
Perlahan mata Mayra mengerjap memaksa menangkap sinar cahaya yang menerpanya,secara perlahan juga Mayra kembali menggerak gerakkan jarinya seiring terbuka matanya,aroma obat-obatan begitu menyeruak menghantam Indra penciuman nya,saat mata Mayra berhasil terbuka lebar dia kembali bingung dengan suasana ruangan yang serba putih ,kepalanya terasa begitu berat sekali tubuhnya begitu lemas bagai tak bertulang.
''Sudah sadar ? '' Mayra langsung menoleh kearah samping menatap lekat pria yang sedang berbicara dengannya.
''Bagaimana keadaanmu ,katakan pada ku dimana sakitnya ? '' Mayra bergeming mengerjapkan matanya berkali-kali, pria itu menyadari jika dirinya terlalu banyak bertanya hingga membuat Mayra bingung ingin membalas pertanyaan nya.
''Kenapa aku bisa ada disini ? ''Tanya Mayra dengan pelan.
''Aku menemukan mu pingsan di pinggir jalan di bawah guyuran hujan '' Ucapnya.
''Kak Andre ,terimakasih tapi seharusnya kakak tidak perlu repot-repot menolongku ,aku jadi tidak enak hati padamu '' Tutur Mayra segan .
Terdengar helaan nafas panjang Andre kala melihat raut wajah Mayra yang masih menatapnya seperti orang asing .
''Istirahatlah ,kondisimu belum stabil,tadi dokter mengatakan jika penyakit asam lambung mu naik,memangnya sudah berapa hari kamu tidak makan Mayra ? ''Tanya Andre seperti seorang ibu yang sedang kesal dengan anaknya.
''Dari semalam '' Jawab Mayra singkat sembari memaksa bangkit dari tidurnya.
Andre langsung menahan tubuh Mayra yang sedang dipaksa bangkit.
''Mayra kamu mau kemana ? ''Tanya Andre khawatir.
''Kak Andre aku harus pergi mencari seseorang ,lepaskan aku tidak mau hanya tiduran di sini ,jika lambungku kumat aku akan segera minum obat '' Sanggah Mayra menepis tangan Andre masih menahan tubuhnya.
''Tidak Mayra saat ini kondisimu sedang tidak baik,bukan lambung mu saja yang harus di obati ,tubuhmu demam May !! ,dengan istirahat kamu akan pulih '' Andre terus membujuk Mayra yang sedang mencabut jarum infus di punggung tangan kirinya.
''Jangan memaksaku tidur di rumah sakit kak ,sedangkan pikiranku ada di luar sana '' Ucap Mayra kembali mengalirkan air matanya mengingat keadaan Nayla yang begitu memprihatinkan.
''Kamu mau kemana biar aku yang mengantarnya ? '' Ucap Andre.
''Tidak perlu kak !! aku bisa sendiri '' Tolak Mayra yang masih berusaha melepas infusnya.
''Baiklah aku akan membawamu menemui Nayla '' Ucapan Andre langsung menghentikan gerakan Mayra ,lalu ia menoleh memastikan ucapan Andre yang baru saja di dengarnya.
''Benar apa yang aku dengar barusan ? jika kak Andre hanya ingin membuatku tenang lupakan saja aku tidak berminat '' Balas Mayra menatap Andre dengan ketegasan.
''Nayla sedang di rawat di rumah sakit ini juga Mayra ,jika memang kamu ingin menjenguknya sangat tidak mungkin dengan keadaan seperti ini ,sangat di larang '' Ujar Andre menyentuh bahu Mayra pelan.
''Kak Andre tidak bohong kan,kak Andre sedang tidak memperdaya diriku kan ? '' Ucap Mayra dengan suara tercekat akibat menahan sesak di hatinya.
''Aku tidak bohong Mayra ,sekarang istirahatlah dulu ,setelah kondisimu membaik kita sama-sama akan menjenguk Nayla '' Ujar Andre kembali.
__ADS_1
Tangan Mayra melepaskan jarum infusnya yang masih menancap di punggung tangan kirinya,sementara tangan kanan mengusap air matanya.
''Kak Andre bagaimana keadaan kak Nayla ? '' Tanya Mayra sedikit lebih tenang.
''Awalnya dia sempat kritis tapi sekarang dia sudah melewati semuanya berkat kehadiran seseorang '' Mayra tertegun sejenak dengan penjelasan Andre ,seseorang ?.
''Maksud kakak papa ? ''Andre menggeleng tampak sekali aura kesedihan membalut wajah Andre .
''Siapa juga ''Tanya Mayra sangat penasaran.
''Tunangannya '' Ucapan Andre langsung menggetarkan tubuhnya hingga air mata itu mengalir kembali,jujur Mayra merasakan bibirnya Kelu tidak tau harus bagaimana,harus bahagia atau senang ,namun itu juga atas keinginannya ,Mayra juga harus menyadari jika itu semua kemauan dan takdir dari akhir kisah cintanya.
Mayra tersentak saat tangan Andre mendarat di tangannya refleks Mayra menarik tangannya menjauhi Andre .
Entah kenapa perasaan untuk pria yang pernah di kejar-kejar olehnya terasa hambar dalam hatinya sekarang ,Mayra sudah menyadari jika isi hatinya hanya dipenuhi nama Ansel seseorang .
''Maaf aku sudah lancang menyentuhmu ,dan maaf dulu pernah menyakitimu ''Mayra menggeleng cepat .
''Tidak apa-apa kak Andre ,jangan mengungkit masa lalu ,aku sudah melupakannya dan memaafkannya ,lagi pula semua itu bukan salah kak Nayla dan kak Andre aku juga yang tidak tau malu mengejar pria sampai segitunya ,maaf sudah menyinggung perasaan kak Andre ''.Ucap Mayra sungkan.
''Ini karma untukku telah menyia-nyiakan mu saat itu Mayra,andai aku bisa memperbaikinya'' Ucap Andre menatap lembut kearah Mayra yang juga sedang menatapnya .
Sikap yang diberikan Andre nyatanya membuat Mayra gusar , hatinya sekarang milik orang lain meskipun cinta itu tidak dapat dimilikinya namun kembali ke masa lalu bukanlah pilihan yang tepat , Mayra yakin jika Andre hanya akan membuat wanita berikutnya hanya sebagai pelarian .
Dengan wajah tersenyum Andre terus mengangguk pasti.Mayra langsung merebahkan tubuhnya dengan miring membelakangi Andre yang masih berdiri dekat brangkar,entah kenapa Andre merasa tidak suka di perlakukan seperti itu tapi apalah daya jika kesalahannya melebihi perlakuan Mayra padanya saat ini , Andre memilih keluar dari ruangan Mayra agar tidak mengusik gadis yang sedang mengistirahatkan tubuhnya.
Sementara di balik sana Mayra terus saja menangis dalam diam ,ada rasa tidak rela dengan kenyataan yang diterimanya, dibenaknya selalu bertanya-tanya secepat itukah ? tapi dengan cepat Mayra menepis perasaan itu.
Kini puzzle takdir Mayra sudah terpasang dengan benar ,bukan Ansel yang menjadi teman hidupnya namun entah siapa dia , semuanya sudah terletak dengan benar jika Ansel bukanlah jodohnya tapi Nayla kakaknya ,terlalu lama Larut dalam kesedihannya Mayra tidak menyadari jika dia tidak sendiri lagi di kamar itu ,karena tubuhnya kembali di sentuh oleh seseorang dan betapa kagetnya Mayra jika yang menyentuhnya adalah Bram ayah angkatnya.
Mata Bram menyiratkan betapa lelahnya dia saat ini namun kemungkinan rasa lelahnya sang ayah kembali menerpa dengan keberadaan dirinya juga dirumah sakit ini sebagai pasien .
''Papa ... '' Panggil Mayra dengan hati pilu dan merasa bersalah mengingat kesalahannya yang begitu besar.
''Mayra kamu sakit apa nak ? '' Tanya Bram sungguh khawatir.
Mayra mencoba untuk bangun kembali tapi kali ini Bram membantunya.
''Mayra cuman demam pa,bentar lagi juga sembuh '' Ucap Mayra lembut menenangkan Bram yang sedang mengelus kepalanya.
''Bagaimana keadaan kak Nayla pah ? '' Tanya Mayra berusaha tegar dengan segala cobaan yang sedang menguji keluarganya.
__ADS_1
''Nayla sudah membaik berkat Eric sayang,malahan kondisinya berangsur-angsur sembuh diluar dugaan '' Ucap Bram tersenyum hangat dengan helaan nafas lega.
''Tapi aku sakit pah ,bagaimana aku memulai semuanya kembali hidupku tanpanya pah , maafkan aku pah hampir saja hati ini menghianati diriku ,buatlah Mayra mengikhlaskan Ansel untuk kak Nayla bagaimana pun caranya '' Batin Mayra menangis.
''Pah kapan Mayra bisa menjenguk kak Nayla ? '' Tanya Mayra kembali menetralkan suasana hatinya yang muram.
''Setelah kondisi kamu pulih sayang ,ingat jangan nekat papa ingin kita berkumpul lagi seperti sedia kala '' Ucap Bram .
,,Susah pah ,bagaimana bisa penghianat ini memasuki rumah yang penuh kejujuran dan kebaikan ,aku terlalu malu menanggungnya pah ,andai papa tau kebenarannya pasti sekarang ini aku akan lebih kehilangan lagi ,sosok papa berhati malaikat '' Gumam Mayra dalam hati.
Mayra menatap Andre canggung sedikit tidak nyaman,mengerti dengan tatapan Mayra Andre keluar .
''Om Bram aku kekantor dulu ,jika butuh sesuatu jangan segan-segan memintanya langsung padaku ,Mayra sudah kuanggap adik '' Ucap Andre sebelum pamit langsung di balas anggukan oleh Bram dan Mayra .
''Kak Andre terimakasih ,maaf tadi aku buat kak Andre kesal ''.Lanjut Mayra .
''It's okey , assalamualaikum ''Salam Andre.
''Waalaikum salam '' Balas Mayra dan Bram serentak.
Dirasa hanya tinggal Bram dan Mayra diruangan rawat tersebut Mayra kembali menangis sejadi-jadinya,Bram terhenyak dengan perubahan Mayra, berbeda saat ada Andre Mayra tidak ingin terlihat rapuh di depan orang lain meskipun Andre tidak tau permasalahannya.
Bukan sebulan dua bulan Bram mengenal sosok Mayra ,dia tahu penyebab tangisnya namun Bram pura-pura tidak tahu agar Mayra menceritakan permasalahannya dengan ketenangan tanpa paksaan.
''Kenapa princess papa menangis hmm ? ''.Ucap Bram terus menyeka air mata putrinya dengan penuh kasih sayang.
Mayra menggeleng sambil menangis.
''Aku rindu kak Nayla pah ,makanya aku terus menangis. ''Ucapan Mayra langsung di balas anggukan Bram yang sudah tau tentang hubungannya dengan Ansel tapi bagi Bram itu urusan anaknya tapi di saat peran orang tua dibutuhkan Kala keadaan mereka tak terkendalikan lagi .
Beberapa jam kemudian.
''Nak kita kekamar Nayla mau ikut ? '' Mayra begitu antusias menganggukkan kepala mereka.
''Sini papa bantu '' ucap Bram sekuat tenaga membantu Mayra bangun ,setelah itu Bram meraih kursi roda lalu mengangkat tubuh Mayra yang lemah dan diduduki Bram ke kursi tersebut setelahnya mereka pun pergi meninggalkan kamar rawat Mayra.
Mohon Dukungannya 🙏🙏💗
.
.
__ADS_1
.
🌹🌹🌹🌹🌹