
''May Kak Nayla mana ,bukannya tadi kamu bilang kalian berangkatnya bersama ? ''.
''Aku tertinggal mobil yang kak Nayla tumpangi '' Sahut Mayra terenyuh.
''Kok bisa ? ''.
Mayra melepaskan pelukan Keysha lalu menatap sahabatnya tersebut dengan sendu.
Jelas terlihat jika Mayra menahan beban berat , sampai wajah lelahnya kian tampak.
''Aku juga tidak tahu Key...sejak kemarin kak Nayla ngomongnya kasar ,ketus dan wajahnya juga dingin...berbeda dengan kak Nayla yang ku kenal sebelumnya begitu lembut dan perhatian ''. Jelas Mayra dengan deraian air matanya.
''Kamu tahu penyebabnya ? '' Mayra menggeleng dengan artinya tidak tahu kenapa.
''Key aku tidak sanggup kak Nayla berubah ,entah kenapa aku merasa semua perubahan kak Nayla seperti ada kaitannya dengan Ansel,aku ingin mereka secepatnya bersatu.''Lirih Mayra menangis kecil.
''Aku rela berkorban asalkan kak Nayla tidak membenciku . Bukannya aku tidak mencintai pria tersebut , Ada alasan kuat aku memilih kebahagiaan kak Nayla ,yang pertama aku sayang pada kak Nayla ,kedua takdir kami tidak akan bersatu karena ibunya Ansel begitu dekat dengan kak Nayla sudah pasti restu itu sangat susah kudapatkan...aku hanya ingin mereka bahagia. ''
''Dengan berkorban begitu ? Ck...'' Cebik keysha.
'' Mayra bukannya kita sudah membahas semuanya waktu itu ? , Jikapun kak Nayla mengetahui hubungan rahasiamu dengan Tuan muda apa semua akan merubah hatinya untuk mencintai kak Nayla ,tidak kan !! ini awalnya kamu berjuang Mayra ,dengan sikapnya kak Nayla seperti itu memudahkan kalian mengakui semuanya. Jelaskan padanya jika kamu tidak merebut Pria itu dari kak Nayla melainkan kalian lebih dulu menjalin hubungan sebelum hubungan antara kak Nayla dengan tuan muda diikat. '' Ucap Keysha menjelaskan.
''Tidak Key...aku sudah yakin dengan keputusan ini, apapun yang terjadi Ansel harus mengakhiri hubungan kami dan melanjutkannya dengan Kak Nayla ''. Sanggah Mayra cepat.
''Kamu kira tuan muda menerima ide konyol mu ? ''
Mayra bungkam tidak tau harus menjawab apa ,otaknya tidak dapat bekerja untuk sekedar menjawab pernyataan sahabatnya.
Hanya air mata yang terlihat di wajah cantiknya.
''Jika Ansel tidak mau ,maka aku akan memaksanya untuk melepaskan semuanya termasuk kak Nayla ,kami akan membangun kembali keharmonisan hubungan kakak beradik yang sudah berantakan ''.
''Mayra ,hati itu bukan sebuah batu yang begitu kita duduki tidak membekas . Ini hati Mayra sudah pasti kalian akan sama-sama terluka. Kamu ,tuan muda juga kak Nayla akan sama-sama tersakiti ''.
''Lalu aku akan membiarkan kak Nayla sakit sendiri begitu ? itu tidak akan terjadi ,kamu tahu Key ...dulu waktu kecil kakakku rela memasang badannya demi menolongku hingga rasa sakit itu sampai sekarang masih mengancam hidupnya . ''
''Oke jika kamu beranggapan seperti itu ,terus bagaimana dengan perasaan tuan muda ,bisakah kamu melenyapkan rasa sakit di hatinya saat pengorbanan seorang adik pada kakaknya juga itu terjadi. ''
''Sudah jelas saat kata itu terucap dengan sengaja kamu menggoreskan luka terdalam padanya. Apakah tuan muda sanggup menerimanya ? harusnya kamu juga memikirkan perasaan tuan muda juga,bukan kak Nayla saja yang memiliki hati . Jangan katakan pengorbanan itu menghasilkan kebahagiaan jika di bagian lainnya kamu berhasil menggores hati lainnya. '' Imbuh Keysha kemudian ,bingung dengan pola pikir sahabatnya.
''Jika itu yang terjadi ,maka di antara kami harus ada yang pergi ,sudah jelas akulah orangnya.''
__ADS_1
''Sungguh lucu sekali ,pergi kamu bilang . Mayra apa hasil dari pengorbanan mu itu akan membahagiakan kak Nayla ,apa dengan kepergian mu tuan muda akan mencintai kakakmu itu ,hmm ? ''.
Mayra menatap Keysha ,Mulutnya masih bungkam tidak tau jawaban apa yang tepat untuk membenarkan keputusan nya,Mayra sudah kehabisan kata dalam berucap.
''Baiklah ,itu mutlak keputusanmu . Tapi saranku jangan pelihara sikap egois mu yang jelas berpihak pada seorang saja. Bijaklah dalam berfikir kalau tidak ingin melihat hasil buruk di kemudian hari .'' Lugas Keysha langsung menyetir menuju hotel penginapannya.
Rasa bimbang terus menyerang kalbunya saat ini.
Entah Kenapa semakin kesini keinginan untuk menjauhi Ansel cukup berat apalagi sekarang ini sikap kakaknya seakan mempersulit langkahnya untuk mempersatukan mereka ,meski hatinya yang menjadi korban utama tentunya.
Selama perjalanan menuju hotel tempat inap Keysha. Sama sekali tidak ada perbincangan antara mereka. Keysha sengaja bungkam supaya Mayra bisa berfikir normal sebagai seorang wanita yang saling mencintai dengan sang kekasih tentunya harus sama-sama memperjuangkan bukan malah mengikhlaskan untuk orang yang dianggap malaikat penolong baginya.
Sementara Mayra juga bungkam ,otaknya terus berputar mencerna setiap bait ucapan sahabatnya yang jelas berharap Antara dirinya dan sang kekasih tidak terpisahkan.
***
''May Kenapa belum siap-siap acaranya sebentar lagi akan di mulai . Bukannya kamu itu pendampingnya kak Nayla perwakilan Bramantyo group ? Lalu ngapain masih bengong aja di sini ? ''.
Ucapan Keysha tidak di tanggapi apa-apa oleh Mayra yang masih setia memainkan ponselnya di sofa kamar.
''Aku takut kak Nayla semakin marah jika ikutan hadir ke acara tersebut ''.Tolak Mayra masih sibuk dengan ponselnya.
''Hai... sahabatku yang paling Lola...tujuan kamu kesini ya menjadi perwakilan perusahaan papamu ,kenapa sekarang malah ngomong takut...!!! '' Sebal Keysha melempar pandangan kesalnya pada Mayra.
Keysha menggeleng tidak setuju.
''Jangan jadi pengecut ,bukankah semalam kamu cerita padaku tujuanmu untuk mengetahui alasan kak Nayla berubah kan ,kamu sudah melupakannya...? '' Tanya Keysha mengingat kan.
''Awalnya---''
''Sudah-sudah !! aku tidak mau dengar apapun lagi. Sekarang cepat bersihkan dirimu dan ikut aku menghadiri acaranya ''. Telak Keysha garang.
Mayra merinding dengan aura marah sahabatnya.
''Tapi--
''Gak ada tapi-tapi...Cepat gunakan waktu setengah Jammu untuk bersiap-siap .Soal baju aku sudah memesannya ambil di sana dalam koper ku ,kamu ambil saja. ''
Mayra masih bergeming tidak bergerak. Membuat Keysha mencebik kesal hingga terpaksa dirinya mendekati gadis yang masih bengong itu langsung ditariknya membuat raga Mayra terkejut .
Di dorongnya Mayra kedalam kamar mandi dan menutup pintu dengan cepat.
__ADS_1
''Jangan lemot...cepat mandinya jangan berendam kamu cuma punya waktu tiga puluh menit. '' Teriak Keysha di luar kamar mandi. Langsung dibalas Mayra tidak kalah kuat mungkin sedang kesalnya.
''Ya bawel...'' Balas Mayra juga berteriak.
***
''Kamu gak salah milih gaun Key...hey ini terlalu mencolok banget '' Protes Mayra risih dengan gaun panjang berbalutkan beberapa motif kristal di baju tersebut.
''Sesekali gak masalah dong kamu tampil mewah gini ...secara kamu ingin menghadiri acara perusahaan ,bukan perlombaan masak memasak ''Cibir Keysha membalas protes seorang Mayra.
Mayra tidak menanggapinya ,malah dirinya sibuk meneliti gaun cantik tersebut. Segera dia memakai hijab yang senada dengan busananya.
''Untung kamu pesan pashmina kesukaan ku ,bisa menutupi rasa risih ku pada gaun pilihanmu yang sungguh mencolok '' Lugas Mayra sembari mengoles pewarna bibir naturalnya.
Keysha menatap arloji tangannya yang menunjukkan beberapa menit lagi acaranya di mulai.
Kebetulan Keysha menginap di hotel yang berdekatan dengan gedung acara event antar perusahaan tersebut.
Setelah semuanya siap ,mereka langsung meluncur menghadiri acara yang tentu saja ditunggu-tunggu dengan antusias oleh para- para pembisnis.
Acara tersebut merangkap juga sebagai ajang pelelangan barang-barang antik yang berasal dari luar negri.
Demi mendapatkan barang tersebut mereka berlomba-lomba menawarkan harga tertinggi agar ambisius untuk menjadi pemilik barang tersebut di capai nya. Meskipun harus mengeluarkan biaya besar asalkan di mata semua para pembisnis mereka lebih utama.
Dari kejauhan Mayra menangkap raga Nayla sedang berdiri dengan beberapa orang lainnya sedang menyaksikan acara perkenalan antar perusahaan.
''Key aku melihat kak Nayla di sana ,aku tinggal sebentar tidak masalah kan ? ''. Pamit Mayra seraya menunjuk raga Nayla dengan dagunya.
''Yasudah pergilah ,aku juga ingin bergabung dulu dengan papi . '' Sahut keysha .
Mereka pun pergi berlawan arah menuju ke tempat masing-masing.
Saat langkah Mayra hampir tiba tepatnya di belakang Nayla , tiba-tiba tangannya di tarik seseorang hingga tubuh Mayra tertarik ke belakang tembok besar masih di belakang Nayla.
Mayra kaget bukan main dengan kecepatan tarikan tersebut.
Saat tubuhnya terasa bertabrakan dengan seseorang jelas lebih besar darinya .
Mayra mendongak keatas , dirinya langsung mematung, matanya membulat akibat rasa kaget yang luar biasa .
Deg...
__ADS_1
''Mas...kamu juga di sini '' Ucap Mayra gugup bercampur takut ketahuan semua orang dengan posisinya sedang dalam dekapan tubuh kekar yang tidak asing baginya.