Antara Cinta Dan Pengorbanan

Antara Cinta Dan Pengorbanan
Pengakuan Sebuah Perasaan


__ADS_3

'' Tapi aku tidak akan sebodoh dulu , Eric. Aku ingin kita seperti dulu lagi. Mari kita rajut kembali kisah cinta itu '' Ujar Cindy .


Keberanian Cindy membuat Ansel terdiam tanpa respon apapun.


Tangisan Cindy mereda , hanya tinggal sesegukan saja. Melihat Ansel diam tanpa jawaban ia memberanikan diri mendekati Ansel lebih dekat lagi. Ia langsung memeluk tubuh tegap Ansel, seketika pria itu tersentak namun tidak menolak sama sekali.


Pelukan Cindy terasa hambar. Berbeda dengan istrinya Mayra. Tiba-tiba otaknya langsung normal kembali ,baru menyadari jika posisi mereka tidak benar. Ansel telah memiliki istri di rumah tapi ia malah menahan pelukan dari wanita masa lalunya .


Pelukan Cindy begitu kuat , Ansel langsung ingin mendorong menjauhi tubuh wanita tersebut , namun sayang ia harus dikejutkan oleh seseorang yang sedang mematung berdiri di ambang pintu utama ruangannya.


Ansel menatap terkejut pada raga yang berdiri dengan sebuah paper bag di tangannya...


DEG....


'' Sayang...'' lirih Ansel , kaget bukan main.


Ansel bergeming, sementara Cindy mengira jika Ansel merespon pelukannya , dan panggilan sayang itu dikira untuk dirinya. Seulas senyuman lega terbit di bibirnya.


''Aku sangat mencintaimu, Eric. Terimakasih telah membalasnya kembali. ''


Ansel menatap Mayra yang masih berdiri di depan pintu menatap lekat kearahnya, ia masih belum menyadari jika saat ini tubuhnya sedang menempel dengan tubuh wanita lain.


Mata Ansel mengikuti pandangan netra istrinya. Betapa terkejutnya Ansel saat mendapati dirinya masih di peluk Cindy, dengan sekali hentakan tubuh Cindy terlepas dari tubuh nya. Hampir saja Cindy terjungkal , kemudian ia menatap Ansel kembali. Tapi tatapan Ansel tidak terarah padanya , iapun mengikuti arah pandangan Ansel.


Iapun heran saat mendapati seorang wanita berhijab berdiri di pintu tersebut menatap mantan kekasihnya itu.


Mayra menahan gejolak kecewanya yang terlanjur semakin terluka saat mendapati suaminya sedang bermesraan dengan wanita lain yang terlihat begitu cantik. Lututnya lemah, seakan kakinya tak berpijak di bumi. Namun dasar sifat kerasnya menolongnya saat ini.


Wajah Mayra menerbitkan keterpaksaan, ia masuk keruangan suaminya kearah Ansel yang sedang berdiri bersisian dengan wanita lain. seolah tidak terjadi apapun baru saja di depan matanya. Meskipun saat ini ia berusaha keras menahan tangisannya. Ia melangkah mendekat pria yang selama dua Minggu ini sangat di rinduinya yang pergi di saat hatinya sedang kecewa.


Rencana ingin memberi kejutan , Tapi kejutan besar untuknya yang di dapatkan .


Cindy yang tidak mengenal sosok Mayra , hanya menatapnya aneh diam tanpa bicara.


Mayra berdiri tepat di depan Ansel, ia menatap lekat wajah tampan suaminya dengan pertahanan luar biasa. Terlihat dari bibirnya yang bergetar , Mayra menahan gejolak perih itu dengan menggigit bibir bagian dalam. Ansel pun yang di tatap tak bergeming sedikitpun.


Mayra tahu, ini kesalahannya. Tapi bukan adegan ini yang dirinya mau, sejak di perjalanan ke kantor Ansel, Mayra terus berlatih kata mesra untuk di suguhkan pada suaminya. Tapi saat sampai ia langsung hilang kata-kata menyaksikan dua tubuh saling menempel.


Setelah puas menatap Ansel yang seolah-olah sedang pasrah dengan semuanya, Mayra beralih menatap Cindy . Wanita itu membalas senyuman Mayra dengan manis.


Mayra terpaksa juga ikut tersenyum . Meski di ujungnya ada kegetiran di sana. Dengan getaran yang hampir tak mampu ia tahan, senyum kehancuran kembali ia terbitkan .

__ADS_1


'' Maaf menganggu , aku masuk tanpa mengetuk dulu. Ini aku membawa mu makan Mas, kebetulan aku membawa untuk dua orang . Kalau begitu kalian bisa menikmati makan siangnya, sekali lagi aku mohon maaf sudah menganggu. '' Ucap Mayra bergetar.


Tatapan Ansel sama sekali tidak berpindah. Ingin sekali ia menahan ucapan bidadari nya yang telah terluka , namun entah kenapa tubuhnya itu sulit sekali tergerak kan .


'' Terimakasih, atas jamuannya. Saya merasa tidak enak hati , datang ke kantor Eric langsung di tawarkan makan berdua lagi. Seakan-akan memory masa kami pacaran dulu terulang kembali. '' Dengan gamblangnya Cindy menguak masa lalu suaminya terdahulu.


Ucapan Cindy berhasil menusuk ulu hati Mayra.


'' Tentu aku tidak keberatan Nona. Kebetulan saya sendiri yang memasaknya khusus untuk ---


Mayra menjeda ucapannya, lalu ia membatin sembari menatap pilu ke netra suaminya yang sedang beradu pandangan dengan. dirinya.


'' Suamiku , dan sayangnya aku telah terluka dengan kekecewaannya atas rasa trauma ku. Inilah jawaban kekhawatiran ku selama ini. ''


Kemudian Mayra beralih kembali , menatap Cindy dengan wajah cerahnya.


'' Tuan Eric, dan cinta masa lalunya. Tuan Eric baru saja kembali dari luar negri. Pastinya ia sangat kelaparan , bahkan ia hampir menerkam anda barusan. '' Mayra menatap Ansel kembali, tatapan pria itu penuh penyesalan, entah apa artinya itu, Mayra sungguh sudah tak tahan lagi.


'' Anda bisa saja , Nona. Saya dan Eric tidak melakukan apapun. Saya juga begitu merindukan pria disampingnya saya, hampir dua Minggu ini saya memantaunya saat ia berada di Surabaya bukan di luar negeri. '' Seloroh Cindy dengan gembiranya.


DEG...


'' Oh, maaf. Saya pikir Tuan Eric, baru pulang dari luar negeri, ternyata saya salah. Anda sangat memahami Tuan Eric. '' Ucap Mayra tersenyum getir betapa miris keadaan hati Mayra kian sembilu, dengan lara yang menyedihkan, pun Ansel menangkap kepedihan istrinya itu.


'' Tuan-- ''


Semua menoleh kearah keberadaan Max , yang sedang berjalan dengan berkas di tangannya.


Langkahnya tiba-tiba terhenti kala jumlah orang di ruangan CEO tersebut bertambah satu, Max langsung membelalak mendapati istri Bosnya berada diantara mereka semua.


'' Tuan Max, apa kabar ? ''


'' Baik, Nyo---''


Sayangnya ucapan Max, langsung terpotong oleh Mayra.


'' Kalau begitu , saya permisi . Sekali lagi saya mohon maaf . Silahkan di lanjutkan kembali. '' Ucap Mayra .


Sungguh Mayra sudah tak tahan lagi. Segera ia beranjak dari ayah putrinya tersebut yang telah memperlihatkan kebenaran jawaban kekhawatirannya selama dua Minggu ini.


Namun tangan Mayra langsung tercekal, siapa lagi pelakunya . Mayra menoleh ke arah tangannya , Ansel mencekal kuat lengan Mayra. Tapi tatapan tajam Mayra malah ia terima. Namun sudah cukup Mayra berprasangka buruk padanya.

__ADS_1


'' Mau kemana kamu ? '' tanya Ansel dingin menatap netra Mayra .


'' Saya mau pulang, Tuan Eric . Bisa tidak melepaskan tangan saya. Anda menahan langkah saya. '' Geram Mayra dengan kelakuan suaminya.


Cindy, yang menonton langsung merasa bingung.


'' Eric, kenapa kamu menahan Nona ini ? ''


Ansel menoleh ke arah Cindy, dengan wajah yang telah berubah sangar.


'' Cindy, akan ku perjelaskan masa lalu ku dengan masa sekarang ku, '' Mayra masih meronta minta di lepas, namun percuma cengkraman Ansel semakin kuat, hingga membuat Mayra meringis kesakitan.


'' Apa maksud , ucapan mu Eric ? '' Cindy semakin bingung.


Tatapan Mayra dan Ansel kian beradu dengan ekspresi berbeda. Berbeda dengan tatapan Ansel yang tulus dan penuh cinta disana, Mayra malah menatap suaminya itu beringas, marah serta kesal .


'' Wanita ini adalah Masa depanku. Sedangkan kamu adalah wanita masa lalu yang telah ku kubur sejak dulu. Wanita di depan ku ini adalah seorang ibu dari putriku. '' ucap Ansel menatap Mayra tajam dengan siraman cinta dan kasih sayang.


Setelah itu, ia beralih menatap Cindy yang telah berkaca-kaca , hampir menangis.


'' Aku tidak mencintaimu lagi, wanita di depanku adalah belahan jiwaku selamanya sampai maut memisahkan. Dan maaf aku tidak bisa mengabulkan permintaan masa laluku. Tapi bukan berarti aku tidak mau bertanggung jawab atas perbuatan Mommy-ku. Mintalah apapun tapi jangan minta aku untuk kembali padamu , aku sudah menjadi milik wanita ini. Dan selamanya aku mencintainya sampai mati. '' Tukas Ansel .


'' Max !? ''


'' Ya, Tuan. ''


Max langsung mendekati Bos-nya.


'' Selesaikan urusan kita dengan , Cindy. kabulkan keinginannya . Jika keinginannya berujung hancurnya rumah tanggaku , maka tolaklah. Batalkan semua Meeting hari ini sampai besok '' Tegas Ansel.


Setelah memberi titah , Ansel langsung menarik istrinya keluar dari ruangannya. Meski Mayra menolak, namun Ansel tidak menggubris nya. Hingga dua raga itu pergi dan telah hilang dari balik pintu.


Sementara Cindy yang sedari tadi mematung dengan aliran air mata. Seketika roboh, harapannya hancur untuk menyatukan cintanya kembali.


'' Nona, sebaiknya kita selesaikan urusannya sekarang juga. ''


Cindy bergeming , ia terus menangis meluapkan kekecewaan takdir cintanya , hatinya hancur atas pengakuan pria tercintanya.


 


SELAMAT MENIKMATI ...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 👍 DI AKHIR BACAAN NOVEL RECEH AUTHOR INI, DAN TERIMAKASIH.

__ADS_1


__ADS_2