
Sebulan sudah kepergian Mayra tanpa jejak sedikitpun. Waktu yang di berikan Ansel seminggu sudah terlewatkan tanpa adanya hasil yang memuaskan. Sebelumnya ajah yang begitu ceria, kini telah terpasang wajah datar serta dingin tak tersentuh.
Pengaruh Mayra sangat besar bagi kehidupan Ansel. Bahkan setelah dia tahu kebenaran nyata yang terkuak lewat CCTV hotel di Bali.
Dua hari setelah kepergian Mayra tanpa sepengetahuannya. Ansel langsung menelisik kembali kejadian malam di mana mereka bertiga sedang berada di Bali.
Max serta rekan lainnya membawa fakta yang menyakitkan pada semua pihak yang terlibat, bahwasanya seluruh tayangan CCTV, dimana Mayra pada malam naas itu membuka pintu ,lalu Ansel mendorongnya dengan sangat kasar. Hingga beberapa saat kemudian hati mereka semakin tercabik-cabik ketika Mayra keluar dari sana dengan keadaan mengenaskan .
Berkali-kali Ansel mengutuk dirinya ,kala melihat betapa hancurnya sang kekasih karena ulahnya . Dengan cara berjalan Mayra saja semua sudah bisa menebak jika Mayra telah di perkosa. Terlihat juga bagaimana reaksinya saat pintu hotel Nayla terbuka dan terlihat Mayra sedang menyeret dirinya dengan menyakitkan.
Tidak hanya hati Ansel yang hancur. Nayla juga Bram begitu terkejut dengan kenyataan yang ada. Nayla merasa hatinya semakin teremas-remas kembali dikala sang adik telah melakukan pengorbanan yang fantastis,pengorbanan terpahit dalam hidupnya. Apalagi Entitasnya Nayla masih perawan menurut pemeriksaan beberapa waktu yang lalu atas saran Ansel tentunya secara baik-baik.
Mayra bukan saja meninggalkan banyak kesedihan untuk mereka, tapi ia juga telah membawa pergi luka terdalam bersamanya entah kemana.
Meskipun Mayra jauh darinya,bukan berarti langkah untuk menggapainya akan tersurut begitu saja. Ansel dengan aura dingin permanennya telah bersumpah pada ibunya bahwa dirinya tidak akan menikah jika bukan Mayra lah pengantin wanitanya.
Kehidupan Nayla semenjak tidak adanya sang adik,sangat terasa kosong. Dia terus menyalahkan dirinya atas kepergian sang adik yang membawa kesalah pahaman antara dirinya juga kekasih adiknya ,menyangka jika pada malam itu Ansel telah menidurinya. Padahal di waktu yang sama Mayra juga baru mengalami hal yang lebih menyakitkan lagi. Nayla terus mencari sang adik sampai dia melupakan kesehatannya hingga Fina sangat iba melihat kondisi Nayla yang terlihat begitu lemah . Awalnya Bram bersikukuh terus merayu Farel agar Mayra pulang menemui sang kakak yang begitu terpuruk tanpa diri Mayra di sampingnya.
Tapi sayang beribu sayang, Mayra menolak semua itu dengan beralasan jika dirinya begitu nyaman di tempat yang telah Farel rahasiakan mengingat keselamatan Mayra yang lebih penting. Mayra juga tidak menanggapi laporan papanya akan semua kebenaran yang terkuak termasuk Ansel yang telah memperkosanya hingga Nayla masih perawan ,tapi Mayra merasa itu semua hanya sebagai rayuan papanya agar Mayra kembali.
Namun tekad yang sudah matang mustahil Mayra runtuh kan kembali , mengingat betapa susahnya dirinya menata hati yang telah sepenuhnya milik Ansel .
Meskipun Mayra telah memiliki kehidupan baru bersama Farel sang kakak, tapi hatinya masih tetap sama seperti dahulu. Cintanya pada Ansel bukannya berkurang tapi malah semakin besar dan kuat.
__ADS_1
Hal yang sebulan ini Mayra lakukan setiap malam hanyalah menangis dan terus menangis menahan gejolak rindu yang menggebu untuk sang pujaan hati di belahan dunia lainnya.
Bahkan setiap malam nama Ansel terus hadir dalam doanya setiap saat.
Waktu sebulan telah merubah segalanya. Merubah Ansel menjadi monster tak berperasaan jika sedang menghadapi musuhnya. Merubah Nayla menjadi pendiam dan terus melakukan kesalahan dalam pekerjaannya. Membuat Bram semakin terbeban dengan rahasia besar yang sudah tidak sanggup di sembunyikan , di tambah lagi rasa rindu pada putri kecilnya yang telah memberikan warna dalam hidupnya namun tanpa Mayra hidup mereka yang menyayangi Mayra hancur sehancur-hancurnya.
Sementara Fina bungkam dengan kebenaran yang sama sekali tak terduga. Dia merasa berdosa sekali pada putri tirinya,karena demi nama baik putrinya dia rela mengotori nama dirinya asalkan putri kandungnya Nayla bahagia meskipun diatas penderitaan nya.
Ansel juga telah jarang pulang ketempat ibunya. Kemarahan sang ibu pada kekasihnya saat itu meninggalkan luka terdalam dalam hatinya. Namun rasa hormatnya pada sang ibu membuat hati Ansel semakin rapuh ,meski sebesar apapun kesalahan ibunya,Ansel tidak akan bisa menghardiknya kembali. Apalagi dia tahu sekali jika bakti pada sang ibu adalah jalannya menuju surga. Tapi tidak untuk mengkhianati sang kekasih. Ansel tetap akan melanggarnya jika ibunya masih mengusik bidadari pemilik hatinya.
***
Di belahan dunia lain, Mayra dan Farel sedang menikmati tenggelamnya matahari di roof top apartemen mereka yang kebetulan berada di lantai paling atas.
Terlihat teh di atas meja masih mengepulkan asapnya, Farel langsung mengambil dan menyeruput dengan pelan. Suasana di atas sana sangat mendukung persembahan makanan dan minuman untuk para penikmat alam semesta.
'' Rileks kan fikiran mu May ?, apa lagi besok kompetisi nya akan di mulai. Kamu bukan sedang mengikuti ajang tingkat kecamatan Mayra, tapi ini tingkat internasional sudah tentu kamu harus fokus pada perlombaan. '' Ujar Farel mengingatkan.
'' Dari awal Mayra sudah bilang bukan, tanpa dukungan mereka , Mayra tidak akan memiliki semangat lebih untuk melanjutkan semuanya. '' sahut Mayra menatap lurus kedepan. Teh yang mulai dingin masih tak di sentuhnya.
'' Kak Farel, keputusan ku berada disini adalah kesalahan. Harusnya Mayra tidak pergi begitu saja. apalagi hilang bak ditelan bumi begini '' lanjut mata Mayra kembali.
Farel membuang nafas kasarnya. Sebulan sudah lamanya Mayra tidak henti-hentinya minta pulang seperti anak TK saja, terus merengek.
__ADS_1
'' Baiklah, percuma kakak tekan kamu menuju lomba tersebut. Tubuhmu di sini tapi jiwamu berada jauh di belahan dunia lain '' Ucap Ansel pasrah.
Wajah Mayra langsung berbinar-binar dengan ucapan kakak sepupunya barusan. Padahal dari awal Mayra terus minta pulang baru sekarang Farel mengabulkannya.
''Kakak tidak bercanda,kan. Aku sudah tidak tahan jauh dari mereka.''seru Mayra kegirangan.
Ada rasa bahagia melihat senyum yang telah hilang semenjak kepergian Mayra dengan dirinya secara paksa tentunya.
'' Kebahagiaan mu lebih penting adikku, mungkin dengan cara ini kakak akan mengembalikan senyum indah yang telah hilang sejak sebulan ini . ''
''Terimakasih kak Farel,sungguh ini adalah kebahagiaan Mayra yang sangat Mayra harapkan. '' Ucap Mayra bahagia.
''Lalu ,kamu akan melanjutkan hubungan dengan kekasihmu itu lagi ? '' Senyum Mayra seketika lenyap bergantikan dengan aura kesedihan kembali.
Lama dalam ke terpakuannya , Ansel kembali menyentuh sang adik di punggung tangan nya ,membuat Mayra kembali terjaga dalam kenyataan sebenarnya.
'' Aku sudah menganggnya tiada. meskipun hati ini terus mendustakan diri ini, ajari diriku untuk menghilang dariku. Tapi jangan pisahkan kami lagi seperti saat ini. '' ujar Mayra berharap, tapi nyatanya cinta dan sayangnya pada Ansel lebih besar daripada lukanya.
Entah lah, terkadang Mayra ingin sekali memaafkan pria tersebut di kemudian hari. Namun logikanya Mayra tetap menguasai kebimbangannya.
''Baik ,bersiaplah...aku akan menghubungi om Bram atas kepulangan mu segera. ''
😊 Happy Reading
__ADS_1