Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Aku Ingin Menangis


__ADS_3

'' Apa kau menyukainya calon adik ipar ku ? '' .


Deg...


Sontak semua mata menoleh kearah suara bariton seorang pria yang sedang berdiri di sisi mobil mewahnya.


Aku menelan Saliva kasar saat menatap pandangan yang berbeda dari Ansel yang sedang memandang diriku dengan sangat dingin. Apa mungkin karena masalah tadikah? atau memang Ansel sedang berakting di depan kak Nayla ,namun aku bergeming langsung memutuskan pandanganku pada pria itu.


'' Mas ...Kamu akhirnya datang , aku pikir kamu menolak merayakan keberhasilan Mayra adikku '' Ucap kakak dengan santai berpindah tempat mendekat menghampiri Ansel sembari memeluk tangan Ansel dengan manja ,anehnya Ansel membalasnya dengan menggosok tangan kakak dan menatap kak Nayla lembut penuh dengan senyuman.


Sejujurnya aku sakit melihat adegan di depanku ,Tapi rasa itu tidak boleh ku perlihatkan pada mereka jika saat ini hatiku sakit dan cemburu.


Aku mengucap nama Allah berkali-kali dalam hati ku agar hati ku yang sedang bergemuruh secepatnya tenang kembali.


Aku memaksa tersenyum seakan tidak terjadi apapun dengan hatiku , tapi papa mengerti hatiku beliau langsung memeluk ku dari samping lalu menggosok bahuku dengan lembut , menyalurkan ketenangan untuk diriku.


'' Mas Mayra suka dengan pilihan kamu , pertama dilihat Mayra langsung berdecak kagum. Aku mau nantinya konsep pernikahan kita ,mas saja yang memilih dan menentukan sudah pasti semua terbaik '' Ucap kak Nayla antusias semakin menyakiti hatiku saja.


Kak Nayla tidak bersalah ,aku yabg seharusnya di salahkan karena ku Ansel terpaksa memaksa dirinya untuk terus dekat dengan kak Nayla.


Sejak percakapan aku hanya diam membisu tanpa ikut-ikutan membuka suaraku . Harusnya aku bahagia saat melihat kak Nayla dan Ansel sudah begitu dekat.


''Apa ini alasan kamu pergi tanpa kabar mas , seharusnya aku bahagia saat kalian terus dekat seperti ini ,tapi rasanya di luar kendaliku mas .Aku sakit sangat sakit ,sepertinya aku tidak tahan lagi , aku harus ke toilet untuk menumpahkan semua sesak dalam hatiku '' Batinku sambil menatap lekat cintaku dengan kakakku.


Saat ini mereka semua sudah duduk di meja restoran tepatnya mereka semua sudah berada di dalam.


Kedatangan Ansel juga atas keinginannya sendiri, oleh sebab itu ! Ansel mempersiapkan segalanya, termasuk para koki yang handal dan sudah terkenal dalam dunia chef bahkan mendunia.


Saat tahu jika Chef tersebut sangat lihai dalam meracik berbagai menu ,aku merasa memiliki kesempatan untuk lebih memperdalam ilmu masak ku pada chef yang sering di panggil Chef Zoya ,Seorang wanita yang memiliki tingkat kualitas memasak tertinggi bahkan dapat mengalahkan Chef-chef lainnya meskipun mereka berasal dari mancanegara.


Setelah semua hidangan tersaji ,kami menikmati semua makanan yang memanjakan lidah secara bersamaan.


Adegan romantis kembali di perlihatkan kembali oleh dua sejoli yang sejak tadi menempel di depanku.

__ADS_1


Sesak ku semakin lama semakin tak tertahankan lagi , pura-pura aku berpamitan pada semua ke toilet dengan alasan kebelet pipis. Setelah itu aku langsung pergi ke toilet restoran ku semenjak papa memberinya padaku.


Dengan langkah cepat aku menelusuri lorong menuju toilet yang sepi.


Saat pintu toilet akan ku tutup namun secara tiba-tiba seseorang mendorongnya dengan keras hingga tubuhku terpelanting ke tembok hingga tulang belakangku terhantam dengan dinding keramik tepatnya di dalam toilet.


Aku membelalakkan mata saat raga yang sudah mendorong pintu tersebut adalah sumber kesedihanku .


Ya , Dia adalah Ansel .


Tapi sejak kapan dia berada di sini bukannya dia sedang bergelut manja di depan sana , oh Tuhan ini sangat berbahaya. Apalagi Ansel juga mengunci pintu toilet dari dalam hingga kami terkurung di sana .


Ansel terus mendekatiku lalu pinggang ku langsung ditariknya supaya tubuh kami tidak berjauhan.


''Apa yang mas lakukan disini , kamu sudah tidak sopan mas !!! ,Apa kamu tidak bisa membaca jika ini adalah toilet wanita '' Sentak ku saat tangan Andsel semakin kuat mendorongku kedepannya.


Tapi tanganku tetap menahan dada pria itu.


'' Aku ingin berbicara padamu , terserah di mana itu , yang pasti aku ingin bertemu denganmu May '' Sahut Ansel menatap tajam kearah ku.


'' Kenapa kamu tidak menyapaku , sejak tadi mulut candu ku ini terus diam sedikitpun tidak bersuara '' Ucap Ansel mengusap bibitr merah Mayra yabg terpoles lipstik warna pink muda , sesuai dengan dandanannya.


'' Aku tidak punya bahan obrolan mas , lagi pula aku tidak suka membahas masalah bisnis. '' Sela ku menutupi kegelisahan ku.


''Aku tidak suka Mayra ku yang seperti tadi,aku mau kaminikah cemburu melihat keromantisan ku dengan kakakmu ,tapi kau begitu pintar menyembunyikannya sayang , aku tahu kamu pergi ke toilet bukan untuk pipis tapi menangis , benarkan tebakanku sayang '' Seringai Ansel mencoba mengorek rasa yang sedang ku sembunyikan.


''Sok tahu kamu mas ,dari nenek moyang dulu kalau orang ke toilet tetap untuk membuang kotoran ,malah kamu mikirnya aku mau membuang air mata ,untuk apa dan untuk siapa ? '' Gerutu ku pura-pura kesal.


'' Sepintar apapun kamu menyembunyikannya sayang , mohon kedepannya jangan pada ku ,karena aku bukan orang yang mudah di bohongi '' Ucap Ansel menarik tengkukku lalu menempelkan dahi kami .


Mataku langsung saja membulat dengan gerakan cepat Ansel hingga tidak sempat melakukan perlawanan.


'' Mas lepaskan aku ,kamu menyulitkan ku ,diluar sana semua keluarga ku sedang berkumpul ,cepat keluar lah sebelum mereka mencari ku mas ,please....'' Mohon ku dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


Pertahanan ku runtuh seketika , aku begitu kesal dengan perasaan yang terlalu lembut,awalnya aku hanya ingin menumpahkan tangis piluku sendiri tapi bodohnya sekarang malah tangisku di saksikan langsung oleh orang yang telah membuatku merasa sesak sejak tadi.


Ansel hanya menatap lekat wajahku yang sedang menangis dengan dahi masih menempel. Ingin segera ku hentikan tangisan ku ,tapi perasaan ku tetap ingin menumpahkan semuanya ,aku begitu malu hanya untuk membalas tatapannya ,aku terus larut dalam tangisanku.


'' Menangis lah sayang ,tumpahkan semua rasa sakit mu , aku akan setia menunggumu sampai tangisan itu hilang dengan sendirinya. '' Lirih Ansel membuatku bertambah tersiksa saja.


Aku tidak menjawab ,aku hanya bisa menangis dan tidak mampu berkata. agar tangisanku tidak terdengar keluar aku terus menggenggam kerah jas Ansel dengan kerasnya ,mengatupkan mulutku dengan bibirku sendiri ,menahan segala kesakitan dalam kecemburuan yang tidak bisa ku pungkiri.


Alasan ku menangis banyak ,pertama aku melihatnya kembali ,kedua aku bahagia karena masih banyak orang yang sangat menyayangiku ,lalu yang terakhir aku tidak mampu melihat pria yang kucintai bermesraan di depanku meskipun kakakku sendiri.


Ansel mendorong tubuhku ,lalu ditempelnya di dinding kamar mandi. Ia langsung memegang bahuku sedikit kuat ,di sela tangisku aku meringis ,beberapa saat kemudian Ansel mendekati kepalaku hingga nafasnya terus berhembus di pipiku wangi sekali ,tapi tangisanku sedikit mereda saat posisi kami berubah.


''Mayra aku bahagia ternyata hati ku tidak salah menebak ,jika hati mu sudah menjadi milikku ,aku dan Nayla tidak akan pernah menikah ,untuk kejadian tadi aku minta maaf jika aku sudah menyakiti perasaanmu ,jujur itu hanya bentuk pengujian ,saat itu aku ingin tahu seberapa besarnya perasaanmu pada ku Mayra , akhirnya semua terjawab sekarang jika kamu benar-benar cemburu padaku dan Nayla ,walau kamu juga menyayanginya. '' Bisik nya langsung tangisku terhenti ,hanya tinggal sesegukan saja yang terdengar.


Ansel langsung memeluk ragaku dengan erat , tak sempat melawannya hingga Ansel dengan cepatnya membenamkan bibirnya pada pipiku ditekannya hingga ciuman Ansel lebih dalam lagi.


Gelanyar dalam tubuhku langsung tersetrum kala tubuh kami semakin merapat ,aku merasa tubuhku ini sudah sangat bebas di sentuh Ansel ,tapi rasa takut pada setan yang telah berhasil mengganggu kami kian menyeruak ,namun Ansel masih enggan melepasnya .


Beberapa saat kemudian setelah pipi sebelahku berhasil di mangsanya aku langsung dilepaskannya ,tapi hanya ciuman saja.


Ansel begitu lekat menatapku dengan menundukkan kepala, sudah pasti aku yang lebih kecil darinya mendongak membalas tatapannya,entah kapan tanganku melingkar cantik di pinggang besar Ansel , sangat kontras dengan tubuh Mayra yang kecil.


''Ingatlah , apapun yang terjadi tetap bersamaku ,sedikit pun jangan bergeser dari tubuh ku ,jujur kamu orang pertama dan terakhir yang telah sepenuhnya menerima hatiku sayang. '' Sembari menyentuh daguku ,Ansel dengan sigap kembali mengecup ku tapi parahnya tepat di bibirku,aku pasrah karena terkukung dalam lingkaran tubuh Ansel sendiri.


Ansel menyudahi tindakannya,melepaskan tautan bibirku diakhiri dengan sesapan kuat tidak perduli jika bibir itu hampir membengkak lagi.


''Aku pergi ,cuci wajahmu . Jangan mengundang curiga mereka,jika itu terjadi sudah pasti aku akan siap dan sigap jujur pada mereka ,dan juga memperjelas hubungan kita '' Tegas ansel langsung melepaskan ku dari pelukannya.


Tubuhku langsung merosot terduduk di lantai ,setelah raga Ansel sudah tidak berada di dalam toilet lagi, Aku kembali menangis mengatupkan mulutku hingga suara ku tertekan tenggorokan kembali.


-------------------------------------------------------------


IKUTI EPISODE SELANJUTNYA TEMAN TEMAN KONFLIKNYA HAMPIR MENDEKAT. BERIKAN DUKUNGANNYA DENGAN MENEKAN LIKE , MENULIS COMMENT DALAM KOLOM TEKS JUGA JANGAN LUPA BERIKAN VOTE UNTUK NOVELKU YA RIDERS ....TERIMAKASIH,SALAM SAYANGKU UNTUK KALIAN YANG SUDAH MAU MAMPIR KE NOVEL-NOVEL KU.

__ADS_1


.


__ADS_2