
''Siapa ayah bayi dalam kandungan mu Mayra ? ? ''
Deg....
Sebuah suara bertanya padanya yang langsung membuat tubuh lemahnya tersebut mematung tanpa pergerakan.
Mayra menatap Farel yang sedang duduk di sofa kamarnya.
''A-apa maksud ka-kak , Bayi apa ? ''
Sungguh ucapan Farel sangat mengganggu pikirannya, keterkejutan nya tidak hanya sampai disitu. Wajah Farel yang terlihat memerah menahan emosi berhasil membuat Mayra ketakutan .
'' Tidak perlu ku jelaskan lagi, kau telah dewasa dan bukan gadis bodoh, pasti sangat mengerti maksud dari ucapan ku bukan ? '' sungut Farel geram dengan kebodohan sang adik.
Farel menghampiri Mayra mendekat kearahnya.
''Kak Farel !! sungguh Mayra tidak mengerti ! bayi apa yang kakak maksud !! '' Ujar Mayra bergetar ketakutan.
Saking kesalnya Farel menahan emosi. Dia meluapkan emosinya dengan memukul keras pintu kamar mandi hingga pintu tersebut ambruk tak terbentuk.
'' Kau hamil Mayra !!! bagaimana bisa kau melakukan dosa itu, untuk apa kau berjilbab !!!. Untuk apa kau sholat tepat waktu jika maksiat merajalela dalam hidupmu !!!!, cepat katakan siapa pria yang telah meniduri mu Mayra !!! '' Teriak Farel tepat didepan wajah Mayra yang hampir menangis .
Mendengar kata 'Hamil ' Mayra langsung tercengang hingga tubuhnya merosot kelantai. Tangisnya pecah tak terbendung , sungguh baginya ini tidak lah adil.
Farel menjambak rambutnya dengan frustrasi. Nafasnya kian terengah-engah menahan emosi yang terus meluap. Tapi rasa sayangnya pada Mayra mengalahkan semuanya.
Untuk saat ini Farel tidak mau salah langkah menghadapi masalah Mayra . Farel menghela nafas beratnya, menetralkan kembali emosinya.
Farel ikut jongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Mayra yang sedang menangis.
'' Jujurlah, siapa pria itu '' .
Kali ini Farel menekan amarahnya agar Mayra tenang dan menceritakan kebenaran sesungguhnya.
Bukannya menjawab, Mayra semakin keras menangis. Farel mengusap kepala sang adik dengan lembut.
__ADS_1
'' Jangan menangis Mayra. Semua telah terjadi ,sekarang bukan waktunya kamu menyalahkan semua yang terjadi. ''
''Kak Farel aku tidak melakukan dosa itu. Aku harus bagaimana sekarang..., bagaimana aku bisa menjalani hidupku jika aku mengandung seorang bayi tanpa ikatan pernikahan '' Tangis Mayra sungguh memilukan.
Tubuh Mayra langsung dibawa dalam pelukan Farel. Ia menyesal telah berteriak keras pada Mayra yang justru salah menduga .
'' Bagaimana aku bisa hamil, dan kenapa dia harus hadir ..., apa yang harus ku lakukan kak '' Rintih Mayra masih menangis.
''Sudah-sudah, Kita akan pikirkan nanti. Sekarang jawab dulu pertanyaan kakak , siapa ayah dari bayi mu ? apakah dia ? '' Tanya Farel memperjelas nama Ansel dengan sebutan ''Dia''.
Mayra mendongak menatap wajah Farel dengan tangis pilunya. Mayra hanya mengangguk tanpa menjawab, mulutnya kelu membayangkan hasil dari kejadian kelam sebulan yang lalu.
Rahang Farel mengeras , dengan gigi menggelatuk menahan amarah yang memuncak.
'' Apa dia ayahnya ? kalian melakukan hubungan terlarang tersebut ? '' Tanya Farel dengan suara dingin.
Dengan cepat Mayra menggeleng menampik tuduhan Farel atasnya.
''Bu-bukan...tapi kenyataan yang Sebenarnya aku di perkosanya '' Lirih Mayra di sela tangisnya.
''Apa ? kamu diperkosanya ? . Lalu kenapa kamu tidak melaporkan pria itu pada pihak berwajib '' Berang Farel langsung bangkit meninju angin saking kesalnya yang bercampur amarah.
'' Brengsek !!! , Pria bejat !! aku bersumpah tidak akan melepaskan mu . Berani-beraninya pria itu telah menghancurkan masa depan kedua adikku '' Teriak Farel sangat menakutkan . Nafasnya semakin memburu , andai Ansel ada di depannya pasti langsung di habisinya.
'' Lalu kenapa kamu merahasiakan semua itu padaku. Apa aku bukan kakak kalian , kenapa kalian terus menyembunyikan hal besar yang telah menghancurkan masa depan kalian, Mayra !!! '' Teriak Farel tak terima dengan semua kenyataannya.
'' Tapi kak, malam itu Ansel tidak menyadarinya, Dia melakukan hal tersebut karena pengaruh alkohol, sungguh ini tidak di sengaja '' Bela Mayra entah Kenapa tiba-tiba dirinya tidak sanggup jika Ansel terus di salahkan.
Farel tersenyum sinis dengan kebodohan adiknya yang sudah tertipu oleh cinta.
''Kau membelanya ? '' Tanya Farel tak menyangka.
'' Bukan kak, tapi itu kenyataannya ''
Mayra mulai menceritakan apa yang terjadi menurut sepengetahuannya , sedetail mungkin Mayra terus menjelaskan pada Farel yang masih setia mendengar sampai dengan kejadian pagi ia memergoki Nayla yang juga satu selimut dengan kekasihnya itu.
__ADS_1
Tidak lupa juga Mayra menceritakan kejadian pertemuannya yang terakhir kalinya saat Ansel begitu Keukeh nya menyangkal jika bukan Nayla lah yang ditidurinya.
Farel bungkam menatap Mayra dengan wajah beringas. Baru kali ini Mayra melihat perubahan sang kakak yang menakutkan.
'' Kak Farel,mungkin saja kak Nayla dan Ansel sudah menikah. Biarkan Mayra menjaga anak ini tanpa Ansel. Aku tidak mau menyakiti kak Nayla . '' Ucap Mayra menundukkan kepalanya.
''Bodoh, tidak seharusnya kamu terus-menerus berkorban untuk Nayla. Kalian sama-sama korban, tapi kau masih juga memikirkan nasib orang lain, sedangkan kamu harus terpuruk seperti ini. Kamu pikir Nayla akan bahagia mengetahui kebenarannya juga !! '' Bentak Farel.
''Untuk itu,mohon bantuan kak Farel agar mau merahasiakan semuanya pada mereka '' sahut Mayra dengan cepat.
''Lalu bagaimana nasib anakmu nantinya ? apa kamu sanggup melihat kesedihannya hidup tanpa figuran dan kasih sayang seorang ayah ? . Pernah kamu berfikir sampai kesitu Mayra ? , bukan gampang mendengar cemoohan di luar sana saat mengetahui kamu melahirkan seorang anak tanpa ikatan bahkan tanpa suami . '' Geram Farel atas tindakan sok pahlawannya Mayra.
Mayra bungkam. Mengapa dia tidak memikirkan sampai sejauh itu. Bagaimana nasib bayinya ini tanpa kehadiran orang tua yang lengkap.
Farel mendengus , Kemudian dia mendekati Mayra ,dan dituntun sang adik menuju sofa. Mereka duduk bersampingan namun tubuh mereka berhadapan.
Sementara Mayra masih menunduk , sedikit menyesali kesalahannya yang sok pahlawan. Harusnya dia tidak boleh egois pada nasibnya ini. Jika Ansel melakukan hubungan tersebut dengan keduanya ,maka Ansel juga harus bertanggung jawab atas keduanya. Bukan lari seperti ini ,hanya demi memikirkan perasaan orang lain.
'' Mayra ? '' Lamunan Mayra buyar dengan suara Farel yang sedang menggenggam bahunya.
''Lahirkanlah bayi itu. Tidak akan mudah kamu menjalani hidup berumah tangga dengan saudarimu sendiri. Semua sudah terlanjur, kakak janji , akan menjaga kalian dengan nyawa kakak sendiri. '' ucap Farel penuh keyakinan.
Tangis Mayra langsung pecah, kakaknya sudah terlalu baik selama ini. Sungguh Mayra hampir saja putus asa dengan kabar kehamilannya murni janin kekasihnya Ansel. Entah bagaimana mereka sekarang ,Mayra sungguh tidak tau . Yang harus Mayra pikirkan sekarang adalah sehat demi sang jabang bayinya.
'' Bagaimana dengan papa, kakak sudah mengabari kalau Mayra akan pulang ? ''.
'' Belum dan tidak akan ! ''.
''Maksudnya ? ''
Farel langsung menarik hidung Mayra , kesal dengan daya tangkapnya yang mulai lelet. Semenjak sebulan ini Mayra sedikit berubah bodoh , entah karena banyaknya masalah atau karena hatinya yang terlalu lembut dengan isi pengorbanan saja tanpa berpikir kedepan, baik kah? atau buruk kah ? keputusannya.
''Tinggallah disini sampai bayimu lahir. Setelahnya kita akan memikirkan lagi kedepannya. Pokoknya kakak tidak mau sedikitpun ceroboh dalam menjaga kalian. Mulai sekarang teruslah menyemangati hidupmu demi janin yang sedang kamu kandung. Dia juga butuh perhatian ! jangan bapaknya saja yang terus bermain dalam otakmu ini.'' ujar Farel menekan kepala Mayra dengan telunjuknya.
Sementara Mayra hanya menanggapi celotehan kakak sepupunya dengan kekehan.
__ADS_1
Hati Mayra yang tadinya tak tenang dalam sekejap kini menghangat kembali berkat kepiawaian Farel dalam bertindak. Tidak ada lagi keraguan Mayra untuk terus melangsungkan kehidupannya yang hampir saja runtuh,tentu saja karena kebaikan Farel. Andaikan Farel bukan sepupunya pasti Mayra akan senang sekali menjadikannya pengganti Ansel. Tapi semua hanyalah angan-angan bodohnya,karena sampai sekarang hatinya masih saja milik si ayah bayinya.
🤗 Happy Reading....