Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Ladang Pahala


__ADS_3

Lama setelah perbincangan tiga orang beda usia itu, Max pun kembali lagi ke mobil.


'' Bagaimana hasilnya ? ''


'' Wanita itu tidak ada di tempat Tuan. Menurut informasi dari keduanya, wanita itu sedang berada di kota J, kota yang sama dengan kita. Tapi saya sudah memberikan alamat kantor Julian ,agar ia mudah bertemu langsung dengan Tuan. '' jelas Max .


'' Ribet banget sih, bukannya kompensasi yang kita tawarkan bukan sedikit ? kenapa wanita itu masih nekat menolak '' Geram Ansel .


'' Saya rasa wanita itu memiliki siasat lain dari yang kita pikirkan. Sepertinya ia sangat mengenal jati diri Tuan sendiri. ''


Ansel menghela nafas kasar mendengar penjelasan Max. Siapa lagi yang berani bermain api dengannya, pikir Ansel cermat.


'' Siapa kedua lansia itu ? '' Tanya Ansel menunjuk dengan dagunya kearah dua orang paruh baya yang masih berada di teras rumah.


'' Mereka orang tua kandung dari korban. Saya niat bermufakat dengan orang tua kandung korban barusan, tapi responnya nihil, mereka menolaknya , Tuan. Sepertinya ada konspirasi dalam keluarga tersebut.


Ansel tersenyum sinis , menatap mereka tajam. Mereka yang mendapat tatapan seperti itu seketika menunduk takut.


'' Ya sudah, Kita ikuti saja permainan mereka. Sepertinya saya butuh sedikit hiburan , dari para penjilat dunia nyata. '' Ucap Ansel menyeringai licik timbul di bibirnya.


Max langsung menutup jendela samping Ansel dengan otomatis. Kemudian menginjak pedal gas berlalu dari rumah tersebut.


Di Perjalanan....


'' Apa para investor Surabaya sudah menanam kembali investasi nya di Perusahaan cabang ? '' tanya Ansel duduk santai dengan kaki disila diatas kaki satunya. Tangan di lipat kedada bersandar sambil memejamkan matanya. Ada gurat lelah disana.


'' Mereka tidak tau apa-apa tentang kasus tersebut tuan, Saham mereka masih utuh tidak kurang sedikitpun'' ucap Max, hanya melirik sang Tuan dari spion di kepalanya.


''Good job , Max. Aku puas dengan kinerja mu. '' Puji Ansel tersenyum tipis ,masih dengan posisi perfectnya.


'' Terimakasih Tuan. '' Balas Max sopan.


'' Segera bonusmu akan kau dapatkan, pertahankan kemampuan luar biasa mu itu. '' Ansel memuji asistennya kembali.


'' Semua berkat Tuan, Terimakasih banyak saya ucapkan. ''


''Cih, kau lebay sekali Max, meskipun aku terus memuji prestasimu itu belum tentu aku memujimu dalam hal percintaan, buktinya sampai sekarang kau masih betah jadi jomblo,'' Cibir Ansel bernada ejek.


'' Apa , dia mengejekku. Hufff untung Bos aku segan untuk melawan. Kalau ditilik lebih lanjut pria dingin ini bukti salah satu pria gila cinta, Bucin tingkat internasional tentunya. '' Ucap Max , hanya berani diungkap dalam hatinya.

__ADS_1


'' Jangan mengumpat saya , Max . '' Ucap Ansel ,tersenyum miring.


'' Tidak tuan, mana berani Saya. '' jawab Max cepat.


'' Sudahlah, kalau sudah sampai Bandara bangunkan saya. '' Ucap Ansel.


'' Baik Tuan. ''


Tidak ada lagi perbincangan antara keduanya, satu sudah masuk kedalam mimpinya. Sedangkan satunya lagi fokus dengan jalanan mengemudi dengan keamanan yang terkontrol.


***


Di mansion utama , Mayra sedang duduk di taman dengan baby Anzela. Rasa sedih Mayra dua Minggu ini sedikitnya telah berkurang dengan kepulangan sang mertua.


Raisa mengerti keadaan hati menantunya sedang tidak baik. Tapi berkat keahliannya mengalihkan suasana hati perih Mayra dengan berbagai kegiatan guna menghibur sang menantu.


Ia juga heran, entah kenapa putranya itu pergi mendadak seperti itu . Di tambah lagi ponselnya tidak aktif , entah apa yang dipikirkannya sungguh Raisa begitu kesal pada putranya.


Semenjak kehadiran Mayra di mansion utamanya, Raisa tidak pernah merasa kesepian lagi seperti dulu. Ia bersyukur Ansel tak salah memilih teman hidupnya. Juga berterimakasih pada mendiang suaminya telah menjodohkan Ansel dengan putri kandung dari sahabat sang suami.


Meskipun dulu ada kesalahpahaman hingga berujung penghinaan yang akhirnya membuat Mayra pergi dalam waktu yang lama dari putranya , hingga sang putra berubah menjadi pria kejam tak tersentuh sama sekali. Bahkan banyak nyawa hampir tewas di tangannya sendiri, beruntung Max sigap dalam bertindak, Hingga putranya gagal jadi seorang pembunuh.


Dulu saat Ansel masih remaja , banyak gadis yang mengejarnya namun hanya satu gadis yang berhasil mencuri hati putranya. Saat itu Raisa masih seorang wanita sombong sangat anti dengan kemiskinan, Hingga ia melakukan segala cara untuk memisahkan putranya dari gadis yang di ketahui nya adalah gadis miskin, putri dari satpam jaga tempat Ansel menganyam pendidikan Sekolah menengah atasnya dulu. Hingga usaha Raisa tidak sia-sia , Ansel dan gadis itu terpisah juga akhirnya.


Dengan langkah gontai Raisa melangkah menghampiri sang menantu yang Sedang menikmati paginya. Bayi Anzela sedang tertidur dalam stroller bayi, wajah yang begitu identik dengan sang papa begitu menggemaskan persis Ansel masa bayinya.


'' Mayra !? '' Sapa Raisa, tersenyum manis dengan busana muslim membuat wanita paruh baya itu terlihat semakin cantik , dengan kepala terbalut sehelai hijab syar'i.


'' Mommy ? ''


'' Baby Anzela tidur ya ? ''


'' Ia, Mommy. Anginnya segar, Baby Anzela menikmatinya sampai ketiduran. Duduk disini Mommy. ''


Ajak Mayra menarik tangan mertuanya lembut, menuntunnya duduk di samping. Dengan senyuman manisnya yang terpancar bahwa hari Mayra sedang baik-baik saja.


'' Mommy cantik banget dengan penampilan sekarang '' puji Mayra.


'' Sayangnya , Daddy Eric tidak pernah melihatnya. Andaikan dulu Mommy lebih dulu bertemu denganmu pasti penampilan Mommy sudah dari dulu seperti ini '' Ujar Raisa lembut.

__ADS_1


'' Mommy tau, diatas sana Daddy juga melihatnya . Meskipun masa hidupnya Daddy tidak dapat melihat dengan nyata, tapi di alam lain Mommy selalu dalam pandangannya Daddy. Apalagi Mommy setia, tidak menikah lagi sampai saat ini. '' tutur Mayra tersenyum.


'' Terimakasih , sayang. Tapi jujur loh, Mommy rindu sekali pada Daddy mu, entah kenapa akhir-akhir ini Mommy selalu memimpikan nya.'' balas Raisa dengan hangatnya.


'' Itu karena akhir-akhir ini, Mommy merindukan Daddy. Sesekali nanti kita berziarah ke makamnya Daddy, mungkin juga itu permintaan Daddy dan hanya pada Mommy Daddy menyampaikan keinginannya. Kita akan berdoa di sana. '' ujar Mayra .


'' Ia Sayang. Setelah kepulangan Eric dari bisnisnya kita sama-sama kesana ya ? ''


Mendengar nama suaminya, hati Mayra kembali ciut. Raisa menangkap raut wajah Mayra yang cenderung sendu, ia tahu apa yang sedang di pikirkan menantunya.


Mayra terus menerawang kosong kedepan. Hatinya ingin sekali menangis, tapi ia tidak bisa melakukannya di depan orang lain. Dalam dua Minggu ini Mayra selalu menangis dalam kamarnya.


Sentuhan lembut di tangan Mayra membuyarkan lamunan Mayra seketika . Iapun menoleh menatap mertuanya yang sedang tersenyum padanya.


'' Jangan sedih, tadi Max mengabarkan mereka sedang dalam perjalanan pulang. ''


Tiba-tiba hati Mayra bahagia dengan kabar dari mertuanya.


'' Benarkah ? Mommy gak bohong kan ? '' Raut sedih itu langsung terganti dengan keceriaan yang telah lama menghilang.


'' Untuk apa Mommy membohongimu sayang. Sudah dua Minggu hatimu terus terpuruk . Mana mungkin Mommy PHP-in kamu. Lagian Max bukanlah orang sembarangan. Pria itu selalu berkata benar, pun dengan kabar kepulangan mereka. ''


'' Terimakasih Mommy, aku bahagia sekali . ''


Raisa langsung menggenggam tangan Mayra lembut, menatapnya lembut.


'' Putriku, Jangan sia-siakan kesempatan yang kesekian kalinya. Berikan hak suamimu , ia wajib menerimanya. Suamimu itu adalah ladang pahalamu, percayalah cinta akan mengalahkan trauma itu. '' Pesan Raisa.


'' Ia, Mommy. Mayra akan berusaha sekuatnya membuang masa lalu yang menyakitkan itu. Waktu dua Minggu telah mengajarkan ku begitu banyak hal , Mommy. Termasuk melawan keadaan yang pahit, aku tidak akan mengulangi kesalahannya itu lagi. Mayra takut Mas Eric pergi lagi, Mayra hancur jika setengah hati itu hilang . ''


'' pintar , Putri Mommy. Terimalah putra Mommy dengan lapang dada. ''


'' Tentu Mommy, aku mencintainya. Tidak ada lagi alasan bagiku untuk menolaknya. ''


Raisa tersenyum lalu membelai pipi Mayra. Semburat kepuasan serta kelegaan timbul dari wajah tua Raisa yang masih terlihat cantik.


'' Mommy doakan semoga , baby Anzela segera memiliki adik yang lebih menggemaskan . Satu cucu bagi Mommy itu belum cukup. '' Goda Raisa.


Blushhh...

__ADS_1


Wajah Mayra langsung merona. Ia menunduk malu tertangkap basah oleh mertuanya. Godaan Raisa sukses Membuat Mayra tersipu.


Happy Reading 🤗


__ADS_2