Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Kunjungan Bram


__ADS_3

" Non , ada tamu ingin bertemu Nona katanya " ucap salah satu pelayan .


" Siapa Ina ?"


" Saya tidak mengenalnya Nona , perawakannya tampan dan umurnya kira-kira hampir seumuran Nyonya besar , Nona ''


" Kalau begitu kamu boleh kembali melanjutkan pekerjaanmu , Saya akan menemuinya sekarang " Ucap Mayra dengan senyuman .


Pelayan bernama Ina tersebut langsung mengangguk dan kembali bekerja .


Dengan rasa penasaran Mayra turun dari lantai dua sembari menggendong putri kecilnya . Perlahan Ia turun , Mayra begitu hati-hati nya menuruni tangga demi keselamatan putri kecilnya .


Sampai di pintu tembus ruang tamu , Mayra menatap siluet seorang pria besar dan tinggi tengah berdiri membelakanginya . Dari bentuk tubuhnya Mayra langsung mengenali sosok yang sedang berdiri kedua tangan di masukkan ke saku celananya .


Langkah Mayra semakin cepat . Tentu perasaannya kini langsung berbinar saat pria yang sangat dirindukannya kini ada di depannya .


" Papa " Pekik Mayra pelan sembari terus mendekati pria tersebut .


Mendengar suara putrinya Bram langsung berbalik arah , terlihat putrinya sedang menghampirinya . Kedua tangannya langsung di keluarkan dari saku celananya , Bram merentangkan tangannya dengan lebar , menyambut tubuh putri kandungnya yang sudah hampir dua bulan tak bertemu dengannya .


" Mayra , Putri Papa " Dengan sigap Bram memeluk kedua buah hatinya . Anzela begitu antengnya berada dalam gendongan Mayra sambil di peluk oleh kakeknya .


Setelah saling memeluk mereka saling menatap , Tidak lupa Ia langsung melabuhkan kecupan sayang nya pada sang putri dan cucunya .


" Berikan pada Papa sebentar , Papa kangen sekali dengan Cucu cantik ini " Pinta Bram , Mayra langsung memberikan bayinya pada Bram .


" Ayo Pah , duduk dulu " Bram pun patuh langsung duduk di sofa sambil menggendong cucunya juga .


" Kenapa Papa gak sekalian ajak Mama dan juga kak Nayla ? "


" Papa baru dari kantor suamimu Nak , Jadi tidak sempat mengajak Mama mu . Besok malam kunjungilah kami , Mereka bukan saja merindukan mu , Cucu Papa ini juga sangat di harapkan datang ke mansion kami . Apalagi Nayla ! Dia terus saja merengek minta bertemu adiknya ini , padahal perutnya itu sudah tidak bisa di ajak jalan lagi . "


" Kak Nayla mau melahirkan Pah ? " Tanya Mayra bahagia .


Bram mengangguk , " Nayla mengandung bayi kembar , karena itu Ia susah berjalan . Besok kunjungilah dirinya , Sebab lusa prakiraan HPL nya . Nayla akan menjalani proses lahiran Cecar karena bobot bayinya di luar dugaan " Jelas Bram .


" Memangnya Bobot bayi kak Nayla kurang ya Pah ? " tanya Mayra belum mengerti .


" Kurang apanya , yang ada bobotnya besar . Sepertinya makanan yang selama ini di konsumsi Nayla kebagian juga pada bayinya " Kekeh Bram mengingat sebanyak apa porsi makanan Nayla saat makan , di tambah lagi jika sudah tengah malam Andre selalu saja di buat pusing oleh istrinya .

__ADS_1


Terkadang Andre yang baru pulang lembur harus menuruti keinginan sang istri terlebih dahulu sebelum tubuhnya di izinkan untuk beristirahat . Belum juga lahir , Bayi Nayla sungguh membuat Andre jera setiap saat , untung saja rasa cinta Andre begitu besar terhadap istri dan calon bayinya ! dengan penuh kesabaran Andre menjalani masa kehamilan Nayla yang banyak tingkahnya .


" Papa kok senyum-senyum sendiri gitu ? "


Bram menanggapi dengan gelengan dan tetap dengan senyumnya .


" Kehamilan Kakak mu itu merepotkan suaminya , terkadang Andre harus membiasakan dirinya untuk memiliki stok kesabaran yang super . Bayi Andre benar-benar membuat Papanya Jera. Kemungkinan bukan Nayla yang menunda kehamilan selanjutnya . Terkadang Papa kasihan pada suami Nayla , tapi juga salut , meski lelah Andre melakukannya penuh dengan keikhlasan " Ujar Bram .


" Semoga perjuangan Kak Andre selalu dalam lindungan Allah " Doa Mayra di panjatkan .


" Amin..." Ucap Bram .


***


Sorenya ....


" Hmmm Putri Bunda harum banget " Ucap Mayra setelah membalurkan minyak telon , bedak , dilanjutkan memakaikan cologne di baju baby Anzela .


" Kita turun yuk sayang , sebentar lagi Papa pulang , Dedek mau kan digendong Papa "


Seperti mengerti dengan ocehan bundanya , Anzela tertawa menatap Mayra yang sedang melihatnya gemas .


Mayra mencium pipi gembul Baby Anzela bertubi-tubi . Anzela semakin gencar tertawanya .


CEKLEK...


" Mas ! Kamu sudah pulang " Ucap Mayra menghampiri suaminya , sedangkan Anzela yang baru saja segar setelah mandi langsung tertawa girang kala melihat sosok papanya .


" Ia , sayang . Mana putri Papa cium dulu dong " Pinta Ansel mendekati dua orang tersayangnya . Ia langsung mencium pipi gembul Anzela dengan gemasnya .


" Harum banget anak Papa , kayak Bunda ya sayang . Bikin nempel terus . " Canda Ansel menggoda putri serta istrinya .


Kini ciuman itu beralih pada dahi Mayra , Ansel menciumnya penuh kasih sayang . Sementara Mayra menikmati adegan kasih tersebut.


Ansel melepaskan bibirnya dari dahi lalu berpindah ke bibir sebentar mengecupnya sekilas , setelah itu ia langsung beranjak ingin membuka semua pakaiannya yang sudah seharian ia pakai , Ansel ingin segera menyegarkan tubuhnya dengan mandi .


" Aku mandi dulu sayang " ucap Ansel setelah membuka semua pakaiannya , dan berganti dengan lilitan handuk di pinggangnya . Meskipun sudah sering bersama , Mayra masih malu-malu menatap Ansel dan keadaan setengah telanjang . Bagaimana tidak tubuh suaminya itu begitu menggoda , susah payah ia menetralkan desiran-desiran yang menganggu , ia terus menelan Salivanya dengan alih menyibukkan dirinya pada Baby Anzela .


Ansel hanya menanggapi rasa gugup istrinya dengan senyuman menggoda . Setelah itu ia langsung masuk ke kamar mandi .

__ADS_1


Lima belas menit Ansel baru selesai mandi . Tidak terlihat Mayra dan bayinya di kamar , Ansel segera memakai pakaiannya agar bisa cepat bersantai dengan keluarganya .


" Mas , kamu sudah selesai mandi ? "


" Sudah sayang "


" Putri kita dimana ? "


" Anzela ada bersama Mommy , tadi nungguin kamu mandi kelamaan . Kayaknya ia pengen sama Mommy "


Mayra mengambil kopi untuk Ansel lalu memberikannya .


Ansel meraihnya , lalu menyeruputnya dengan pelan . Kemudian Ia memberikannya kembali pada Mayra . Kopi itu langsung di letakkan nya di nakas tempat tidur .


Ansel kembali memeluk Mayra dari belakang , Ia terus bermanja-manja bagai anak kecil pada istrinya itu . Mayra tidak melawan membiarkan suaminya itu melepas penat dengan tubuhnya , lalu Ansel membalikkan tubuh Mayra , pelukan di pinggang Mayra semakin kuat . Pandangan mereka beradu , terpancar tatapan sayang dari Ansel untuk kekasih hatinya .


" Bagaimana kabar istriku hari ini ? " Tanya Ansel .


" Aku baik Mas , tadi Papa kesini mengunjungi kami . Papa berpesan pada kita agar mengunjungi mereka segera "


" Baiklah kita akan temui Papa , tadi di kantor Papa juga mengatakannya pada ku . Sudah lama kita tidak kesana ? "


Mayra mengangguk dengan senyuman termanisnya.


" Kamu cantik sayang ! "


Mayra tersipu dengan pujian Ansel untuknya . Tatapan Ansel membuat jantungnya berdetak tak karuan , hingga tubuhnya menggeliat tak tenang .


" Kenapa masih gugup jika berdekatan denganku . Kita sudah halal loh " Tutur Ansel .


" Si--siapa yang gugup ? "


" Istriku yang gugup . Tadi saja saat aku ganti baju kamu terlihat tidak tenang gitu , padahal kita sudah melakukannya lebih dari sekedar setengah___ hmmmpt "


Dengan cepat Mayra membekap mulut Ansel . Rasanya begitu malunya mendengar kelanjutan ucapan suami mesumnya , sebab itulah setiap kata susah di saringnya .


" Udah gak usah di lanjutkan , kamu terlalu vulgar ngomongnya !!! " Ucap Mayra kesal bercampur malu yang kentara .


Di balik telapak tangan Mayra , Ansel menyeringai . Mayra langsung terperanjat dengan perlawanan Ansel .

__ADS_1


" Mas !!!! "


TBC


__ADS_2