Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Terimakasih


__ADS_3

Setelah berdebat panjang dengan sang mertua, Mayra akhirnya di boyong langsung oleh suaminya menuju kamar miliknya.


'' Sayang, ini kamar kita berdua mulai sekarang , '' Seru Ansel dengan wajah sumringahnya.


Mayra hanya membalasnya dengan anggukan saja . Ansel menyadari jika Mayra sedang kesal dengan dirinya.


Mayra terus menyapu pandangan keseluruh ruang kamar Ansel yang terlihat begitu elegan bernuansa hangat dan juga terasa nyaman dengan warna kamar minimalis yang di dominasi tempat tidur king size dan warm shade pada interior juga perabotannya.


Mayra masih mematung di tempat , tidak menyadari jika pintu telah di kunci.


Seketika Mayra terkejut saat tangan kokoh Ansel melingkar erat di pinggangnya. Mayra yang masih merasa kesal dengan sang suami tidak menggubris nya sama sekali. Ia terus bersikap pasif tanpa melawan sedikitpun.


'' Masih kesal sayang ? '' Tanya Ansel , menenggelamkan wajahnya dileher sang istri yang tertutupi kerudung .


Sejujurnya Mayra tidak tega mendiami suaminya, tapi bila mengingat kejadian tadi di ruang tamu rasa kesal Mayra bangkit kembali.


'' Lepas, '' tegas Mayra . Dengan kasar ia berusaha melepaskan tangan Ansel , bukannya terlepas pinggang Mayra semakin erat di bekap suaminya.


'' Biarkan seperti ini dulu, Sayang . '' Seru Ansel mengeratkan pelukannya.


Melawan pun percuma, Ansel pria kekar kalah besar dengan tubuh kecilnya. Akhirnya ia membiarkan suaminya terus memeluk tubuhnya, meskipun kesal Mayra ikut menikmati rasa nyaman dipeluk oleh pria yang telah menghalalkannya.


Beberapa saat kemudian tubuh Mayra berputar arah menghadap sang suami. Terpaksa Mayra mendongak menatap wajah Ansel yang lebih tinggi darinya. Sungguh ketampanan Ansel menghipnotisnya hanya dengan menatapnya saja. Entah kemana rasa kesal tadinya, hilang karena tatapan lembut sang Arjuna.


'' Apa istriku terpesona pada suaminya ? '' Ucapan Ansel menyentak buaiannya seketika. Raut wajah malu Mayra langsung terpancar hingga kedua pipinya langsung memerah persis seperti tomat. Mayra langsung memalingkan wajahnya seketika dengan tubuh menempel menyatu dengan sang suami.


'' Maaf '' Ucap Ansel lembut , membingkai wajah istrinya dengan tatapan lembut.


Perlakuan Ansel benar-benar membuat Mayra geregetan , gugup bercampur malu. Ia tidak sanggup menatap hazel Ansel yang memabukkan.


Nafas pria itu menyapu setiap jengkal wajah Mayra yang masih setia memejamkan matanya menutupi grogi yang menerpa hatinya.


'' Buka matanya , sayang .'' titah Ansel , iapun langsung menuruti titah sang suami. Mata Mayra segera tenggelam dalam netra suaminya yang begitu tampan.


'' Bukannya aku tidak mau membelamu tadi nya ,Sayang. Kondisi Mommy sedang tidak sehat, jika aku mempermasalahkan pembahasan tentang putri kita akan berakibat buruk pada kesehatan Mommy, Sayang .'' Ucap Ansel menjelaskan.


Mayra meresapi setiap kejujuran suaminya . Ia merasa sesak dengan sikapnya tadi terhadap ibu mertuanya. Mayra sungguh menyesali sikap tidak sopannya tadi. Mayra lupa jika Raisa tidak memiliki keturunan lain selain putranya Ansel, dan kala putranya memberi cucu padanya , Mayra langsung bersikap egois .

__ADS_1


Hingga air mata penyesalan itu jatuh seketika mengingat kesalahannya kembali. Tubuh Mayra langsung direngkuh dengan lembut kedalam pelukan suaminya.


'' Jangan bersedih, harusnya aku menjelaskannya lebih awal pada mu , sayang , " tutur Ansel mengusap kepala belakang Mayra yang sedang di peluknya.


Suara tangisan Mayra kian mendayu , setiap tetesan air mata nyata membuatnya semakin merasa tidak pantas menjadi seorang menantu yang baik. Harusnya Mayra mendengarkan dulu penjelasan siapa saja sebelum menjawab mertuanya dengan nada tegas.


'' Baru saja aku datang masuk kedalam keluarga ini ,mas. Mommy sudah ku sakiti perasaannya. Harusnya tadi aku tidak boleh bersikap kurang ajar pada ibumu. Aku lupa jika dia juga orang tuaku saat ini. '' Lirih Mayra menangis pelan dalam pelukan suaminya .


'' Jangan terus menyalahkan dirimu sayang !, aku dan Mommy tidak merasa tersakiti. Hanya saja kita belum saling terbuka, mulai sekarang semua rahasiaku rahasiaku juga, sebaliknya begitu . Diantara kita tidak ada yang boleh di sembunyikan, kamu mengerti sayang !! "


" Ia, mas aku mengerti. ''


Tok....tok


Suara ketukan pintu membutarkan dua sejoli yang sedang saling memeluk nyaman di kamar mereka. Mayra spontan terkejut dengan kedatangan seseorang ke kamar miliknya dan suami mulai saat ini.


Pintu langsung dibuka oleh Ansel , terlihat wanita paruh baya yaitu Raisa berdiri di ambang pintu dengan wajah cemas menatap keduanya bergantian.


'' Mommy !? ''


Ansel menoleh menatap Mayra juga menatap kearahnya . Ia pun mengangguk kecil saat Mayra memberikan isyarat pada suaminya.


" Bicaralah, aku mau lihat putriku dulu. Sayang jangan sungkan , Mommy juga orang tuamu ! " Lugas Ansel tersenyum penuh arti.


" Baik ,mas . '' Jawab Mayra yang masih berdiri di samping tempat sofa kamar.


Ansel beralih menatap Mommy nya.


" Mom biasakan Mayra dalam hati Mommy, semoga kalian nyaman dalam berbincang. "


" Mommy akan mengikuti saran mu putraku. " Ansel tersenyum menanggapi, setelah itu ia langsung keluar kamar berniat pergi dimana putrinya ditidurkan.


***


Saat ini dua raga beda usia namun cantik itu sedang duduk berdampingan diatasi sofa tepatnya dikamar putra dan menantunya .


Sedari tadi Mayra terus menunduk dengan rasa penyesalan yang besar menerpanya . Mayra malu meski hanya sekedar menatap mertuanya saja. Tangan Raisa langsung meraih tangan menantunya .

__ADS_1


" Mayra !? " Panggil Raisa lembut. Dengan pelan Mayra akhirnya memberanikan diri menatap netra mertuanya yang terlihat sendu.


" Ya, Mommy. "


" Kenapa terus menunduk dari tadi. Apa kamu tidak suka menjadi menantu Mommy ? "


Secepatnya Mayra menggeleng menyanggah ucapan Raisa yang menduganya tidak suka dengan mertuanya.


" Mayra bahagia menjadi menantu Mommy ! . Terlebih lagi Mayra menikah dengan pria yang Mayra cintai. "


" Benarkah ? Kamu tidak memaksakan hatimu menerima Mommy juga ? ''


" Tentu Mommy, aku menerima ayah bayiku dengan segenap jiwa. Bukankah Mommy juga bagian dari hidup suamiku ? itu artinya keberadaan Mommy dan suamiku sama adanya. Tanpa Mommy, suamiku juga tidak akan berada di dunia ini, tanpa cinta tulus dari Mommy mungkin suamiku tidak akan seperti Satria penyelamat untuk bayi kami, sungguh durhaka menantumu ini Mommy telah lancang menyakiti hati lembut Mommy. Dan maaf Mayra tidak tau menahu tentang Mommy selama ini '' ucap Mayra sendu menundukkan wajahnya.


" Terimakasih, kata itu hanya pantas untukmu sayang. Berkat mu putra ku kembali lagi menjadi dirinya. Harusnya Mommy menyadarinya sejak dulu, jika dua raga kalian sangat sulit terpisahkan, karena takdir Tuhan kamulah jodoh putraku, tulang rusuk keturunanku '' Balas Raisa tak kalah simpati nya pada Mayra.


'' Maafkan sikap Mayra tadi Mommy . "


'' Tentu saja ,nak . Jika kesalahan Mommy tangan besar saja mampu kamu maafkan ,mana mungkin Mommy membiarkan kesalahan kecilmu yang tidak sengaja itu tak termaafkan, sungguh Bram berhasil mendidik putri-putrinya sekian rupa, baik hatinya cantik sifatnya. Kamu dan kakakmu adalah berlian untuk para suaminya. Terimakasih telah bersedia menerima putraku kembali sayang . " Ungkap Raisa penuh kebahagiaan.


Ternyata selama ini ia buta , Raisa terlalu mementingkan egonya. padahal ia tahu jika mendiang suaminya Freddy Julian , jauh-jauh hari telah memilih jodoh terbaik untuk putranya.


Raisa memeluk menantunya sesaat. Setelah itu ia melepaskannya kembali. Diraih tangan Mayra ditatapnya lekat penuh dengan senyuman.


" Tinggallah disini. Mommy tidak ingin hidup sendiri lagi, sudah cukup selama ini Eric jauh tinggal di mansion pribadinya. Bujuk lah dia, agar mau hidup bersama Mommy. Hanya itu permintaan Mommy menantuku, hidup berdampingan bersama kalian hingga hari kematian itu tiba, Mommy akan pergi dengan tenang. '' Tanpa berpikir panjang, Mayra langsung mengangguk setuju.


Permintaan Mommy sungguh mengiris hati siapapun yang mendengarnya. Tentu Mayra akan terus mempersatukan Raisa dengan putranya Ansel sang suami. Ibu mana yang mau terus menerus berpisah dengan buah hati semata wayang mereka, begitu juga dengan Raisa sang mertua sudah lelah hidup tanpa di temani sang putra, apalagi kini telah hadir keturunannya yang begitu cantik. Akhirnya doa dalam diamnya Raisa telah terpenuhi, tangisan bayi telah menggema di mansion yang dulunya sepi bagai tak berpenghuni. Hanya ada dirinya dan beberapa pelayan juga penjaga mansion peninggalan suaminya.


🤗 Happy Reading...


Hai...Semua....


Mohon maaf teman-teman , baru up lagi. Author lagi coba bikin cerita baru di platform ini , kalau penasaran klik aja profil langsung deh terlihat judul barunya. Kali ini author bikin cerita bernuansa bawang lagi, maklum author penggemar air mata . Tentunya author terbawa suasana dengan setiap cerita beralur sedih...


Judul novel author terbaru adalah Painful Love ( Cinta yang menyakitkan ) , Jangan lupa mampir ya...ditunggu like, comment and vote nya ..agar tidak ketinggalan setiap babnya, tinggal favoritkan saja. Insya Allah akan langsung terlihat update terbaru nya.


Oh , ya kalau cerita Keysha dan Farel rencananya author vakum dulu, alur ceritanya masih buntu. Tapi tetap akan di usahakan jika alurnya sudah menarik ...terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2