
'' Kamu kenapa maksa banget sih mas !! , sengaja ya biar kak Nayla tahu bahwa aku gadis tersebut .Lagian jangan sok tahu aku mau kemana !! ,aku mau turun di sini saja !!! '' Aku sangat kesal dengan tingkah spontan Ansel tadinya.
''Sayang dibawa santai dong ! , sebenarnya aku sudah tau tempat pertemuan kalian ,jadi tidak ada salahnya bukan ! kalau aku sendiri yang akan mengantar permaisuri ku ini '' Kelakar Ansel santai sembari fokus menyetir .
Aku tertegun sejenak mendengarkan ucapan Ansel , perasaan aku belum mengatakan apapun mengenai Keysha , siapa sebenarnya pria yang ini , benar-benar membuat ku sangat penasaran .
''Tidak akan ada rahasia diantara kita sayang ,lagi pula kalau mau tanya dari mana aku tahu tempat rahasia kalian ,pastinya semua hal yang berkenaan dengan kekasihku ini pasti sudah ku ketahui semua. '' Ucap Ansel santai juga memberikan senyuman terbaiknya sembari meraih tanganku lalu di genggamnya , seketika aku memberontak tapi tetap kalah juga.
''Jangan terus menyenter orang lain mas , jika kamu sendiri butuh penerangan '' Sindirku .
''Hmm...,kamu juga penasaran rupanya!! ,mau mendengar kebenaran tentang bagaimana tiba-tiba aku adalah pemilik asli kampus tempat kamu kuliah ? '' Tebak Ansel menoleh kearahku .
Ku balas tatapan Ansel tanpa menjawab pertanyaannya , sudah pasti itulah salah satu alasanku kesal padanya.
''Baiklah aku akan mengatakan segalanya ,kamu tahu sayang waktu pertama kita bertemu ,aku baru saja keluar setelah melakukan inspeksi tahunan di kampus milik keluarga Julian karena aku anaknya Daddy terlebih aku juga penerus Julian corp,sudah tugasku mengelola peninggalan Daddy .Aku sengaja berpakaian seperti mahasiswa yang lain agar satupun dari mereka tidak ada yang mengenalku tapi hari ini aku terpaksa membuka jati diriku hanya untuk memberikan surprise pada gadisku, namun sayang aku yang mendapatkan kejutan lebih besar lagi. '' Ucap Ansel Diakhir kata membalas sindiran ku seraya mendilik tajam menatapku.
''Kamu salah paham mas ,aku hanya sekedar menolongnya . Lagian aku tidak menyentuhnya tapi cuma membersihkan darah di hidung Randy doang '' Jawabku membela diri.
''Jangan menyebut pria lain saat bersama ku ! , aku tidak suka ! . Dan jangan salahkan aku jika pria itu mendapatkan akibatnya sudah berani menyukai gadisku ,kamu tahu sayang hampir saja aku mencongkel bola mata dari wajahnya yang sangat berani mengagumi kecantikan mu . Lagi pula kenapa kamu berdandan cantik seperti ini ,kamu sengaja ya mau pindah lain hati karena kepergian ku ? hah ? '' Sewot Ansel menudingku sembarangan.
''Loh kenapa akunya yang di semprot,hari ini adalah hari penting bagiku mas ! kenapa kamu menuduhku merayunya,emang dianya aja yang otaknya sableng ,semua cewek di rekrut nya hampir seisi kampus,lagian aku tidak menyukainya kenapa kamu yang marah '' Sanggah ku kesal membalas.
''Terus usap-usap wajahnya tadi itu apaan ? '' Ucap Ansel semakin marah .
''Mas kamu kenapa suudzon gitu sih , tidak semua perlakuan seperti itu terbawa perasaan ,aku hanya berniat menolongnya saja ,gak lebih '' Jujur ku bersungguh sungguh.
Ansel menghela nafas beratnya , hatinya yang memanas seketika hilang saat aku menoleh kearahnya dengan mata berkaca-kaca.
''Lalu jika yang kamu lakukan tadi hanya sebagai jiwa manusia mu , bagaimana dengan perasaan mu padaku ? ,apa sikap manis ku selama ini tidak membuat cinta padaku semakin menebal '' Ucap Ansel dengan nada kembali melembut takut aku akan menangis mungkin.
''Kamu dan dia beda mas ! , jika terhadapmu lebih ke perasaan cinta ,jadi jangan berpikir yang macam-macam '' Tukas ku ,perasaan sedihku kini hilang dengan nada lembutnya Ansel serta melerai perasaan panas kekasihku agar tidak melanjutkan lagi tentang ke salah pahaman nya pada diriku.
__ADS_1
''Akhirnya kamu mengakuinya sayang , terimakasih '' Ucap Ansel sembari membawa genggaman tanganku ke bibirnya kemudian mengecupnya dengan penuh kelembutan.
Ruang hatiku kembali basah dengan namanya cinta ,seolah lupa jika pria itu juga cintanya kak Nayla. Namun rasa sedihnya tadi saat mereka bersama terbukti masih ada ganjalan tidak adanya kerelaan untuk menyerahkan cintanya kepada kak Nayla seutuhnya.
Aku tahu jika jiwa kami sudah menyatu satu sama lain ,tapi rasa sayang dan salahku pada kak Nayla juga sangat membebaniku jika keadaan yang tak kusukai dan ku takutkan kembali menyerang kak Nayla lagi.
''Sayang , aku akan segera menikahi mu ,aku sudah mendapatkan restu dari Om Bram ,aku janji setelah pulang dari luar negri nanti kita langsung nikah ya. Aku merasa tidak nyaman dengan dosaku yang bergelimang selalu menyentuhmu tiba-tiba. '' Jujur Ansel mengakui kelakuan buruknya ,tapi hanya sekedar merasa belum tentu di rubahnya.
''Baru sadar...ngomong saja pintar ,katanya nyesel ,takut tapi masih juga bertindak mesum '' Gumam ku mencibirnya pelan.
''Kamu mengatakan sesuatu ? '' Tanya Ansel pura-pura tidak tau .
''Tidak !!. '' balasku cepat merasa jengkel namun ada rasa senang dicintai oleh pria yang berhasil mencuri hatiku.
Ansel terkekeh mendapati jawaban ku sambil malu-malu meskipun pura-pura jengkel.
''Ehmm...Aku mau tanya mas ! ''.Ucapku mengalihkan rasa debaran ku saat mata nakal Ansel mulai beraksi.
'' Dasar stres kamu mas ! ,gimana mau minta pisah ,kawin aja belum ,lagi pula mau minta putus pun percuma ,jika kamu pasangannya '' Sewot ku menatapnya jengah .
''Aku bercanda sayang ,serius amat '' Tukasnya anteng tidak merasa bersalah.
''Ya sudah sekarang mau tanya apa ? '' Sambungnya kembali.
''Kamu tahu dari mana tempat rahasia ku dan Keysha ,perasaan aku tidak pernah membahasnya pada siapapun,apa jangan-jangan Keysha memberitahu mu !! kamu mengancamnya ? Kamu sangat menyebalkan mas ,kamu sangat menggangu privasi ku mas ,coba nanti jika keysha tahu pasti aku juga yang di salahkan . Secara tempat itu adalah tempat rahasia kami ,tapi sekarang aku kecolongan kamu juga'' Ucapku tanpa sadar membuat Ansel dengan cepat melepaskan tanganku kembali namun masih ada kelembutan, kemudian fokus kembali mengemudi tanpa mau menjawabnya.
''Kok kamu diam ? apakah benar spekulasi ku pada kalian ? , kamu tidak suka aku bertanya mas? tapi tetap harus menjawab tidak boleh beralasan '' kembali ku cerca pertanyaan lainnya .
''Sebenarnya kamu siapa ? kenapa banyak sekali rahasia bersarang di kehidupan mu mas ? Kamu hanya perlu menjawab ,jangan diam seperti ini dong ,aku kan semakin penasaran ! '' Tanyaku kembali semakin tidak sabar mendengarkan jawaban pria tersebut yang penuh dengan kecurigaan dan prasangka.
Aku menoleh ,Kulihat pria itu merubah mimik wajahnya menjadi sangat dingin kembali, tidak sehangat tadi ,aku merasa cemas dan waspada. Akhirnya kuputuskan untuk diam , karena ku yakini jika pria ini sedang dalam mood kurang baik.
__ADS_1
Apakah pertanyaan ku menyinggung perasaan nya ? atau dia saja yang berlebihan. Bagaimana aku tidak bertanya saat sesuatu hal yang belum ku umbar kemanapun dapat di ketahui nya juga ,aku kan jadi kepo. Tapi jika wajahnya sudah kaku begitu sedikit merinding jadinya, agak kurang berkenan sih jika di lanjutkan ,akhirnya aku memposisikan dudukku kembali menoleh ke arah jendela untuk meredamkan suasana aneh dalam mobil Ansel.
Aku terus menggerutu kebodohan ku ,bertanya seperti orang kesetanan ,oh kenapa jadi begini !!!
Keheningan antara diriku dan Ansel membuat kami bosan , ditambah lagi perjalanan kami ke sana terhalang macet ,Aura mencekam lelaki itu membuatku salah tingkah ,lama berdiam hingga rasa kantukku semakin tak tertahan , mataku terasa berat ,apalagi sedari tadi aku terlalu lelah melewati banyak kegiatan ,mulai dari wisuda sampai pada kunjungan surprise dari papa.
Aku memaksa mataku melihat jam tangan untuk mengetahui waktu sholat , ternyata aku sudah melewatinya beberapa menit. Terpaksa aku memberanikan diri minta berhenti sebentar.
''Kita akan berhenti di mesjid depan. '' Ucapnya seakan tahu isi pikiranku,sangat mengagumkan.
Aku mengangguk kecil tanpa menoleh ,masih takut dengan wajah es batu Ansel yang biasa di tampilkan pada orang lain termasuk kakaknya.
Lima belas menit kemudian Ansel menepikan mobilnya setelah masuk ke halaman mesjid ,aku bersiap untuk turun namun tanganku langsung dicegat nya ,terpaksa aku membalikkan badanku melihat pria yang juga sedang menatapnya lembut ,berbeda sekali.
''Selesai sholat aku akan menjawabnya ,mulai sekarang sampai kapanpun aku tidak mau di antara kita memiliki rahasia-rahasia , jika aku sudah membebanimu aku minta maaf ,tapi itu sekilas bukti cintaku padamu , tugasmu tetaplah bersama ku tidak ada pengecualian ,kamu mengerti.
Begitu damai perasaanku saat spekulasi ku kalah dengan untaian kata bermakna serta membangun dinding kokoh sebagai tanda agar aku terus melangkah bersamanya.
Sudah cukup aku egois padanya , aku yakin Ansel adalah jodohku , dan tugasku kini adalah menjalankan hubungan yang penuh kejutan , ternyata aku tidak menyadari selama ini Tuhan telah mengikat kami lewat wasiat om Julian Daddy-nya Ansel.
Aku mengangguk dan tersenyum tulus pada pria tersebut.
''Maafkan aku kak , perjuanganku untuk menyatukan kalian sepertinya harus sampai di sini .Aku merasa bersalah padanya ,selalu aku memaksanya untuk hal pribadiku , aku juga ingin Ansel bahagia ,jelas bahagianya dengan ku . Aku akan memikirkan caranya nanti agar kakak tidak sakit lagi , yang pastinya kalian adalah dua orang yang berbeda namun sama penting untukku '' Batinku bergejolak.
.
.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Mohon Dukungan Like ,Commen dan Votenya...Beri juga Rating terbaik kalian pada ku dari para Riders agar novel receh othor bisa naik kepermukaan ...Terimakasih...
__ADS_1