
''Hai Mayra '' sapa Keysha.
Mayra yang sedang tiduran sehabis keluar dari kamar rawat Nayla langsung menoleh melihat siapa yang menyapanya.
''Kebiasaan ... '' Ucap Mayra bangun dari tidurnya.
''Ya maaf , assalamualaikum sahabatku '' Keysha kembali menyapa Mayra Dengan salamnya.
''Waalaikum salam '' Balas Mayra dengan senyuman .
''Nyebelin banget deh punya sahabat ,sakit gak ngomong-ngomong ,untung aja tadi aku telfon om Bram jika tidak ,pasti ini juga udah jadi rahasia buat aku ,heran deh '' Tutur Keysha mendengus kesal .
Mayra terkekeh dengan ocehan sahabatnya ,sebenarnya ada perasaan merasa bersalah timbul di benak Mayra karena akhir-akhir ini Mayra larut dalam masalah percintaannya dan lupa jika dia mempunyai sahabat yang begitu baik.
''Maaf ... '' Ujar Mayra menyentuh pipi Keysha yang sedang duduk di kursi samping ranjang Mayra.
''Iya gak apa-apa,oh ya sekarang jelaskan kenapa kamu bisa masuk rumah sakit ,jangan coba-coba menutupi masalah kamu kembali,aku tidak akan membiarkan nya ,ingat itu '' Protes Keysha sedikit ancaman .
''Ya...tapi jaga reaksi bar-bar mu itu ,dan aku gak mau masalah ku jadi bahan tertawaan mu nantinya ,itulah malasnya aku cerita-cerita kalau ujung-ujungnya aku jadi bulan-bulanan kamu'' Ucap Mayra mengingatkan kebiasaan sahabat belagunya itu.
''Kalau terlalu serius jahat banget aku gituan ,udah jelaskan jangan ada yang tertinggal barang satu kata pun '' Kelakar Keysha mencairkan suasana.
Mayra mulai bercerita tentang pertemuannya dengan Ansel dan kisah belenggu cinta segitiga nya bersama Ansel dan Nayla ,dengan penuh perasaan dan sesak didada Mayra terus menceritakan semua hingga kejadian yang membuatnya masuk rumah sakit ,bahkan kini dia melihat Keysha begitu terharu dengan isi cerita hidup Mayra yang memilukan Keysha juga ikut meneteskan air mata nya .
Sesekali Keysha menyeka air mata Mayra yang kembali menangis dengan semuanya ,bahkan dirinya tidak sanggup jika posisinya berada pada Mayra yang begitu tangguh merelakan cintanya untuk kakak tercintanya juga.
Terkadang sesaat Mayra menghentikan ceritanya menahan sesak kian menyakiti nalurinya yang membuatnya begitu terluka,Keysha tidak pernah melihat sahabatnya begitu rapuh dan terpuruk seperti ini, bahkan dia juga kaget saat menceritakan sosok pria yang telah bersemayam dalam hati Mayra yang pernah di kagumi nya saat itu, meskipun baru sekali menjumpainya saat Ansel memaksa Mayra masuk ke mobil pria itu .
Yang membuat Keysha kaget adalah sosok Andre hanya mencintai Nayla bukan Mayra , lalu untuk apa mereka menjalani hubungan begitu lamanya jika bukan Mayra lah yang dicintainya melainkan Nayla ,mendengar cerita tersebut membuat Keysha menggeram kesal pada Andre ,andai lelaki itu berada di situ sudah di pastikan Andre masuk kedalam daftar hitam seorang Keysha .
Setelah semuanya selesai di ceritakan Keysha merengkuh sahabatnya memeluk Mayra erat .
''Jangan bersedih May , aku tahu ini sangat berat mungkin jika aku berada diposisi mu,aku tidak akan sekuat ini '' Ucap Keysha menenangkan Mayra .
''Tapi Ansel juga tidak bersalah key ,aku memaksanya demi kebahagiaan kak Nayla sedangkan dirinya sudah dipastikan sama sekali tidak bahagia ,aku egois key '' Tangis Mayra semakin erat membalas pelukan sahabatnya.
__ADS_1
''Kamu tidak egois May ,kamu punya alasan kenapa melakukan itu semua ,aku yakin penyakit kakakmu bukan penyakit biasa ,mungkin pria itu menyangka jika dirimu egois tapi percayalah semua akan kembali seperti semula '' Tandas Keysha sementara Mayra Mengangguk membenarkan.
Keysha melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Mayra sekali lagi hingga wajah sembab itu membalasnya dengan senyuman manis.
''Kamu yang kuat okey ....,Mayra kamu tidak boleh lemah seperti ini ,ingat sebentar lagi kita akan lulus dan harus terlihat selalu bahagia ,perlihatkan pada dunia kamu adalah gadis tegar '' Ucap Keysha menyemangati sahabatnya yang masih sesegukan.
''Tidak salah aku memiliki sahabat terbaik sepertimu key '' Sanjung Mayra bahagia.
''Maka dari itu jangan pernah main rahasia-rahasiaan dengan sahabatmu ini May '' Lagak Keysha pura-pura.
Mayra menanggapi sahabatnya dengan anggukan dan berusaha menghentikan tangisannya menggantinya dengan senyuman.
Kini Mayra sudah berhenti menangis dan terus berbincang-bincang dengan Keysha ,dia mengakui jika keysha ini sahabat yang mengerti dirinya dan keadaannya buktinya setelah berbicara padanya kepala Mayra seakan ringan tanpa beban lagi .
Ceklek...
Bram langsung masuk dengan seorang dokter wanita.
''Selamat malam anak papa , Keysha ?,kapan sampai '' Tanya Bram menghampiri dua gadis yang sedang berada di atas brankar tidur dengan senyuman.
''Pah Mayra mau pulang ,rasanya badan Mayra sudah mulai enakan '' Rengek Mayra langsung dibalas senyuman oleh dokter wanita yang bernama Helen.
''Baiklah gadis cantik mari kita periksa dulu ,apa benar ucapan kamu sesuai dengan keadaan '' Goda Dr.Helen terkekeh .
Dr.Helen langsung memeriksa kondisi tubuh Mayra ,setelah selesai Dr . Helen langsung tersenyum kearah Mayra yang terlihat tenang .
''Baiklah nona Mayra sepertinya keadaan anda sudah stabil ,besok pagi pasien sudah boleh pulang ,dan ingat pesan saya jangan telat makan lagi dan juga jangan sering hujan-hujanan kalau tidak mau menginap lagi di tempat ini '' Mayra mengangguk senang menoleh kearah Bram dan Keysha bergantian ,mereka juga ikut bahagia atas kepulihan Mayra .
''Tuan Bramantyo saya permisi dulu ,tolong urus surat-surat kepulangan pasien setelah itu tebus obat ini di apotik karena nona Mayra masih harus melakukan rawat jalan , sangat jelas terlihat sepertinya nona Mayra sudah tidak betah berada disini ,kalau tuan mengurusnya malam ini besok pagi-pagi sekali anak tuan bisa segera pulang '' Jelas Dr Helen dengan sopannya.
''Baik dokter '' Jawab Bram patuh.
''Kalau begitu saya permisi '' Bram membalas anggukan.
''Terimakasih dokter ,telah menjaga saya selama berada di rumah sakit '' Ucap Mayra berterimakasih.
__ADS_1
''Sudah tugas saya nona Mayra '' Ucap Dr Helen sambil tersenyum ,lalu melangkah keluar dari ruangan rawat Mayra.
Kini tinggallah Bram , Mayra dan Keysha .
''Nak , kakakmu Nayla sudah pulang tadi siang '' Ucap Bram mengabarkan.
''Kenapa aku tidak di kasih tau pah ? '' Bales mayra terkejut.
''Nayla yang memintanya nak ,dia tidak ingin mengganggu istirahatmu, ''Jelas Bram .
Mayra menghela nafasnya beratnya.
''Terus kak Nayla diantar sama siapa jika papa disini ? '' tanya Mayra penasaran.
''Dengan calon suaminya,awalnya papa ingin mengantarkan Nayla tapi mamanya Eric memaksakan putranya untuk mengantarkan calon menantunya ''Jawab Bram sedikit merasa bersalah karena sudah tau tentang permasalahan yang terjadi .
Mayra menoleh sekilas kearah Keysha yang memejamkan matanya sekilas agar Mayra tidak terbawa suasana ,Mayra membalas anggukan kecil dan kembali menetralkan sesak hatinya agar Bram tidak curiga meski Bram sudah tau semuanya Mayra belum menyadarinya ,Mayra hanya bisa memperlihatkan senyum palsunya pada Bram yang menatap sendu kearah Mayra.
''Keysha bisa kamu antarkan Mayra besok pagi-pagi sekali ,om malam ini harus segera terbang ke Kanada untuk perjalanan bisnis '' Pinta Bram pada Keysha.
''Bisa om , Keysha pasti bisa bantu om '' Balas Keysha dengan hormat.
''Terimakasih Keysha ''.Ucap Bram tersenyum.
''Sama-sama om '' Balas Keysha.
Mohon Dukungannya 🙏🙏💗
.
.
.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1