Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Robohnya Pertahanan


__ADS_3

'' Lepaskan tanganku, Mas !! ''


Bukannya melepaskan , Ansel terus menarik paksa istrinya menuju sebuah ruangan yang melewati lorong panjang.


Sebenarnya Mayra sungguh ketakutan dengan raut wajah Ansel yang sangat berbeda. Mayra terus berusaha menormalkan detak jantungnya, ia terus mengikuti langkah yang entah kemana di bawa oleh suaminya. Tadinya ia mengira jika mereka akan segera pergi dari kantor Julian Corp.


Terlihat jelas, jika di depan sana ada sebuah pintu besar di ujung lorong. Dengan kasar Ansel membuka ruangan remang itu, Mayra ditariknya masuk kedalam ruangan tersebut.


Setelah mengunci pintu ruangan ya g terlihat seperti gudang barang, karena banyak sekali tersusun berbagai benda disana.


Tiba-tiba, tubuh Mayra langsung ditarik Ansel dan di tempelkan di dinding , tubuh mereka tak berjarak bahkan deru nafas Ansel terasa di wajah Mayra . Masih ada rasa sakit di hatinya untuk menatap suami tampannya itu, membayangkan jika tubuh Ansel telah menempel dengan wanita lainnya membuat Mayra sesak rasanya.


Mayra terus menatap kesamping , menghindari pandangan sang suami yang sedang menunduk menatap dirinya dengan intens.


'' Kenapa berpaling ? tatap aku !!! '' Ucap Ansel lembut.


Sayang Mayra yang terlanjur kecewa enggan patuh pada titah suaminya.


'' Kamu marah ? '' tanya Ansel tanpa merasa bersalah.


Mayra tersenyum sinis, tanpa menatap suaminya. Ia tidak menyangka jika nqda ucapan Ansel seakan tidak terjadi apa-apa.


'' Aku bertanya padamu ! kenapa kamu hanya diam , Mayra. '' Geram Ansel, kesal dengan diamnya sang istri.


Meski tak menatap, Mayra terus berusaha lepas dari cengkraman Ansel. Suaminya itu begitu kuat menggenggam tangan nya.


'' Tidak ada yang harus kujawab. Lagi pula apa pentingnya aku untukmu, '' balas Mayra , membalas tatapan Ansel yang begitu tajam.


'' Kau istriku, ibu dari putriku '' tegas Ansel.


Mayra tersenyum getir, '' Sayangnya, itu hanya pengakuan saja '' balas Mayra tak kalah sengit.


'' Kamu cemburu ? ''


'' Apa itu penting ? sebaiknya lepaskan aku ! Biarkan aku pergi dari sini, dan maaf tadi aku menganggu nostalgia kalian ''


'' Tolong jangan salah sangka sayang '' ujar Ansel kian melunak.

__ADS_1


Mayra tidak menggubris ucapan Ansel.


'' Tolong percayalah, hanya kamu wanita dalam hati ku ''


'' Bagaimana aku bisa percaya pada mu , Mas. Aku tadi melihat sendiri , bagaimana nyamannya kamu saat wanita itu memelukmu. ''


'' Aku tidak membalasnya ''


'' Ia, lebih tepat menikmatinya ''


'' Kamu jangan salah paham, ia itu hanya masa lalu Mayra . ''


Ansel terus meyakinkan istrinya, agar ia tidak Salah sangka. Ia terus merutuki dirinya sesaat tadi sempat terbuai dengan rasa masa lalu.


'' Aku mau pulang !! '' Ucap Mayra .


'' Ia , kita akan pulang. Tapi--


'' Aku mau pulang kerumahnya Papa !! '' ketus Mayra menatap tajam kearah Ansel.


'' Aku tidak akan mengijinkan ! kamu sedang tidak baik-baik saja sayang . Bagaimana reaksi keluargamu saat kamu kembali dengan keadaan marah seperti ini, '' Jelas Ansel sepenuh hati.


'' Lepaskan aku Ansel '' teriak Mayra , bahkan panggilannya pada sang suami tampa embel-embel '' Mas ''.


'' Aku tidak mau '' tolak Ansel.


'' Untuk apa kamu menahan ku ? Aku muak dengan sikap labilmu Ansel. ''


'' Aku minta maaf ''


'' Maaf ? segampang itu ? '' sinis Mayra menatap tajam Ansel dengan mata yang sudah mengembun. Ansel langsung mengangguk membalas tanya Mayra.


'' Aku tahu aku salah, maafkan aku ''.


'' Kamu pikir mudah untukku memaafkan penipu seperti mu , hah... Bahkan kamu sudah mempermainkan perasaan ku Ansel. '' Teriak Mayra terus memukul dada Ansel.


'' Perasaanku sakit, Perasaan bersalahku terus saja menyiksaku dua Minggu ini, apa kau tahu hah...aku terus menangis dikala gelap menghampiri, aku kesepian berharap kamu datang mengusir sepiku. Putriku ! ya hanya putriku lah yang terus menenangkan perasaan ini, kamu tidak tahu itukan.''

__ADS_1


'' Aku terus berprasangka baik atas kepergian mu tanpa kabar ini, aku sakit Ansel. Aku sakit mencintaimu. Aku sakit di bohongi , untuk apa kamu membohongiku ? mengapa kamu mengabarkan keberadaan dirimu itu di luar negeri, padahal wanita itu berterus-terang jika selama dua Minggu ini kamu berada di Surabaya tepatnya dekat dengan wanita itu . ''


'' Harusnya aku tidak memberikan kejutan untuk pembohong seperti mu, harusnya aku terus tidak tahu apa-apa, daripada harus merasa hancur seperti ini. Kamu menyiksaku Ansel, aku lelah mencintaimu seperti ini, biarkan aku pergi darimu Ansel. ''


Tangisan Mayra kian pecah, Pukulan itu semakin pelan di dada Ansel , tubuh sudah pertahanan Mayra yang ingin terus kuat. Sisi lain dari Mayra terlihat jelas, bahkan raut kecewa Mayra semakin kentara menghiasi wajah cantiknya.


Mayra terus menangis tanpa perduli jika pria di depannya terus menatapnya begitu lekat. Yang Mayra inginkan sekarang ini adalah menumpahkan segala beban yang di pikulnya saat ini.


'' Maafkan aku , sayang '' Lirih Ansel ikut menitikkan air mata, sungguh tidak sanggup melihat kehancuran istrinya.


Mayra mengusap air matanya kasar. Dengan kekuatan yang tersisa ia menantang Ansel menatapnya tajam.


'' Sayang nya masa lalumu itu yang akan meretakkan cintaku padamu, Ansel. '' Ketus Mayra bernada serak.


'' Aku tidak akan membiarkan nya. Cindy adalah masa laluku yang telah lama hilang ''


'' Tapi aku melihat sendiri , Ansel. Meskipun kamu mangkir, fakta menunjukkan jika perasaan kamu masih tersisa untuk wanita itu, aku menangkapnya tadi. Untuk itu biarkan aku mundur , Wajahmu itu masih menyiratkan cinta untuknya .''


'' Kamu jangan gila Mayra, sampai matipun kamu tidak akan ku lepaskan. Tidak akan kubiarkan milikku lepas begitu saja , aku akan membunuh siapapun yang menjauhimu dariku. '' Lantang Ansel mulai geram.


Mendapati sikap keras Ansel muncul Mayra mengalah , ia diam. Seakan tahu bagaimana ujung cerita jika ia melawan.


Beberapa saat kemudian , Ansel berhasil menguasai emosinya. Ia langsung memeluk tubuh Mayra dengan sayangnya. Tapi Mayra masih enggan membalas pelukan yang faktanya sangat diinginkan.


'' Aku akan menjelaskan semuanya , tanpa tersisa sedikitpun sayang. Tapi buanglah pemikiran untuk pergi dariku. Kamu tahu bukan bagaimana gilanya aku saat kamu pergi, aku hanya mencintaimu tidak ada wanita lain dalam hidupku kecuali Mayra Julian seorang . Tidak ada kebohongan ya g sengaja ku lakukan, semua itu ada alasannya. Dan aku akan menjelaskan alasan tersebut '' Bisik Ansel di telinga Mayra , pelukan itu semakin erat. Hingga tetesan air mata Mayra kembali tumpah .


Ternyata cintanya pada Ansel mengalahkan keegoisan Mayra. Akhirnya Mayra luluh dan membalas pelukan suaminya. Tidak ada salahnya jika ia mendengar terlebih dahulu penjelasan suaminya. Ia tahu jika Ansel tidak pernah berbohong pada nya selama ini, ia adalah lelaki terbuka selama disisinya.


'' Jelaskan , aku akan mempertimbangkan kejelasan tersebut. '' Lirih Mayra .


Ansel mengurai pelukan , ia menatap istri yang begitu dirindukannya. Seandainya tidak ada tragedi tersebut, mungkin wanitanya tidak akan menahan sakit merindukan nya sampai separah ini. Ansel bertekad selamanya akan hidup dengan Mayra , wanita pilihan terakhirnya . Wanita dunia akhirat nya.


Dengan penuh kasih sayang , Ansel mengecup dahi istrinya penuh perasaan. Mayra langsung menutup matanya menikmati desiran ombak perasaan rindunya yang kian membuncah. Mayra kalah dengan cinta. Ia mengakui jika Ansel adalah pelabuhan luapan rindunya yang nyata, meski rasa sakit itu masih terasa, tapi cinta Ansel sedikit berhasil merobohkan sakit hatinya.


'' Aku mencintaimu, Mayra Eric Julian. Percayalah padaku apapun yang terjadi, kamu adalah kekuatanku sesungguhnya. '' Lirih Ansel setelah melepaskan kecupan tersebut. Mayra semakin erat memeluk pinggang suaminya , menikmati hilir cinta dari sang suami.


***

__ADS_1


Selamat Menikmati, Jangan lupa tinggalkan jejaknya 👍


__ADS_2