Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Kemarahan Ansel


__ADS_3

''Mayra ?.


Namanya di sapa seseorang dengan sekuat tenaga Mayra mencoba bangkit dan menoleh ke belakang.


''Kak Andre ? ''.


''Kamu baik-baik saja ,kenapa kamu menangis sendiri di sini . Apa ada yang menggangu mu May ? ''.


Dengan sisa air matanya Mayra tersenyum manis seolah-olah tidak ada yang terjadi.


''Aku tidak apa-apa kak ? Oh ya kenapa kakak ada di sini ,oh yaampun aku lupa jika kakak adalah seorang direktur perusahaan sudah pasti di undang ke acara terpenting apalagi acaranya sangat langka ''.


Mayra terus melemparkan senyum terbaiknya menutupi rasa pilu yang baru saja menderanya.


''Kamu yakin ? ''. Dengan cekatan Andre menyeka sisa air mata Mayra yang telah menetes.


Dengan cepat Mayra menghindar karena tidak suka dengan spontanitas mantan kekasih terdahulunya.


''Ah , maaf ''. Ucap Andre sungkan.


''Tidak apa-apa kak,sebaiknya kakak masuk . Sebagai CEO perusahaan di sana kak Andre adalah orang penting . '' Tutur Mayra sopan dan juga menjaga jarak agar tidak terjadi lagi adegan sentuhan seperti barusan.


Di sisi lain Ansel yang ingin menghampiri Mayra terkejut dengan keberadaan Andre di dekat Mayra. Wajah tegas Ansel langsung berubah otot dan uratnya menonjol sebab menahan gejolak amarah yang tak tertahankan.


Dengan penuh amarah Ansel berjalan menghampiri keduanya.


'' Ayo kita masuk bersamaan ,disini berbahaya jika---


Belum selesai Andre berbicara seketika.....


BUKKK...


BUKKK...


BUKKK...


Mayra terperanjat dengan kedatangan Ansel yang tiba-tiba memberi bogem mentah pada lawan bicaranya ,Andre.


Dengan membabi buta Ansel terus memukul Andre tiada ampun.


Meneliti wajah marah Ansel yang beringas Mayra langsung melerai Ansel seketika. Namun apalah tenaga nya bertubuh kecil ,Mayra terhempas .


Ketakutan yang menguasai batinnya seketika membuatnya menciut , Bibir Mayra memucat namun ia sadar jika membiarkan mereka saling memukul bisa dipastikan akan ada korban yang akan berjatuhan...


''Bismilllah ya Allah ,beri kekuatan pada ku untuk menghentikan mereka ''.Ucap Mayra pada sang Khaliq.


Bermodalkan keberanian yang dipaksanya,Mayra dengan cepat bangkit kembali guna menghentikan kebrutalan Ansel yang sedang adu pukul,karena tidak terima Andre bangkit membalas pukulan tersebut.


Dua pria yang memiliki tubuh dan tinggi yang sama tidak pantang mundur . Pukulan ,Bogeman hingga tendangan terus menerus mereka lakukan tanpa henti menghantam tubuh mereka yang saling melawan.


Bahkan wajah mereka sudah sama-sama babak belur ,akan tetapi adu kekuatan masih saja berlanjut.

__ADS_1


Dengan tenaga seadanya Mayra langsung berlari mencoba menghentikan keduanya dengan cara berdiri di tengah sebagai tanda agar para lelaki tanggung tersebut mau menghentikan perkelahian tersebut tanpa memikirkan resikonya.


Beruntung tempat itu sepi ,karena sedang berlangsungnya acara.


''HENTIKAN ''... pekik Mayra menengahi.


Dua kepalan tangan tangan kokoh seketika berhenti di dua pipi Mayra .


Ia langsung menutup matanya menahan ketakutan bogem yang akan mendarat di pipi putihnya.


Merasa kedua pipinya hanya tersentuh dua kepalan tersebut Mayra langsung membuka matanya.


Ia menoleh kearah dua pria tersebut secara bergantian.


Deru nafas akibat kelelahan bercampur dengan amarah terlihat begitu jelas.


Mayra kembali menatap tajam kearah Ansel yang begitu menusuk menatap lawannya. Tatapan tajam bak singa kelaparan tertohok langsung mengarah pada Andre yang masih bingung alasan Ansel menyerangnya.


Nafas mereka begitu kasar ,dada yang naik turun memperlihatkan betapa kerasnya mereka menguras kekuatan demi mengalahkan lawannya masing-masing.


''Kalian sudah gila !!! ,kenapa harus berkelahi seperti ini. Mas aku tanya kenapa kamu menyerang kak Andre tiba-tiba ,apa salahnya ? Harusnya kalian memakai otak bukan beradu otot seperti ini !!! Kenapa harus dengan beradu tenaga kalian menyelesaikan permasalahan yang ada ? Apa gunanya otak !!! '' Pekik Mayra mulai emosi.


''Harusnya dia yang harus menyadari kesalahannya May ! Datang tak di undang nyampenya langsung ngajak ribut ''. Sahut Andre bela diri.


Mayra mengalihkan tatapannya pada Ansel yang jelas-jelas salah dengan tindakan sengaja memukul orang yang tidak memiliki permasalahan apapun dengan dirinya.


''Bangsat, masih juga membela diri ''. Sarkas Ansel maju mencoba memukul Andre lagi ,dengan cepat Mayra langsung menahannya dengan merentangkan kedua tangannya, alhasil Mayra langsung mendorong tubuh tegap itu menjauh dari Andre.


Ansel yang tertuduh langsung menjawab ucapan dari Mayra.


''Aku memukulnya ada alasan !! '' Teriak Ansel emosi ,hatinya sedikit nyeri saat Mayra mencoba membela pria lain selain dirinya.


''Kau cemburu ? itukah alasanmu Tuan muda Ansel Eric Julian, Harusnya bukan Mayra yang kau cemburukan tapi kakaknya Nayla . Bukannya kalian akan segera menikah ? kenapa sekarang kau mengurus urusanku dengan Mayra ?sungguh aneh sekali '' Andre menyeringai memanas-manasi Ansel yang sedang menahan amarahnya dengan nada yang sedikit mengejek.


Mata tajam Ansel terbaca lewat netra nya yang menyala , melihat itu Mayra meyakini Ansel sedang merasa cemburu terhadapnya meskipun antara Andre dan dirinya tidak ada hubungan apapun lagi.


''Kau '' Ansel menggeram mengelatukkan giginya hingga rahang tegasnya menimbulkan getaran akibat amarahnya sedang memuncak.


Menyadari jika cerita hantam-menghantam berlanjut sudah tertebak endingnya bagaimana,pasti akan lebih dari semua ini Mayra langsung memohon pada Andre agar segera meninggalkan mereka.


''Kak Andre aku mohon pergilah dari sini . Tidak baik untuk kalian berada disini jika masih di kuasai emosi ''. Harap Mayra memohon.


'' Tapi --


''Please kak Andre ,biarkan aku menyelesaikan semuanya. ''


Andre menatap lekat manik hazel Mayra yang terus memohon lewat ekspresi wajahnya seperti memelas.


''Jangan pernah berani menatapnya brengsek ,enyah kau dari sini atau jika kau masih betah menatapnya kupastikan ucapan selamat tinggal pada bola matamu segera kau ucapkan '' Gertak Ansel mengancam sembari menunjuk-nunjuk arah objek yang di bencinya dengan telunjuknya .


''Cih ...Dasar gila '' Lawan Andre tidak mau kalah .

__ADS_1


''Kurang ajar kau ...Kemari akan ku buat kau mati di tanganku '' Ansel terus maju mencoba menggapai Andre semakin memundurkan langkahnya. Tentu saja Mayra terus menahan pria kekar tersebut hingga posisinya sekarang sudah dalam pelukan Ansel sambil menangis akibat kelelahan gara-gara melerai dua pria dengan otot-otot luar biasa.


''Aku mohon kak Andre tolong mengertilah ,pergi dari sini dan obati luka kakak secepatnya agar tidak infeksi ,please pergilah '' Ucap Mayra sambil menangis.


Menyaksikan sang kekasih mengkhawatirkan pria lain seketika amarah Ansel kembali muncul .


Namun pelukan Mayra menggagalkan amarahnya yang besar.


Akhirnya Andre pergi juga.


Tinggallah Mayra dan Ansel masih berpelukan tepatnya Mayra yang memeluk Ansel.


''Mas kenapa kamu selalu saja menomorsatukan emosi ketimbang otak . Apa yang sebenarnya terjadi . Dendam apa yang tertanam dalam hati mu mas '' Ucap Mayra sesegukan menguraikan pelukannya di tubuh Ansel.


Ansel membalas tatapan Mayra ,Ia sadar jika emosinya itu timbul dari rasa cemburu .


''Aku tidak suka jika si brengsek itu berdekatan dengan kekasihku.'' Ketus Andre sedikitpun tidak terlihat kelelahan.


''Mas aku tidak diapa-apain olehnya ,Ia hanya datang secara kebetulan terus menyapaku ,apa itu salah???,kenapa kamu berasumsi sendiri Mas ,Kak Andre tidak sengaja bertemu dengan ku tadi .''


''Aku tidak menyukainya Mayra ,pria itu menatap mu berbeda ,aku tidak yakin kedatangannya hanya kebetulan . Pasti dia tahu jika kau ada disini !!! '' Ucap Ansel tak mau mengalah.


''Mas ...Kamu sudah keterlaluan melukai orang lain apalagi kak Andre tidak tau apa-apa dengan masalah kita. ''


''Aku tidak memiliki masalah apapun dengan siapapun termasuk kamu !!! ''


''Tapi aku merasa dia sedang mencoba menganggu milikku !! '' Sanggah Ansel tegas.


''Sampai kapanpun aku bukan milikmu mas !!! Aku bukan milik siapa-siapa ,aku hanya milik Tuhan,jadi jangan pernah bersikap konyol seperti tadi ,hanya karena cemburumu yang tak beralasan.''


''Tetap saja aku tidak akan mendengarkan mu Mayra ,kau tetap milikku '' Ucap Ansel memberontak.


''Mas aku ingin menyelesaikan semuanya ,aku ingin hubungan kita selesai ,apapun itu...aku mau kita selesai...lepaskan aku , kita tidak berjodoh mas '' Ungkap Mayra menahan perih yang menyiksanya.


Menurut Mayra ini adalah awal dari penyelesaian dari permasalahan hidupnya belakangan ini.


Ansel bergeming ,ia tahu jika Mayra akan melontarkan ucapan yang sangat di bencinya oleh karena itu Ansel hanya bisa bungkam , Ia tahu hati Mayra masih untuknya hanya saja permintaan konyol Nayla membebani kekasihnya.


''Maafkan aku Mayra , sampai kapanpun kau terus akan menjadi milikku . Meskipun nyawa taruhannya'' . Balas Ansel dengan aura dingin.


Setelah membalas ucapan Mayra ,Ansel berlalu meninggalkan Mayra yang mematung mendengar jawaban yang memiliki dua Sisi.


Sisi pertama Mayra merasa bahagia karena di cintai.


Sisi kedua Mayra sedih jika dia akan kehilangan sosok kakak tersayangnya.


''Tuhan mengapa harus serumit ini kisah percintaanku,hanya pertolonganMu lah yang dapat menyelesaikan semua urusan kehidupan ku dengan setuntas-tuntasnya Robbi '' . Doa Mayra dalam hati.


-------------------------------------------------------------


-

__ADS_1


__ADS_2