Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Kembalinya Cinta


__ADS_3

Bukannya menjawab,Mayra seolah tidak berada disana. Ia mematung menatap kejujuran di mata pria yang masih mencintainya.


" Bukankah kamu marah terhadapku mas, bukannya aku telah melukaimu mas. Apa maksud dengan ucapanmu Mas, apa kamu serius " Ucap Mayra tidak menyangka, dengan apa yang sedang terjadi.


Ansel meraih kedua tangan Mayra dan menggenggam kuat. Mayra menoleh kearah tangannya,tanpa melawan kali ini ia memberanikan dirinya menoleh dan menatap lekat pria di depannya.


" Mayra, aku hampir saja membunuh orang jika saat itu, papamu tidak cepat mencegahku. Segila itu aku saat kamu pergi meninggalkanku Mayra. Aku marah pada semua yang terlibat dalam kepergianmu. Bahkan aku tidak menyapa Mommy saat kamu pergi dari hidupku, aku berlaku seperti itu karena rasa sakit hatimu pada Mommy membuat kamu terhina,dan berniat pergi meninggalkanku sendiri. Kamu tahu setelah semuanya terungkap, kamulah wanita yang telah aku renggut mahkotanya, Mommy sangat menyesal sayang, ia terus meminta maaf , dan terus menyuruhku mencarimu di manapun, beliau sangat menyesali perbuatannya, hingga aku memutuskan memaafkan Mommy. Tapi aku masih bersikap dingin karena begitu lamanya aku menunggu kamu masih belum kembali. "


" Hidupku kacau Mayra!!, hidupku hampa Mayra !!. Bagaimana bisa kamu mengatakan jika aku tidak mencintaimu...kumohon menikahlah denganku, aku sangat mencintaimu...hampir saja aku menyuruh orang-orang ku, melenyapkan Farel saat itu, karena telah lancang membawa kabur separuh hatiku pergi tanpa meninggalkan jejak , " Ungkap Ansel kembali.


" Jangan menyentuhnya, aku sagat menyayangi kak Farel mas !! dia ikut andil dalam menjaga kami selama ini , " potong Mayra menyanggah perkataan Ansel dengan cepat.


" Jangan mengungkapkan rasa sayang mu sayang untuk pria lain,aku bisa menggila, " Kesal Ansel mendapati istrinya memuji pria lain di hadapannya.


" Aku berkata benar mas , untuk apa kamu cemburu ? Kak Farel itu sepupuku mas ??" Ucap Mayra membenarkan.


" Sudah lupakan perihal tentangnya, jawab dulu pertanyaanku.


Apakah kamu mau menikah denganku, sayang ? "


" Bismillah...Aku mau mas " Ucap Mayra sekali tarikan nafasnya.


Hati Ansel langsung menghangat lega dengan jawaban sang kekasih.


" Aku tidak salah dengar kan sayang, " Mayra menggeleng membenarkan.


" Bagaimana perasaanmu terhadapku, apa namaku masih berada di sini ? " tanya Ansel sembari menekan dada Mayra dengan telunjuk.


Refleks Mayra menepis tangan Ansel. timbullah semburat kemerahan karena malu dengan spontanitas Ansel yang hampir menyentuh bagian sensitifnya.


Ansel terkekeh dengan gerak cepat Ansel menangkap tangan Mayra kembali,dan tak digubris nya.


" Jawablah,sayang " wajah Mayra kembali memerah dengan panggilan khusus untuk dirinya. Panggilan yang sangat dirindukannya dan terucap lagi langsung dari mulut s**i Ansel.


" Aku ...sangat mencintaimu Ansel,ayah dari bayiku...maaf masa lalu ku menyakitimu " Jawab Mayra di sertai permohonan maaf pada kekasihnya.


" Jangan ungkit masa lalu, yang berlalu biarlah berlalu. Semua kejadian pasti ada hikmahnya., aku sangat puas dengan hikmah yang langsung kirimkan setelah melewati sekian bulan ,langsung surprise Dengan hadirnya kamu kembali dan lahirnya anak kita , sungguh semua begitu sempurna dan lengkap sayang. Aku tidak menyesalinya...sejauh apapun kamu pergi dari ku, terbukti bukan,jika jodoh tidak akan kemana."


" Mas...???"


" Ya, sayang . "

__ADS_1


" Kenapa , kamu terus menunggu ku ?, Padahal jelas-jelas aku telah membohongimu sedalam itu. "


Sebelum Ansel memberi jawabannya, ia mengusap pipi putih Mayra dengan lembut.


" Aku mencintaimu karena Allah, sayang. Aku percaya jika kamu adalah bagian dari hidupku. Selama apapun, selelah apapun, aku akan tetap bersabar menunggu takdir Tuhan mempersatukan kita kembali. Dan putri kita sebagai perantara kembalinya cinta untuk bersatu lagi. " Jawab Ansel lembut.


Mayra tersenyum, hatinya menghangat terasa kembali kebahagiaan yang hampir setahun hilang dari dirinya .


" Aku mencintaimu ,mas . Sangat...maafkan aku sejak dulu egois pada--"


"Hussst, Jangan terus minta maaf saat kita sedang bahagia. Sudah ku katakan lupakanlah masa lalu, song-songlah masa depan bersama keluarga kecil kita ,sayang. Dan aku juga sangat-sangat mencintaimu, Mayra Bramantyo . Wanita pelengkap hidupku. " potong Ansel dengan cepat.


" Terimakasih, telah kembali. " Ansel mengangguk.


"Sudah tugasku, menjemputmu sayang. Jadi bagaimana kamu setuju kalau kita menikah sekarang ? " Tanya Ansel serius.


Mayra terbelalak, kaget dengan keputusan Ansel dengan kesan mendadak.


" Mas...??"


" Tidak ada penolak sayang, hal baik seharusnya di laksanakan segera mungkin. " tukas Ansel spontan.


" Tapi mas ! , aku baru saja melahirkan...tidak bisakah kita tunggu bayi kita --"


Pipi tegas Ansel langsung di jadikan pelampiasan kesal Mayra dengan ditariknya sekuat tenaga .


" Dasar mesum..., aku gak mau mikirin itu dulu . " Tolak Mayra serius .


" Kenapa ?, bukannya kita sudah halal sayang ? Kewajibanmu dong melayani suaminya " Ansel semakin gencar menggoda Mayra yang masih terlihat polos.


Ansel tidak sebodoh itu, Bukan tidak tau menahu mengenai kesehatan Mayra pasca melahirkan, tentu saja Islam melarang nya. Tapi tidak untuk pernikahan . Jelas di perbolehkan menurut hukum Islam. Poin pentingnya tidak boleh menggauli sang istri sebelum hadas nifasnya bersih total.


Senyuman yang telah lama menghilang dari wajah Mayra dan Ansel kini kembali lagi, sifat dingin dan sedih seketika hilang saat cinta mereka ikut campur hingga memupuk kembali semakin kuat .


"Kalau begitu, aku akan menikahi mu sebelum operasi nanti malam. Kamu setuju Mayra Bramantyo ?."


Tak ada jawaban, hanya semburat cinta di pancarkan Mayra melalui tatapan pada pria yang sudah membuatnya menggila saat ini. Akhirnya tak menunggu lama , Iapun langsung mengangguk pasti , Ansel meresponnya dengan hati lega.


" Tunggu sebentar sayang "


Ansel bangkit dari jongkok nya , merogoh ponsel dari celananya dengan cepat menghubungi seseorang di seberang sana. Sedangkan Mayra hanya menatap kegiatan Ansel dengan penuh senyuman bahagia.

__ADS_1


" Persiapkan semuanya, saat saya sampai di sana , saya harap semuanya sudah selesai " ucap Ansel memberi titah pada orang di seberang sana .


Ansel langsung memutuskan sambungan sepihak. Lalu kembali menghampiri Mayra yang tengah menatapnya lembut.


" Sayang, sebaiknya kita beritahukan perihal kebahagiaan ini pada semuanya. " ucap Ansel bahagia.


" Baik mas . "


Dua sejoli itu langsung berlalu dari taman masuk kembali ke rumah sakit,menuju tempat kumpulnya keluarga.


Sementara semua sangat penasaran dengan pembicaraan Ansel dan Mayra , seakan sedang di sembunyikan dari semuanya. Tapi melihat dua sejoli tersebut dari kejauhan yang tersenyum-senyum di sela pembicaraan Ansel dan Mayra sambil melangkah dan dorongan kursi roda, semakin membuat rasa penasaran mereka menjadi-jadi.


Sesampainya di sana, Mayra langsung membuka pembicaraan tanpa mengulur waktu lagi. menurut perintah Ansel tentunya.


" Papa, mama, kak Nayla dan kak Farel. Jika Mayra katakan sesuatu apa kalian akan marah ? " ucap Mayra gugup.


" Emangnya isi dari pembicaraan tersebut ,merugikan kita gak ??? " goda Nayla mencairkan kegugupan Mayra.


" Tentu saja tidak, tapi untungnya hanya buat kami saja " sela Ansel jengah dengan istri sahabatnya sekaligus calon kakak iparnya.


Sebenarnya Nayla dan Ansel yang dulunya tidak pernah berinteraksi dengan dekat, langsung berubah setelah Andre dan Ansel bersahabat. Tidak tanggung-tanggung Nayla dengan beraninya selalu menggoda Ansel, meskipun mata Ansel selalu melotot ingin keluar dari lobang nya, seakan tidak berasa apapun tak ditanggapi oleh Nayla yang super berani.


" Ck....yang lagi kasmaran..." ejek Nayla langsung di pelototi dengan gelengan oleh sang suami. Hingga mulut Nayla terkatup kembali.


" Katakan nak, apa yang mau kamu sampaikan ? " seru Bram pada Mayra.


" A..be .begini..pa ---"


"Sudah, biar aku saja yang mengatakannya " Potong Ansel, merasa calon istrinya masih belum berani mengutarakan.


Farel sedari tadi hanya diam, sibuk dengan ponselnya.


" Tuan Bram dan semuanya, saya ingin mengutarakan niat saya untuk menikahi Mayra " Ucap Ansel lugas .


Semua mata tertuju pada dua sejoli tersebut, demikian juga dengan Farel.


" Wah sejauh itukah, pembicaraan kalian tadinya. Mayra benar tidak ucapan kekasih hatimu ? " Tanya Nayla mengulum senyumnya.


Mayra mengangguk pelan serta m***** - Re*** jarinya ,menahan gugup dalam dirinya .


" Alhamdulillah ...." Ucap semuanya terkecuali Farel yang masih menatap Mayra dengan maksud tertentu. Mayra juga tidak sengaja menatapnya dengan senyum di buat-buat,menahan takut sekaligus malu terhadap kakak sepupunya yang terbaik.

__ADS_1


😘 Happy Reading 🙏👍


__ADS_2