
Pukul tiga sore, Arin masih berkutat dengan laptop dan juga berkas berkas yang ada di meja kerjanya dan di sampingnya ada Rasya yang senantiasa membantu dirinya
"Kau pandai cukup beberapa kali aku menjelaskan kau sudah paham" puji Rasya
"Hm tidak aku masih membutuhkan dirimu jika nantinya ada masalah" ucap Arin dengan senyum mengembang
"Mama" rengek Diego yang baru saja terbangun dari tidurnya
"Iya sayang ada apa" tanya Arin lembut dan merentangkan kedua tangannya
"Laper" rengek Diego sambil memeluk tubuh mamanya. Sedangkan Rasya tersenyum lembut dan mengacak rambut bocah tampan tersebut
"Kau laper sayang" ucap Rasya dan Diego mengangguk
"Baiklah kita makan sekarang" ucap Arin sambil membereskan semua dokumen dokumen yang berserakan di atas meja
Tok.. tok.. tok..
"Masuk" ucap Arin
Sekretaris Arin tersebut masuk ke dalam ruangan dengan wajah cemas
"Ada apa" tanya Rasya
"Tu... tuan Valen datang" ucap sang sekretaris
__ADS_1
Arin dan Rasya saling tatap saat mendengar nama Valen di sebut. Untuk apa pria itu datang ke kantor jam segini bahkan dua jam lagi adalah jam pulang
"Baiklah kau bisa keluar aku bisa menanganinya" ucap Arin tenang
Sang sekretaris itu keluar dari ruangan Arin dan kembali bekerja. Rasya menatap Arin lekat apa yang di rencanakan wanita ini
"Apa yang kau rencanakan" tanya Rasya
Arin hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Percayalah padaku" ucap Arin
"Baiklah aku kembali ke ruangan ku dulu" ucap Rasya
Rasya keluar dari ruangan itu meninggalkan Arin dan juga Diego di ruangan Valen. Sedangkan Arin mengambil berkas berkas yang sudah ada tanda tangannya dan menggantinya dengan dokumen lain yang semula ada di meja kerja Valen
"Ma... papa mau kesini?" tanya Diego dengan menatap wajah sang mama
"Iya sayang" Arin dan Diego duduk dengan santai di atas sofa
"Selamat sore tuan" sapa sang sekretaris pada Valen yang hendak memasuki ruangannya
"Hm" balas Valen
Ceklek
__ADS_1
Valen memasuki ruangannya dan dahi nya mengernyit saat melihat keberadaan anak dan istri pertamanya
"Sedang apa kau disini" tanya Valen
Arin berdehem sejenak untuk menghilangkan rasa gugupnya
"Aku hanya mengingatkan jika dua minggu lagi akan ada sidang putusan perceraian aku harap kau datang dan jangan sampai kau lupa" ucap Arin dengan tenang
"Hanya itu?" tanya Valen
"Ya tadi aku habis menghabiskan waktu dengan Diego jadi sekalian mampir kesini dan aku kira kau ada di kantor tapi nyatanya tidak mungkin kau sedang bersama Kinara" sindir Arin
Wajah gugup Valen terlihat jelas di mata Arin. Ada apa dengan pria itu? Bukankah menghabiskan waktu dengan Kinara adalah hal biasa yang dia bahas lalu kenapa ada yang berbeda dari pria itu saat ini. Wajah pucat pasi dan gugup seperti telah melakukan sebuah kesalahan besar
"Mengapa wajahmu pucat" tanya Arin menyelidik
"Hah? Mmm tidak ada pulanglah untuk apa kalian disini tidak ada gunanya" ucap Valen ketus menutupi rasa gugup nya
"Hm" Arin menggandeng tangan Diego dan berjalan menuju pintu
"Jika kau melakukan kesalahan maka kau tidak akan pernah tenang selama kau menyembunyikan nya" bisik Arin tepat di telinga suaminya
"Diam kamu!!" bentak Valen
Arin tersenyum tipis dan keluar dari ruangan itu meninggalkan Valen seorang diri
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN