Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 107


__ADS_3

Lichyia memekik kaget saat melihat ruang acara itu hancur karena bom yang di pasang oleh Kinara. Mungkin wanita itu sudah gila


Jet pribadi Arel mulai lepas landas dan itu tanpa di ketahui oleh Lichyia karena sibuk dengan layar I-PAD yang di pegang nya


"Astaga Mas Arel"


Lichyia menatap ke arah samping dan melihat awan hingga dia tersadar jika pesawat itu sudah berada di ketinggian


"Siapa yang menyuruh untuk lepas landas" tanya Lichyia dengan emosi


"Tuan Arel nyonya beberapa menit yang lalu menghubungi kami untuk segera lepas landas" jawab salah satu pengawal


Lichyia menyenderkan tubuhnya dengan lemas saat ini dia sangat khawatir dengan keadaan keluarga nya dan dirinya harus pergi ke Italia. Ini semua memang perintah Arel dan dia harus setuju karena ini memang konsekuensi yang harus mereka tanggung


Namun ini sangat menyakitkan bagi Lichyia di saat keluarga nya entah bagaimana keadaan mereka tetapi dirinya harus pergi ke luar negeri meninggalkan mereka semua untuk beberapa waktu ke depan.


Lichyia mengusap lembut perutnya saat ini alasan terkuatnya untuk tetap pergi adalah calon bayi yang sedang dia kandung. Keselamatan janin nya itu sangat penting karena Kinara saat ini pasti sedang di landa dendam yang membara


"Semoga mereka baik baik saja" ucap Lichyia


.


.


...Denata Hospital...


Srtt.. srrttt.. srtt..


Suara roda brankar yang di dorong dengan cepat melewati beberapa orang yang melintas dan masuk ke dalam ruang IGD


Beberapa perawat dan para dokter keluar masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah panik.


Bukan hanya satu dua namun beberapa orang sekaligus masuk ke dalam rumah sakit itu akibat dari ledakan bom hotel tersebut

__ADS_1


.


...Italia...


Beberapa jam kemudian jet pribadi Lichyia mulai mendarat di Bandara Internasional Leonardo Da Vinci, Italia.


Lichyia turun dari jet pribadinya itu dan berjalan keluar dari lapangan lepas landas pesawat


"Selamat datang adikku" sambut Leon sambil merentangkan kedua tangannya. Lichyia dengan senang hati memeluk kakaknya karena saat ini dia sangat butuh pelukan untuk menenangkan hati nya yang gelisah


"Hai Lichyia apa kabar" tanya Asha


"Aku baik kak" jawab Lichyia dengan senyum manis


"Lebih baik kita ke mansion kakak sekarang" ajak Leon


"Tunggu kak" cegah Lichyia


"Ada apa" tanya Leon


Lichyia mengambil ponselnya yang dia simpan di dalam tas dan berjalan menjauh


"Hallo" sapa Lichyia


"..."


"Aku ingin kau cari tau tentang hotel Cendana II milik Arlla Denata"


"..."


"Iya tentang kejadian hari ini"


"..."

__ADS_1


"Aku tunggu informasi darimu dua jam dari sekarang"


"..."


Sambungan terputus


Lichyia memasukkan ponselnya ke dalam tas mewah yang dia pakai


"Sudah?" tanya Leon


"Iya"


Asha, Lichyia dan Leon berjalan menuju mobil Leon yang ada di sisi lain bandara. Banyak sekali orang yang menunduk hormat pada mereka karena Leon merupakan salah satu pejabat penting di negara itu


Perjalanan satu jam dari bandara menuju mansion.


"Pelayan" teriak Asha


"Iya nyonya"


"Bawa Lichyia ke kamarnya" perintah Asha


"Aku ke kamar dulu kak" Lichyia mengikuti langkah pelayan itu untuk ke dalam kamar yang sudah di siapkan khusus menyambut kedatangan nya


"Sayang" panggil Asha


"Iya"


"Apa papa dan mama sudah bisa di hubungi" tanya Asha


"Tidak bisa ini semakin membuatku cemas tiba tiba perasaanku gak enak" ucap Leon dengan raut wajah gusar. Namun saat berhadapan dengan adiknya tadi sebisa mungkin dia bersikap netral karena takut membuat Lichyia stres hingga berpengaruh pada janinnya


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN

__ADS_1


UDAH LIMA BAB NIH UDAH CRAZY UP YA


__ADS_2