
Waktu sudah menunjukkan istirahat akan tiba namun orang yang ditunggu belum juga menampakkan batang hidungnya , sedari tadi Mayra hanya duduk saja dengan sopan di atas sofa tanpa berani menyentuh barang-barang pribadi di ruangan milik Ansel sungguh lancang sekali jika norma dan etika tidak di jaganya.
Karena bosan menunggu akhirnya Mayra memaksakan sendi tulangnya ikut bergerak sesuai titah dari otak agar tidak kaku , agar kebosanannya hilang Mayra beranjak mendekati dinding kaca yang tembus pandang kearah jalan raya ,dari sana terlihatlah jalan raya tampak dengan jelas meskipun terlihat kecil dari pandangannya.
Sebuah tangan kokoh berbalut dengan jas hitam tiba-tiba saja melingkar cantik di pinggang Mayra , refleks Mayra terkejut dengan gerak cepat sipemilik tangan semakin erat memeluknya dari belakang.
Mayra mendongak ke atas terlihatlah wajah tampan yang sejak tadi di tunggu-tunggu nya.
''Mas ?? '' Panggil Mayra .
'' Maaf membuat mu bosan menungguku di sini ,tadi ada meeting penting di luar ,makanya aku agak telat balik ke kantor ''. Jelas Ansel tanpa diminta.
''Mas tau kalau aku menunggumu di sini ?. '' Tanya Mayra bingung.
''Tentu , sekretaris ku yang mengabarkan melalui Max asistenku sayang ''.
''Pasti sekretaris mu yang seksi itu ya ,yang bajunya kurang bahan ,pasti gak bosan dong kerja sambil cuci mata '' Sindir Mayra dengan raut wajah kesal langsung tertangkap netra Ansel ,dia pun terkekeh mendapati aura cemburunya sang kekasih.
''Kamu cemburu ? hmm... '' Tanya Ansel sambil tersenyum ,meletakkan dagunya di bahu Mayra tangan masih memeluk gadisnya semakin erat.
''Aku ? cemburu ? sama gadis kurang bahan itu ? gak mungkin lah ,kamu jangan mengada-ada deh mas ? '' Bohong Mayra dengan wajah memerah ketangkap basah .
''Lalu kamu gak masalah gitu ,jika aku memperlakukannya sama seperti mu ? '' Ansel semakin menggoda Mayra ,alhasil kekesalan Mayra semakin bertalu-talu , terasa dari perlawanannya yang ingin lepas dari jeratan pelukan Ansel.
Dengan lembut dan cepat Ansel membalikkan tubuh Mayra ,kini lengan Ansel melingkari pinggang ramping Mayra .
Pandangan mata mereka langsung beradu . Wajah Mayra begitu menggemaskan ingin secepatnya Ansel menghalalkan gadis di depannya agar terus bisa dikungkung nya secara halal.
'' Kamu sangat cantik sayang '' Ucap Ansel penuh makna.
Mayra membalas tatapan lembut pria di depannya ,namun tanpa di sadari Mayra Ansel semakin mendekati wajahnya ,untung masih dalam keadaan sadar Mayra langsung mendorong wajah pria itu sekuat tenaga yang hampir menyalurkan kemesuman nya . Cukup beberapa kali Mayra menjadi korban kemesuman pria ini ,kalau terus di biarkan setan semakin merajalela menggoda iman mereka .
''Mas ...lepaskan dulu tubuh ku '' . Ronta Mayra minta di lepas .
Bukan Ansel namanya jika setiap pertemuan tidak menempel dan menghirup aroma natural tubuh Mayra yang menjadi candunya.
"Akan ku lepas jika pipi ku dapat bonus dari mu sayang ? " Ucap Ansel tanpa dosa langsung di balas tatapan tajam mata Mayra .
Bukannya merasa bersalah malahan Ansel semakin menjadi-jadi dengan permintaannya , tekad kuatnya Ansel mengabaikan raut kesal kekasihnya sebelum permintaan nya terkabulkan segera mungkin.
'' Sebelum aku mendapatkannya jangan harap Kungkungan pelukan ku lepaskan ''.
''Ya ampun Mas... ayolah jangan seperti anak kecil , kita sudah dewasa dan mengerti jika kelakuan kita ini salah besar '' .
''Justru kita adalah pasangan dewasa cukup mudah untuk melakukannya , bukan begitu Mayra sayang '' Balas Ansel bersuara sensual di buatnya.
__ADS_1
Seketika Mayra menelan ludah kasarnya saat mendengar nada bicara Ansel sangat membahayakan , mengingat tujuannya juga sangat membutuhkan jasa pria ini Mayra menjadi bingung , ingin sekali mencakar wajah si mesum ini tapi di sisi lain Mayra sangatlah membutuhkan pria yang kekuasaannya di bidang bisnis sudah pasti dapat memberantas kejahatan calon suami Keysha yang semakin menjadi-jadi kelakuannya.
''Baiklah aku akan melakukannya ,tapi sekali dan kamu juga harus menepati janjimu juga ,dan segera lepaskan aku . Jika tidak kapan aku akan membicarakan hal penting dengan kamu mas ''
''Oke ,cepat lakukan ingat harus penuh dengan perasaan '' Ucap Ansel menyeringai nakal.
''Baiklah , hanya di pipi ...'' Sahut Mayra gugup.
Bagaimana tidak kali ini dialah yang beraksi ,biasanya Mayra adalah korban spontanitas nya Ansel ,namun hari ini Mayra harus menutup rasa malunya agar dapat melakukan tantangan Ansel supaya tujuannya menjumpai pria mesum ini kelar serta kehidupan sahabatnya kembali seperti semula.
Ansel mengurai sedikit lengannya dari pinggang Mayra tanpa melepas agar gadis itu bisa menggapai wajahnya.
Dengan kaki sedikit kebas Mayra berjinjit mendekati bibirnya ke pipi Ansel ,saat bibir Mayra hanya tinggal beberapa senti lagi mendekat ,dengan Cepat Ansel memutar wajahnya hingga berhadapan dengan wajah Mayra ,Mayra langsung terbelalak menyadari jika bukan pipi Ansel yang tersentuh bibirnya melainkan bibir pria tersebut ,semburat warna merah terhias cantik di pipi putih Mayra ,saking malunya bercampur kesal menjadi satu.
Geram dengan kelakuan Ansel Mayra segera melepas bibirnya dari bibir pria itu namun sayang beribu sayang Ansel kembali menekan ciuman itu lebih dalam lagi menarik tengkuk Mayra dengan cepat .
Akhirnya Mayra pasrah keadaan , sudah tau endingnya bagaimana Mayra hanya bisa mengalah dan sesekali terpaksa membalas ciuman pria itu ,jika tidak sudah pasti bibirnya terus terluka akibat gigitan Ansel yang sedikit menyakiti.
Mereka menikmati setiap inci dari rasa yang terus tercecap ,kadang kala Mayra juga turut menyalahkan tubuhnya yang terus mengkhianatinya hingga membuat pria ini besar kepala , berpikir jika Mayra juga menikmatinya , walaupun itu benar.
***
''Sayang jangan merungut gitu dong , ntar akunya khilaf lagi dan adegan tadi terjadi kembali '' Ucap Ansel sembari membawa makanan yang di pesannya pada Max saat tau jika Mayra sedang di kantornya dan kebetulan waktu istirahat Ansel ingin makan berdua saat ini.
'' Gimana gak kesal , lama kelamaan bibirku langsung berubah Bimoli '' Cebik Mayra kesal sambil membuka tutup minum botolnya.
''Bukan minyak goreng ,tapi itu singkatan dari Bibir monyong Lima mili ,puasss '' Dongkol Mayra seketika.
Ansel langsung tergelak mendengar ucapan yang membuat siapa saja mendengarnya langsung tertawa terbahak-bahak .
''Udah salah, masih tertawa juga rupanya untung cinta . Tapi wajahnya semakin tampan saja ,ah aku tidak ikhlas jika wanita di luar sana selalu merusak mata kekasihnya '' Gumam Mayra berubah terkesima menatap Ansel .
''Jangan terus menatapku sayang , ketampanan ku hanya milikmu seorang ,jadi jangan takut pada wanita luar sana ,aku akan terus menjaga hatiku ,tenanglah ...'' Ucap Ansel membanggakan diri sekaligus meyakini Mayra jika dirinya akan terus setia.
Entah kenapa saat ini nama Nayla tidak terlintas di pikirannya kala berdekatan dengan Ansel ,biasanya rasa bersalah pada Nayla mengganggu jiwanya jika mereka sedang bersama . Tapi kali ini kesadaran akan besarnya cinta Ansel pada Mayra melupakan jika dia telah berjanji akan mempersatukan Ansel dengan kakaknya ,tapi setelah kejadian waktu lalu Mayra sepertinya berubah pikiran dia ingin memiliki Ansel secara utuh .
''Makanlah , setelah itu kita akan berbicara'' Titah Ansel sambil menyodorkan ayam setelah di potong-potongnya berbentuk kecil.
''Terimakasih mas '' Seakan lupa dengan kekesalan nya pada Ansel barusan .
Lima belas menit kemudian , Mereka telah selesai makan , Ansel langsung beranjak dari sofa guna membersihkan sampah makanan ''.
Ansel kembali duduk di samping Mayra .
''Ada apa sayang ,sepertinya ini masalah penting , apa kamu juga sedang membutuhkan sesuatu mengenai restoran mu '' Ucap Ansel anteng.
__ADS_1
Mayra menggeleng ,Ia bingung mau memulai percakapannya dari mana ,tapi demi tujuannya Mayra harus bisa.
''Aku --ak-- ''. Mayra Meremas jari tangannya.
''Sayang ...kenapa gugup seperti itu.''
Mayra langsung membalas tatapan Ansel yang begitu memabukkan.
Mayra menarik nafas beratnya lalu di buangnya dengan pelan.
''Mas tujuan ku kesini ,aku ingin minta tolong padamu '' Ucap Mayra hati-hati .
''Pertolongan apa sayang ? ''.
'' Untuk menolongnya ,ah maksudku menolong Keysha ,dia sedang kesusahan mas ''.
''Lalu pertolongan seperti apa itu ? ''.
''Kamu memiliki saham di mana-mana dan juga memiliki perusahan sudah jelas lebih maju dari yang lainnya apa lagi perusahaan mu di luar negeri juga berkembang pesat bukan? ''. Ansel mengangguk masih mencerna namun masih belum paham.
''Hubungannya ''.
''Bekerja samalah dengan Perusahaan Keysha ,ada seseorang yang terus menjerat keluarganya , hutang Mereka di kali lipat hingga mencekik keluarganya Keysha ,dan dalam beberapa hari lagi Keysha harus menikah dengan duda tersebut ,sedangkan Keysha tidak bisa menikahinya karena sudah pasti dia tidak mencintainya mas ,bisakah kamu menolong mereka mas ? '' Jelas Mayra terperinci.
''Apa nama perusahaan Keysha sayang ? ''
''Adipura group mas ? ''.
Ansel mengernyitkan keningnya saat mendengar nama perusahaan tidak begitu asing di telinganya.
''Kenapa kamu diam mas ,kamu tidak bisa membantunya ? '' Tanya Mayra tiba-tiba panik.
''Demi kamu aku akan menyelesaikannya termasuk penjilat yang akan memaksa menikahi Keysha sahabatmu sayang ,segera mungkin perusahaan orang tua Keysha akan bangkit kembali ''.
''Benarkah ? Kamu sedang tidak membohongiku kan mas ? '' Tanya Mayra dengan semangatnya memastikan.
''Aku serius ,itu hanya urusan kecil ,tapi kamu harus memberiku hadiah.'' Ansel mengetuk telunjuknya di pipi.
Mayra mendelik mulai lagi sifat dan kelakuan aslinya Ansel. Sangat berbeda jika di luar sana , dingin dan tak terbaca . Jika dengannya seperti lintah saja terus menempel.
''Bantu orang itu harus ikhlas itu harus ikhlas , jangan setengah-setengah, kalau minta imbalan bukan tolong namanya '' Sindir Mayra langsung tertarik dalam pelukan Ansel .
''Ya sudah begini aja cukup '' Ucap Ansel sambil memeluk bidadari nya.
__ADS_1
Mohon Dukungan Like ,Comment dan Votenya...Beri juga Rating terbaik kalian pada ku agar novel receh othor bisa naik kepermukaan ...Terimakasih...