
Wajah kecewa Farel sangatlah terlihat , sia-sia saja usahanya selama sebulan ini terus menyemangati sang adik agar terus maju membuang semua gundah gulana nya.
Bukan tidak tahu apa yang selalu dialami Mayra saat tengah malam tiba, Farel selalu saja memantau sang adik saat sepertiga malamnya . Hati Farel pun ikut serta dalam kesedihan serupa yang di alami Mayra sepanjang hidupnya.
Setiap malam begitu banyak harapan yang dipintanya pada sang pemilik semesta ,agar selalu dalam lindungannya tidak terkecuali kekasihnya juga ikut serta .
Mempertahankan Mayra selama sebulan ini bukan saja untuk cita-cita sang adik, tapi lebih dominan untuk keselamannya. Setelah panjang lebar Mayra menceritakan persoalan cintanya yang rumit, Farel mulai mengerti sedikit permasalahan yang sedang menimpa Mayra. Tapi masalah inti dari keterpurukan Mayra sama sekali tidak pernah di baginya pada siapapun termasuk orang tuanya.
Mayra hanya sekedar menceritakan tentang cinta segitiga mereka saja,tidak lebih.
Mayra takut ,jika Farel tahu tentang penderitaannya sudah dipastikan kakak sepupunya tersebut akan turun tangan menyelidiki sampai ke akarnya. Farel dengan kekuasaan yang hampir setara dengan Ansel pasti mampu mengorek informasi dimana pun dan kapanpun dengan mudahnya.
Farel bangkit dari duduknya dengan wajah yang sulit di artikan. Mayra menangkap perubahan tersebut.
''Kak Farel ?? ''
''Berkemaslah , malam ini aku akan mengantarmu '' Ucap Farel datar dan dingin.
Hati Mayra nyatanya perih. Sudah banyak hati yang telah dilukainya termasuk kakak sepupunya yang terbaik.
''Maaf '' lirih Mayra dengan aliran air mata perihnya.
Tapi Farel sama sekali tidak melihat air mata tersebut. Karena raga Farel telah pergi dari roof top apartemen mereka.
Mayra memutuskan beranjak juga dari sana. Entah kenapa dalam seminggu ini badannya tidak enakan, dan sering sekali masuk angin.
Karena angin sore sudah mulai tidak nyaman ,Mayra langsung pergi menuju kamarnya. Sampai di pintu kamarnya, Mayra menoleh kearah kamar Farel yang letaknya bersampingan dengan kamarnya.
Namun belum sampai kakinya melangkah kedalam kamar, tiba-tiba kepalanya terasa berat . Matanya berkunang-kunang sedikit demi sedikit hampir menggelap. Mayra masih memaksa langkahnya kembali, akan tetapi sakit kepalanya semakin menusuk dan akhirnya Mayra ambruk tak sadarkan diri di ambang pintu kamarnya. Beruntung Farel muncul dari dapur menuju ke kamarnya juga,melihat Mayra berdiri tak seimbang lagi dengan cepat dua berlari mendekati Mayra , langsung sigap menangkap tubuh Mayra yang jatuh tak sadarkan diri.
'' Ya, Allah May, bangun dek... yaampun Mayra pingsan '' Panik Farel menepuk-nepuk pipi Mayra yang sudah tak sadarkan diri lagi.
Segera Farel merogoh sakunya untuk menghubungi seseorang.
__ADS_1
'' Hallo, segera ke apartemenku. Ku harap datanglah segera ,adikku jatuh pingsan.''
Tanpa menunggu jawaban, Farel langsung mematikan sambungannya.
Farel mengangkat tubuh kecil Mayra ,menidurkannya di ranjang,juga menyelimutinya.
***
'' Dimana orang sakitnya ? ''
Seorang wanita tiba-tiba muncul dari ambang pintu dengan senyum berkharisma nya.
''Kenapa kau lama sekali, Vira ? '' Kesal Farel memicingkan matanya pada Vira si dokter cantik sahabat dekatnya sekaligus dokter pribadinya.
'' CK, menyebalkan . Memangnya aku ini Jinny apa !!! kesana sini tinggal cling-cling gitu aja ?mau pergi sana sini manggil Jinny ? Hey aku ini juga butuh kendaraan datang kemari. Dasar bawel '' Cebik Vira melangkah mendekati tubuh Mayra yang masih terlentang di ranjang.
''Sudah jangan banyak drama, kau membuang-buang waktu saja. Cepat periksa adikku, entah kenapa akhir-akhir ini wajahnya selalu pucat. Dan baru saja batas kelemahannya berakhir dengan pingsan '' Jelas Farel terlihat panik.
''Hey, kenapa kamu sepanik itu. Kita akan tau penyebabnya. Minggir aku periksa dulu gadis cantik ini '' pungkas Vira dengan wajah sebalnya.
Vira mulai memeriksa dengan sangat detail. Mulai dari dadanya ,nadinya hingga ke bagian yang lain. Sekian menitnya Vira selesai memeriksa Mayra .
Setelah semuanya beres Vira memasukkan semua peralatan medisnya kembali kedalam tas.
'' Bagaimana? ,apa terjadi sesuatu dengannya ? '' tanya Farel tak sabaran saking khawatirnya.
Sebelum menjelaskannya, terlebih dahulu Vira menghela nafasnya,kemudian diterbitkan senyum manisnya.
'' Seharusnya kamu tidak perlu panik seperti itu . Adikmu tidak apa-apa,malahan dia akan segera menjadi ibu muda . Adikmu itu sedang hamil, makanya selama beberapa hari ini perubahan di tubuhnya menandakan bahwa adikmu ini sedang mengalami mual-mual,karena kehamilan muda sangat identik dengan perasaan seperti itu. Sudah kabarkan saja suaminya, sebab kehamilan muda sepertinya sangat membutuhkan figur sang suami dalam masa trimester pertama frase kehamilan. '' Jelas Vira tanpa melirik Farel yang terpaku dengan kabar yang tak terduga.
'' Ha--mil ???'' Tanya Farel tak percaya dengan jawaban Vira.
'' Iya. Adikmu sedang hamil,tapi untuk kejelasan berapa umur kandungannya , lebih jelasnya temui dokter obygyn secara langsung, agar kehamilannya lebih jelas terdeteksi. '' Seru Vira bersiap-siap pergi dari sana.
__ADS_1
'' Kau tidak berbohong,kan ? '' Lirih Farel.
Seketika Vira mengerutkan dua alisnya ,bingung dengan ekspresi sahabatnya tersebut.
'' Kenapa kamu kaget seperti itu, harusnya kamu bersyukur ,karena tidak lama lagi kamu memiliki keponakan kecil. Ini malah kaget ekspresi nya, daripada nungguin yang gak pasti ,ya terima nasib ngurusin keponakan lebih dulu sebelum ngurus punya sendiri '' ejek Vira,tentu saja membuat Ansel kesal bukan main.
''Kau mengejekku !! , akan ku buktikan padamu segera ,kalau aku juga bisa punya anak '' Sungut Farel tertohok dengan ucapan sahabatnya yang pernah mengejarnya waktu dulu. Karena Farel terus mengabaikan perasaan Vira padanya, gadis yang menyandang gelar dokter itupun akhirnya menyerah dan kini mereka melanjutkan hubungan itu hanya dengan bersahabat saja.
''Ho..ho...ho...Jangan marah ,nanti jodohnya jauh loh '' Kelakar Vira mendinginkan suasana.
''Sana pergi !! jika tidak aku batalkan transferannya '' ancam Farel pada Vira.
'' Wah, jangan macam-macam Farel,kau tahu bukan kalau aku hanya mengandalkan uang dokterku untuk hidup di negeri orang. Ayolah pria tampan yang baik hati, jangan di masukkan kehati ...sungguh aku hanya bercanda. Kalau terus marah-marah nanti kamu ubanan loh '' bujuk Vira takut Farel akan marah lagi padanya.
'' Jika dalam hitungan Lima detik kau masih berada dalam apartemen ku, akan ku lanjutkan ancaman ku kembali '' Ancam Farel kembali.
'' Baiklah-baiklah...aku permisi pria es batu '' Ucap Vira langsung ancang-ancang untuk berlari dari tempat itu.
Vira langsung lari terbirit-birit Mendengar suara gelegar pria yang pernah di gilainya.
Beberapa saat kemudian , Mayra pun tersadar kembali. Kepalanya masih terasa sakit dan ingin sekali Mayra memuntahkan isi dalam perutnya untuk kesekian kali. Dengan langkah cepat karena tak tahan lagi Mayra langsung berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua makanan dari perutnya.
Hoek... Hoek... Hoek...
Suara dari kamar mandi sangat jelas terdengar karena sosok Farel masih berada dalam kamar Mayra tentunya.
Setelah selesai semuanya dan di rasa badannya sudah terasa enakan, Mayra keluar dari kamar mandi.
'' Siapa ayah bayi dalam kandungan mu Mayra ? ?
Deg....
Sebuah suara bertanya padanya yang langsung membuat tubuh lemahnya tersebut mematung tanpa pergerakan.
__ADS_1
**Dukung author ya teman-teman,dengan like... Comment dan Votenya. Terimakasih.
TBC**