Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Hinaan Raisa


__ADS_3

'' CUKUP ANSELLLLL....JANGAN MENYENTUHKU, AKU JIJIK PADA MU.....'' teriak Mayra sembari mendorong tubuh Ansel dengan sisa tenaganya ,hingga tubuh Ansel terpelanting kebelakang hampir jatuh ke tanah.


PLAKK


sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Mayra, pipinya langsung memerah sangat kontras dengan kulit putihnya.


''Mommy...apa yang mommy lakukan !! '' Ansel langsung bangkit melerai ibunya yang tiba-tiba datang langsung menampar kekasihnya tanpa alasan.


Nafas Raisa terengah-engah bercampur dengan marahnya, sakit hati kala melihat putra tercintanya di hina sedemikian rupa oleh gadis yang sangat di benci olehnya.


Raisa langsung berbalik menatap Ansel dengan emosi, karena masih berpihak pada gadis licik seperti Mayra menurut asumsinya.


''Kau masih ingin membela gadis J***** ini Eric, belum puas kamu di hina oleh wanita ini hah..., '' Bentak Raisa tak terima.


''Mom...aku yang salah karena sudah lancang mendekatinya '' kilah Ansel menjelaskan.


''Lalu seberapa berharga nya wanita ini, begitu mudah mengatakan kamu jijik... Mommy tidak terima jika darah daging Julian di hina oleh wanita hina ini, mommy harus memberinya pelajaran '' Hardik Raisa begitu emosi.


Mayra sudah muak dengan situasi seperti ini, wajahnya yang begitu merah dan sedikit robek di ujung bibirnya menandakan jika tamparan Raisa sangat keras, hingga Mayra meringis sakit di pipi nya.


''Mommy cukup, aku yang salah '' sela Ansel menyudahinya.


'' Jangan membelanya Eric, wanita ini sudah lancang menghinamu. harusnya dia berkaca terlebih dahulu sebelum menghina orang lain '' Teriak Raisa begitu sengit.


Raisa kembali menatap tajam Mayra yang sedang diam menatap Raisa masih dengan rasa hormatnya, mengingat beliau adalah sahabat orang tuanya.


''Kau !! harusnya sadar, belajarlah dari hidup ibumu yang sudah menghancurkan pernikahan orang lain. Kau wanita yang tidak punya rasa malu, hari ini kau perlihatkan sisi buruk ibumu yang melacurkan diri hanya untuk menghancurkan keluarga Fina sahabatku, kamu harus tau diri bahwa kamulah orang terjijik seantero negeri ini,karena kenapa? karena ibumu adalah P***** terbusuk di negara ini dan --


''Mommy...!!! '' teriak Ansel menatap keduanya.


''Kau lihat, putraku saja buta matanya saat kau berada di sekitarmu, Harusnya dia bisa membedakan yang mana yang suci dan yang haram, Eric memang telah salah menilai . Dia lebih memilih perempuan yang terlahir di rahim yang kotor seperti ibumu, setelah merebut dan melahirkanmu secara haram ,sangat hina sekali. Ilmu pelet dari mana kau dapatkan hah ?, hingga putraku begitu tersihir menatap bongkah kotoran seperti mu. Eric sangat bodoh tidak bisa membedakan siapa yang baik dan yang busuk, pasti pelet ibu p****** mu itu sangat kuat bukan, sehingga turun ke putrinya ? '' sungut Raisa mengejek Mayra dengan kebencian yang menancap dalam hatinya.

__ADS_1


''CUKUP !!! '' Teriak Mayra murka bibirnya bergetar menahan amarah yang semakin memuncak. Baru kali ini jiwa murkanya bangkit.


Ansel mematung menatap gadis yang biasanya lembut, berubah bagai singa lapar yang siap menerkam siapapun, berbeda dengan Raisa yang memiliki sifat angkuh tidak memperdulikannya sama sekali.


'' Saya tahu,Saya tidak pantas untuk putra mahkota anda yang sangat dibangga-banggakan, saya juga tidak akan memungkiri jika saya sangat mencintainya meskipun saya ini wanita hina. tapi saya tidak akan tinggal diam jika anda membawa-bawa perempuan yang telah mengandung saya,melahirkan saya hingga nyawanya menjadi korbannya. Harusnya anda tidak perlu membandingkan kasta yang memang tidak saya punya. ''


Air mata Mayra begitu saja mengalir membasahi pipi yang telah memerah.


Nafasnya naik turun menahan emosi yang luar biasa.


'' Anda seorang wanita ,tapi tidak punya hati sama sekali. Anda seorang ibu yang pernah merasakan bagaimana perasaan mengandung itu,melahirkan serta memelihara anak yang telah anda keluarkan dari rahim anda. Tapi kenapa setiap ucapan anda tidak mencerminkan bahwasanya anda adalah seorang wanita yang patut di hargai .Saya akui anda dan putra anda sangatlah kaya hingga harta tersebar di mana-mana,tapi sayang anda miskin akhlak dan moral ''


Air mata yang masih mengalir dengan kasarnya di seka, bahkan rasa sakit di pipinya hilang seketika tertutupi oleh sakit di hatinya,harga dirinya sedang di injak-injak oleh keangkuhan nyonya Julian .


''Ibu saya sudah tiada, tapi anda dengan tidak tau malunya, mengungkit nama beliau dengan makian yang tidak pantas di terimanya. Saya tegaskan sekali lagi saya lahir dalam sebuah ikatan pernikahan, dengan rahim yang bersih dan suci. Anda telah menuduh seorang ibu tanpa perasaan !! Ibuku tidak pernah merebut siapapun,memang sudah takdirnya menjadi istri kedua papaku,tapi anda tidak berhak menghardik ibu saya yang sudah tenang di sana,anda sungguh tidak berhati Nyonya. Dan maaf !!! saya harus mengatakan ini, apa kodrat keluarga anda pernah anda ukur pada putra anda ini Nyonya?


Raisa tertohok dengan balasan Mayra. Hati ya tersentil namun keegoisannya lebih besar saat ini, dia membenarkan setiap bait kesakitan Mayra namun akibat gengsinya yang tidak siap menjilat ludah sendiri .


Berang Mayra, air matanya saja yang mengalir tanpa menangis.


Tatapan Mayra beralih kearah Ansel yang berdiri menatapnya sangat dalam. Namun Mayra yang sudah terlanjur sakit tidak memperdulikan sikap pedulinya Ansel.


''Anda harusnya membuka selebar-lebarnya penglihatan mahal anda,jika putra yang sangat anda banggakan tidak lebih dari bajingan yang menjijikkan,dia meniduri wanita suci tapi tidak mau bertanggung jawab, apa itu tidak rendah Nyonya Raisa Julian ? '' Sungut Mayra lalu menatap kembali kearah Raisa yang tidak suka dengan ucapan Mayra serta ada rasa kagetnya.


''Jangan memfitnah putraku wanita licik, kau ingin memeras putraku hah? kau tidur dengan pria lain tapi menuduh putraku menidurimu. ''


''Tanyakan saja pada putra mahkota mu, siapa yang telah di tidurinya...anda akan mengetahui sepengecut apa putra kebanggan anda tersebut. '' Teriak Mayra memilukan.


Mayra menatap Ansel tajam dan dibalas Ansel dengan tatapan penuh arti.


''Eric katakan apa benar yang dikatakan wanita ini '' Tanya Raisa mulai tak tenang dengan reaksi Ansel yang tidak mengalihkan pandangannya samasekali kemanapun, hanya Mayra lah yang sedari di tatapnya.

__ADS_1


Bukannya menjawab pertanyaan Ibunya, Ansel malah maju mendekati Mayra.


Mayra hanya berdiri menggenggam tangannya menahan emosi yang sedang berkobar serta rasa traumanya mulai muncul saat raga tegap itu hampir mendekati tubuhnya kembali.


Namun, amarah yang menantang masih di pertahankan Mayra , yang begitu kecewa bercampur sedih dengan pandangan keluarga Julian terhadapnya.


Meski Ansel terus membelanya ,tapi itu tidak sebanding dengan hinaan wanita yang telah melahirkan kekasihnya ini.


Dua raga yang berbeda jenis juga kasta, saling berhadapan dan saling memandang dengan tajamnya. Sementara Raisa yang masih penasaran dengan jawaban dari putranya langsung bertanya kembali.


''Eric, katakan sejujurnya. apa benar kau telah meniduri seseorang. Jawab siapa wanita itu....'' Teriak Raisa tepatnya di samping mereka.


''Nayla Bramantyo '' Jawaban tersebut bukanlah Ansel yang menyahut,melainkan Mayra yang masih bersitatap dengan Ansel.


''Apa ? Nayla ?...Eric jawab benarkah itu? '' Ucap Raisa tak percaya,ada rasa bahagia mengetahui jawabannya.


Dengan sengaja Mayra beralih kearah Raisa guna menjelaskan namun dia kalah cepat dengan Ansel yang masih setia menatapnya.


''Bukan Nayla Mom !! tepatnya gadis di depanku, kemarin malam aku telah memperkosanya.'' sahut Ansel santai .


Mayra tersenyum getir menatap Ansel kembali. Raisa semakin meradang atas jawaban Ansel .


''Eric, jangan gila kamu ? '' Teriak Raisa tak terima.


''Itulah kenyataannya, Mom. Aku telah merenggut kesuciannya mom...apa yang dikatakannya benar ,aku memang bajingan---


''Tidak perlu lari dari kenyataan Ansel,tebuslah kesalahanmu pada korban yang tepat. ''


''Apa maksud mu, anak sialan ? '' Cerca Raisa bengis.


''Datanglah nanti malam , seret putra anda ini untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Saya tidak akan mengampuni pria ini jika terjadi apa-apa pada kak Nayla. Harusnya dia merasakan dimana lahan yang semalam ditanaminya , bukan lari dari semua kenyataan. Sungguh menjijikkan '' Remeh Mayra ,sengaja untuk menetralkan ketakutannya.

__ADS_1


😊 Happy Reading....


__ADS_2