
Deg...
''Mas...kamu juga di sini '' Ucap Mayra gugup bercampur takut ketahuan semua orang dengan posisinya sedang dalam dekapan tubuh kekar yang tidak asing baginya.
"Hampir saja aku tidak mengenal gadis tercantik menghadiri acara ini ''. Puji Ansel bintang utama di acara tersebut.
Jantung mereka terdengar saling bersahutan apalagi penampilan keduanya begitu tampan dan cantik.
sungguh mempesona.
Mayra semakin merasa risih dengan posisi intimnya tersembunyi di belakang tembok kokoh .
Rasa bersalah semakin tak karuan dengan tingkah pria itu dengan penuh keberanian begitu erat memeluk pinggang Mayra .
''Mas kenapa kamu juga berada disini...? '' Tanya Mayra kembali yang belum mendapatkan jawabannya.
''Aku ? '' Tunjuk Ansel pada dirinya sendiri.
Mayra mengangguk sesekali dia mengintip ke depan ,sungguh pria ini telah menempatinya di kandang macan.
Bagaimana tidak ,Ansel sudah berani memperlihatkan sikap manisnya di depan umum ,meskipun masih bertameng tembok besar.
''Aku bintang utama di sini ,kamu tahu sayang sejak tadi aku tidak bisa menemukan pasangan bintang itu ,maukah kamu menolongku untuk menemukannya ? '' . Ucap Ansel dengan seringai mesumnya.
Mayra termangu dengan sikap tak tahu tempat itu,ingin rasanya Mayra berteriak agar tangan kokoh Ansel melepas pinggang Mayra secepatnya.
Bukannya melepaskan malahan Ansel mencari kesempatan terus menatap nakal Mayra dengan menghimpit tubuhnya dengan tubuh Mayra ,beruntung gadis itu menahannya dengan tas tangan didada bidang Ansel yang berbalut jas mahalnya.
''Mas ...tolong jaga sikapmu ,di sana ada kak Nayla jika kamu lupa. Tolong jangan memperburuk keadaan ku ,jika kak Nayla tau sebelum aku sendiri yang menjelaskannya bisa-bisa kak Nayla malah salah paham nantinya . '' Ucap Mayra terus berusaha lepas dari rangkulan tangan Ansel.
'' Sudah waktunya Nayla tau hubungan kita sayang ''.
''Jangan ngaco kamu mas...lagian aku heran deh ,,, di mana-mana ada kamu . Andai aku tahu ketemu kamu disini sebaiknya aku memakai cadar saja biar gak di Pepet terus kayak gini ''. Sungut Mayra masih berusaha lepas .
Namun tangan kokoh Ansel sungguh sangat keras ,percuma meronta yang ada semakin keenakan pria mesum itu.
''Sebentar saja ,aku begitu merindukanmu sayang ''.
''Kamu itu gak ingat tempat mas ,ini tempat umum. Kalau ketahuan posisi kita begini bukan kamu yang dicibir ,tapi aku mas...aku mohon tolong lepaskan ''.
Tidak patah arang Mayra terus meronta minta di lepas.
''Jangan banyak gerak sayang , atau kita ke tempat lain saja agar para curuk- curuk disini tidak menggangu kita sayang ''. Goda Ansel berhasil membuat Mayra dongkol dengan sikapnya.
Rasa was-was terus saja menyerang otak dan perasaan Mayra .
Bagaimanapun perlakuan Ansel yang seperti ini semakin membuat otaknya frustasi.
Tidak ada rasa tergoda sedikitpun pada kekasih rahasia nya ini . Hanya rasa takut terus menyerang batin Mayra ,takut dengan kenyataan akan ketahuan telah membohongi kakaknya.
__ADS_1
''Mas please...aku mohon--- ''.
''Ehmmm....''
Mayra terperanjat dengan suara deheman seseorang tepatnya di belakang badan Mayra .
Sementara Ansel bukannya terkejut malahan wajahnya langsung berubah beringas dengan suara tersebut.
''Ada apa ?,kau tidak lihat aku bersama siapa ? '' Sungut Ansel menatap kesal pada asistennya Max.
Terlalu malu untuk membalikkan badannya karena ketahuan sedang berada dalam pelukan tuannya Mayra tidak bergeming sama sekali ,tubuhnya kaku malu dan kesal bercampur menjadi satu.
''Maaf tuan telah mengganggu --'' Ucap max sopan sembari membungkuk kecil.
''Sudahlah jangan bertele-tele ,ada hal apa kau menganggu aktivitasku hah ? ''.Geram Ansel menatap tajam dan dingin kearah asistennya.
''Dasar tidak tau tempat kamu mas !!! sudah salah nyolot lagi , disini kita yang salah bukan dia ''. Bisik Mayra menunduk menyembunyikan wajah yang sudah sangat malu.
Ansel melirik kebawah mendapati gadis tercintanya sangat gemas ,wajah malunya tampak jelas . Ia tau dengan siapa Mayra merasakan malunya.
''Begini tuan ,acara pelelangannya akan segera di mulai . Semuanya sudah menunggu tuan muda termasuk nyonya besar . '' Jelas Max spontan mengejutkan Ansel.
''Apa ?Mommy datang juga ke sini ? , bukannya ,ah sial .''
Mayra tersentak dengan umpatan yang dilontarkan Ansel pada dirinya.
''Lalu kamu bagaimana ? ''. Tanya Ansel .
Mayra menghela nafasnya . Lama dengan posisi seperti ini dengan pria super mesum ini ,yang ada akan membuat tubuhnya terlena.
''Tentu aku juga akan berada disini . Aku mendampingi kak Nayla menghadiri acara ini ''.
''Baiklah kali ini kau kulepas ,tapi ingat setelah acara ini kita akan bertemu ''. Telak Ansel tak mau di bantah.
Ansel melepaskan tangannya di pinggang Mayra. Hati Mayra langsung lega seakan suhu tubuh nya yang sejak tadi tersendat terasa plong kembali.
''Terus tatap aku di depan sana ,jangan beralih sedikitpun dari wajahku, kamu mengerti ? ''. Titah Ansel membingungkan.
''Kenapa aku disuruh menatap mu mas ? Bagaimana jika kolega papa mengajak ku mengobrol ,tidak sopan bukan berbicara jika tidak melihat ke arahnya. '' Kilah Mayra menjelaskan.
''Baru sadar jika berbicara harus menatap ? tapi kenapa saat bersamaku kau selalu saja berbicara pada ku tapi kaki mu yang di pandangi ''. Sindir Ansel ujungnya Ansel menggerutu sembari mencubit hidung mancungnya Mayra.
''Aww..'' Ringis Mayra menggosok hidungnya.
''Lalu bagaimana jika ada yang mengajak ku mengobrol ? ''.
''Tidak usah di ladeni ,jika berani aku tidak akan segan-segan mencabut saham ku dari perusahaan mereka ''. Ancam Ansel menjengkelkan.
''Dasar pemaksa beraninya mengancam dengan kekuasaan . ''Batin Mayra jengkel dengan sikap prosesif pria tersebut.
__ADS_1
''Tuan mari ''.
Max mengingatkan Ansel kembali.
''Jangan cerewet ,aku akan kesana . Dasar pengganggu '' Gerutu Ansel sangat kesal dengan asistennya itu.
''Pergilah mas...Akan ku ingat titah raja yang tak akan pernah terbantah sedikitpun. '' Cibir Mayra memaksa senyum terbaiknya.
''Jangan memaksa jika berat ''. Ucap Ansel menangkap rasa tidak nyaman dengan keberadaan mereka berdua.
Sebelum pergi tidak lupa Ansel mengecup kening Mayra sekilas.
Mayra yang di kecup seketika menegang karena pria tanpa urat malu itu melakukan hal yang tidak pantas di depan orang lain . Benar-benar kacau isi otaknya.
Kembali Mayra melangkah mendekati Nayla lagi. Saat ini Nayla sedang duduk di sebuah meja tamu yang bulat ,sedang menikmati minuman dengan paha menyila. Kulit paha mulus nan putih tanpa cacat sedikitpun begitu terekspos terlihat nyata begitu cantik.
Namun Mayra menangkap perubahan yang lain lagi dari kakaknya yaitu berpakaian terbuka.
Padahal mereka sangat anti dengan mempertontonkan lekuk dan kulit tubuh ke khalayak ramai terkecuali orang di rumah sendiri.
''Kak Nayla ? '' Sapa Mayra dengan malas Nayla menoleh, tanpa menjawab Nayla langsung membuang wajahnya ,terlihat begitu masam.
Mayra tidak peduli . Dengan penuh keyakinan Mayra duduk di samping Nayla.
Sementara Nayla tidak menolak ataupun melarang ,matanya terus fokus pada sosok pria yang sangat di cintainya.
Mayra tersenyum manis kala ikut melihat objek pandangan Nayla .
''Kak Eric tampan kak ya ? ''.Mayra mencoba pura-pura memuji pria tampan itu untuk memecahkan keheningan diantara adik dan kakak yang pernah saling menyayangi.
Senyum sinis Nayla seketika muncul dengan melirik Mayra tajam seakan jijik.
Mayra tau jika tatapan itu tanda tidak suka nya Nayla pada dirinya.
''Sungguh munafik sekali . Aku tahu itu , jika mas Eric sungguh sangat tampan . Hingga banyak betina liar diluar sana bermain gila demi mendapatkannya '' Ucap Nayla sarkastik menyindir Mayra.
Mayra menelan Saliva kasarnya . Ia bukan gadis bodoh yang tidak tahu arah sindiran Nayla disertai wajah sinis nya.
''Maksud kakak apa ? dengan ucapan seperti itu ? '' Rasa gugup bercampur rasa takut mengganggu perasaannya.
Nayla menyunggingkan senyum smirk liciknya ,ia menaruh gelas minumnya lalu dengan sangat tajam menoleh kearah Mayra dengan sunggingan sinis Nayla membalasnya.
''Bagaimana rasanya setelah mendapatkan pelukan dari orang yang kakakmu cintai Mayra ? '' sindir Nayla menatapnya dengan ejekan.
Jedarrr....
-------------------------------------------------------------
__ADS_1