Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Dimana Dia ?


__ADS_3

Beberapa saat kemudian motor sports milik Ansel sampai di depan rumah Mayra ,segera Mayra turun membuka helmnya lalu diserahkan pada Ansel dan berterima kasih karena telah Sudi membantunya hingga mengantarkan dirinya dengan selamat sampai ke rumah.


''Terimakasih Ansel ,kamu sudah membantuku hari ini ''.Ucap Mayra sopan .


''Sayang aku risih dengan panggilan mu ''.Protes Ansel tiba-tiba.


''Bagian yang mana membuatmu risih ? ''.Tanya Mayra bingung.


''Mulai sekarang jangan panggil aku dengan nama tidak sopan ''.Titah Ansel tak terima.


''Lalu aku panggil apa dong ? ''.Tanya Mayra.


Ansel mengangkat bahunya tanda tidak tahu.


''Aku tidak tahu mau panggil apa ? ''.


''Senyaman kamu aja ,sayang boleh !,cinta boleh !,hubby pun boleh ,Bebeb juga boleh ! ''.Usul Ansel dengan riangnya.


''Sayangnya aku risih dengan semua panggilan tersebut ''.Jujur Mayra tanpa ba bi bu.


''Pokoknya aku mau nama panggilan lain selain nama ku ''.Tegas Ansel menatap Mayra lekat.


''Sudahlah nanti saja kupikirkan nama yang tepat,cepat pulang lah aku masuk dulu sepertinya Kak Nayla udah pulang ,aku takut nanti kita ketahuan berduaan disini ''.Cemas Mayra celingak celinguk memastikan tidak ada yang melihatnya.


''Aku tidak mau pulang sebelum kamu mengganti namaku ''.Desak Ansel memaksa.


Mayra semakin bingung dengan tingkah Ansel yang terus saja ingin menang sendiri,tidak ingin membuang waktu agar pria yang sudah menaklukan hatinya pergi akhirnya Mayra berpikir sejenak nama panggilan apa yang tepat namun tidak risih diucapkan.


5 menit kemudian wajah Mayra langsung sumringah dihiasi senyum indahnya.


''Bagaimana,sudah dapat ? ''.Mayra mengangguk mengiyakan,Ansel tidak sabaran menunggu nama panggilan barunya dari sang kekasih.


''Baiklah mulai sekarang aku akan memanggil namamu dengan embel ''Mas ''. Pungkas Mayra sigap.


Ansel yang mendengarnya ikut berpikir entah apa hanya Tuhan dan dirinya yang tahu, telunjuk Ansel terus mengetuk dagu dengan mata menatap selidik pada Mayra.


''Kamu suka ? ''.


Ansel Mengangguk mengiyakan membuat Mayra lega akhirnya .


''Baiklah mulai sekarang panggil aku menggunakan Mas Ansel mengerti ? ''.Ucap Mayra betitah.


''Baik ....em..Mas Ansel ''.Sahut Mayra sedikit Kelu belum terbiasa.


''Ucapkan lagi sayang !!!''.


''Mas Ansel ''.Ucap Mayra.


''Baiklah sesuai janji,aku pulang dulu ingat masaklah yang enak ,malam ini aku akan menyantap makanan mu sebanyak-banyaknya ''. Ucap Ansel sembari menaiki motornya .


''Aku tunggu kedatanganmu ''.Harap Mayra masih menatap raga Ansel yang mau pergi.


''Masuklah ,sebelum kamu masuk aku akan tetap disini ''.Mayra mengangguk segera berbalik badan masuk ke pekarangan mansion Bramantyo.

__ADS_1


Merasa bidadari nya sudah hilang di balik pagar Ansel langsung tancap gas segera pergi dari sana membawa hati yang begitu indah dan damai,hanya dengan berinteraksi secara langsung bahkan dengan berada dengan Mayra harinya terasa lengkap dan sempurna, moodnya langsung baik jika Mayra lah gadis yang seharusnya berdekatan dengan nya .


Ternyata Mayra masih bersembunyi di balik pagar temboknya,setelah memastikan Ansel telah pergi dari sana , Mayra kembali keluar kejalan menatap lurus dengan linangan air mata yang tak tertahankan.


''Maaf Mas aku sudah menjeratmu dalam hubungan ini,aku sadar aku salah ,seharusnya aku tidak boleh egois untuk berusaha memilikimu,harusnya aku sadar sejak awal Kak Nayla lah yang tepat untukmu mas,mohon maaf jika hubungan kita hanya sebatas hubungan tidak akan pernah berlanjut,terimakasih telah menghadirkan sebuah cinta yang begitu tulus untukku,dan maaf jika suatu hari nanti mimpimu tidak sesuai faktanya ,maaf.....''.Lirih Mayra menangis dalam diam.


''Nona Mayra ??? ''.


Mayra tersentak dengan suara panggilan yang ternyata adalah satpam mansion Bramantyo.


Secepatnya Mayra menyeka air matanya agar tangisannya tidak di ketahui orang,setelah dirasa semua baik-baik saja Mayra berbalik dan kembali berpura-pura ceria agar rahasia hatinya tak ada yang mengetahuinya.


''Pak Jaka !!!.Sahut Mayra mengusap dada masih tersisa rasa kagetnya.


''Maafkan saya sudah bikin nona kaget,sedari tadi saya melihat Nona menatap jalan yang tidak ada orangnya ''.


''Pak Jaka kira Mayra kesambet apa ? ''.


''Maaf non bukan maksudnya begitu,saya hanya khawatir saja dengan non Mayra.''Jujur pak Jaka merasa bersalah.


''Yaudah gak masalah,kalau begitu Mayra masuk dulu pak ya ''.Pamit Mayra segera berlalu masuk ke mansion nya.


✨✨✨✨✨


''Wah harum banget masakannya,ngiler ini pengen cicip sedikit ''.


Mayra segera memukul lembut tangan Nayla agar tidak sampai menyentuh makanan milik tamunya.


''Untuk makan malam ''.


''Dengan ?''.


''Keluarga Julian ''.Jawab Nayla.


''Nah itukan tau,udah jauhi tangan kakak jangan sampai nanti aku harus masak lagi ''.Cerewet Mayra.


''Jangan marah dong,bukannya kakak udah minta maaf karena tidak menolong mu masak dek !! ''.Pinta Nayla mengatupkan tangannya.


''Gimana gak kesal dari mulai belanja sampai masak aku tidak di bantuin ''.pura-pura kesal.


''Tapi kalau belanja aku dibantu oleh calon kakak ipar ku sendiri,sakit banget jika kebersamaan kami harus segera terhentikan ''.Batin Mayra masih menatap Nayla.


''Jangan marah dong adik kakak tercinta ,tersayang dan tercantik tentunya.'' Ucap Nayla.


''Dasar gombal,aku mau istirahat dulu ''.melangkah keluar dari dapur dan segera naik keatas menuju kamarnya.


Ingin sekali tubuh lelahnya langsung sampai ketempat tidur ,merasa tulang belulang nya semuanya nyeri.


Sesampainya di kamar Mayra langsung ke kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya,setelah itu Mayra mengambil wudhu langsung melaksanakan sholat magribnya hingga selesai,karena rasa kantuk kian menyerangnya Mayra tidak tahan lagi belum apa-apa Mayra tumbang tidur tepat di atas sajadahnya.


✨✨✨✨✨✨


Tepat pukul 07.00 WIB ,keluarga Julian telah sampai di kediaman Bramantyo,mereka menyambut hangat saling menyalami ,Nayla juga ikut menyambut hingga netra nya menangkap siluet pria yang sangat dikaguminya bahkan di cintai nya sejak lama.

__ADS_1


Nayla begitu bahagia seakan dunia ini berpihak pada nya,langsung bisa berdekatan dengan sang pujaan hati.


Sementara Ansel kala itu sedang gelisah,setiap saat dia celingak-celinguk mencari seseorang yang nyatanya sedang bernaung dalam dunia mimpi.


''Di mana dia ? ''.Batin Ansel.


???


Bramantyo tidak mengulur waktu lagi ,dipersilahkan tamu kehormatannya segera memasuki ruang makan malam yang sudah tersedia.


Fina sedikit cemas dengan masakan yang dikiranya masakan Nayla yang sejatinya tidak bisa memasak sama sekali,Fina tidak tahu jika semua makanan yang terhidang di atas meja tersebut anak yang paling di bencinya yang memasak namun Nayla masih belum mengerti dengan rasa cemas Fina yang merasa takut makanan tersebut tidak enak,sejak dari semalam Fina sudah memperingatkan jangan Mayra yang masak,disini bahkan ada belasan pekerja yang bisa memasak tapi Nayla begitu keras kepala menyuruh Mayra yang belum tentu enak dengan makanan yang di masaknya untuk diperhidangkan malam ini.


Para tamu yang terdiri dari keluarga Julian yaitu Ansel , Mommy dan kerabatnya Ansel duduk sejajar di meja super besar tidak lebih besar di banding meja makan di rumahnya.


Lama menunggu objek tujuannya Ansel semakin jengah dengan suasana makan malam yang menurutnya buang-buang waktu saja,Nayla menangkap kegelisahan Ansel tidak berani bertanya terlalu dalam takutnya Ansel marah atau tidak menyukainya lagi,sejak tadi Ansel enggan menatap Nayla bahkan dia merasa Ansel tidak menyukainya,Nayla sedih tentu saja ,lalu untuk apa dia meminangnya jika rasa suka itu tidak ada ? pikir Nayla.


Merasa janggal dengan suasana rumah kekasihnya Ansel basa basi sengaja ingin menguak kebenaran yang selama ini di ketahui nya.


''Ehmmm ''.Ansel berdehem memecahkan kesunyian yang sedang menikmati jamuan di mansion Bramantyo.


Semua menoleh kearah Ansel tidak dengan Nayla dia lebih memilih melanjutkan makannya.


''Apa boleh saya tau,apakah tuan Bram hanya memiliki Nayla sebagai putri anda ''.Tanya Ansel sopan.


''Tidak ,kami masih memiliki putri lagi--


''Tepatnya anak pungut ''.Seloroh Fina sengaja.


Tangan Ansel terkepal kuat yang terletak di pahanya.


Sudah di tebak gadisnya menderita dalam keluarganya,namun herannya kenapa Bramantyo begitu menyayanginya.


''Mah...kenapa tidak sopan begitu ''.Bisik papa tegas .


Fina menunduk malu saat mata mommy dan Ansel menatap Fina dengan beda ekspresi,jika Mommy Ansel menatap Fina dengan senyum berbeda dengan Ansel menatapnya bagai musuh,Fina langsung bergidik mendapat tatapan dari orang terpandang di dunia,dia tahu kedekatan Ansel dengan Mayra,justru itulah Fina takut Mayra merebut pengantin Nayla,dan Fina begitu siaga akan hal tersebut.


''Ada yang ingin di jelaskan tuan Bram,apa kami tidak boleh tau anggota keluarga calon mertuaku ? ''.Tanya Ansel.


''Tidak nak,kamu berhak tahu,sebenarnya sedari tadi kami menunggu putri kami satu lagi turun tapi entah kenapa Mayra belum juga turun ,memang kebiasaan putri kecilku malas makan malam,mungkin saja dia sedang belajar.


''Pantas tubuhmu kurusan sayang,ternyata kamu malas makan malam,awas ya kalau sudah bersama ku nanti akan aku paksa kamu gendut,biar aku semakin gemas padamu ''.Batin Ansel tersenyum kecil.


''Baiklah terima kasih atas keterbukaannya ''.Ucap Ansel kembali melanjutkan makannya.


Nayla merasa ada yang aneh dengan calon suaminya itu,tapi saat ini itu tidak penting.


Tekadnya Nayla sekarang adalah bagaimana caranya merebut dan menguasai hati seorang Ansel Eric Julian.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2