
Hari itu juga, Mayra memutuskan untuk bertemu langsung dengan Ansel,meskipun masih ada trauma dengan kejadian yang menimpanya.
Tidak butuh waktu yang lama, akhirnya motor matic Mayra memasuki area parkir kantor Julian corp.
Di lobi semua menatap hormat pada Mayra. Masih menggunakan masker serta kaca mata hitam,Mayra menghampiri dua resepsionis wanita tersebut.
Mereka seketika melampirkan senyuman hangat serta menunduk hormat ketika wanita sang direktur menghampiri mereka.
''Selamat siang,Ada yang bisa kami bantu,Nona ?,'' Tanya salah satu resepsionis tersebut dengan lembut.
''Siang juga. Em..apa tuan muda ada di ruangan ?,'' Balas Mayra .
''Tuan muda sedang tidak di tempat Nona, Baru satu jam tuan muda keluar setelah kembali dari kota Bali. Beliau keluar sendiri tanpa di dampingi asisten Max,dan sampai sekarang belum juga kembali. ''Jelas resepsionis satunya.
''Permisi,Nona Mayra...ada yang bisa saya bantu. ''
Suara seseorang mengalihkan pandangan Mayra seketika kearah suara tersebut.
Mayra langsung membungkuk hormat pada pria tersebut, sehingga membuat semua karyawan yang mengenal Mayra termangu tak percaya dengan kesopanan wanita tuan mudanya. Harusnya wanita tersebut lebih memikirkan kedudukannya di bandingkan orang yang sedang di beri hormat olehnya.
Tapi, semua mata melihat kelakuan Mayra sesungguhnya yang tidak membedakan satu sama lain.
Sungguh mereka merasa kagum dengan akhlak Mayra Bramantyo.
''Tuan Max,apa kabar, '' sapa Mayra sopan.
''Baik, Nona. Sepertinya anda ingin bertemu dengan tuan Eric ?. '' Mayra mengangguk.
''Tapi kata resepsionis tadi tuan belum kembali. '' Sambung Mayra.
''Benar Nona, sebenarnya tuan sudah pulang ke mansion pribadinya, mungkin ada keperluan yang penting , mari saya antar ke sana, '' ucap Max.
''Oh...tidak apa-apa,asisten Max. Saya masih ingat alamat tersebut. Kebetulan saya membawa motor ke sini,biar saya menemuinya sendiri. Dan terimakasih atas tawarannya, saya permisi dulu. ''Ucap Mayra kemudian pamit segera keluar pergi dari perusahaan Ansel.
__ADS_1
Max menatap nanar punggung Mayra yang telah menghilang . Sebenarnya Max tidak ingin mengatakan keberadaan tuannya pada siapapun mengingat perintah tuannya tadi yang tidak ingin di ganggu. Segenting apapun keperluan mereka,jangan sampai mengganggu dirinya yang sedang menenangkan diri. Namun melihat kegusaran dalam bahasa tubuh Mayra , Max tidak tega membiarkan wanita yang dicintai tuannya menunggu di lobi dengan tidak pasti.
Akhirnya kalimat yang ditahannya keluar juga. Ada rasa senang dalam diri Max mendapati respon dari wanita tersebut yang sopan terhadapnya. Jika tuannya marah,karena menganggu dirinya, Max sudah siap di hukum nantinya. Namun terbesit dalam pikirannya tuannya tidak akan marah melainkan akan memberikannya bonus tambahan padanya atau berterimakasih padanya,mengingat cinta tuan muda untuk Mayra kalah dengan cinta yang lainnya . Max sangat yakin itu.
***
Menempuh waktu kurang lebih hampir satu jam,Mayra akhirnya sampai juga ke mansion pribadi Ansel untuk kesekian kalinya.
Dia memarkirkan motornya di luar pagar.
Tau siapa yang bertamu,satpam mansion Ansel yang sudah pernah melihat wanita itu ,langsung mempersilahkan masuk setelah membuka gerbang besar itu.
'' Nona pasti ingin bertemu tuan Eric ya,mari saya antar kan ke tempat tuan, '' Ajak penjaga dengan sopannya.
''Terimakasih bapak, saya tidak mau masuk, boleh tidak bapak memanggilnya. Biar saya tunggu di taman itu saja, '' ucap Mayra seraya menunjuk kearah taman.
''Tapi, Nona sangat tidak sopan bagi kami menjamu tamu ,tapi tidak dipersilahkan masuk kedalam terlebih dahulu. '' kata penjaga tersebut.
''Tida masalah, jangan menganggap saya tamu pak. Anggap saja saya ini teman bapak,jadi tidak perlu sungkan seperti itu. '' sahut Mayra tersenyum manis di balik maskernya.
Mayra mengerti maksud bapak penjaga itu.
''Tidak masalah pak. Biarkan saja saya memarkirkannya diluar,'' ucap Mayra tenang.
''Baiklah, kalau begitu saya panggilkan tuan dulu, Nona.''
Mayra mengangguk,penjaga tersebut langsung memberi perintah pada salah satu Maid untuk memanggilkan tuan rumah mereka segera.
Dan penjaga tersebut langsung kembali lagi ke pos setelah memastikan amanahnya tersampaikan. Sementara Mayra sudah terlebih dahulu pergi dari pos menuju taman yang luas tepat di samping halaman mansion Ansel.
Di sana Mayra dengan hati yang tidak tenang terus menetralkan dirinya, karena akan segera melihat kembali pria sekaligus kekasihnya yang telah memperkosanya dengan brutal,dan bahkan juga telah menghancurkan masa depan kakaknya sekaligus, meskipun tidak ada yang terjadi, namun hanya author saja yang mengetahuinya 🤭.
Semilir angin sepoi-sepoi sejenak menyegarkan wajahnya yang sudah melepaskan masker serta kaca mata yang terus sejak tadi menutupi wajah cantik Mayra.
__ADS_1
Hati yang redup sesaat tenang dengan hembusan segar yang menerpa setiap kata cinta yang dulunya memenangkan hatinya kini perlahan lenyap di telan pil pahit saat kejadian laknat itu terjadi. Hanya air mata kepedihan yang tersisa mengingat dendam sang pujaan hati pada kakaknya hingga mahkota yang di jaganya hilang seketika dengan rasa trauma yang mendalam.
***
Byurrrr....
Suara hantaman air kolam mengguyur tepian kolam saat hantaman tubuh tegap Ansel mendarat cantik kedalamnya.
Ansel terus berenang tanpa henti guna menetralkan kembali rasa shock atas kejadian Janggal saat berada di Bali tepatnya dikamar hotel Nayla .
Setelah puas menghempaskan rasa kesalnya dengan terus berenang akhirnya Ansel menyudahinya pun karena sudah sedikit kelelahan dengan gerakan tubuhnya yang tanpa henti di paksa bergerak sana sini dalam air. Ansel menepikan tubuhnya ke pinggir kolam yang ada tangga besinya,kemudian naik serta meraih handuk kecil dan baju bathrobe nya dan langsung dipakai menutupi tubuh atletis Ansel.
''Permisi tuan ,ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan muda segera '' Lapor salah satu Maid yang di utus penjaga tadi.
Ansel mengernyitkan dahinya, tak lama kemudian diapun menggeram entah gerangan siapa yang telah menganggu ketenangannya.
''Apa kalian semua tuli, sudah ku katakan saya tidak mau di ganggu. Usir saja tamu itu, membuat orang muak saja '' hardik Ansel geram.
Ia beranjak ingin keluar dari sana ,tapi Maid tersebut mengejarnya. Karena penjaga itu sudah memberitahukan siapa tamu tersebut,maka dari itu lebih baik Ia di marahi sekarang daripada nanti saat tau tamu pentingnya pergi meninggalkan Mansion tuan muda mereka sebelum bertemu langsung dengan beliau. Pasti sang tuan lebih murka lagi dan berimbas pada semua orang yang ada di mansion tersebut.
''Tuan ,tamu itu adalah gadis yang pernah tuan ajak ke sini '' ujar Maid sambil mengejarnya dari belakang.
Langkah Ansel langsung berhenti seketika saat laporan Maid mansionnya memperjelas siapa tamu tersebut. Ansel menoleh menatap Maid-nya dengan dingin guna memperjelas laporannya.
''Di mana dia sekarang ? '' tanya Ansel dengan aura dingin,namun ada kebahagiaan di sana karena tau siapa gadis tersebut. Hanya Mayra lah gadis satu-satunya yang di ajaknya ke mansion pribadinya.
''Kata penjaga tadi , Nona sedang menunggu tuan di taman samping halaman Mansion, tuan. ''
Maid tersebut menunduk saat mata nyalang sang tuan menusuk kearahnya. Saatnya menyelamatkan diri dari buasnya sang tuan.
''Nona,sudah dipaksa masuk ke dalam tapi , Nona sendiri yang ingin menunggu di sana tuan '' sahut Maid tersebut menunduk takut.
Tanpa jawaban Ansel langsung berlalu dari tempat itu ,seketika hati salah satu Maid tersebut lega, karena sang serigala sudah menghilang dari depannya.
__ADS_1
To be continue....😘