
Mayra kembali duduk di bibir tempat tidur ,dan terus menatap Ansel yang bersimpuh di depannya,tidak bisa di bohongi jika ketampanan Ansel semakin mempesona dengan memakai jas terlihat begitu berwibawa , berbeda dengan pakaian biasanya yang di pakai Ansel ketika bertemu dengannya , namun tetap tampan tapi malam ini Mayra melihat pria bernama Ansel yang sesungguhnya.
''Kenapa tidak tidur di kasur ''.Ucap Ansel menggenggam tangan Mayra meski ada perlawanan Ansel tidak perduli.
''Terlalu lelah tidak sadar aku ketiduran selesai magrib tadi,yaampun aku belum isya ,sekarang mas keluar sana lagi pula kenapa Mas nekat banget masuk kemari ,jika kak Nayla melihatnya dia pasti akan bersedih,seharusnya kalian berada dibawah menentukan hari bahagia kalian ,cepat turunlah jika tidak aku akan marah !!! ''.Ucap Mayra bernada sedikit ancaman.
''Bahagia ? ''.Mayra mengangguk membenarkan.
Ansel tersenyum getir menatap cintanya yang terus menerus menyiksa batinnya sendiri.
''Jika aku menolak menikahi kakak mu bagaimana ? Apa yang akan kamu lakukan ? ''.Tanya Ansel serius menatap wajah Mayra yang mulai gelisah .
''Maka aku akan membenci diriku sendiri ''.Ucapan Mayra membuat Ansel bingung.
''Untuk Apa kamu membenci dirimu sendiri ? ''.
''Karena keberadaankulah kalian renggang kembali,seharusnya aku tau batas diri ''.Ucap Mayra menunduk tidak sanggup menatap wajah Ansel yang berubah sedih.
''Sejak kapan aku dekat dengan Nayla asli ''.Ucap Ansel menyindir Mayra yang terlihat tidak enakan.
''Tidak ada batas antara aku dan dirimu sayang ,buang rasa tidak percaya diri mu itu ''.Ansel melanjutkan ucapannya seraya Mengelus pipi Mayra yang mulai basah.
''Tapi itu kenyataannya Mas,tolong keluar sekarang ,jika semua tahu kamu berada disini hidupku semakin sakit,aku tidak mau kakak yang aku sayangi membenciku karena telah merebut mu darinya. ''Isak Mayra tak tertahankan.
Ansel bergeming ,dia bingung dengan perasaan Mayra terhadapnya seharusnya Mayra memperjuangkan cintanya,ini malahan menyerah sebelum berperang .
Tatapan Ansel berubah sangar hingga bulu kuduk Mayra seketika merinding dengan tatapan Ansel .
Ansel berdiri dan langsung menarik Mayra agar berdiri,Ansel mencekram bahunya masih ada kelembutan di sana namun karena perubahan Ansel yang tiba-tiba membuat Mayra sedikit gemetar.
''Kamu ingin mempermainkan hatiku Mayra ? ''.Ucap Ansel menggerakkan giginya .
Mayra menggeleng takut.
''Lalu kalau memang kamu mencintaiku kenapa secepat itu kamu menyerah ? ''Ucap Ansel menarik bagi Mayra lebih mendekat dengannya.
''Apa perasaanku ini sebuah permainan ? ,Kau menganggap ku apa May ? ,apa kasih sayangmu pada Nayla lebih berharga dari cintaku ? ,Apakah aku ini tidak pantas untuk kau cintai Mayra ? ,aku tidak mencintai Nayla sampai kapanpun,karena hati ini hanya milikmu bukan milik Nayla, seharusnya dulu kamu lebih berani memperkenalkan nama asli mu padaku bukannya mencuri nama orang lain dan berakhir melukai banyak hati termasuk aku Mayra...
__ADS_1
''Mas !!! ''.Lirih Mayra menunduk takut menatap Ansel yang sedang kecewa padanya dengan air mata yang terus berderai mengalir sampai ke dagu hingga membasahi mukena putihnya.
''Mayra kamu berniat membalaskan dendam mu pada mantanmu itu menggunakan diriku .''Ucap Ansel sendu.
Mayra mengangkat wajahnya, jiwanya tersentak dengan ucapan Ansel yang telah terluka, dengan cepat Mayra menggeleng semakin terisak, tuduhan Ansel tersebut tidaklah benar.
''Jika bukan balas dendam lalu apa sayang !!! ''.Sentak Ansel mulai frustasi.
''Aku murni mencintaimu mas,ada alasan kenapa aku melakukannya ''.Sela Mayra membela diri .
''Kalau begitu mari kita turun kebawah ,berterus terang pada mereka jika kita saling mencintai ''.Mayra menggeleng menolak.
''Kenapa lagi ? ''.Selidik Ansel sudah cukup kesabaran nya kali ini.
''Belum waktunya mas ''.Ucap Mayra mencoba menahan aksi Ansel yang sudah di luar batasan.
Sungguh tidak mungkin Mayra mengikuti rencana Ansel,mengingat riwayat penyakit Nayla yang tidak boleh stres dan akan berakibat Fatal untuk psikis Nayla nantinya,Mayra semakin kalut ada rasa menyesal pada tindakannya yang telah jujur akan perasaannya pagi tadi yang juga membalas cintanya tanpa mengingat kondisi Nayla kedepannya jika semua terbongkar.
Bahkan mimpi itu masih melekat di pikirannya ,entah apa yang terjadi jika Ansel nekat membawa Mayra kedepan dua keluarga dan mengacaukan segalanya Mayra akan merasa orang yang paling bersalah dalam cinta segitiga tersebut.
''Lalu kapan ? ''.Tanya Ansel membuyarkan lamunan Mayra.
Merasa dirinya bagai di
dipermainkan Ansel mencekram kuat bahu kekasihnya Mayra tersentak dan langsung meringis menahan perih dengan tekanan jari kekar Ansel.
''Kamu terus saja menguji kesabaran ku sayang !!! ,apa harus aku ingatkan kembali tujuan pertemuan dua keluarga dibawah sana untuk apa ? ''.Bentak Ansel dengan suara dipelankan.
Mayra mengangguk bahwa dia juga tau tujuan keluarganya dan Keluarga Ansel bertamu ke mansion Bramantyo.
''Kau telah melukaiku sayang,ternyata kekasihku ini juga sudah mempersiapkan segalanya untuk menyambut ku agar segera menikah dengan kakaknya ''.Ansel tertawa getir mengejek dirinya sendiri seakan dirinya barang mudah diserahkan untuk siapapun.
''Kau memasak untukku ? atau menyambut ku untuk kakakmu ?jawab ''.Teriak Ansel menggema.
Mayra kaget dengan teriakan Ansel ,takut semua mendengar suara di kamarnya hingga semua orang masuk dan memergoki mereka dalam sebuah ruangan sedikit gelap .
''Aku memasak karena permintaan kak Nayla ,tadinya kami akan masak bersama tapi kak Nayla ada rapat penting dengan perusahaan mu,jadi kakak pulangnya telat maaf ''.Jujur Mayra disertai isak tangisnya.
__ADS_1
Ansel menatap tajam tanpa bersuara untuk sekedar membalas ucapannya.
''Mas jangan seperti ini aku takut,tolong jangan kasar ''.Mayra menangis kembali takut dengan Ansel yang sedang marah ,karena semakin lama cengkraman tangan Ansel semakin kasar.
Sadar akan perlakuan kasar yang telah menakuti Kekasihnya Ansel segera menetralkan emosinya kembali segera meminta maaf pada Mayra.
''Maafkan aku sayang ,maaf aku sudah membuatmu takut ''.Ucap Ansel membawa Mayra dalam pelukannya.
Mayra mengangguk dan membalas pelukan Ansel,entah kenapa tubuhnya terus saja menghianati dirinya yang begitu terlena dengan perlakuan manis Ansel,bahkan dia lupa jika dirinya sedikit telah menghianati kakaknya Nayla yang juga sangat mencintai pria yang sama.
Ansel semakin erat memeluk Mayra kepala Mayra yang berbalut tidak luput dari kecupan Ansel bertubi-tubi,hingga tubuhnya kembali merasakan perlawanan dari lawannya.
Pelukan tersebut akhirnya terlepas juga namun pinggang Mayra masih melingkar tangan Ansel sehingga dua manusia lain jenis itu begitu dekat , tiba-tiba Mayra merasa dahinya tertempel benda basah ya,Ansel mencium kening Mayra penuh kasih .
''Mas keluarlah aku akan terus merasa tidak nyaman jika keberadaan kita terlalu lama di sini,takutnya mereka akan curiga dan menyusulmu naik ke atas ''.Ucap Mayra terlihat khawatir saat bibir Ansel masih setia menempel di dahinya.
Ciuman itu langsung terlepas ,dagu Mayra diangkatnya hingga nafas mereka saling beradu ,tatapan mereka saling menenggelamkan hingga getaran itu muncul mewakili rasa cinta mereka.
''Aku tahu kau sangat mencintaiku Mayra,jangan pernah berpikir untuk menjauhiku ,ingat aku tidak ingin yang lain tapi hanya gadis inilah yang aku mau ''.Ungkapan Ansel sembari menekan dada Mayra dengan telunjuknya.
Perlakuan Ansel semakin membuat Mayra tenggelam dalam rasa bersalahnya pada Nayla.
Agar secepatnya Ansel keluar dari kamarnya Mayra mengangguk mengiyakan ,bukan tidak cinta tapi jika posisi mereka masih berdua akan menimbulkan banyak luka bahkan kebencian di kemudian hari,ya mimpi itu bukti dari takdirnya untuk segera menjauh dari Ansel pria yang sangat di cintai nya.
''Baiklah aku keluar dulu ,lanjutkan ibadah mu aku harus segera pergi ''.Ucap Ansel .
''Tapi --
''Buang pikiran buruk mu itu,jangan menodai cinta kita,aku keluar dulu ''.Ucap Ansel yang mengerti dengan tujuan keluarganya.
Ansel melepaskan tubuh Mayra dari pelukannya.Sebelum Ansel keluar dia sempat-sempatnya mengecup dahi Mayra sekali lagi ,Mayra mematung hingga tidak menyadari raga Ansel telah menghilang di balik pintu kamar Mayra dalam sekejap,bagai mimipi tapi nyata Ansel menyusulnya sampai ke kamar hingga perdebatan itu mengikatnya kembali dalam ikatan cinta Ansel.
Tidak mau Tuhan semakin murka padanya Mayra berlalu kekamar mandi ,sebelum dia berwudhu Mayra mencoba menghilangkan sembab di wajahnya agar nantinya tidak ada yang mempertanyakan perubahan wajahnya,setelah terlihat normal kembali, Mayra melanjutkan kegiatannya berwudhu dan segera melaksanakan sholat isya yang sudah dari tadi masuk waktunya.
.
.
__ADS_1
.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹