
Mayra langsung kagok mendapati sahabatnya sedang menilik wajahnya sedemikian intens,hingga rasa malu bercampur rasa takut menyerang Mayra tiba-tiba,bagaimana tidak jika sahabatnya tau sejauh mana hubungannya dengan Ansel yang faktanya adalah seorang
jelmaan singa lapar yang tak tertandingi.
Bahkan dengan tidak malunya Ansel mengakui jika bibirnya adalah candu untuk pria tersebut.
''Hei malah melamun ! '' Kejut keysha pada sahabatnya.
Mayra tersentak ,Ia tahu sahabatnya butuh jawaban.
''Aku alergi '' Jawab Mayra cepat ,wajahnya langsung merah terlalu memalukan membahas hal yang sensitive ,apalagi terjadi padanya.
''Alergi makanan? '' Keysha yang penasaran terus memberondong banyak pertanyaan padanya.
''Alergi lipbalm mungkin ''Jawab Mayra sekenanya menutup rasa gugupnya sambil menyeruput minuman kesukaannya sesekali melirik Keysha takut menangkap kegelisahannya.
''Sejak kapan kamu alergi benda seperti itu May ? '' Selidik Keysha lagi ,ada yang janggal dengan sahabatnya itu,perasaan dari dulu pelembab itu sudah menjadi kosmetik favorit Mayra sendiri.
Keringat dingin terus membasahi Mayra, takut ketahuan bahwa kenyataan yang sebenarnya berbeda dengan pengakuan pada sahabatnya, jika dirinya sangat menjaga diri dari semua pria,tapi sekarang faktanya berubah seorang mayra bisa berakhir pada pesona seorang Ansel bahkan hubungan mereka sudah berlebihan ,terbukti dari kejadian Ansel yang berkali-kali melahapnya tanpa ampun.
''A-aku ju-ga gak tau kenapa bibirku gak cocok dengan benda itu '' Sahut Mayra kalang kabut serta gugup takut kebohongannya terungkap.
Keysha memicingkan matanya untuk mencari kebenaran dari pancaran mata Mayra,Keysha tahu sebenarnya Mayra sedang berbohong tapi dia hanya pura-pura tidak tahu saja,dia terus saja mengorek Jawaban yang masih ragu dan masih tersembunyi itu.
''Udah ah ,ayo kita ke fakultas,bukannya kita mau mempersiapkan semuanya kan ''Ajak Mayra mengalihkan keadaan.
''Tapi kamu belum sehat betul Mayra ...!!! ''Tahan Keysha .
''Udah sehat,penyakit ku masih ringan kok ,cuman tidak boleh telat makan aja ,gak usah khawatir gitu...ayo '' Kilah Mayra terus mendesak Keysha ikut dengannya pergi ke fakultas.
Pembahasan masalah bibir harus segera di hentikan , jika tidak sudah pasti dirinya akan menjadi santapan mulut sahabatnya ini , kesalahan kali ini sangat fatal .Ini semua karena singa kelaparan yang begitu dicintai nya.
''Ya..ya ,tapi pakai masker dulu biar gak jadi tontonan mahasiswa,ntar dikira bibirmu habis di garap laki-laki lagi '' Sindir Keysha tanpa sengaja membuat Mayra terpaksa meneguk Saliva nya,Sindiran Keysha tidak meleset sama sekali ,sengaja Keysha menyindirnya dan benar sekali perubahan wajah Mayra langsung terlihat.
''Apaan sih ,gak usah ngaco deh ngomongnya '' Kesal Mayra meskipun itu benar. Susah payah Mayra menelan rasa malunya dengan Ucapan Mayra yang menyentil urat malu mayra sekian kalinya.
__ADS_1
Keysha terkekeh-kekeh menangkap raut wajah salah tingkah Mayra.
''Kalah aku dengan gadis hijab ini '' Batin keysha mengejek dirinya sendiri.
Dengan cepat Mayra mengambil masker yang selalu tersedia dalam tasnya lalu dipakainya dengan cepat.
Setelah memastikan bibirnya aman dari pandangan orang , dengan cepat Mayra menggandeng tangan Keysha dan langsung meninggalkan cafe tersebut.
*****
Di tempat lain ....
Ansel terus tersenyum-senyum sendiri di ruangannya.Ia terus membayangkan sarapan paginya yang begitu manis,Ansel kembali lagi melahap dan mencecap madu di bibir kekasihnya,kini langkah untuk mengikat Mayra sudah di depan mata,hanya tinggal mengikuti alur dari syarat Mayra yang menginginkan kesembuhan fisik dan obsesi Nayla atas dirinya,entah bagaimana ? yang pasti Ansel tidak akan pernah melepaskan gadis yang berhasil mendiami hatinya saat ini.
Ah...mengingat nama Nayla ingin sekali Ansel menyingkirkannya tapi rasa itu ditahannya karena salah satu berliannya Mayra adalah sosok Nayla kakaknya.
Kedatangan Max sang asisten sama sekali tidak disadarinya bahkan saat asistennya sudah berada di depannya , sebenarnya Max sang asisten tidak berani mengusik kebahagian sang bos karena dia tahu ekspresi yang sangat langka mengukir wajah Ansel menyatakan jika bosnya itu sedang dalam mode bahagia.Namun jika Max membiarkan Ansel terus berdiam diri dengan ekspresi menggelikan menurutnya kapan rapat pentingnya akan selesai bahkan belum juga dimulai.
''Ehmm '' Lamunan disertai senyum-senyum sendiri buyar dengan suara di depannya.Dan terpaksa dilakukannya demi keuntungan perusahaan Ansel sendiri.
''Sejak kapan kamu disini ? Sudah bosan kamu bekerja disini ,harusnya kamu tidak melupakan kesopanan mu jika memasuki ruangan ku '' Bentak Ansel pada asistennya yang tidak salah sama sekali,namun sifat malu serta gengsinya Ansel sudah mendarah daging dan tidak akan diperlihatkan nya pada siapapun kecuali Mayra gadis yang dicintainya.
''Saya minta maaf tuan , saya sudah mengetuk berkali-kali,tapi sepertinya tuan asik dengan dunia tuan sendiri ,tentu saja tuan tidak mendengarnya '' Ucap Max sedikit menohok sifat gengsi Ansel dengan sengaja ,namun masih bernada sopan.
''Kau menyindirku hah !! sudah bosan kerja dengan ku rupanya '' Kesal Ansel menutupi rasa malunya yang ketahuan bersikap seperti orang gila.
''Tidak tuan ,saya masih betah bekerja di sini.Kedatangan saya kemari ingin menyampaikan jika rapat harus segera di langsungkan,sedari tadi mereka semua sedang menunggu tuan muda '' Jelas Max memperjelas kan tujuannya keruangan Ansel agar bosnya tidak salah paham dan mengulangi kata yang akan menghancurkan impiannya.
''Ayo '' Ucap Ansel dingin dan datar.
''Yaampun Kenapa aku bisa lupa ! '' Gumam Ansel langsung bangkit kursi kebesarannya lalu melangkah keluar ruangan.
Sementara Max mengikuti bos nya di belakang ,Max hanya bisa menggerutu perubahan Ansel yang terlihat berbeda belakangan ini,bahkan senyuman yang terpampang tadinya sangat jarang di lakukannya terkecuali jika bosnya hanya berinteraksi dengan nyonya Julian sekaligus ibu kandung dari bosnya.
*****
__ADS_1
''Mas kenapa kamu tidak pulang semalam ? ,atau kamu semalam tidur di kamar tamu ?,kenapa kamu tega membiarkan ku tidur sendiri di kamar kita mas '' Lontar Fina langsung menerobos masuk ke ruangan Bram suaminya yang sedang berbicara dengan asistennya dengan tidak sopan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Bram yang sedang bergelut dengan berkas penting bersama Fandi sang asisten tidak menggubrisnya sama sekali,hatinya masih terasa sakit mengingat kesalahan istrinya yang sangat keterlaluan.
''Mas aku sedang berbicara padamu ''.
Bram masih tidak merespon pertanyaan Fina yang sudah terlihat menahan amarahnya.
Fina menatap Fandi dengan maksud tertentu .Mengerti maksud dari bahasa mata Fina,Fandi asisten Bram langsung pamit dengan cepat melangkah keluar meninggalkan dua pasangan paruh baya agar bisa menyelesaikan masalah rumah tangganya.
Setelah Fandi keluar Fina yang merasa kesal langsung melampiaskan amarahnya pada berkas yang sedang di periksa suaminya yang masih terduduk di sofa ruangan CEO .
''Apa yang kamu lakukan Fina. ''Bentak Bram geram dengan tingkah istrinya.
''Kenapa kamu mengabaikan ku , harusnya kita bisa membicarakan semuanya dengan baik ,tapi kamu malah memutuskan pisah ranjang denganku ,apakah kesalahan ku terlalu besar sehingga kamu enggan bertemu denganku mas, meskipun di rumah kita sendiri kamu tetap tidak memperdulikan keberadaanku di sana '' Sembur Fina melepaskan amarahnya yang sejak tadi di pendam.
''Kau tersakiti Fina !!! , bagaimana denganku !!, belasan tahun kau membodohi ku ,bahkan kau membenci putri kandungku didepan ku sendiri,kau tukar Nayla yang faktanya bukan darah daging ku dengan mayra putriku sendiri, harusnya aku yang kecewa dan marah padamu !! dan ingat letak kesalahanmu sangat dominan Fina,kau telah merenggut dua kebahagian secara bersamaan,jadi pergilah dari sini sebelum aku mengusirmu ''Sentak Bram menahan amarah pada istrinya.
''Jadi kau hanya menilai kesalahanku mas ,bagaimana dengan kesalahanmu di masa lalu ,kamu pikir aku bisa melupakannya begitu saja,kau juga sudah berselingkuh di belakangku mas,aku membenci wanita yang sudah merenggut kebahagiaanku mas --
''Tapi kenapa harus Mayra yang kau lukai Fina , kesalahannya ada pada kami tapi kenapa kau melemparnya pada gadis tidak berdosa itu,aku mengakui dulu aku khilaf dan itupun sudah lama bahkan kita juga sudah melupakannya Fina kenapa kamu harus mengungkitnya kembali , kehadiran Mayra tidak ada kaitannya dengan Masa lalu bahkan Mayra tidak ada sangkut pautnya dengan kesalahan kami,dia hadir dengan kata sah ,kau bahkan tega memanipulasi kebenaran putriku ,jadi jangan membandingkan kesalahan mu dengan kesalahan masa laluku dan Nayla harus mengetahui semuanya ,mulai sekarang posisi Mayra yang sudah kau renggut akan segera ku letakkan kembali pada tempatnya '' Teriak Bram langsung membuat Fina menangis.
''Tidak mas ,kau tidak boleh memberitahukan semuanya pada Nayla ,kondisinya sedang tidak stabil saat ini ,jika Nayla tahu nyawanya dalam bahaya mas '' Mohon Fina sambil menangis.
''Sayangnya Nayla sudah tahu semua mah ''.
''DEG''
-------------------------------------------------------------
⛅ mohon dukungannya
teman-teman...🙏🙏🙏
.
__ADS_1