
''Lepaskan aku mas ,pergilah dari sini aku mau istirahat ''Mayra terus memelas agar kukungan tangan besar putih berurat itu mau melepaskannya.
''Jawab dulu permintaanku ,jika tidak sampai pagi aku akan mengungkung mu seperti ini ''Ancam Ansel membuat Mayra geram.
''Aku tidak bisa mas , penolakan ku sudah jelas bukan ,tentu itulah jawabannya ''Jawab Mayra spontan meskipun berat demi kesembuhan Nayla ,Mayra harus rela.
Tatapan mata Ansel kian menusuk membalas ucapan Mayra dengan netra hijaunya,guratan kecewa begitu tampak terhias di wajahnya .Mayra begitu terenyuh saat jawabannya telah menyakiti kembali pria yang sangat di cintanya,hidup Mayra bagai buah Simalakama maju sakit mundur susah tidak ada jalan keluarnya sama sekali ,mengingat begitu terpuruknya Nayla saat cintanya di tolak oleh pria yang sedang memeluknya saat ini hingga hampir membuatnya kolaps.
''Kamu akan menyesal Mayra telah menukar ratu palsu dengan yang asli ,jangan bertanya apapun suatu saat nanti jika pilihanmu ini menyakiti yang lainnya ,kau begitu yakin sekali jika aku akan membahagiakan Nayla '' Ucap Ansel sudah terlihat dingin namun pelukan itu masih belum terlepas ,sejak tadi Mayra merasa insecure dengan posisinya yang dipeluk Pinggangnya.
''Kamu pria baik mas , aku percaya itu suatu hari nanti juga aku sendiri yang akan menyaksikan jika kak Nayla adalah wanita satu satunya di hidupmu ''Balas Mayra tak kalah serius.
''Semoga ucapan mu benar dan tidak akan menjadi Boomerang untukmu sendiri ,Jangan terus berasumsi sendiri tanpa mengetahuinya Mayra ,aku bukanlah pria baik disaat hati dan pikiran ku mati rasa pada semua wanita ,disaat aku menggila disaat itulah wanita yang berani menyakitiku menjadi bulan-bulanan permainan balas dendam ku Mayra '' Ucap Ansel menggertak giginya menahan gejolak amarah atas penolakan Mayra yang telah merobek hatinya.
''Aku percaya takdir mas ,pergilah tunaikan tanggung jawabmu sebagai calon suami kak Nayla '' Ucap Mayra terus menguatkan dirinya agar kesedihan dan rasa sakitnya tidak terlihat dihadapan Ansel .
''Terimakasih atas jawaban terpedih kali ini dari gadis yang kucintai , jangan salahkan aku jika aku melakukannya,karena kau sendiri yang telah membuka gerbang penderitaan untuk kakakmu sendiri Mayra ''Ujar Ansel menekan kata-katanya.
''Semoga itu tidak akan terjadi jika takdir kalian bagian dari campur tangan Tuhan mas '' Batin Mayra .
Lama saling menatap dalam akhirnya Ansel melepaskan Mayra juga , karena Mayra hanya diam.
Mayra terperanjat kembali saat Ansel mengecup bibirnya kembali kemudian kecupan itu di daratkan di dahinya , kecupan Ansel kali ini disertai air mata keduanya ,Mayra menikmati kecupan hangat tersebut,Mayra langsung memejamkan matanya merasakan gejolak akhir dari cintanya ,perlakuan Ansel justru terus menyiksa perasaan keduanya.
Ciuman itu dilepaskan ,mulut Ansel mendekati telinga Mayra kemudian membisikkan sesuatu hingga air matanya luruh .
__ADS_1
''Sampai mati aku cinta padamu Mayra ,I Love You ''Bisik Ansel dan langsung berlalu keluar dari kamar rawat Mayra dengan hati yang hancur .
''I Love You too Ansel Eric Julian ,semoga kalian selalu bahagia '' Lirih Mayra gemetar dan terisak lalu terduduk di lantai mengurut dadanya menahan sakit dan luka yang beriringan menghantam nya.
...................
''Aaaarrrgghhh...... ,Mayra.....Kenapa kamu begitu keras kepala..... ''Teriak Ansel sembari memukul setir dengan kasarnya.Nafas Ansel begitu memburu urat kadar bermunculan di leher putihnya yang kekar terlihat begitu besarnya amarah Ansel tidak dipungkiri kini hatinya sangat sakit sekali.
Andai Ansel tidak memikirkan kesehatan Raisa mommy-nya semua akan diperjelas nya pada Nayla siapa wanita yang terisi dalam hatinya kini namun semua itu menjadi kelemahan Ansel saat ini ,kali ini dia tidak boleh egois ,sudah cukup kesakitan ditinggal sang ayah sang motivator hidupnya sejak dulu ,dia masih ingat kata terakhir dari Daddy-nya sebelum pergi dari dunia ini .
✨ Flashback On ✨
Saat itu Ansel masih memakai baju sekolahnya dan ia baru saja pulang mengikuti konvoi antar kelas di jalanan untuk merayakan hari kelulusan SMU .
''Ya mommy ....'' Sahut Ansel malas.
''Hiks....hiks....sayang kamu dimana ...? '' Terdengar tangis Raisa begitu memilukan.Seketika Ansel menjadi panik.
''Mom ada apa ? kenapa mommy menangis '' Tanya Ansel dibalik ponsel pada Raisa.
''Nak datanglah kerumah sakit ,Daddy masuk rumah sakit ,dia ingin segera bertemu dengan mu sayang ,tolong datanglah cepat hiks....hiks ... Daddy dirawat di rumah sakit pribadi kita sayang '' Pinta Raisa masih dalam tangisannya.
Tanpa salam Ansel memutuskan sambungan ponselnya dan langsung meninggalkan teman-temannya yang masih sibuk dengan konvoinya menuju ke rumah sakit.
__ADS_1
''Mommy apa yang terjadi dengan Daddy ? ''Tanya Ansel sesampainya dengan langkah cepat Ansel mendekati Raisa yang sedang terduduk di ruang tunggu masih menangis.
''Eric Daddy mu .... ''Tangisan Raisa pecah tidak sanggup melanjutkan ucapannya ,Ansel langsung merengkuh tubuh Raisa dalam pelukannya.Mengerti dengan apa yang telah menimpa Daddy-nya Ansel terus mencoba menenangkan sang mommy yang terus menangis pilu .
''Temui Daddy mu sayang sebelum terlambat ''Lirih Raisa sesegukan menahan pilunya.
Ansel mengangguk menguraikan pelukannya ,lalu bangkit menuju ruangan Julian sang Daddy yang sangat disayanginya.
Dengan air mata Ansel menguatkan langkahnya yang sedang gemetar ,perlahan Ansel memasuki ruangan serba putih itu ,terlihatlah raga yang dulunya kekar sepertinya kini hanya tinggal tulang belulang penyebab dari penyakit berbahaya yang telah menggerogoti tubuh atletis Julian yang sudah lama dideritanya.
Tubuh itu terlihat lemah ,berbagai macam alat medis menempel memenuhi tubuh Julian ,mata itu tertutup dengan wajah yang masih berbinar.Sebelum penyakit itu hinggap sang Daddy adalah sesosok orang paling sosial dan sangat baik juga mulia hatinya sering menolong jika ada yang kesusahan namun tidak akan mengampuni jika ada yang berkhianat ,aura baik itu begitu terpancar meskipun tubuh Julian sudah tidak menarik lagi.
Terdengar derap langkah mendekati ranjang, Julian membuka matanya kemudian menoleh kearah Ansel yang sedang berdiri di sampingnya ,Julian menyambut putranya dengan senyuman meskipun menahan sakit di seluruh tubuhnya tetap saja wajah itu masih mampu tersenyum agar tidak ada yang sedih melihatnya dalam keadaan sekarat ,itulah kenapa Raisa menumpahkan air matanya di luar sana karena Julian tidak mengizinkan seorangpun menangis di depannya.
''Daddy ...'' Panggil Ansel bergetar menahan sesak hatinya.
''Ansel putra ku ,kemarilah nak ''Titah Julian dengan suara lemahnya nafasnya terengah-engah.
Ansel duduk di sampingnya kemudian menggenggam tangan Julian .
''Putra ku , sepertinya Daddy tidak akan bertahan lagi nak ,dengarkan ucapan Daddy jangan menyahutnya ,cukup dengarkan saja '' Ucap Julian dengan sisa nafasnya yang masih terengah.
.
.
__ADS_1
.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹