Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Menagih Janji Pada Suami


__ADS_3

Esoknya pun tiba . Karena hari ini adalah hari Minggu otomatis Ansel juga libur kerja . Rencananya hari ini mereka bertiga dengan bayi mereka akan berkunjung ke rumah orangtuanya Mayra .


Semua barang-barang milik Anzela sudah selesai disiapkan . Karena rencananya mereka akan menginap semalam di mansion keluarga Bramantyo .


" Sudah siap semuanya ? "


Ansel berjalan menghampiri Mayra menggendong bayi Anzela di tangannya .


" Sudah , Mas . Oh ya, Mommy ikut juga dengan kita ? " tanya Mayra sembari menata menutupi tas barang bayinya .


" Sepertinya Mommy tidak ikutan sayang . Tadi sudah duluan ngomong , Mommy ada perkumpulan arisan hari ini , jadi gak bisa ikutan " Ujar Ansel .


Baby Anzela terus memainkan bibir Ansel dengan tangan mungilnya saat ia sedang berbicara dengan Mayra .


Tidak hanya bibir yang Anzela mainkan , Baby Anzela berusaha mendekati mulutnya ke dada Ansel yang belum memakai baju dengan mulutnya .


" Kamu haus ya , Nak ? sayangnya asupannya ada sama Bunda . Tunggu Bunda selesai dulu ya '' Ucap Ansel pada putrinya , Baby Anzela seakan mengerti ucapan sang Papa agar mau bersabar menunggu bundanya menyelesaikan semuanya .


Semua selesai , hanya tinggal membawanya ke mobil . Dari kejauhan Mayra menyaksikan interaksi antara ayah dan anak itu , ia tersenyum hangat mendapati mereka dalam keadaan bahagia . Mayra menghampiri keduanya , terlihat bayi mungil cantiknya seperti kehausan karena terus saja mencoba meraup daging di dada papanya .


" Anzela haus ya , Pa ? "


" Ia , Bun . Tapi putri kita ini anak yang patuh , dia sanggup nungguin Bundanya yang sedang sibuk " Mayra mengangguk sembari tersenyum .


" Ayo sayang kita mimik dulu . Maafin Bunda ya , bikin adek nunggu . "


Mayra duduk di sofa tepat di samping Ansel . Seakan tak enggan lagi , setelah mengambil alih putrinya . Iapun segera membuka dua kancing baju tuniknya kemudian di keluarkan salah satu gunung kebanggaan Ansel lalu memberinya pada Anzela .


Bayinya langsung menikmati asupan miliknya dengan nyaman . Ansel yang sejatinya pria mesum pada istrinya langsung menyibukkan diri dengan benda pintarnya . Ia sengaja beralih memainkan ponsel tersebut agar tidak menyerang Mayra yang berhasil menggoda nya.


Baginya Mayra adalah candunya yang tidak pernah membosankan . Di manapun dan kapanpun Mayra selalu sama tidak ada yang memudar dari istrinya , tetap selalu manis dan nikmat .


'' Sudah . Sana Mas, pakai baju mu , sudah aku taruh di ranjang . Anzela udah bobok , tinggal kamu yang belum siap " Ucap Mayra bangkit dari sofa , kemudian menidurkan bayinya di ranjang sambil menunggu Ansel berbenah dulu .

__ADS_1


" Baiklah " Tanpa banyak bicara , Ansel meletakkan ponselnya lalu Ia beranjak ke tempat tidur dimana pakaiannya sudah tersedia di sana . Mayra langsung membantu suaminya mengancing kemeja panjang yang sedang di kenakan .


" Kamu cantik sekali sayang , gak rela wajah cantikmu ini di lihat oleh yang lain di luar sana " Goda Ansel sambil menggulung lengan kemejanya .


" Udah gak usah ngaco deh . Perasaan dari dulu wajahku gini-gini aja ! gak ada yang berubah sama sekali . Kenapa posesif suamiku ini berlebihan banget sih " balas Mayra sembari fokus mengancing baju suaminya .


" Masak sih sama . Penilaian ku , kamu semakin cantik setelah melahirkan putriku . Berbeda dulu kamu itu muslimah tapi kesannya agak tomboy . Dan sekarang aku melihatmu wanita sempurna , bahkan semua bentuk tubuh dalammu sangat sempurna sekali . Sesuai bayanganku '' Bisik Ansel tersenyum menggoda .


" Dasar mesum kamu Mas ! , Jadi dulunya pikiran kamu ngeres ya . Terus saat kamu menyentuhku pikiran kamu udah anu-anuan ya !! '' Mayra memerah kesal dan malu dengan ucapan asalan suaminya .


'' Kalau tidak berpikir kesana , ntar dikiranya aku ini belok dong !! gak suka cewek " Kilah Ansel membela diri .


" Baru tahu aku loh , Mas . Ternyata tuan muda Julian orangnya recehan . Luarnya aja kelihatan garang dan dingin . Tapi kalau di dalam mesumnya gak ketulungan " Cibir Mayra .


Ansel terkekeh menanggapi ejekan isterinya . Terkadang tangan nakalnya susah untuk diajak damai , jika Mayra lawannya .


" Mas , diam dulu . Aku susah ngancingin baju kamu " Keluh Mayra .


" Banyak alasan "


'' Sama istri sendiri Halal . Hitung-hitung ibadah sayang "


Mayra mendengus saat sikap Ansel yang dianggap nya menyebalkan terlihat dari raut wajahnya .


Beberapa saat kemudian .


Mayra baru mengingat suatu janji yang pernah di utarakan oleh suaminya kala mereka sedang berada di Italia , tepatnya baru saja menikah .


Mayra melirik arloji di tangannya , ternyata waktu mereka masih banyak . Kebetulan waktu tersebut akan di gunakan untuk menagih janji suaminya , sekalian biar tidur nyenyak putrinya tidak di ganggu dulu .


'' Mas , kita ke balkon dulu yuk ! ada hal yang penting ingin aku bahas segera dengan mu . ''


Ansel mengernyit , menaikkan sebelah alisnya . Dari raut wajah Mayra tampak tersirat sesuatu yang akan menyerang sesuatu dalam dirinya .

__ADS_1


Mayra terus menyeret tubuh besar Ansel sekuat tenaga . Ansel hanya mengikuti langkah istrinya kemanapun Mayra membawanya . Ia yang tadinya hanya berdiri langsung terseret tanpa adanya perlawanan .


" Ada apa , sayang ? " tanya Ansel setelah sampai di balkon .


" Sebentar ! ''


Mayra meninggalkan Ansel untuk menutupi pintu penghubung kamar dan balkon kamar . Kemudian Ia kembali menghampiri Ansel yang masih menatapnya bingung dengan posisi masih berdiri .


" Duduk lah , Mas '' Titah Mayra menarik lengan Ansel supaya duduk .


" Kamu kenapa , sayang . Sikap kamu kok tiba-tiba aneh , ngeri deh " Ucap Ansel pura-pura ngeri .


" Ishhh kamu apaan sih . Memang aku horor , palingan kamu itu yang mengerikan , hidupmu itu penuh misteri rupanya . " Tanpa basa Basi Mayra langsung menyandung masa lalu Ansel , tapi Ansel belum peka rupanya .


" Wajah kamu itu , lain daripada yang lain . Suamimu ini senangnya lihat wajah kamu yang lagi enak-enakan . Kalau gini mana enak '' protes Ansel .


" Sudah , jangan nyenggol-nyenggol masalah ranjang . Mumpung lagi ada waktu , kamu jelasin deh masa lalu Kamu . Bukannya kamu berjanji setelah melakukan malam pertama , kamu akan memberitahukan pada ku penyebab larangan orang memanggilmu dengan nama " Ansel " , Padahal bagiku nama itu begitu bagus artinya '' Tagih Mayra serius .


Seketika wajah Ansel berubah pias . Mayra mengerti jika di telisik dari segi raut wajah Ansel , nama tersebut seakan penuh misteri . Namun rasa penasarannya sudah tak terbendung lagi. Mayra sekarang bukanlah pacarnya yang boleh memprivasikan masa lalu , Sebagai istri Mayra harus tahu alasan di balik larangan memanggil nama tersebut .


'' Sayang , kenapa membahas hal yang tidak penting begitu . Ayo jangan buang-buang waktu , kita harus segera pergi ke rumah Papa mu " Ucap Ansel seakan menolak tanya Mayra .


'' Aku tidak akan beranjak sejenak pun sebelum kamu jujur padaku . Aku bukan ingin mencampuri masa lalu mu , Mas . Tapi tepatnya aku menagih kejujuran yang pernah kamu janjikan , masih ingat kapan janji itu kamu ucapkan ? setelah pernikahan kita "


Ansel bergeming menatap Mayra yang terlihat sedang menunggu penjelasannya . Ansel yakin jika kebenaran itu tidak di ungkap maka sudah pasti Mayra akan kecewa berat terhadapnya .


" Cepat , mas . Apa lagi yang sedang kami pertimbangkan ? Jelas aku ini istri sahmu , dan aku berhak tahu kenapa kamu marah saat orang-orang memanggilmu " ANSEL '' , padahal aku sangat nyaman dengan nama tersebut "


Tidak tega juga menyaksikan kekecewaan Mayra nantinya jika dirinya tak mau terbuka dengan sang istri . Ansel langsung menghela nafas berat , terpaksa ia mengangguk mengiyakan kemauan istri tercintanya.


'' Baiklah , aku akan menjelaskan kisah masa laluku . Tapi Aku minta padamu saat aku menceritakan semuanya tolong jangan menyela sedikitpun , cukup dengarkan saja . Setelah cerita selesai kamu boleh bertanya dan aku akan mencoba menjawab semampuku " Mayra mengangguk menyetujui .


TBC

__ADS_1


__ADS_2