Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Nayla Sensitif Sekali


__ADS_3

" Siapa yang menggigit mu , Eric ? " Raisa bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekati sang putra untuk memeriksa luka di lengan Ansel .


Mayra semakin merasa bersalah . Rasa khawatir Raisa terhadap Ansel membuat dirinya menyesali apa yang telah dilakukan Mayra pada suaminya .


" Mayra , cepat obati suamimu . Biar Baby Anzela Mommy bawa ke dalam , " Titah Raisa , Ia segera bangkit dari duduknya lalu meraih stroller Baby Anzela dan mendorongnya dengan hati-hati .


" Ina !!! " panggil Raisa .


'' Ya , nyonya Besar . Ada yang bisa saya bantu ?"


" Bawakan kotak P3k untuk tuan muda . Mereka ada di taman samping mansion . "


" Baik , Nyonya Besar . "


Raisa langsung melenggang pergi menuju kamar untuk menidurkan Cucu nya agar lebih nyaman .


***


" Awww... Pelan-pelan Sayang . Kamu menekannya terlalu keras " Ringis Ansel manja.


" Iiishhh , kamu gak usah lebay gitu lah Mas ! Perasaan akunya sudah pelan-pelan mengolesnya . " Ucap Mayra kesal , Ia tau kalau suaminya ini sedang mendramatisir sebuah kesalahannya padahal gigitan itu hanya sedikit saja terlihat bekas lukanya .


" Pelan gimana , kamu mengobati ku gak ikhlas sayang . Masak wajahmu gak ada rana-rana manisnya sedikitpun . Padahal ini semua ulah mu loh ? " Sengaja Ansel menyentil kesalahannya hanya untuk mendapatkan empatinya . Mayra yang sudah terbiasa dengan watak Ansel , tau sekali tujuannya menjurus kemana .


" Sudah , Kamu bisa diam dulu gak Mas !! ntar Aku juga yang disalahin lagi melakukannya tak ikhlas . Padahal Kamu itu terus saja protes gak tenang gitu , akhirnya kerjaan ku sedikit kasar hingga luka kecilmu ini tertekan lagi !! " Sungut Mayra geram , selalu saja menjadi korban keisengan Ansel .


'' Iya --Aku diam . Tapi obatinya pelan-pelan dong . Kesannya dari tadi Aku perhatikan kamu buru-buru gitu ? gugup ya ! Bersentuhan dengan pria setampan diri ku ? "


'' Diamlah !!! , kapan kelarnya ini kalau dari tadi itu mulut selalu saja ceriwis ini itu !! Lantas apa hubungan mengobati dengan rasa gugup ku ? dasar suami gak nyambung !! "


Spontan Ansel menarik pinggang Mayra menempel di sampingnya .


" Mas !!! '' Wajah Mayra langsung memerah kala bibir Ansel tertempel di pipinya . Pinggangnya semakin erat di peluk Ansel dari samping .

__ADS_1


" Aku tidak menyukai nada bicaramu seperti itu , Sayang . Mending aku dengerin suara de*****mu saja . Nikmat rasanya " Bisik Ansel dengan bibir masih menyentuh pipi Mayra .


Perlakuan Ansel seketika membuat bulu halus Mayra meremang . Posisi Ansel membuat jantung Mayra terpompa kian cepat , di tambah lagi deru nafas wangi Ansel yang tertutup di kulit Mayra seakan sesuatu yang sulit di jelaskan terasa begitu memabukkan .


Pria rupawan di sampingnya sukses membuat libido Mayra menggelepak ingin yang lebih . Mayra memejamkan matanya , menikmati sorenya dengan perasaan tak menentu .


Dari balkon kamar samping , Raisa terus memperhatikan dua kesayangannya dengan penuh kebahagiaan . Tidak henti-hentinya ia tersenyum menanggapi pemandangan yang membuatnya lega di sisa umurnya yang tidak lama lagi .


" Putraku , akhirnya Mommy merasa tenang jika dalam waktu dekat ini meninggalkan mu dengan cepat sayang . Allah telah menganugerahkan seorang perempuan yang sempurna untuk melanjutkan tugas Mommy agar menjagamu sampai menua nanti . Maafkan Kesalahan Mommy yang tidak akan pernah jujur dengan penyakit ini . Meskipun suatu hari nanti semua akan terbongkar saat tubuh Mommy ini sudah membeku . Mommy mohon sayang , jangan membenci Mommy . Semua ini demi kebahagiaanmu sayang . "


Air mata Raisa langsung mengalir dengan kerelaan yang sudah pasti . Setelah itu ia langsung memasuki kamarnya kembali . Raisa mendekati ranjangnya , Cucunya itu tidur dengan damainya . Di dekati tubuh Anzela , ia usap pipi gembul yang bersemu merah dengan lembutnya .


Air mata yang tertahankan kini mengiringi senyum tulusnya saat menatap darah daging dari putranya yang sedang tertidur pulas sekali .


" Terima kasih Cucuku , kamu telah datang tepat waktu . Sehingga Oma bisa mengurus mu meskipun waktu Oma tidak lama lagi . Pesan Oma semoga kamu menjadi gadis Sholeha seperti Bundamu sayang . Ikutilah Jejak hidupnya , Bunda mu itu adalah gadis yang selalu mengutamakan kebahagiaan orang lain dan selalu sopan dalam berbahasa . Oma bahagia jika keturunan keluarga ini lahir dari wanita terbaik seperti Bundamu Cucuku . Kelak Kamu akan menjadi wanita yang dibanggakan oleh semuanya . Jaga orang tuamu dengan semua kasih yang Kamu tumpahkan dengan rasa ikhlas , Oma bahagia ternyata Papamu telah memilih orang yang tepat untuk membawamu kedunia ini . Terimakasih Cucu Oma sayang , Oma menyayangi kalian bertiga selamanya " .


Tangannya terus mengusap butiran kristal tersebut , yang tidak henti-hentinya mengalir di pipinya .


" Pah , beneran Mayra dan Baby-nya mau kesini ? " Nayla bertanya dengan antusiasnya saat Bram sedang duduk santai dengan Fina di ruang Tv .


" Ia sayang . Kamu sudah kangen berat pada adikmu ya ? " Nayla langsung mengangguk , jangan tanya aktivitasnya itu lagi apa ? sudah pasti wanita yang selalu mengutamakan penampilan tubuh cantiknya itu sedang memakan keripik kentanf dengan bungkusan super besar . Bahkan saat kehamilannya itu , Nayla lupa dengan kondisi tubuhnya yang hampir tiga kali tubuhnya dulu sebelum hamil .


Fina dan Bram saling menatap heran , sejurus kemudian mereka beralih menatap Nayla bersamaan sambil menggeleng pelan .


'' Kenapa kalian melihat ku seperti itu ? ada yang aneh ? " tanya Nayla heran dengan perubahan drastis putri pertama mereka .


Namun saat Nayla mengikuti pandang kedua orang tuanya , seketika mata Nayla langsung berkaca-kaca . Nayla seakan mengerti isi pikiran kedua orang tuanya .


Tanpa mengatakan apapun , Nayla langsung menangis tersedu-sedu . Merasa pandangan mereka aneh , Nayla berasa seperti sedang di ejek . Padahal Bram dan Fina hanya menatap saja dengan lembut , tapi sifat sensitive bawaan hamilnya muncul tiba-tiba, hingga Nayla langsung salah paham .


Fina panik , Ia langsung bangkit dari sofa menghampiri Nayla yang sedang menangis . Namun sayang Nayla bukannya berhenti malah Ia semakin menangis kuat , persis seperti gadis berusia empat tahunan yang meminta mainan tapi tidak di belikan .


Bram dan Fina merasa bersalah , mereka kelimpungan untuk meredakan tangisan putri mereka . Segala upaya untuk membujuk semuanya nihil tanpa hasil .

__ADS_1


Beruntung sesaat kemudian , Andre pulang dari kantor . Wajahnya yang lelah dengan segudang tumpukan kerjaan di kantor sungguh menguras tenaganya . Mendengar suara tangisan istri tercintanya , Andre langsung panik dan khawatir . Dalam benaknya Ia mengira Nayla sedang dalam keadaan tidak baik . Dengan setengah berlari Andre menyusuri dimana suara itu terdengar .


" Sayang , kamu kenapa ? "


Bram dan Fina yang sudah tak karuan menoleh kearah suara yang sedari tadi di harapkan kedatangannya . Kedua wajah itu langsung lega kala penolong telah datang membantu suasana yang tidak nyaman .


" Andre kamu sudah Pulang , Nak . Kemarilah cepat bujuk istrimu agar tenang . Ia telah salah paham pada kami " Jelas Fina langsung di angguki Bram membenarkan .


Andre mengangguk , lalu segera di raih tubuh gemuk Nayla dalam rengkuhan tubuhnya . Seketika Nayla diam saat wangi tubuh Andre terendus di Indra penciumannya .


Akhirnya wajah tegang Bram dan Fina kembali tenang lagi . Mereka tau jika Andre penawar sebenarnya .


" Sudah , Cup-cup ...jangan menangis lagi , Aku sudah ada di sini ..." ucap Andre mengelus rambut Nayla dengan sayangnya , menetralkan emosi Nayla dengan bujukan lembutnya .


" Aku jelek !! " Ucap Nayla sesegukan .


Andre langsung menatap kedua mertuanya heran , sementara yang di tatap hanya mengedikkan bahu tanda tidak mengerti .


Andre kembali mengecup pucuk kepala Nayla seraya berkata , " Siapa bilang istriku ini jelek ? Aku yang memiliki mu tidak pernah merasa kamu itu jelek . Buktinya suamimu ini tidak lelahnya mengejar cinta seorang Nayla ! Apa kamu lupa ? "


Nayla menggeleng , Ia mengakui jika cinta Andre begitu kuat untuknya .


" Tapi Aku gendut . Perutku buncit . Apalagi cantikku kini telah memudar " Nayla kembali menangis , dengan sigap Andre semakin kuat memeluk istrinya .


" Hey , kamu itu calon Ibu hebat . Belum lahir saja anak kita sudah bagus gizinya . Meskipun kamu banyak makan tapi anak-anak ku juga kamu jaga baik sekali "


Nayla langsung memukul dada bidang Andre , " Kamu jahat !! dengan tidak langsung kamu juga mengejekku gendut !!! " Nayla langsung mendorong Andre , kemudian Ia berlari menuju kamar di lantai dua .


Andre menegang , Ia heran apa salahnya hingga kini iapun di salahkan . Andre kembali menatap mertuanya , mereka hanya bisa membuang nafas lelahnya .


" Ya salam , begini nasib jadi calon Papa ya g baik . Harus ikut ujian dulu biar lulus , tapi ujian ini sungguh tidak enak sekali '' Gumam Andre dalam hati .


TBC

__ADS_1


__ADS_2