Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Tuduhan Farel


__ADS_3

Di dalam sana, Ansel masih saja menatap bayi mungil dengan sangat intens. Kakinya terlalu berat hanya sekedar melangkah, entah kenapa perasaan Ansel terasa berbeda. Ada kenyamanan yang dirasakan, saat berada satu ruangan dengan bayi mungil itu .


Suara monitor yang tersambung dengan alat jantung sang bayi berbunyi beriringan dengan aliran air mata yang tanpa Ansel sadari telah menetes membasahi pipinya .


Raga Ansel masih berdiri di ambang pintu yang tertutup rapat. Namun lamunan Ansel Buyar dengan suara perawat yang sudah mendekatinya .


" Permisi tuan, apa anda tidak ingin menjenguk bayi cantik anda ? " Tanya perawat dengan sopan, tentu saja dengan bahasa negara itu.


Ansel yang terlahir dengan IQ tinggi , sudah pasti sangat mudah menguasai segala bahasa serta adat-istiadat mereka,karena perusahaan Ansel bertebaran di beberapa negara. Apalagi tuntutan seorang CEO mendunia mengharuskan mengerti dari setiap bahasa . Begitu juga dengan Max sang asisten dituntut agar dapat mengikuti jejak Ansel juga,karena sudah pasti Max juga termasuk orang kedua setelah Ansel sang pemimpin yang ideal.


Ansel yang mengerti dengan ucapan perawat berperawakan bule tersebut menatapnya bingung.


Entah kenapa Ansel mendadak seperti orang linglung saat mendengar kata bayi. Padahal tujuannya adalah memberikan kehidupan kedua untuk sang bayi,dengan cara mendonorkan sum-sum tulang belakang untuk bayi Mayra.


" Bayi saya ? " Tanya Ansel balik karena bingung .


" Tentu saja, tuan. Bayi cantik itu sangat mirip dengan anda . Wajah bayi tersebut seperti versi anda perempuan , bayi tersebut berwajah sama dengan anda. Tentu saja saya merasa jika itu adalah bayi anda. " Ucap perawat itu secara rinci.


Penjelasan perawat tersebut, membuka pikiran Ansel kembali. Kini ia meyakini jika Mayra telah melahirkan benih yang ia tanam setahun silam. Dengan langkah cepat Ansel meninggalkan perawat tersebut dengan kebingungan, melangkah mendekati bayinya . Perasaannya semakin sesak saat melihat putrinya sedang sekarat. Ansel mengutuk dirinya yang telah meragukan bayinya itu. Harusnya pikiran dan perasaannya itu sinkron , beribu-ribu maaf terucap di bibirnya saat menatap buah hatinya dan kekasih sedang tidur dengan penuh kesakitan, tanpa dirasa Ansel kembali menangis dalam diam , marah dengan dirinya.


Ia memiliki banyak harta,bahkan tidak akan habis sampai tujuh turunan. Namun tetap saja uang tersebut tidak bisa membuat anaknya sembuh dengan benda yang di Kejar-kejar oleh para manusia tersebut .

__ADS_1


Hatinya juga sakit, sama seperti yang Mayra rasakan. Tubuh mungil bayinya itu harus tersiksa dengan berbagai alat bantu. Lalu Ansel memasukkan tangan kekarnya kedalam lubang Inkubator dan menyentuh tangan kecil bayinya dengan telunjuknya. Seakan mengerti sang bayi menggeliat dan langsung menggenggam telunjuk sang ayah dengan erat. Bayinya juga merespon kehadiran Ansel disana.


Hatinya nyaman saat kulitnya tersentuh langsung dengan bayi perempuan nya itu.Rasa bahagia menyeruak meruntuhkan dinding amarahnya pada sang ibu dari bayinya. Bahkan Ansel berniat berterima kasih pada ibu bayinya yang senantiasa bertahan untuk melahirkan darah dagingnya yang kian sempurna. Kini rasa cintanya pada Mayra kalah dengan kemarahannya. Kini cinta Ansel pada Mayra semakin menebal karena Mayra adalah wanita terbaik yang Tuhan kirimkan untuk menjadi ibu dari bayi cantiknya.


" Tuan, bayi anda dapat merasakan kedatangan ayahnya. Semoga secepatnya sang bayi menerima donor terbaik dari ayahnya. "


" Terimakasih..., Tolong secepatnya lakukan operasi donor tersebut. Saya ingin melepaskan segala alat bantu ini dari tubuh putri saya " Ucap Ansel tanpa mengalihkan pandangannya pada sang bayi yang memang benar sangat mirip dengannya. Bahkan bisa di katakan putrinya ini Versi Ansel perempuan.


Meski air mata masih membekas, Ansel terus saja tersenyum hingga menampilkan lesung pipi manisnya. Senyuman tersebut sempat membuat perawat tersebut terpesona.


" Baiklah ,tuan. Untuk selanjutnya tuan harus bersiap-siap,karena jika pendonornya dinyatakan cocok, secepatnya operasi akan di langsungkan sesuai prosedur rumah sakit. " ucap perawatan tersebut dengan gugup, segera perawat tersebut langsung menetralkan kegilaannya kembali,sementara Ansel mengangguk sopan.


***


Dirasa keberadaan Nayla dan Farel jauh dari jangkauan keluarganya. Saat itulah Farel memasang wajah kesalnya kembali pada adiknya. Bersiap untuk mengorek kelakuannya pada Mayra.


" Ngapain tadi kamu nanya terus sama Mayra ? kamu merasa dia telah membohongimu begitu ? Sungguh aku tidak mengenal Nayla yang dulu . " ucap Farel menatap tajam kearah Nayla.


" Kak, aku ini juga kakaknya, seharusnya aku juga harus tahu bagaimana kehidupan Mayra di negeri orang...kenapa terus saja kakak menyudutkan ku. Akan ku perjelaskan jika aku juga sangat menyayanginya. " Balas Nayla tak mau kalah .


" Apa kamu bilang ? menyayangi ? , apa seperti itu cara kamu menyayanginya... " Ucap Farel dengan Nada sindir sambil melirik perut buncit Nayla.

__ADS_1


" Tentu saja aku punya cara sendiri menyayanginya...jika kakak ragu, itu bukan urusan ku '' sarkas Nayla geram.


" Nayla, apa caramu itu seperti merebut begitu ? " Cibir Farel langsung membuat wajah Nayla berubah.


" Jangan coba-coba menyindirku kak, dulu aku memang pernah membuat kesalahan . Tapi aku sudah meminta maaf pada Mayra. Tapi jika kakak menuduhku dengan kesalahan tersebut sampai saat ini, lebih baik kak Farel gak usah berspekulasi yang bukan-bukan.


" Lawan Nayla keras .


" Nayla, kamu bisa mengelabui Mayra ,tapi tidak dengan ku. Aku tidak akan membiarkan pria itu masuk kembali dalam kehidupan adikku " Tukas Farel Keukeuh.


" Apa urusannya dengan kak Farel. Eric itu kehidupan Mayra, jangan kakak lawan takdir percintaan mereka, tunjukkan rasa sayang kak Farel dengan logika yang nyata. " ucap Nayla semakin kesal.


" Kamu pikir aku bodoh Nayla? membiarkan adikku menjadi madu mu ? "


Mulut Nayla menganga tidak percaya dengan ucapan Farel spontan membuat otaknya tak dapat berpikir. Farel telah salah sangka padanya, namun tiba-tiba mulutnya kelu ingin membantah .


" Kenapa ? kamu bingung mau menjawab apa Nayla. Sungguh aku tidak menyangka. Mayra aku amanah kan padamu untuk dijaga dengan baik ,bukan untuk kamu sakiti. Dan hari ini kamu sengaja datang ke negara ini hanya untuk menorehkan kembali di atas luka lama yang masih basah untuknya lagi, dengan kehamilan mu ini. " Lanjut Farel masih belum menyadari jika saat ini ,ia sedang salah paham .


" Atas dasar apa , anda menuduh saya ingin memadu dirinya. Nayla istri saya dan saya sangat mencintainya. ''


😘 Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2