Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Aku Jijik Padamu


__ADS_3

Setelah memakai pakaian visual juga terlihat rapi dan wangi khas aromanya,Ansel segera turun ke lantai dasar menggunakan kotak besi yaitu fasilitas dari mansionnya.


Dengan wajah sumringah dan hati yang berbunga-bunga,Ansel terus melangkah tidak sabar ingin menatap sang pujaan kembali.


Keruh dalam hatinya yang terus menerpanya semenjak pagi tepatnya di kota Bali, benar-benar menyiksa batinnya Ansel, mengingat penolakan yang histeris di saat tubuh Mayra berdekatan dengan dirinya.


Tidak lupa juga, Ansel mengantongi barang yang dipungutnya saat berada di kamar hotel Nayla,pagi tadi.


***


Perasaan resah serta takut kian mendominasi raga Mayra saat ini. sudah lebih setengah jam dirinya menunggu Ansel yang batang hidungnya belum juga muncul.


Sesekali di lihatnya arloji di tangannya,ternyata jam sudah menunjukkan pukul 15:30 . Mayra mulai tidak tenang.


Mulai kejadian itu,Mayra sudah memiliki dua fobia, yaitu fobia ketika hujan yang disertai Sambaran Petir, kedua fobia menjelang malam,perasaan itu baru mulai dirasakannya tiba-tiba.


Semilir angin yang menghembus hingga menerbangkan ujung hijab Mayra, begitu indah terlihat. apalagi cahaya matahari menjelang sore menerpa wajah cantiknya hingga sesuatu dari pria tersebut langsung membuat kenyamanan tiada tara.


ya,pria tersebut adalah Ansel.


Sudah lebih sepuluh menit Ansel tidak beranjak menghampiri Mayra ,dia terlalu terlena dengan wajah cantik natural sang kekasih. Kadang-kadang Ansel tersenyum-senyum sendiri dari jarak jauh dengan pandangan yang terus tertuju pada wanita yang sedang menunggu dirinya duduk di bangku taman dengan tatapan kedepan,entah apa yang dilihat Mayra .Hanya Dia yang tahu, pikir Ansel.


Dari pos jaga,pak penjaga terus memantau sang tuan yang sedang memperhatikan gadis yang berhasil mencuri hati si dingin es batu yang menyeramkan jika sedang marah,Bapak penjaga tersebut menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terkikik lucu dengan kelakuan sang tuan, yang sedang menatap seorang wanita dengan aura gemasnya.


'Ehmmm'...


Mayra terlonjak kaget kala suara yang membuatnya trauma menggema menusuk Indra pendengarnya.

__ADS_1


Tangan Mayra terkepal kuat menahan tubuhnya yang gemetar,agar pria yang sudah berada di dekatnya tidak menangkap gelagat rasa takutnya.


''Mayra ? '' sapa Ansel duduk di depannya. Kebetulan di taman tersebut terdapat dua bangku panjang yang berhadapan dengan meja kayu unik sebagai pemisah antara keduanya.


Wanita itu memberanikan diri menatap raga Ansel yang begitu tampan di matanya, namun hanya sementara. Mayra langsung membuang pandangannya kesembarang arah saat netra mereka bertemu,Dia masih merasa Trauma.


'' Maaf menunggu lama, kenapa tidak minum. Itu esnya sudah mencair '' ucap Ansel tersenyum manis kearahnya.


Tidak mau membuang-buang waktu lagi,Mayra menghela nafasnya lalu membuangnya dengan kasar. Memaksakan matanya untuk mampu menatap pria yang sedang duduk dengan kaki bersila pada kaki satunya dengan tubuh yang bersandar di bangku tersebut,dan lengan kanan di biarkan terbuka menumpu di atas sandaran bangku sedangkan tangan kiri di taruh nya di pangkuannya, sungguh perfect sekali. Namun rasa kagumnya langsung di abaikannya kembali ,wajah tampan Ansel kini berubah menjadi wajah sang singa yang pernah menyantapnya di mata Mayra.


''Aku ingin memperjelas tanggung jawabmu terhadap kak Nayla, kamulah pria yang sudah menghancurkan hidupnya kak Nayla, sudah kewajiban mu untuk menikahinya '' Tegas Mayra menatap nyalang kearah Ansel.


Ansel tidak menjawab, Ia terus fokus menatap mata Mayra yang terlihat memaksa keadaan agar terlihat baik-baik saja.


Mendapati tatapan maut dari Ansel, Mayra langsung menunduk sudah pasti Ansel dapat membaca bahasa matanya yang sangat jujur meskipun mulut berkata lain.


''Sayangnya aku tidak bisa di bohongi Mayra ! bukan Nayla yang aku tiduri, itulah kenyataan yang sebenarnya. ''


Mayra terhenyak dengan kata-kata Ansel, yang tidak mau mengakui kesalahannya yang sangat fatal. Mayra mengangkat kembali pandangannya kearah Ansel, membalas ketajaman mata Ansel lebih bringas lagi.


''Apa maksud mu ? , kamu ingin lari dari tanggung jawab Ansel ? kau ingin membuat keluarga ku hancur dengan kebiadabanmu itu. Mau mengelak bagaimanapun ,kamu tetap tersangkanya . Karena aku sendiri yang sudah menyaksikan kalian berdua berada dalam selimut yang sama dengan keadaan dua-duanya polos, jangan jadi Pengecut Ansel !! '' Berang Mayra mewakili sakit hatinya di Sertai tatapan tajam amat menusuk.


Bukannya membalas ucapan Mayra ,Ansel malah tertawa mengejek.


''Kenapa kamu harus selalu di bodohi kakakmu Mayra, aku ingat potongan malam itu sebelum aku tumbang. Malam itu kaulah yang aku perkosa meskipun hanya sebagian serpihan ingatan kesadaranku saat itu, aku masih mengingatnya Mayra. Saat kamu sedang menatapku sinis aku sedikit sadar setelah dirimu memungut pakaianmu. Aku berniat mengejarmu dan ingin meminta maaf , tapi sialnya kepalaku mendadak sakit hingga aku tidak sadarkan diri. '' Jelas Ansel tertawa kecil.


Mayra muak mendengar penuturan Ansel yang memang ada kebenaran di sana. Tapi seandainya Ansel tidak juga meniduri Nayla ,dengan senang hati Dia akan mengiyakan penjelasan Ansel . Bahkan dengan senang hati meski masih ada trauma disana Dia mau menikah dengan Ansel secepatnya, sesuai harapan Ansel.

__ADS_1


''Jangan mengarang sebuah cerita konyol Ansel. bagaimana bisa kamu memperkosaku jika aku tidak berada di tempat kak Nayla,dan kenyataan yang sebenarnya adalah sedang berada di kamar milik Keysha semalaman, puas kamu !!! . '' Kilah Mayra berbohong.


''Cih,Kenapa terus menghindari kenyataan yang sebenarnya Mayra ? '' Ansel berdecih terlihat santai di depan Mayra.


''Seharusnya itu pertanyaan untukmu , aku harap kamu bukanlah lelaki pengecut ,bisa berbuat namun enggan untuk bertanggung jawab Ansel, dan hanya ingin meraup kenikmatannya saja. Setelah itu kau ingin membuang sisanya...kau sungguh kejam Ansel Eric Julian'' Geram Mayra menekan setiap katanya.


Mendengar ucapan pedas kian menusuk yang terlontar dari ucapan Mayra, Ansel langsung naik pitam. Ansel bangkit dari tempatnya lalu maju mendekati Mayra ,dengan kasarnya Ansel menarik Mayra menubruknya ke dada bidangnya, segera di kukungnya tubuh Mayra.


Mayra langsung kembali ketakutan saat dirinya berdekatan kembali dengan Ansel,tubuhnya langsung gemetaran, wajahnya yang sedikit lebam di area bibir langsung berubah pucat pasi. Ingin berontak Mayra takut ketahuan Ansel jika dirinya takut dan terlihat trauma di depan Ansel. Jika itu terjadi semuanya akan terbongkar.


Ansel pun sengaja menguji wanita itu dengan aksinya agar bisa menilik sesuatu yang berubah dan tersembunyi dari sikap tubuh dan hati Mayra.


''Lepas !! '' Berang Mayra.


''Tidak akan ,aku ingin lihat setakut apa jiwamu terhadap tubuhku sayang. '' bisik Ansel ,sampai nafas Mayra tersengal menahan getaran menakutkan hingga setetes air mata kembali mengalir menahan rasa trauma yang luar biasa.


'' Kamu pikir aku akan termakan jebakanmu Ansel '' Balas Mayra menatap Ansel sinis.


''Kita lihat saja,sampai berapa lama kamu bertahan melawan rasa takutmu itu '' Tantang Ansel membalas tatapan sinis Mayra dengan kelembutan.


'' Dasar penjahat !!! aku tidak terima dengan perlakuanmu yang seenaknya memeluk orang lain tanpa persetujuan '' Cibir Mayra menggertakkan giginya,menahan rasa marah serta rasa takutnya.


Ansel semakin menjadi-jadi,Ia tidak hanya memeluk pinggang Mayra melainkan dengan sengaja mendekatkan bibirnya di pipi Mayra yang sedang menutup matanya karena terlalu tegang menahan semuanya. Tangannya yang terulur kebawah langsung terkepal hingga telapak tangannya berdarah karena kuku yang menancap.


'' CUKUP ANSELLLLL....JANGAN MENYENTUHKU, AKU JIJIK PADA MU.....'' teriak Mayra sembari mendorong tubuh Ansel dengan sisa tenaganya ,hingga tubuh Ansel terpelanting kebelakang hampir jatuh ke tanah.


😘 To be Continue...

__ADS_1


__ADS_2