Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Jati Diri Ansel Kembali


__ADS_3

''Permisi tuan, ini hasil penyelidikan kiriman dari orang kita tuan. ''


Asisten Max menyerahkan sebuah amplop coklat pada Ansel.


Setelah kepergian Mayra ,Ansel langsung memerintahkan Max untuk mengikuti kekasihnya itu. Ansel takut Mayra kalut dengan emosinya yang tak terkendali tersebut,takut terjadi sesuatu pada sang pujaan hatinya.


Ansel meletakkan gelas wine nya di atas meja ,menatap dingin kearah bawahannya serta asisten kepercayaan setia nya, siapa lagi kalau bukan Max. Ansel melirik sekilas pemberian sang ketua yang diberi tugas olehnya,yang bernama Raja. Kemudian Ansel menerima amplop tersebut.


Dengan rasa penasaran Ansel langsung membuka amplop di tangannya. Dalam hitungan detik wajah Ansel langsung berubah merah padam, terlihat amarahnya semakin meluap, wajah tegasnya serta gigi rapi dan putihnya kian menggelatuk dengan rahang yang mengeras. Ansel meremas dengan penuh amarah lembaran yang merubah pria tampan tersebut dengan beringasnya.


Max tau semua akan terjadi. Dialah yang telah mencetak gambar tersebut. Tadinya Raja dan orang suruhan Max yang di perintahkan untuk mengikuti Mayra tersebut hanya menyerahkan beberapa potret langsung kepada nya. Kemudian Max segera mencetaknya agar sang tuan tidak menyalahkan kecepatannya dalam mendapatkan informasi yang lebih akurat.


'' Apa kalian bisa mempertanggung jawabkan bukti ini '' ucap Ansel dengan wajah gemetar menahan gejolak amarah yang telah membara.


Cemburu ?itu sudah pasti. Apapun yang telah di Claim miliknya, tidak akan pernah dibiarkan lepas begitu saja. Mayra adalah miliknya, dan tetap akan seperti itu. Mayra akan di pertahankan sampai tetes darah terakhir, Ansel sudah cinta mati pada wanita tersebut.


''Tentu saja tuan, saya sendiri yang mencetaknya. Tadinya saya ingin menyuruh mereka melakukan hal tersebut, namun takutnya tidak akurat . '' Jawab Raja segera.


Mati-matian Raja menahan rasa resah nya. Takut imbas dari kemarahan bosnya akan di lempar pada dirinya.


Berbeda dengan Max yang sudah sangat mengenal tuannya lebih baik.


PRANGGG....

__ADS_1


''Brengsek !!!! Aaaakhhhh....." Berang Ansel menghantam meja di depannya dengan sekali tendangan hingga barang yang ada di atas sana langsung menghambur serta gelas dan botol minumannya tadi pecah. Amarah Ansel sudah berada di ubun-ubun tak dapat terbendung lagi. Bukan benda saja mendapatkan efek dari amukan tuan muda itu.


Tidak hanya itu, Ansel berbalik dengan nafas memburu ia mendekati Raja yang masih setia berdiri menyaksikan amarah yang sudah kesetanan itu. Ansel menarik kerah jas Raja dengan kasar .


"Katakan siapa pria brengsek itu !!,pria mana yang sudah berani memeluk milikku !!! . Jelaskan siapa bajingan itu, " Teriak Ansel .


Foto tersebut sukses membangunkan aura setan Ansel seketika.


" Sa-sa-saya sedang me-menyelidiki nya,tuan, " Jawab Raja terbata dengan tubuh bergetar karena ketakutan melihat sisi asli dari penerus Julian,raja bingkam belum berani menatap sang tuan yang sedang menyerangnya dengan rentetan makian.


" Bodoh !!! , kenapa kalian sangat goblok!!,dan lelet !!. Cepat pergi cari mereka,dan segera seret pria itu ke hadapanku. " Ansel sangat tidak puas dengan bukti tersebut. Hatinya sedang di cabik-cabik dengan kenyataan tersebut. Ansel marah jika miliknya di sentuh pria lain , sebelum itu terjadi benalu itu harus segera di musnahkan agar tidak ada yang mengusik miliknya.


Pandangan Ansel pada Mayra kian menyorotkan rasa tidak percaya terhadap wanita itu. Mayra yang dikenalnya tidak bebas seperti itu. Ya, Ansel marah karena tatapan Mayra pada pria tersebut semakin melukai perasaan dan hatinya.Apalagi Mayra dengan santainya memeluk pria lain ,padahal dirinya acapkali di peluk olehnya. Benarkah pemikirannya terhadap Mayra sedikit adanya keburukan. Di sela rasa gusarnya tersebut terlintas nama Nayla sebagai awal dari permasalahan mereka.


''Semua berawal dari kau Nayla. Jika aku kehilangan cintaku maka kaulah orang yang pertamakali nya akan ku beri pelajaran ''.


Kemarahannya sedikitpun tidak berkurang. Malah semakin mendidih di bawah bara api yang begitu panas.


" Maaf tuan ...kami sudah terlebih dahulu memikirkan rencana tersebut, tapi mereka semua kehilangan jejak keduanya. Sepertinya mereka merasakan keberadaan pengintaian orang-orang kita tuan. " Ucap Raja semakin membuat Ansel meradang.


Ansel semakin menggila, tubuh Raja langsung di hempaskan dengan kasar ke lantai. Tapi itulah Raja, semakin tuannya berubah bak singa yang sedang kelaparan malah dirinya pantang mundur menahan rasa sakit dari sang tuan yang begitu berjasa padanya. Ya , Raja begitu sesal dengan kenyataan yang telah mengecewakan sang tuan hingga pelampiasan Ansel pada tubuhnya ditahannya mati-matian.


" Aku tidak akan membiarkan milikku di rebut oleh orang lain. Ku beri kalian waktu seminggu untuk mencarinya, aku ingin raga Mayra sudah ada disini segera, tidak ada bantahan sedikitpun. Jika kalian masih ingin melihat dunia ini ,temukan segera Mayra dan bawa kehadapan ku dengan keadaan baik-baik saja. Sedikit saja mereka melukai wanita ku !!, bersiaplah menjadi santapan hewan buas ku. aku tidak peduli dengan cara apa kalian mencarinya. Jangan membawa kata gagal ke hadapanku. Kau mengerti !!! " kecam Ansel semakin menggeram dengan kecerobohan anak buahnya serta semakin membuatnya frustasi dengan semua teka-teki kekasihnya tersebut.

__ADS_1


'' Kami akan berusaha semaksimal mungkin, tuan '' ucap Ma dengan wajah yang sudah sedikit lebam dengan amukan sang tuan.


Melihat kondisi Raja, Max mengiba. Itulah resikonya menjadi ketua,setiap kesalahan bawahannya tetap ditanggung oleh sang ketua. Akan tetapi Raja tetap menghormati Ansel sepenuhnya, meskipun tubuhnya saat ini menjadi korban kesalahan fatal saat menjalankan tugas.


''Keluar !!!, Jangan perlihatkan wajah kalian jika tugas dari ku gagal. Jika itu terjadi maka bersiaplah mengunjungi peliharaan kesayanganku tentunya. '' Kecam Ansel berjalan kearah jendela kaca sambil menggulung lengan kemeja yang tidak memakai jas. Tepat di depan kaca raksasa yang tembus pandang tersebut, Ansel yang membelakangi kedua bawahannya itu berdiri angkuh disana,dengan kedua tangan di masukkan ke dalam saku celananya.


Tuan muda Julian mereka terlihat sangat sekali. Seorang Mayra sukses membangkitkan aura kesetanan dalam diri Ansel yang sudah sejak lama tidak pernah dirasakannya lagi saat dirinya masih memimpin kelompok mafia terdahulu.


Dan kini Mayra, juga membangkitkan keseraman seorang Ansel yang sudah lama menghilang dari balik wajah tampannya tuan muda mereka.


Bekerja dengan Ansel bukan waktu yang sebentar. Max dapat menghitung hanya dengan hitungan jarinya kala wajah Ansel kembali ingin menikam.


Tidak mau membuat tuannya semakin marah, Raja segera pamit undur diri dengan wajah Lebam di beberapa tempat. Tidak begitu sakit rasanya. Namun rasa bersalah lah lebih banyak mendominasi pikiran dan hatinya Raja.


Max melanjutkan kerjanya kembali di sofa ruangan Ansel dengan fokusnya.


Ruangan Ansel di ketuk,dan sang OB pun masuk untuk membersihkan kekacauan besar dalam ruangan direktur tampan mereka.


Setelah selesai, OB tersebut pamit keluar untuk melanjutkan tugas wajib mereka.


''Cepatlah selidiki, di mana Mayra dan Nayla saat itu. Aku masih belum yakin jika Nayla yang kutiduri. ''


'Aku masihu ingat aroma tubuh mu sayang. Akan ku dapatkan bukti tersebut sampai ke akar-akarnya. Hingga kamu bungkam tanpa kata lagi. Aku begitu takut mendengar mu berucap. Karena aku yakin Pengorbanan saja yang terus ada dipikiran mu serta ucapanmu. Aku bingung apa benar ada aku di sana sayang ,yang kau ukir dalam relung hatimu? '

__ADS_1


Batin Ansel terus berperang dengan logika yang nyata.


😊 Happy Reading....''


__ADS_2