
Ansel begitu menikmati makanan yang tersaji di depannya,dia sangat yakin jika makanan tersebut kekasih hatinya lah yang memasaknya,tapi kekosongan hatinya tanpa Mayra kian menerpa.
Perasaan tersebut masih tetap di rasanya ,sudah hampir dua jam dua keluarga tersebut masih belum memutuskan tanggal pernikahan antara Ansel dan Nayla,sedari tadi raga Ansel duduk termenung diam tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut pria tampan tersebut,meski berkali-kali mommy nya meminta pendapat dari Ansel namun bukannya menjawab Ansel malah acuh tak acuh.
''Dimana kamu sayang,sudah berjam-jam aku menunggumu,dimana kamu sebenarnya,aku harus mencari tahu ,atau jangan-jangan dia sedang bersembunyi dikamarnya,aku harus bisa kesana apapun itu,tapi bagaimana caranya, Mansion ini sangat luas bahkan banyak kamar disini ''.Batin Ansel , bingung.
''Mas Eric kamu gak kenapa-kenapa kan ? ''.Tanya Nayla khawatir dengan raut wajah Ansel kebingungan.
''Nayla bisa kamu tunjukan dimana kamarmu ? ''.Tanya Ansel dengan tiba-tiba.
Ada perasaan bahagia mengalir dalam diri Nayla ,yang tiba-tiba ingin masuk ke kamarnya ,apakah ini awal dari kebahagiannya bersama Ansel,oh Tuhan mimpikah ini ? Batin Nayla bersorak gembira.
Tanpa diketahui Nayla ternyata Ansel punya niat lain menggunakan Nayla untuk tujuannya.
''Mari aku antar ''.Ucap Nayla.
''Tidak perlu,aku hanya ingin memakai kamar mandimu sebentar ''.Tolak Ansel selembut mungkin agar Nayla percaya dengan apa yang direncanakannya.
''Tapi ''.
''Nayla kamu mengantar seorang pria ke sebuah kamar sedangkan aku dan kamu belum apa-apa,aku malah tidak enak dengan keluarga mu ,tolong mengertilah beritahu saja jalan kesana ''.Bohong Ansel agar rencananya berjalan mulus.
''Baiklah ''.Nayla pasrah lalu secepatnya menjelaskan letak kamarnya yang benar .
Ansel secepatnya berlalu naik keatas sampai di atas Ansel mengingat kembali ucapan Nayla yang mengatakan jika di atas ada dua kamar yaitu kamar adiknya Mayra dan kamar dirinya.
''Tepat sasaran ,terimakasih Nayla kau sungguh menjadi jembatan menuju ke cintaku ''.Gumam Ansel .
Ada dua kamar di depannya Ansel tahu kemana dia harus melangkah,dengan hati-hati Ansel mendekati pintu tersebut dan membukanya pelan,gelap kamar tersebut terlihat sangat gelap,aroma kekasihnya yang membuatnya terus menggila begitu menyeruak masuk ke Indra penciuman Ansel.
Dengan pelan Ansel menutup pintu kembali ,dia mendekati ranjang di kamar tersebut kemudian menekan saklar lampu kamar yang diyakini kamar kekasihnya Mayra,kamar yang tidak begitu luas tapi terlihat begitu rapi meskipun hanya diterangi oleh lampu tidur di atas nakas,Ansel terus mengedarkan penglihatannya kesetiap sudut bahkan Ansel memeriksanya sampai kekamar mandi tapi kosong , raga tersebut tidak terlihat sama sekali,saat Ansel kembali melangkah mengitari ranjang kekasihnya tidak sengaja dia tersandung sesuatu.
Meski dalam pantulan cahaya remang Ansel juga tahu jika yang menyandung kakinya itu seorang manusia ,Ansel berjongkok untuk melihat lebih jelas siapa yang tergeletak di lantai.
Dengan pelan Ansel menelusuri raga yang tertidur di atas sajadah dengan berbalut mukena putih ,Ansel langsung tersenyum bahagia hatinya kembali hangat kala melihat sang kekasih rupanya tengah tidur setelah beribadah.
''Sangat cantik...,Disini kamu rupanya,sayang jangan terus menguji cintaku,bahkan aku sampai menipu kakak mu demi menemui mu,kamu malah enak-enak tiduran disini sedangkan aku terus mengkhawatirkan mu di bawah sana ,sungguh nakal !!!''.Gumam Ansel tersenyum menatap cantiknya wajah natural sang kekasih melalui pantulan cahaya lampu tidur.
Segera Ansel mengangkat tubuh Mayra dari lantai dan akan di tidurkan di atas ranjang Mayra sendiri,takut lama dilantai tiduran tubuh Mayra sakit semua nantinya,namun karena Ansel mengangkatnya tiba-tiba,Mayra langsung terusik tidurnya sebelum tubuh Mayra mendarat ketempat tidur,artinya Mayra terjaga saat masih dalam gendongan Ansel.
''Kamu siapa ? ''.Kaget Mayra dengan sosok yang diyakini pria sedang menggendong tubuhnya.
Ansel menghentikan langkahnya ,dia semakin memperkuat pegangannya.
__ADS_1
''Turunkan aku,jika tidak aku akan berteriak ''.Ancam Mayra yang masih belum menyadari bahwa pria itu adalah Ansel sang kekasih.
''Teriak saja ,syukur semuanya mendengar tidak susah lagi untuk langsung menikah denganmu ''.Jawab Ansel santai.
''Tunggu ''.Mayra merasa familiar dengan Suara pria tersebut,segera dia mendekatkan dirinya untuk memastikannya.
''Ansel !!! ''.Ucap Mayra kaget.
''Selamat malam sayang ''.bukannya menurunkan Mayra yang sedang digendongnya,Ansel malah menyapanya.
''Ansel ke-kenapa kamu berada dalam kamarku ? ,tunggu sekarang sudah jam berapa '' Mayra linglung seketika saat menyapu seluruh ruangan kamarnya yang terlihat gelap hanya disinari dengan lampu tidurnya.
''Kenapa Hmm ? '' .Tanya Ansel kembali membawa Mayra duduk di atas ranjang Mayra.
''Sejak kapan kamu berada di kamarku Ansel ? ''.Tanya Mayra was-was ,matanya terus memandang ke arah pintu.
Mengerti dengan ke kekhawatiran Mayra Ansel langsung menjawabnya.
''Tenang saja aku sudah mengunci pintu kamarmu sayang !! ''.Ucap Ansel Tenang.
Mayra terbelalak aksi Ansel tidak tanggung-tanggung ,celakalah dia jika semua mengetahuinya ,Mayra langsung melotot geram dengan tingkah yang membuatnya langsung terlihat insecure dengan keadaannya saat ini.
''Ansel sejak kapan kamu disini,tunggu bukannya aku sudah mengunci kamarku ? Ba-bagaimana kamu bisa masuk kesini Ansel !!! ''.Selidik Mayra sedikit gemetar takut .
''Ansel jawablah ''.Desak Mayra semakin jengah menahan rasa takutnya.
Dengan gerakan cepat Ansel mengungkung tubuh Mayra yang langsung setengah tertidur dengan tangan menekan dada Ansel yang hampir menindihnya .
''Apa yang akan kamu lakukan Ansel , jangan macam-macam,bangun dari tubuh
ku dan cepatlah keluar dari kamarku sebelum mereka semuanya tahu ''.Mayra semakin gemetar dan terus membuang pandangannya kesamping takut menatap wajah Ansel yang hampir menempel dengannya.
''Aku tidak takut dengan mereka semua,jika mereka melihatku dan dirimu dengan posisi begini lebih mudah untukku memperistri Mayra Bramantyo secepatnya tanpa harus banyak drama .''
Seringai Ansel menatap lekat wajah Mayra yang sedang melihat kesamping.
''Jangan gila kamu Ansel--
Cup
''Ansel . ''Pekik Mayra pelan tidak terima pipinya disentuh oleh Ansel tiba-tiba.
''Kamu...''.Geram Mayra meronta-ronta,terus mendorong dada bidang Ansel yang besar dan kuat .
__ADS_1
''Sayang sudah kukatakan jangan memanggil namaku ''.Ingat Ansel pada Mayra.
''Cepat bangun An...ah maksudku Mas Ansel. '' Hampir saja Ansel kembali menciumnya lagi ,tapi terselamatkan dengan kecepatan ingatannya.
Bukannya bangun malahan Ansel terus menatap wajah Mayra yang masih berbalut mukena.
''Kamu cantik sayang ''.Puji Ansel penuh damba.
BLUSSSSH
Pipi Mayra langsung merona ,namun sayang Ansel menangkap perubahan warna pipi Mayra yang tiba-tiba berubah.
''Sudah cepat lepaskan aku ''.Berontak Mayra, terus berusaha mendorong dada Ansel yang begitu kuat mengukung nya.
''Tidak semudah itu lari dari hukuman ''.Ucap Ansel masih menatap Mayra .
''Hukuman ? ''.
Ansel mengannguk.
''Tapi salahku di mana ? .
''Kenapa kamu tidak turun menemui ku ? ,bukankah sudah ku katakan aku hanya ingin kamu menjadi istriku Mayra ''.Ucap Ansel.
''Mas Ansel aku minta maaf jika aku tidak turun kebawah. '' Sesal Mayra.
''Lagi pula kehadiranku tidak di anggap mama,bukankah aku di larang keras untuk nongol kebawah ? ah Ansel kau begitu rumit sekali bahkan aku bisa gila jika kamu mengurungku seperti ini ''.Batin Mayra.
''Hey aku di atas mu sayang !! ,jangan berbicara sendiri ,aku tahu semua ''.Ucap Ansel terus membelai pipi lembut putih Mayra.
''Cenayang asli ni orang,bisa nebak apapun ''.
''Mas bisa tidak posisi kita tidak seperti ini,aku risih mas !! ''.Melas Mayra memohon.
''Baiklah ,setelah itu ceritakan semuanya,kenapa kamu tidur di dalam ruangan gelap juga tidurnya dilantai ''.Kesal Ansel.
''Aku tidur di atas sajadah kok ''.Protes Mayra tak terima jika Ansel terus menerus menyiksanya dengan sederet pertanyaan susah untuk di jawabnya.
.
.
.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹