
''Kapan kamu sampai sayang ''Mayra langsung terkejut mendengar suara yang familiar di gendang telinganya,seketika Mayra menoleh mencari arah suara tersebut,Mayra langsung kaget bukan main dengan kenyataan jika orang tuanya berada disini , di mansion nya Ansel.
Deg...
'' Pa-pa '' Ucap Mayra kaget.
Mayra melangkah mendekati Bram yang sedang duduk di atas sofa dengan wajah menyedihkan , Mayra merasa ada yang aneh dengan papanya ,sepagi ini Bram berada di tempat Ansel sungguh banyak hal yang membuat nya penasaran.
Mayra mendudukkan tubuhnya di samping Bram yang terlihat kacau dan kelelahan.
Ansel juga menyusul keduanya duduk di sofa singgel berniat diam tidak akan mencampuri urusan pujaannya dengan orang tua Mayra.
''Papa ...Kenapa papa disini , bukannya semalam papa bilang mau ke luar negeri ,tapi kenapa papa bisa di tempat Ansel ? ''Tanya Mayra bingung bercampur khawatir.
''Nak semua itu tidak penting untuk papa jawab ,berjanjilah pada papa jika papa memberitahu sesuatu pada mu jangan pernah membenci papa '' Ucap Bram menatap sendu seraya menggenggam tangan Mayra dengan gemetar.
''Papa kenapa dengan papa sebenarnya?,papa mau ngomong apa? ,papa terlihat berbeda hari ini . ''Mayra terus bertanya akibat rasa khawatirnya melihat Bram semakin berbeda.
Lalu Bram bangkit dari duduknya dan berjongkok di lutut Mayra , tindakan Bram berhasil membuat Mayra tersentak.
''Jangan begini pah !! papa tidak pantas bersimpuh di depan seorang anak ,Mayra mohon papa bangun cepat ,jangan bertindak seperti ini papa. '' Ucap Mayra memaksa Bram agar segera bangkit kembali.
Bram menggeleng menolak ajakan Mayra.
''Tidak sayang ,biarkan papa seperti ini dulu ,dengarkan apa yang papa ucapkan '' Tegas Bram namun masih bernada lembut.
Mendapat penolakan dari papanya Mayra kembali menatap Ansel yang terlihat diam menyaksikan mereka berdua. Sungguh banyak sekali pertanyaan yang mengusik pikirannya.
Sebenarnya Ansel tidak tega melihat keadaan Bramantyo yang terlihat kacau.
Namun disisi lain , Ansel merasa lega ,akhirnya doanya terkabulkan juga ,kedatangan Bram subuh tadi jelas memperlihatkan nikmat Tuhan yang tidak di sangka-sangka nya. Bram menceritakan semua tentang jati diri Mayra tanpa ada yang ditutupi, Ansel langsung mendapatkan jawaban dari doanya ,kini tinggal memikirkan cara menaklukan hati pujaannya kembali.
Kedatangan yang membawa anugerah terindah membangkitkan kembali kebahagiaan nya yang hampir hancur seketika.
''Mayra maafkan papa telah menelantarkan mu sayang ''Lirih Bram menatap lekat putrinya.
Mayra menggeleng lembut seraya tersenyum membalas genggaman tangan kekar Bram di pangkuannya.
''Kenapa papa minta maaf pada Mayra ,jika saat itu aku tidak di pungut papa,mungkin sudah dari dulu Mayra mati kelaparan '' Sahut Mayra membalas tatapan sedih Bram yang terus menatapnya dengan senyuman.
''Justru itu Penyebab yang harus papa katakan pada mu nak,semua itu terjadi karena saat itu papa bingung sayang '' Ucapan Bram sedikit demi sedikit langsung di cernanya.
__ADS_1
''Maksud dari ucapan papa apa ? Kenapa ucapan papa seakan melakukan kesalahan besar pada Mayra pah !!. ''Tanya Mayra semakin penasaran.
Kepala Bram ditekuk ,keberaniannya kembali ciut menghadapi masalah yang membuatnya menghancurkan putrinya ini .
''Pah ??? ''Panggil Mayra penuh kelembutan.
Ucapan Bram tiba-tiba tercekat dari dalam .Namun terlalu lama menyimpan rahasia sebesar itu akan membuat Bram semakin merasa bersalah .Bram merogoh sesuatu dari balik jasnya ,posisinya yang berjongkok di depan lutut Mayra membuat putrinya semakin ingin di jelaskan titik dari permasalahan papanya.
''Ambil ini dan baca dengan teliti ,setelah itu lakukan apa yang kamu inginkan sayang. ''
Ucap Bram seraya menyerahkan sebuah surat.
Mayra menerimanya,segera Mayra membaca surat tersebut dengan penuh khidmat dan penuh perasaan. Disela itu Mayra juga sesekali menatap Ansel yang masih setia menatapnya ,hingga pandangan keduanya beradu.
Bram juga masih dengan posisinya .Dia terus menatap putrinya yang masih fokus membaca surat usang di tangan Mayra.
Ada perubahan tampak di raut wajah Mayra namun sekuat tenaga Mayra menahannya ,mendapati papanya yang telah kacau, Mayra merasa kasihan jika dia menyalahkan papa nya.
Hanya satu yang ingin Mayra inginkan dari Bram saat ini , penjelasan di mana ibu kandungnya dan bagaimana Mayra bisa berada di panti asuhan terburuk yang telah menghancurkan masa kecilnya .Mayra melipat kembali kertas itu bahkan Bram mendapati raut wajah Mayra terlihat menahan sesuatu.
''Jelaskan sekarang pah,apa maksud dari surat ini , ini surat lama pah terlihat dari warna dan bentuk kertasnya. ''Ucap Mayra bergetar menahan tangisnya pecah.
Bram kembali menggenggam tangan Mayra lalu menatapnya ,semua pertanyaannya akan di jawab .
Tidak kuat lagi menahan kesedihannya Mayra melepaskan genggaman nya dengan cepat menutup wajahnya.Dia menangis dalam diamnya terlalu malu membuka wajah di depan dua pria yang begitu di sayanginya.
Tubuh Mayra bergetar hebat kala tangisannya di redam agar tak bersuara.
Bram dan Ansel terus menatap Mayra yang masih menangis.Kemudian Bram bangkit dan kembali duduk di samping Mayra .Ia menarik tangan Mayra yang masih menutup wajah cantiknya.Terlihatlah wajah sembab Mayra yang sudah dipenuhi air mata.
''Putriku... ??. ''. Panggil Bram lembut.
Mayra mengangkat wajahnya dan langsung menubruk tubuh kekar Bram .Sedangkan Bram langsung membalas pelukan putrinya dengan rasa bahagia,hati Bram sangat lega sekali artinya Mayra menerima dirinya namun Bram masih belum tau apakah putrinya akan marah dan tidak akan memaafkannya.
''Aku tidak menyangka jika doaku selama ini terkabulkan juga ,sama seperti papa saat mengharapkan Mayra menjadi putri kandung papa ,begitu juga dengan Mayra pah !! '' Ucap Mayra sambil menangis menekuk Bram erat.
''Jadi putri papa tidak marah dan sudah memaafkan kesalahan papa ? ''Tanya Bram .
Mayra menggeleng.
''Kenapa Mayra harus marah pada orang yang telah berbaik hati memungut Mayra di jalanan ,meski saat itu papa tidak tau jika Mayra adalah putri kandung papa ,tapi dengan rasa ikhlas papa membawa Mayra bersama dengan papa , aku tidak mempunyai hak untuk marah sama papa '' Jujur Mayra mencurahkan isi hatinya.
__ADS_1
''Terimakasih putriku ,kamu sangat dewasa dalam berpikir .Tadinya papa begitu frustasi dan merasa takut sekali jika kenyataan berbanding terbalik dengan yang terjadi saat ini. ''Tutur Bram membelai dan mengecup kepala putrinya yang berhijab.
''Tidak ada bedanya dengan perasaanku yang dulu dan sekarang ,papa tetap sama seperti papaku yang dulu ,untuk sekarang aku lebih lega ,jika papa yang ku sayangi adalah papa biologis Mayra. '' Ucap Mayra bahagia.
''Terimakasih telah menerima papa dengan lapang dada nak. ''. Ucap Bram bahagia.
Mayra melepaskan pelukan pada Bram.
Dia mengusap sisa air matanya kemudian duduk kembali menghadap ke arah Bram.
''Jadi aku dan kakak sedarah papa ? '' Tanya Mayra penuh dengan senyuman.
Mendengar pertanyaan dari putrinya ,Bram langsung menatap Ansel lekat seakan memohon bantuannya agar menggantikan dirinya untuk penjelasan selanjutnya. Mayra yang melihat gelagat papanya yang terus menatap Ansel sedikit membingungkan.
''Ada apa ,kenapa papa terus menatap mas Ansel pah !! Mayra ada disini di depan papa. ''
Ucap Mayra bingung.
Ansel menghela nafas panjang setelahnya diapun bangkit kemudian berjongkok di depan Mayra persis seperti yang dilakukan Bram tadi. Tindakan Ansel juga disambut Mayra seperti Bram tadinya.
''Mari kita menyatukan cinta kita sayang ,dan lupakan pengorbanan mu pada Nayla ,aku sungguh sangat terluka dengan tindakanmu . '' Pinta Ansel dengan wajah yang begitu manis namun ada goresan kesedihan di sana.
Mayra membalas tatapan Ansel dan melirik tangannya yang sudah berada dalam genggaman Ansel.
'' Tapi---
.
.
.
🌹🌹🌹🌹🌹
.
.
.
.
__ADS_1
'