
" Mas !!! " Pekik Mayra kala tubuhnya sengaja di jatuhkan ke ranjang bersama Ansel yang masih kuat memeluknya .
Mayra terus berusaha melepas diri , rasa canggung yang sejak tadi menderanya semakin membuatnya tak karuan.
" Mas ! Kamu apa-apaan sih . Lepas , ini masih sore jangan macam-macam ... '' Ansel bukannya melepaskan tubuh Mayra yang menindihnya , malah dia sengaja mengguling berganti posisi . Mayra gelagapan kala berhadapan dengan Ansel dalam posisi di kungkung oleh suaminya itu .
" Memangnya apa bedanya sore dengan malam ? " Ucap Ansel sengaja menggoda istrinya .
Mayra yang terlanjur malu dengan asumsinya langsung mengalihkan pandangannya ke samping . Semburat merah tomat muncul seketika di pipi Mayra .
" Kamu lihat siapa sih sayang , suamimu ada di atas bukan di samping " Bisik Ansel membuat bulu-bulu halus Mayra meremang .
Ansel semakin gencar memainkan bibirnya di pipi Mayra , hingga si empunya pipi terpaksa memutarkan kepalanya ke depan , otomatis bibir Ansel yang sejak tadi mengecup pipi Mayra langsung bertemu dengan bibir mungil sang istri .
Kesempatan !! Ansel tidak menyia-nyiakan Kesalahan Mayra yang toledor , akibatnya bibir Mayra langsung di lu*** oleh singa jantan mesum tingkat dewa .
Setelah puas meraup keuntungan dari kelengahan Mayra , Ansel melepaskannya juga dengan penuh kepuasan . Jangan di tanya lagi bagaimana keadaan Mayra ? Bibir sensitifnya yang sejak tadi menjadi bulan-bulanan sang suami , kini bibir itu terlihat semakin menebal alias bengkak .
" Kamu tidak pernah berubah Mas ? selalu saja mengulangi kesalahan masa lalu . Lihat bibirku ini sudah tebal . Bagaimana caranya aku turun jika bentuk bibirku gak karuan begini !!! " Sungut Mayra kesal sekali rasanya .
" Ngapain ingat-ingat masa lalu sayang . Apa kamu lupa ucapanku dulu ? Bibir kamu ini memang canduku . Jangan salahkan aku dong kalau udah nemuin sulit melepaskannya " Jawab Ansel tanpa merasa bersalah sedikitpun .
Mayra geram dengan tingkah suami mesumnya itu , dengan penuh kekuatan Ia memukul dada bidang Ansel yang di balut kaus polo hitam , namun sayang tenaga Mayra hanya angin lalu bagi Ansel . Semakin Mayra gesit memukul dadanya , Ansel semakin gencar mencuri ciuman di seluruh wajah Mayra .
Akhirnya Mayra menyerah , tenaganya terkuras habis . Bagaimana tidak tubuh besar Ansel masih menindihnya tanpa cela sedikitpun .
" Mas , kamu berat sekali . Rasanya sesak sekali " Keluh Mayra lemas .
" Aku masih betah dengan posisi ini sayang , rasanya gimana gitu . "
" Mas , kamu berat sekali . Lihatlah tubuhmu itu tidak ada bandingannya denganku . Kamu mau aku mati di bawah tubuhmu ini ? " Ucap Mayra kesalnya minta ampun .
" Mana mungkin kamu mati di bawah kungkunganku sayang . Yang ada rasanya nikmat dan bahagia " Ucap Ansel santai .
" Kungkung apaan ? ini namanya nempel , udah cepat turun aku sesak mas " rengek Mayra .
Ansel tahu jika istrinya ini sudah tak tahan lagi dengan kegugupannya . Ansel merasa jika tubuhnya ini tidak sepenuhnya menindih istrinya , meskipun rada nempel .
Kasihan dengan kondisi salah tingkah istrinya Ansel langsung bangkit dari tubuh Mayra . Ia duduk di pinggir tempat tidur menatap jahil kearah Mayra yang tengah berusaha bangun dari tidurnya .
" Jangan menatapku seperti itu , rasanya aku seperti mau di kuliti saja " Oceh Mayra bersungut . Ia tak terima jika Ansel terus mengerjainya . Hampir saja Ia terbuai dengan pesona tampan tuan muda Julian .
__ADS_1
" Salah, yang benarnya mau ku telanjangi istri cantikku ini " Timpal Ansel terkekeh .
Ucapan Ansel begitu bergidik ngilu dengerinnya . Tak ingin berlama-lama dengan mulut blak-blakan suaminya , Mayra ingin segera menjauhi Ansel secepatnya . Takut termakan bujuk rayuan maut sang Arjuna .
Kembali Ansel menarik tubuh Mayra hingga bokongnya langsung mendarat di pangkuan Ansel .
" Ya ampun Mas !! , aku mau turun . Bisa gak sih kita duduk santai dulu dengan Mommy dan Baby Anzela . Ini masih sore banget , gak cocok beradegan seperti ini "
Bukannya melepaskan , Ansel begitu tenangnya memeluk tubuh Mayra membenamkan seluruh wajahnya di cermin sang istri . Mayra blingsatan menerima perilaku Ansel .
" Jangan banyak gerak sayang ! jangan salahkan aku jika adikku berdiri di waktu yang salah " bisik Ansel .
JLEEBBB
Seketika Mayra menelan Saliva kasarnya , saat Ansel mengucapkan kata '' Adik '' , Mayra bukan orang awam yang tak mengerti Bahal begituan .
Tubuh Mayra langsung diam . Di belakang sana Ansel tersenyum puas . Ia berhasil mengancam istrinya kembali dengan jurus jitu nya .
" Sudah ? "
" Belum sayang , mana puas cuma sebentar ! "
" Mas , badanku sudah pegal sekali . Sebentar kamu bilang , kamu tidak menyadari waktunya apa ? aku mau turun , mungkin Anzela haus Mas !!! "
" Kenapa sih , dari dulu kamu itu gak mau kalah semenit pun ? Bisa-bisa aku gila saat kamu bertingkah begini , persis seperti memanjakan bayi besar " Sungut Mayra pelan .
" Makanya tanggung jawab istriku ini bukan hanya mengurus bayi kecil kita sayang ! bayi besarmu ini juga mau di urus sekalian di beri asupan "
PLAKKK...
" Auwww , perih !!! " Keluh Ansel saat tangannya di pukul Mayra kuat .
" Ah ,dasar lebay kamu Mas . Masak tangan kecilku ini bisa membuatmu perih ? " Ejek Mayra .
" Badan manusia memang kecil !! tapi pukulan dan gigitan kamu itu terlalu berbahaya sakitnya gak ketulungan . Kamu pandai dalam melawan musuhmu dengan pukulan hingga gigitan " Protes Ansel tak terima di ejek .
" Hmmm Kesempatan , terimakasih masa lalu !!! baru ingat kalau gigiku berguna juga buat melawan musuh mesum ini ...he...he...he..."
Ide cemerlang pun muncul di otak Mayra , bagai lampu pijar langsung menyala di atas kepalanya .
Tanpa perduli ocehan Ansel yang meracau sesukanya . Mayra bersiap-siap dengan aksinya .
__ADS_1
Tiba di hitungan ketiga .....
" Akkkkhhhh ....." Teriak Ansel kesakitan , hingga pelukannya terlepas . Tak mengulurkan waktu lagi dengan cekatan Mayra turun dari pangkuan Ansel segera ia berlari ke luar kamar .
Ansel masih meringis di dalam sana , gigitan Mayra berbekas hingga mengeluarkan sedikit darah dari bekas gigitan Mayra di tangannya .
Mayra tidak tahu jika perbuatannya sampai membuat tangan Ansel terluka .
" Ya ampun sayang !!! Kamu menggigit ku lagi . Oh bagaimana jika bukan kali ini saja aku di serang olehnya dengan dadakan . Bisa lecet semua tubuhku , apalagi kebanggaan ku digigitnya pula . Bisa turun derajat ku sebagai pria perkasa . Ya ampun perihnya ..." Keluh Ansel kesakitan .
***
Suasana di taman mansion begitu rindangnya terasa . Hawa segar khas di sore hari membuat perasaan dua wanita yang sedang duduk di kursi taman tampak ceria berbincang . Di sampingnya seorang bayi yang juga sedang merasakan ke Segaran udara sore terlelap dalam stroller Baby dengan tenang .
" Hmmm...Segar ya Mom udara sore ini ? apalagi menikmati udaranya dengan secangkir teh " ucap Mayra tersenyum .
" Ia Nak . Bagi Mommy kehadiran kamu dan cucu Mommy telah melengkapi kehidupan Mommy . Dulu saat Mommy masih sendiri , sangat jarang duduk di taman seperti ini . Tapi sekarang Mommy bahagia melewati masa tua Mommy bersama kalian " Ucap Raisa terharu dengan perubahan hidupnya yang sekarang .
Sapuan lembut mendarat di lengan Raisa .
" Hmmm... Kalau sudah berdua lupa sama yang lainnya " Tiba-tiba Ansel datang ikut bergabung duduk di hadapan mereka .
" Kamu dari mana saja sih ? Bukannya pulangnya cepat hari ini ? " Tanya Raisa sambil menyeruput teh buatan Mayra .
" Ia , Mom...tadi meeting nya cuma satu tempat . Oh ya sayang mana teh ku ? " Ucap Ansel .
" Aku buatkan dulu . "
" Gak usah ! kita minum secangkir berdua saja "
Ansel langsung mengambil teh yang sudah di minim Mayra sedikit . Raisa menangkap sesuatu yang aneh di lengan Ansel yang kontras berwarna putih . Jelas terdapat luka di sana , luka baru karena masih basah .
" Eric , lenganmu kenapa ? kamu terluka sayang ? " Ucap Raisa khawatir .
Mayra langsung menoleh kearah lengan Ansel , terlihat lukanya sedikit parah . Ada rasa sesal menderanya saat mengetahui kesalahannya membuat pria yang di cintai ya terluka .
Ansel menoleh ke lengannya kemudian tatapannya beralih ke arah Mayra . Ansel menyeringai kala menangkap wajah cemas Mayra begitu kentara terlihat .
" Tadi ada yang menggigit ku , Mom " ucap Ansel menyeringai kearah Mayra .
Sementara rasa cemas Mayra langsung bergantian dengan raut kegugupan . Mayra takut Raisa akan langdung marah jika tahu luka itu dirinyalah penyebabnya . Mayra telah melukai putra semata wayangnya .
__ADS_1
TBC...