Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 20


__ADS_3

Hanung dan anak buahnya sudah sampai di apartemen Clara.


"Tunggu disini. Aku akan segera kembali!" ucap Hanung pada beberapa anak buahnya.


Hanung lalu naik lift dan menuju kamar Clara. Dia masih punya kunci apartemen itu dan perlahan membukakanya.


Hanung berdiri dipintu dan dia melihat Clara tidur di kamar yang pintunya terbuka dengan keadaan yang sangat buruk.


Beberapa botol minuman ada tergeletak begitu saja di meja. Dan piring kotor berserakan di dapur. Ruangan itu menjadi tidak terurus dan jauh berbeda dengan keadaan sebelumnya yang selalu rapi dan bersih.


Hanung lalu mendekati Clara dan melihat kamarnya yang dalam keadaan bridal jauh berbeda. Kamar itu berantakan dan Clara dia menangis tersedu-sedu.


Dia bahkan tidak peduli dan tidak menyadari Hanung datang. Padahal, Clara tahu dan mendengar pintu terbuka. Tapi dia pura-pura tidak peduli dan benar-benar depresi.


Hanung mengelus pundaknya dengan lembut.


"Clara..."


Clara menoleh dan pura-pura terkejut lalu memeluk Hanung dengan wajah ketakutan dan cemas.


"Hiks! hiks!"


Clara menangis tanpa bicara apapun. Hanung dengan lembut dan penuh perasaan memeluknya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? Kenapa menghukum dirimu sendiri?"


"Aku tidak bisa! Aku sudah berusaha untuk melupakan mu. Aku akan hidup tanpa dirimu. Tapi aku tidak bisa. Sepuluh tahun kita bersama, bagaimana caranya aku melupakan nya. Ajari aku melupakanmu sebagai mana kau melupakan aku...."


Clara terisak dengan bahu naik turun sambil memeluk Hanung dengan erat.


"Aku tahu. Aku tahu semua ini berat dan sulit untukmu. Aku tahu kau menderita. Aku yang pantas disalahkan. Jadi jangan sakiti dirimu sendiri...."Hanung terlihat sangat sedih melihat keadaan kekasihnya itu.


"Bagaimana aku bisa hidup. Aku tidak bisa hidup tanpa dirimu....hiks....hiks..."


Clara menatap mata Hanung dan mereka saling bertatapan.


Hanung merasa sangat bersalah pada kekasihnya. Karena dia menerima perjodohan dengan Wilona, kini gadis yang dia cintai menderita.


Mereka bertatapan beberapa detik dan kemudian Clara mencium Hanung dengan lembut.


Hanung akan menolaknya tapi tidak bisa. Dia membiarkan kekasihnya melakukan apa yang dia inginkan.


Setelah itu, Clara memegang kedua tangan Hanung dan mengangkatnya ke pipinya.


Hanung menatapnya dengan penuh rasa iba dan kasihan.


" Duduklah disini. Dan aku akan membantumu membereskan tempat ini...."

__ADS_1


Hanung lalu beranjak dan mengambil bantal serta selimut lalu merapikannya. Dia juga merapikan buku-buku dan beberapa batang yang berserakan dilantai.


Setelah itu dia ke ruang tamu dan menyingkirkan botol minuman lalu kedapur mencuci piring yang kotor.


Dia melakukan semua itu karena kasihan dan merasa bersalah pada Clara.


Clara hanya duduk melihatnya dan dalam hati semakin yakin untuk mendapatkan Hanung kembali.


"Sudah selesai. Sekarang aku akan pesan makanan dan menemanimu makan...." ucap Hanung.


"Kau masih sakit, tapi kau melakukan semua ini untukku? Apakah aku masih berarti dalam hidupmu?" ucap Clara dengan mata sendu.


"Aku tidak ingin kau terluka. Aku ingin melihatmu bahagia. Tapi ternyata itu sangat sulit bagimu..." ucap Hanung prihatin.


"Aku rela berbagi hati dengan Wilona. Aku rela kau tetap bersamanya tapi aku tidak ingin berpisah darimu...." ucap Clara sambil menatap tepat di mata Hanung.


Deg!


Hanung terbelalak.


Dan tidak mengerti maksud ucapannya.


Mereka bertatapan dan mulutnya membungkam seribu bahasa.

__ADS_1


__ADS_2