Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Kerinduan Bram


__ADS_3

Tok...tok...tok..


" Masuk !! " Sahut Ansel dari dalam.


Mendengar sahutan dari dalam , sang tamu langsung masuk ke dalam ruangan Ansel.


" Papa ? " sapa Ansel .


" Kamu sibuk , Nak ? "


" Tidak begitu sibuk , Pa . Silahkan duduk " persilahkan Ansel pada mertuanya tersebut . Bram mengangguk dan langsung duduk dengan sopan di sofa hitam panjang .


Ansel langsung bangkit dari kursi kebesarannya meninggalkan beberapa berkas di meja kerjanya . Diapun ikut duduk berhadapan dengan mertuanya setelah memerintahkan Max untuk membawakan minum untuk mereka melalui interkom .


" Bagaimana keadaan putri serta cucu Papa , Eric ? sudah hampir dua bulan kalian tidak mengunjungi kami " ucap Bram menghela nafasnya.


Terlihat begitu banyak kerinduan terpancar di mata pria matang tersebut .


" Mereka sehat-sehat saja , Pa . Eric akan segera mengunjungi kalian . "


" Kami tunggu ,Papa sudah sangat merindukan mereka . Beberapa Minggu lagi Nayla juga akan melahirkan bayinya , tentu saja kedatangan kalian menjadi kekuatan serta semangat untuk Nayla . "


" Ya , Pah ! .Akan segera ku sampaikan pada Mayra perihal kunjungan Papa . '' Bram mengangguk sopan .


Sejenak kemudian OB mengetuk pintu, setelah mendapat sahutan dan izin iapun masuk menghidangkan minuman sesuai perintah asisten Max. Setelah menyajikan, OB tersebut langsung pamit mengundurkan diri , tidak lupa juga Bram dengan lugasnya mengucapkan terima kasih .


" Minum pa ? " .


" Ya, terimakasih " Bram langsung minum .


" Nak Eric , apa kalian sudah mengetahui keberadaan Keysha . Papa rasa ia membutuhkan bantuan kita , '' Ujar Bram .


'' Sampai saat ini, orang-orang ku sudah berusaha mencari keberadaan Keysha tapi nihil hasilnya . Padahal perusahaan sangat membutuhkannya . Takutnya Mayra terus bertanya keberadaan sahabatnya itu , Aku berharap Keysha masih mengingat istriku sebagai sahabatnya untuk mencurahkan segala masalah yang menimpanya '' Tutur Ansel dengan helaan nafas yang di hempaskan .


Tubuh lelahnya ia sandarkan di sofa . Jujur Ansel sedikit lelah hari ini ,mungkin efek dirinya semalam terus bekerja mengukung sang istri hampir semalam penuh , sudah jelas raut lelah menyerangnya saat ini .


'' Restoran Mayra pun kini begitu ramai , rencananya Papa ingin mengembalikannya pada Mayra agar di kelola sendiri . Tapi mengingat putri kalian masih sangat bayi Papa ingin Mayra fokus dulu pada baby Anzela . Kasian jika sekecil itu di tinggal kerja oleh ibunya . '' Ujar Bram .


'' Papa benar , Mayra tidak ku izinkan beraktivitas dulu untuk sementara. Restoran Mayra biar Eric yang urus , nanti Aku akan segera merekomendasikan seseorang untuk mengelola tempat itu sementara waktu. '' Usul Ansel langsung di setujui Bram sendiri .


" Baiklah, Nak . Papa bisa mengurus hal yang lainnya . Meskipun Papa akan mengontrol nya dari kejauhan , tapi tolong secepatnya . Papa takut pelanggan akan berpindah ketempat lain . Apalagi sudah banyak restoran baru di sekitaran restoran Mayra , Papa takut karena terabaikan , restoran milik Mayra akan kalah saing . '' Ungkap Bram sedikit gelisah .

__ADS_1


'' Papa tenang saja Meskipun Mayra tidak terjun langsung , namun menu yang tersedia di restoran tersebut akan selalu di observasi oleh Mayra sendiri . "


'' Maksudnya ? Mayra ikut mengolah bahan makanan di restorannya ? . "


'' Benar Pah . Hanya saja Mayra meraciknya di tempat tinggal kami . Nantinya akan dikirimkan langsung ke lokasi , jadi para chef hanya tinggal menyajikan pada pelanggan saja tanpa harus memikirkan bumbu-bumbunya cepat dan tidak ribet urusannya . " jelas Ansel .


'' Ya, terserah kalian. Yang pastinya jangan sampai Mayra kelelahan saja , takutnya berimbas pada bayi kalian . ''


'' Terimakasih atas kepedulian Papa untuk mereka , Aku akan terus memperioritaskan dua mutiara hidupku Papa . ''


'' Tentu saja Papa perduli karena mereka adalah putri serta cucuku juga '' Balas Bram .


Asik dengan perbincang antara Bram dan Ansel , tiba-tiba Raisa masuk ke ruangan putranya .


'' Eric ?! '' Panggil Raisa , detik kemudian ia menoleh kearah Bram yang sedang duduk santai dengan putranya , seketika ia mengulas senyum sopannya.


'' Mommy !? '' sahut Ansel , bangkit dan menghampiri Raisa , lalu di tuntun ibunya ke sofa untuk bergabung dengannya serta Bram juga .


'' Mas Bram ? sudah lama ? '' sapa Mommy sembari menjabat tangan besannya .


Bram yang di Salami langsung bangkit dan meraih tangan besannya juga guna membalas salam .


'' Sudah hampir sejam saya disini . '' Sahut Bram ramah , di balas anggukan pula oleh Raisa .


Mengerti dengan maksud dari tatapan kaget Bram , Raisa terkekeh .


'' Aku tau meskipun sudah tua begini , aku masih terlihat cantik he... hehe... hehe.... '' Kekeh Raisa saat Bram tercyduk malu-malu .


Ansel yang dianggap mereka obat nyamuk menggeleng-geleng langsung ikut serta dalam perbincangan dua sahabat sejati itu .


'' Semua berkat kehadiran istriku Pah . Andai Daddy masih ada Aku yakin beliau pasti sangat bahagia melihat perubahan Mommy, di tambah lagi semakin cantik pancaran auranya . '' Puji Ansel , membuat Raisa tersipu bercampur pilu bila mengingat mendiang suaminya cintanya.


'' Eric benar Mas , semua perubahanku tidak lepas dari bantuan putrimu . Bila mengingat masa lampau Aku begitu sesal telah berbuat jahat pada putrimu '' Lirih Raisa sendu .


'' Sudahlah, jangan melihat lagi kebelakang jika di depan telah memiliki arah yang sebenarnya . Andaikata tidak terjadi kesalahpahaman waktu itu , mungkin Mayra serta Eric tidak akan memiliki pengalaman hidup untuk menjadi cambuk kedepannya . Bahkan Tuhan telah mempersatukan cinta keduanya , cinta yang mereka inginkan telah terwujud kembali , '' Ucap Bram memberikan ketenangan untuk Raisa .


'' Aku mengakui , jika putri-putri mu begitu baik budinya . Aku tidak hanya menyayangi Mayra , putrimu Nayla juga ikut andil dalam kehidupanku saat ini . Kalian adalah perantara untuk ku berubah lebih baik lagi '' ucap Raisa jujur .


Ansel tersenyum puas , akhirnya kehidupan yang dulunya terasa hambar kini semakin manis rasanya . Bahkan Allah tidak tanggung-tanggung memberinya kejutan terbaik , hingga perubahan Raisa sebagai hadiah terindah juga dari Tuhan untuknya.


Padahal perbincangan kami telah memakan waktu sekitaran setengah jam , namun Aku lupa bertanya pada Mommy Raisa tujuan mengunjunginya ke kantor tiba-tiba .

__ADS_1


'' Mom , Mommy kenapa ke kantor ? ''


'' Memangnya Mommy tidak boleh kemari, apalagi mengingat ulat sagu itu tanpa sepengetahuan kami akan---


'' Ehmmm...'' Ansel langsung mengkode Raisa agar tidak kelepasan tentang masalah Cindy di depan Bram .


Raisa langsung nyengir kala tatapan bingung Bram menatap kearahnya.


'' Ah, maksud Mommy pesanan sagu Mommy tidak ada ulatnya '' ucap Raisa mengganti objek lain agar Bram tidak mengusutnya lebih jauh , ntar kalau Bram tahu ujung-ujungnya putranya lah yang akan berimbas .


'' Sagu ? '' tanya Bram bingung.


'' I--iya , kemarin itu saya memesan sagu tapi berulat , maka dari itu saya ingin memastikan jika paket sagu saya aman dan bersih tentunya '' jelas Raisa bohong .


'' Ooo '' Bram hanya ber '' oh '' ria menanggapi penjelasan Raisa yang tidak begitu penting untuk nya.


Raisa dan Ansel saling melirik , hampir membuat Bram curiga dengan tingkah Raisa yang mendadak kikuk .


'' Oh ya , Eric dan besan . Saya mohon pamit dulu , masih banyak pekerjaan di kantor . Sebelum saya kembali saya ingin bertemu dengan putri saya terlebih dahulu , setelahnya saya langsung kekantor . '' Lanjut Bram berpamitan .


'' Silahkan Pah , Mayra ada di mansion utama . ''


Ujar Ansel memberitahu.


'' Yasudah , kalau begitu saya pamit . ''


''Baiklah Besan , terimakasih atas waktunya . Bram hanya mengangguk kemudian berlalu keluar dari ruangan Ansel .


Berapa saat kemudian ,setelah memastikan raga Bram sudah hilang dari luar ruangan putranya , Raisa bernafas lega .


'' Ini dokumen penting kamu , tadinya Mayra mau membawakan nya kesini , Anzela mendadak rewel dan akhirnya Mommy yang harus mengantarkan siapa tahu kamu memerlukannya . '' Ucap Raisa sembari menyerahkan dokumen tersebut di tangan Ansel yang telah duduk di sampingnya.


'' Eric , memang memerlukan nya Mommy . Oh ya Mommy kenapa tadi ngomongnya gitu di depan Papanya Mayra . Gimana coba kalau semua masalah kita menyangkut Cindy ketahuan Papa , pastinya putramu ini akan langsung di pisahkan kembali ,jikalau Papa sampai tahu '' Gerutu Ansel kesal dengan keceplosan Mommy-nya itu .


'' Maaf sayang , maklum lah Mommy mu ini sudah tua '' Jawab Raisa sedikit merasa bersalah.


'' Ya , sudah Eric maafkan , tapi kedepannya Mommy jangan membahas apapun menyangkut Cindy di depan keluarga Mayra ! ''


'' Ia, Mommy janji . Tapi tolong kamu ralat nama perempuan itu dalam setiap ucapannya itu . Mommy benci mendengarnya '' Kesal Raisa , bersungut .


'' Harusnya ucapan itu tertuju pada anda Nyonya Freddy !!! ''

__ADS_1


Deg....


__ADS_2