Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Kebohongan Fina


__ADS_3

''katakan padaku ,kenapa kamu menangis apa karena aku pergi terlalu lama ? ''Tanya Keysha terduduk membalas pelukan sahabatnya.


Mayra menggeleng kan kepalanya.


''Lalu kenapa kamu menangis,berapa lama kamu menangis May ,wajahmu begitu sembab ,apa terjadi sesuatu saat aku keluar tadi ? ''Tanya Keysha kembali,Mayra benar-benar membuatnya khawatir.


Tubuh Mayra merenggang hingga pelukan itu terlepas ,isakan tangisan Mayra begitu mengiris baru kali ini Keysha melihatnya rapuh .


''Tadi pria itu menemui ku ''.Lirih Mayra masih sesegukan.


''Ke sini ? ''Tanya Keysha memastikan.Mayra mengangguk pelan.


''Apa dia menyakitimu May ? ''Tanya Keysha hati-hati.Mayra langsung menangis lagi disertai gelengan kepalanya.


''Aku yang menyakiti nya lagi Key ,aku bisa melihat betapa menderitanya pria itu ,hampir saja aku menyalahkan takdir kembali kala melihat betapa hancurnya pria yang ku cintai Key ,bahkan dia selalu berusaha mendapatkan ku kembali ,tapi aku terus menolaknya dengan alasan kak Nayla Key ,andai Ansel tahu kebenarannya dia pasti akan menerimanya tapi aku terlalu penakut untuk jujur padanya Key ,bahkan dia menuduhku membalas dendam ku akibat di tinggalkan kak Andre ,padahal semua pemikiran Ansel salah Key,entah apa yang dilakukannya sekarang aku sangat khawatir Key ''Tangis Mayra terus terdengar saat menjelaskan pertanyaan dari Keysha.


Mendengar penjelasan Mayra , Keysha bisa menebaknya jika pria itu pasti sedang marah-marahnya itu sudah terbiasa dilakukan oleh lelaki yang sedang di liputi amarah karena kehendaknya tertolak.


Keysha terus menyeka air mata Mayra dan terus menenangkannya dengan jurus andalannya yang biasa di gunakan saat Nayla menangisi segala penderitaannya dengan mama angkatnya Fina.


Alhasil Mayra langsung lebih tenang dengan segala bujukan dan penenang dari sahabatnya.


''Istirahatlah ,besok kita akan pulang ,bukankah kamu berjanji pada papamu jika sesuatu menimpamu masih ada kami yang selalu bersamamu May ? ''Ucap Keysha setelahnya.


Senyum Mayra terbit ,tidak salah dia memilih seorang sahabat yang terbaik, dibalik sikap bar-bar nya Keysha memiliki pikiran yang dewasa dan juga begitu banyak kelebihan yang lainnya entah kenapa setelah menceritakan keluh kesah padanya ,Mayra semakin lebih tenang.


''Terimakasih Keysha,kamu memang sahabat yang sangat baik dan terbaik untukku ,andai kamu tidak ada di sini pasti aku masih menangis seperti orang yang patah hati saja ''Kekeh Mayra dengan wajah sembabnya langsung bangkit lalu naik ke tempat tidurnya kemudian membaringkan tubuhnya diikuti Keysha yang langsung duduk di samping Mayra .


Keysha menanggapinya dengan senyuman.


''Tidurlah ,aku akan menjaga mu disini ,subuh besok kita harus sudah keluar dari sini,besok kita akan wisuda jika kamu tidak melupakannya ''Ujar Keysha membetulkan selimut Mayra dengan pelan.


''Baiklah ,kamu juga istirahatlah ,apa makanannya sudah kamu stok ,aku takut nanti cacing di perut mu meronta-ronta di tengah malam minta jatahnya '' Kelakar Mayra mengalihkan kesedihannya.

__ADS_1


''Tuh lihat ,pokoknya lengkap ''Tunjuk Keysha pada makanan super banyak yang terletak di meja sofa .


Mayra melotot tidak percaya ,heran sekali melihat makanan Keysha begitu banyak, bahkan dia tidak menjaga waktu jika sudah lapar tapi Keysha tetap memiliki tubuh sintal dan bagus tidak ada yang percaya jika Keysha adalah tukang makan.


''Aku sudah mengantuk ,selamat tidur sahabatku ''Ucap Keysha berlalu dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa lalu dengan cepat menyelimuti tubuhnya membelakangi Mayra.


Merasa Keysha sudah tidak bergerak di sana ,Mayra juga mencoba memejamkan matanya karena terlalu lama menangis hingga menguras waktu istirahatnya Mayra langsung terlelap di bawah jendela yang sudah ditutup rapat oleh Keysha ,Mayra pun telah menyusul Keysha ke alam mimpi dengan perasaan lelahnya.


..................


Tubuh Fina gemetar tidak karuan saat memasuki kamar untuk membantu suaminya berkemas karena subuh nanti Bram akan berangkat ke negara kincir angin Belanda guna melakukan perjalanan bisnisnya.


Wajah Bram sudah beringas sedari tadi menunggu penjelasan atas kebenaran selembar kertas di tangan Bram yang terus di genggamnya.


Fina terus saja berfikir alasan apa yang harus dia katakan pada suaminya jika sebentar lagi semua kebenaran akan terungkap , sebuah kenyataan yang telah lama di sembunyikannya ,jika dilihat dari bentuk kertas yang sedikit usang sudah pasti Fina telah menyembunyikan kebenaran yang besar selama belasan tahun.


Saat ini tidak ada jalan keluar yang melintas di pikirannya , sudah terlanjur Fina seakan buntu pikirannya.Apalagi wajah Bram yang tidak pernah bereaksi seperti itu sudah jelas Bram begitu marah


mungkin tidak ada ampun untuknya kali ini.Meskipun Fina wanita yang paling dicintainya ,namun jika pria matang itu sudah marah sangat susah membuatnya kembali seperti semula.


''Sejak kapan kau menyembunyikan kebenaran ini Fina '' Tanya Bram bergetar menahan amarahnya.


Fina diam tidak berani menjawab , keringatnya terlihat jelas bercucuran di dahinya.


''Kau punya telinga Fina ?Jawab pertanyaan ku !!! ''Bentak Bram semakin geram mencoba bertanya kembali.


''Mak-maksud ka-kamu a-apa mas ,aku tidak me- mengerti '' Jawab Fina terbata-bata begitu takut dengan kemarahan yang di tampakkan Bram saat ini .


''Jangan berbelit-belit Fina ,kamu tidak bodoh hingga tidak mengerti maksud dari pertanyaanku '' Teriak Bram seketika mendekati Fina yang mematung agak jauh dari tempatnya berdiri.


''Mas...ke-kenapa kamu semarah itu ? Jangan membuatku takut mas '' Fina begitu ketakutan dengan suara teriakan suaminya dan langsung menangis.


''Jangan berpura-pura di depanku Fina ,sekarang aku butuh penjelasan dari kertas ini '' Bentak Bram menyodorkan kertas tersebut ke wajah Fina yang masih menangis.

__ADS_1


''Jawab Fina jangan menguji kesabaran ku ''Geram Bram sudah emosi.


''Tega kamu mas membentak ku bahkan meneriaki ku seperti itu ,aku tidak percaya hanya karena selembar kertas usang itu kamu berubah menakutkan '' Ucap Fina di sela tangisnya menyalahkan Bram.


Bukannya iba Bram malah tersenyum sinis .


''Hanya selembar kertas kamu bilang !!,Fina ternyata sifat aslimu langsung terlihat sekarang ,kamu sudah tau bukan jika surat usang ini bukan sekedar kertas ,kau bahkan sudah menyiksa orang yang tidak bersalah ,kau selalu menghinanya di depanku dan aku hanya diam menyaksikan semua itu ,kau telah membohongiku Fina ,kenyataannya tidak sesuai harapan mu tapi kamu mengorbankan putri kandung ku demi putri mu ,aku tidak akan membiarkanmu menyiksa putriku lebih dalam lagi,kau tahu bukan jika perjanjian antara aku dengan sahabatku adalah menikahkan Eric dengan putri kandungku jadi semuanya ini sudah salah ,aku akan meluruskan semuanya '' Sentak Bram menjelaskan panjang lebar kesalahan Fina yang sangat fatal.


''Tidak !!! Mas kamu tidak boleh merubah semua yang sudah terjadi .Bagaimana nasib Nayla jika dia tahu kebenarannya ,ku mohon jangan secepat itu kamu bertindak ,aku tidak sanggup melihat putriku terpuruk lagi mas '' Mohon Fina menangkupkan kedua tangannya didepan dadanya di hadapan Bram .


''Lalu apa kau memikirkan nasib putri kandungku Fina , kau licik Fina .Selama ini kau sudah menyakitinya bahkan dia sampai masuk ke rumah sakit karena dirimu apa menurutmu aku egois ingin mengembalikan tempat Mayra yang sudah kamu rebut demi putrimu Nayla ,kenapa kau sangat jahat Fina '' Teriak Bram terlihat semakin bringas.


''Jangan sekarang mas ,aku mohon Nayla baru saja sembuh ''Menahan Bram hendak keluar menemui Nayla dikamarnya.


''Mayra berhak bahagia Fina ,belasan tahun kau menipuku ,kau mengatakan jika Nayla lah putri kandungku dan Mayra anak yang ku pungut dari jalanan adalah gadis terhina menurut pengakuan mu padahal saat itu kau tahu kebenarannya jika Mayra lah darah daging ku yang sebenarnya !!! .Kau benar-benar iblis Fina ,demi keselamatan putrimu tega-teganya kamu mencuri ginjal putri ku demi menyelamatkan Nayla ,aku rasa kecelakaan waktu itu kamu juga dalangnya bukan ,jawab Fina ???? ''Teriak Bram mencekram kedua bahu istrinya.


''Harusnya kamu tidak menyalahkan ku mas .Aku melakukannya karena aku cemburu ,kamu mengatakan padaku jika wanita yang kamu cintai hanya aku satu-satunya tapi kenyataannya kamu memiliki hubungan gelap dengan wanita lain , bahkan kau memiliki anak dengan wanita lain ,tahukah kamu mas aku hampir gila saat itu ,saat kondisi ku terpuruk kau main gila diluar sana dan menghasilkan Mayra ,harusnya kamu yang harus di salahkan bukan aku '' Fina langsung mengungkit masa lalu demi membela dirinya.


''Sejak saat itu kamu terus membodohi ku Fina ,andai aku tidak menepis perasaan batinku pada Mayra kebohongan ini tidak akan pernah ada Fina , semuanya tidak akan terjadi ,kau membenci ibunya Mayra bukan Mayra yang harus menanggungnya,kau licik Fina ,andai ku tahu sejak dulu jika Nayla bukanlah darah daging ku pasti kehidupan putri ku tidak seperti ini,kau telah merebut putra Julian untuk Nayla yang seharusnya di satukan dengan Mayra putriku , mereka saling mencintai Fina tidak seharusnya mereka di pisahkan ,aku sudah berjanji pada sahabatku dan itu amanah yang harus aku tunaikan ''Ucap Bram panjang lebar terus memaksa pergi dari kamarnya namun Fina terus menahannya .


''Aku mohon mas ,jangan ganggu Nayla dulu '' Tangis Fina memohon sambil menarik baju belakang Bram yang hampir menggapai pintu .


''Lebih baik dia tahu sekarang sebelum dia larut dalam kesalahpahaman ini '' Ujar Bram menatap sinis kearah Fina .


''Mas ,jangan sekarang ...baru saja aku tenang ,aku takut Nayla tidak bisa menerima kenyataannya.Mas Nayla itu nekat ,apa kamu tega jika dia drop dan mencoba mengulangi kejadian kemarin ,ku mohon mas jangan sekarang ''Pinta Fina terus memohon dengan tangisnya.


Langkah Bram terhenti ,ia hanya terdiam mencoba mencerna dan memahami semua ucapan Fina ,Nayla sama sekali tidak bersalah dalam kebohongan ini ,yang salah itu adalah ibunya sedangkan Nayla hanya alat yang digunakan Fina sebagai balas dendamnya pada ibu kandung Mayra ,memang saat melahirkan Mayra ibunya meninggal akibat pendarahan ,karena saat itu kenyataannya Bram adalah suami sah dari Fina ,ia langsung kebingungan. Entah kemana dia membawa putri kandung nya untuk sementara.Lama berfikir akhirnya Bram mendapat petunjuk jika putri dari istri sirinya akan di titipkan di sebuah panti untuk sementara hingga Bram berani jujur pada istri tercintanya setelah itu niatnya Bram akan menjemput putri kecilnya kembali.


.


.


.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2