , mohon izin pamit terlebih dahulu Tuan Bram '' Ansel juga ikut pamit seperti halnya yang aku lakukan sembari menatap jam tangan mahalnya.
'' Kalau begitu kita juga harus pamit juga ,di karenakan papa harus segera mengikuti rapat penting yang tadi sempat kami batalkan .''Ucap papa bangkit dari duduknya dan diikuti Nayla juga .
''Mau papa antar sayang '' Tawar papa saat aku ingin melangkah akan keluar.
''Biarkan saya yang mengantarkan Mayra, arah jalan di mana tempat pertemuannya dengan Keysha.
''Tidak perlu repot-repot kak !! ''Tolakku halus sesekali menatap kak Nayla yang masih terlihat biasa saja .
''Aku bisa sendiri ,lagian aku bisa langsung naik Taksi online tinggal pesan mereka langsung capcis jemput akunya. '' Potong ku secepatnya .
Masih ada rasa was-was yang masih menyelam dalam adrenalin perasaan ku ,aku yakin sekali jika dengan pria mesum itu akan lebih lama lagi tibanya ,pria yang baru beberapa bulan ku kenal dan sudah menjalin hubungan diamnya , secara sembunyi dari jati diri kak Nayla .
''Benar Dek ,terima saja tawarannya , InsyaAllah kak Eric akan mengantarkan nya saja loh dek '' Nimbrung kak Nayla berhaap Mayra akan selamat sampai tujuan.
''Baiklah , dan terimakasih atas kebaikan kak Eric ,mari ...'' Ucapku sembari menatap tajam begitu menusuk melalui mata micingnya.
Ansel mengulas senyum senang ,aku semakin kesal menatapnya dan kamipun berlalu meninggalkan semua termasuk Nayla.
-------------------------------------------------------------
Mohon Dukungan Like ,Commen dan Votenya...Beri juga Rating terbaik kalian pada novelku dari para Riders agar novel receh othor bisa naik kepermukaan ...Terimakasih...
__ADS_1