
Dengan posisi duduk bersandar di tembok dinding gudang, dengan kaki dua-duanya lurus di selonjorkan kedepan. Mayra dan Ansel kini duduk berdampingan.
Sementara Ansel hanya menatap lurus, mencari kata-kata yang tidak akan menyinggung perasaan istrinya yang masih tersirat rasa kecewa di wajahnya.
Sedangkan Mayra habya terdiam menunggu penuturan kebenaran yang terjadi selama dua Minggu ini. Tangan mereka saling mengait , sejenak pun Ansel tidak membiarkan genggaman itu terlepas.
Ansel akhirnya menghela nafas panjang untuk memulai bercerita pada istrinya.
'' Pagi itu, aku mendapatkan kabar jika proyek pembangunan hotel di Surabaya terjadi kecelakaan. '' ucap Ansel ,masih menatap kedepan.
Mayra terhenyak, tapi mayra masih bungkam,dia ingin mengetahui kelanjutannya.
'' Banyak pekerja yang menjadi korban. Ingin sekali aku mengutuskan seseorang untuk memantaunya secara langsung , tapi aku tidak mungkin melakukannya. Karena semua menyangkut nyawa manusia. '' Lanjut Ansel kembali.
'' Ternyata, di luar dugaan. Kecelakaan tersebut merenggut puluhan pekerja di sana. Tentu saja aku dan para pengurus proyek terlibat , dan sementara akulah yang di jadikan tersangka sebab proyek itu murni milik perusahaan Julian Corp. Saat itu pikiran ku kacau, apalagi aku pergi mendadak seperti itu, tapi kala itu aku hampir tidak kuat menghadapi masalah sebesar itu, ingin sekali aku berbagi dengan mu tapi aku tidak bisa, aku takut kamu tidak siap mendengarnya. Apalagi malam itu kamu begitu ketakutan saat bersamaku, aku merasa bersalah jika menumpahkan masalah lain pada istriku ini dotambqh lagi ponselku hancur , karena geram aku melemparnya hingga hancur, '' ucap Ansel , kini ia menatap Mayra di samping. Tatapan lembut serta pilu itu langsung terbalaskan .
'' Begitu juga Mommy-ku, aku tidak mungkin membuat dirinya shock saat tahu jika putranya berurusan dengan pihak hukum saat itu. Dokter Mommy telah memberikan peringatan keras jika ada masalah besar jangan pernah di ketahui oleh Mommy. Maka dari itulah aku memilih berbohong , meski alasan itu menyakiti tapi aku terpaksa melakukannya. Maafkan aku sayang. '' Ansel menarik pelan tangan kedua tangan Mayra, ia mencium erat kedua tangan istrinya.
'' Tapi Alhamdulillah segalanya telah terselesaikan, perusahaan Julian Corp murni tidak bersalah sedikitpun. Bahkan kejadian ini sekaligus telah membantu para kepolisian untuk menangkap buronan yang telah lama menghilang . Perusahaan telah membayar semua kerugian para korban yang di nyatakan meninggal maupun yang luka-luka yaitu memberi kompensasi besar, serta santunan untuk para korban. Alhamdulillah semua menerima dengan ikhlas hati karena semua itu murni kecelakaan kerja. Aku juga menutup berita itu dari semua stasiun televisi agar tidak menyebarkan berita tersebut. '' Ucap Ansel.
'' Lalu bagaimana kamu bisa bersama Cindy, Mas ? '' Mayra membuka suaranya.
Ansel kembali menghela nafasnya. Lalu menatap Mayra kembali.
'' Aku mendapatkan informasi dari kepolisian jika ada salah satu keluarga korban tidak terima kepergian korban tersebut. Aku merasa ini seperti permainan. Aku dan Max berencana mengikuti alur yang dibuat keluarga korban tersebut. Sepulang dari kantor polisi, aku langsung menuju ke rumah korban itu, namun hanya ada orang tuanya di rumah tersebut. Lalu Max memberikan alamat kantor ini pada orang itu, namun di luar dugaan ternyata orang tersebut adalah Cindy, Wanita masa laluku. Percayalah aku tidak merasakan apapun lagi terhadapnya , sayang. '' Jelas Ansel rinci.
'' Korban itu siapanya Cindy Mas ? '' Mayra yang masih belum puas dengan penjelasan Ansel, kembali bertanya.
'' Suaminya '' Mayra terkejut, ternyata wanita itu baru saja di tinggalkan oleh suaminya.
__ADS_1
'' Tapi , ia sepertinya masih mencintaimu Mas.''
ucap Mayra dengan gemuruh sedih di hatinya.
'' Sayangnya itu tidak akan terbalas lagi, karena kamu sudah menjadi pemilik dari hati ini , '' Tunjuk Ansel kedadanya.
Mayra tersenyum , namun itu tak berlangsung lama. Air matanya kembali menetes saat mengingat alasan wanita itu meninggalkan Ansel dulunya.
Tangan kekar Ansel langsung terulur guna menyeka butiran yang turun dari mata cantik istrinya.
'' Jangan menangis lagi sayang . Semua yang terjadi di masa lalu tidak akan ku bawa kemasa sekarang. Rasaku kini bukan miliknya lagi, kamulah wanita yang sudah menetap di sini '' Kembali Ansel menekan dadanya lagi.
'' Mungkin perkataan mu bisa ku percayai Mas, tapi tanggung jawab dan alasan dari wanita itu meninggalkan mu saat dulu itu akan menguak rasa yang hilang itu kembali bersemai seiring kalian bersama. '' Rintih Mayra, sungguh sakit ia mengucap kan kata tersebut.
'' Tanggung jawab apa yang kamu maksud sayang. Semua itu semua takdir Tuhan, kematian seseorang itu semua sudah di tetapkan oleh sang kuasa, jadi tidak ada alasan untuk membahas hal yang tidak mungkin aku dan Mommy '' Ucap Ansel sedikit menaikkan oktaf suaranya, ia kesal pada Mayra terus saja mendorongnya kemasa lalu kembali.
'' Dia menuduh Mommy terlibat dengan kematian ibunya. Dan segera akan ku selesaikan tanpa harus berinteraksi dengannya lagi. Aku bukan prianya lagi tepatnya aku adalah suami dan ayah dari istri dan anakku, jadi tidak ada yang harus ku lakukan untuk wanita tersebut. '' Ansel mengangkat sebelah kakinya dan tangannya langsung bertumpu di lutut yang telah terangkat.
'' Sayang !? '' Panggil Ansel.
Mayra langsung menatap manik mata suaminya, ia menyelami netra tersebut. Seakan Mayra tengah mencari kebohongan dari penjelasan Ansel, namun hanya kejujuran yang terpancarkan dari sinar bening tersebut.
'' Apa sekarang kamu percaya padaku ? '' Ujar Ansel sendu.
'' Aku percaya pada mu , Mas. Tapi bagaimana kamu akan menghadapi Cindy, yang jelas masih sangat mencintaimu , '' Ucap Mayra masih terlihat ragu.
'' Dengan bantuanmu , sayang . ''
'' Hah ??? Maksudmu ? '' Mayra mengernyit bingung.
__ADS_1
'' Tetaplah di sampingku, Insyaallah semua akan selesai jika kekuatanku selalu berada dekat di sampingku. Sekarang kamu mengerti siapa kamu bagiku ? '' Mayra mengangguk membalas pertanyaan Ansel.
Ansel kembali menurunkan lututnya, kini duduknya telah berubah seperti semula , selonjoran.
Dengan tangan kekar Ansel, tubuh Mayra langsung di angkat oleh Ansel lalu di pangkunya.
''Mas !!! Pekik Mayra pelan, kaget dengan perbuatan Ansel.
Di tenggelamkan kepalanya ke leher Mayra , pinggang Mayra begitu kuat di peluknya, hingga wanita itu merasa geli. Kedua tangan Mayra meremas jas Ansel, menahan geli dari rambut Ansel yang bersentuhan dengan dagunya.
'' Aku merindukanmu, Sayang '' Bisik Ansel.
Mayra tidak menjawab tapi ia terus saja bergerak-gerak menahan geli rambut tebal Ansel.
'' Sayang , jangan terus bergerak. Aku takut khilaf dan langsung menerkam mu disini '' Peringat Ansel , langsung tubuh Mayra diam mematung. Namun ia sedikitnya lega, karena trauma tersebut seakan hilang. Sentuhan Ansel dapat di terima oleh tubuh Mayra secepat ini, berbeda dengan kondisinya malam itu, Mayra seakan ingin sekali membalasnya saat ini. Namun ia masih memiliki urat malu, tidak mau terlalu agresif apa lagi ini pertama kali Perasaan Mayra merespon sentuhan Ansel.
Ansel mengangkat kepalanya kembali, langsung di tatap wajah Mayra yang telah bersemu.
'' Mayra Eric Julian, sungguh aku sangat mencintaimu. Berikan kesempatan padaku untuk menjadikan mu istri seutuhnya. '' pinta Ansel dengan lirih.
Mayra terus membalas tatapan lembut suaminya, getaran hati Mayra meruntuhkan segalanya. Mayra bahagia dengan ungkapan cinta sang suami yang begitu tulus padanya.
'' Aku juga sangat mencintaimu, Mas. Maafkan kesalahanku malam itu '' Ansel menggeleng .
'' Aku pantas menerimanya, dan lupakan kejadian yang telah membuat kita menjauh '' Mayra mengangguk sembari tersenyum manis teruntuk suami tampannya.
Tak tahan lagi dengan gerakan bibir Mayra, Ansel dengan gercep meraup bibir merah alami itu, sungguh mereka sama-sama merasa kelaparan dengan bibir lawan masing-masing. Ansel yang tak gentar memberikan sebuah ciuman panas pada istrinya, dan langsung di balas Mayra tak mau mengalah. Kini Mayra sudah pintar membalas perlakuan manis sang suami . Diruangan sepi itu hanya terdengar suara deru nafas serta cecapan dari dua insan yang saling mencintai.
__ADS_1
Selamat Menikmati , Jangan lupa tinggalkan jejak 👍 buat athor....