
Arin turun dari taksi yang dia tumpangi dan berjalan menyebrang untuk menuju sekolah Diego
**Citt...
Brakk**....
"Awwhhhh" teriak Arin terkejut karena saat dia berjalan sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju ke arahnya dan hampir saja dia tertabrak.
"Hati hati" ucap Rasya pelan dan membantu Arin untuk berdiri.
"Makasih" ucap Arin
"Tunggu disini" ucap Rasya
Rasya berjalan cepat menuju ke arah mobil yang kini menabrak tiang listrik saat gagal mencelakai Arin
Tadinya Rasya ingin menjemput Diego namun dia melihat sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menuju Arin yang menyebrang
Laki laki tampan itu membuka pintu mobil dengan kasar dan menyeret pria yang menjadi supir mobil tersebut ke hadapan Arin
"Siapa yang menyuruh mu" tanya Rasya
"Gak ada" jawab pria itu tanpa ingin membuka siapa dalang dari semua itu
"Jawab pertanyaan gue!!" bentak Rasya sambil memberikan satu pukulan di bagian perut pria itu
__ADS_1
"Gak ada" kekeh pria itu
Arin mengambil ponselnya dan merekam semuanya
"Katakan jika tidak akan aku bawa dirimu ke kantor polisi" ancam Rasya. Mata pria itu membesar dan akhirnya mau membuka suara
"Ki... Kinara yang nyuruh gue" ucap pria itu
"Jangan laporin gue ke polisi" pinta pria tersebut
"Hm pergilah yang jauh dari kota ini dan jangan katakan apapun pada Kinara" ucap Rasya
Pri tersebut mengangguk dan pergi meninggalkan Rasya dan Arin
"Untuk apa kau merekam?" tanya Rasya
"Kau tidak ingin menunjukkan pada Valen?" tanya Rasya
"Untuk apa? Aku ingin melihat dia menderita hidup bersama wanita licik itu dan agar dia juga tau bagaimana rasanya menyianyiakan seseorang yang tulus" ucap Arin dengan menahan gejolak amarah dalam dirinya
Arin dan Rasya berjalan menuju sekolah Diego dan pas sekali saat mereka datang jam pulang sekolah berbunyi nyaring
"Mama" teriak Diego sambil berlari menuju mamanya
"Bagaimana sekolahmu" tanya Arin
__ADS_1
"Menyenangkan bahkan aku juga punya seorang teman" ucap Diego
"Bagus anak pintar" ucap Rasya dengan mengacak acak rambut Diego gemas
"Kau ingin ke perusahaan Arin?" tanya Rasya
"Iya karena besok kita harus pergi ke acara empat bulanan Lichyia" ucap Arin
"Oh ya? Aku baru tau apa aku di undang?" tanya Rasya
"Kau juga" ucap Arin
Selama beberapa bulan terakhir Valen seringkali keluar kantor dan bahkan sering tidak masuk kantor hanya untuk menjaga istri keduanya di rumah. Dan secara diam diam Arin mulai memperlajari memimpin perusahaan besar
Semua karyawan pun sudah dalam pihak Arin dan mereka tidak mengatakan apapun pada Valen. Bahkan CCTV yang ada di perusahaan di matikan saat Arin menginjakkan kakinya di perusahaan besar tersebut
"Hari ini mereka cek kandungan biarkan saja mereka bersenang senang maka aku yang bergerak menguasai hartanya" ucap Arin dan masuk ke dalam mobil Rasya
Rasya menyetir mobilnya menuju perusahaan milik Valen yang kini berubah menjadi milik Arin. Dalam waktu beberapa menit mereka sampai di gedung pencakar langit tersebut
"Selamat siang nyonya" sapa karyawan
"Siang juga" balas Arin dengan senyum manis
Rasya, Arin dan juga Diego masuk ke dalam lift untuk sampai ke lantai paling atas. Arin masuk ke dalam ruangan Valen ingin sekali dirinya membuang foto foto pernikahan Valen dan juga Kinara keluar dari perusahaan ini tapi dia harus tetap sabar belum waktunya dia membongkar semuanya
__ADS_1
Biarkan semuanya terbongkar saat perceraian mereka selesai dan dua minggu lagi akan ada sidang putusan dari hakim
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN